
Suasana alam pegunungan nan hijau di lereng pegunungan Ciremai,jalan aspal yang berliku mengikuti lekuk lereng bukit sepanjang pegunungan yang nampak indah ditumbuhi pohon sengon dan pohon pohon besar lain.
Sepanjang jalan nampak hutan jati dan selingi tanaman lain jarak berapa meter ada lahan kebun teh juga kopi ..yang cukup luas udara sejuk makin terasa saat iring iringan Mobil box dan beberapa mobil Van juga sedan di pimpin oleh Kholik berjalan menuju sebuah desa, yang letaknya hampir berada di lereng gunung Ciremai .
Setelah menepuh perjalanan 2 jam dari desa Pabuaran akhirnya sampai juga di desa tujuan.
Memasuki sebuah jalan sempit hanya untuk ukuran 2 mobil berpapasan. Dengan tanjakan dan kelokan yang cukup tajam dan curam.
Rombongan mobil Kholik dan Ratna akhirnya bisa mencapai puncak bukit kecil ,letak desa Sangkanurip.
Penduduk sekitar menyambut ramah kedatangan rombongan sebagian masih ada yang mengenal Kholik,yang dulu sering berkunjung ke desanya.
Keakraban dan keramahan warga desa masih sangat terasa hangat dan mesra.
Di sebuah Pondok pesantren yang tidak terlalu terkenal. Disebuah desa hampir dekat dengan lereng gunung Ciremai.
Seperti layaknya sebuah pesantren kegiatan menderas atau membaca untuk menghafal Alquran adalah kegiatan para santri yang jadi tugas wajib bagi mereka.
Santri pondok tidak terlalu banyak tidak sampai 200 orang. Terdiri dari laki laki dan perempuan yang letak rumahnya dipisah oleh sebuah lahan kebun sayur sebagai kegiatan dan pekerjaan para santri yang diajari cara bercocok tanam.Hasil dari tanaman itu digunakan untuk operasional pondok pesantren.
Semua santri yang belajar di pondok pesantren itu tidak di pungut biaya apapun.
Semua santri harus berusaha sendiri dengan hasil yang didapatkan dari tanaman dan ternak kambing juga bebek petelor,yang dibiayai Awal oleh Bapak kiyai pemilik pondok.Sawah dan kebun yang disiapkan,semua lajanya ditanami padi dan berbagai macam bibit sayur mayur.
Kemudian diolah dan di kelola secara gotong royong oleh teman para santri.Berhasil dan tidaknya ditanggung bersama.
Usaha dan upaya mereka menjadi tanggung jawab individu santri yang diberi tugas sesuai bakat mereka
dari perputaran waktu penanaman sampai rotasi panenan mereka yang memasarkan.. kebetulan atau tidak tiap panen selalu lalu ada pembeli yang membutuhkan sayuran dengan skala besar.Hingga perputaran ekonomi di pondok pesantren itu bisa berputar bisa membantu usaha pertanian mereka.
menikmati..
Udara sore menyeruak dedaunan tanaman kubis dan cabai.. tak tercium bau racun insektisida seperti di lahan pertanian lain. karena mereka menggunakan pupuk sistem organik.
Nampak sebagian santri yang mendapat tugas hari ini giat menyirami tanaman dan ada juga yang menaburkan pupuk kompos.
__ADS_1
Santriwati bertugas menyiangi rumput yang menggangu tanaman pokok.
Nampak senyum ceria mereka sepertinya bersuka cita mengurusi tanaman yang jadi sumber kehidupan dan keberlangsungan pendidikan mereka.Dengan penuh rasa tanggung jawab mereka bekerja keras silih berganti mengurus kebun.
"Assalamualaikum... Fifah?.."
Sapa ustad Kholik pada seorang gadis remaja yang berparas cantik dengan kerudung tipis di kepala menutupi rambut .Fifah adalah seorang anak yatim piatu Sudah lama tak dijumpainya. kini sudah nampak remaja... saat ditinggalkan dulu usianya masih 7 tahun .
Gadis remaja itu menoleh dan memandang tajam kearah Kaka angkatnya... seraya diburu rasa kangen dan bahagia luar biasa.. Fifah membalikan badan dan berlari...memeluk erat tubuh Kaka angkatnya..
Fifah menangis haru..
"Kakak....!!". demikian teriaknya sambil memandang dan langsung memeluk bahu Sang Kaka .
angkatnya. Kholik.
" Apa kabarmu dik.. kamu baik baik saja disini??" tanya Kholik.
"Fifah senang dan betah di pondok ini kak...cuma aku kangen sama kaka.kenapa lama tidak kunjungi pondok?? apa lagi aku dengar katanya kaka baru dapat masalah ya.. mama kiyai yang cerita semuanya.. alhamdulilah ,Kaka baik-baik saja bukan..?Kaka hebat fifah bangga..dengar cerita guru tentang Kaka.."
Rina menatap haru dan bangga kearah fifah adik angkat suami yang sering diceritakan dulu.
Rina menciuminya..laksana seorang adik kandung yang lama tak bertemu.
"Fifah cantik ya...? ini mbak bawakan fifah gamis dan kerudung juga ini... ?? itu sedikit makanan.. di mobil box buat kalian semua...hehe..fifah senang?" Fifah mengangguk dan hanya bisa senyum bangga. Dalam hati fifah memuji kebaikan hati dan kedermawanan Isteri kakanya. Ia menatap penuh arti pada Rina.. Kemudian memeluknya erat-erat...Demikian pula dengan santriwati lain.. mereka bergegas menyambut kedatangan Rina.
Kholik memanggil semua santri yang berada di kebun.. mereka bergegas menghampiri Kholik .yang ternyata mereka sangat mengenalnya.. sejak beberapa tahun lalu saat mereka masih anak anak..
Suasana kegembiraan yang indah..mereka benar benar santri yang berbudi luhur.
Mereka berbondong bondong datang langsung menyalami sang Kaka..ada beberapa santri laki yang agak dewasa yang menangis sambil memeluk Kholik.
"Ahlam wa Sahlan...kakang...".katanya sambil menyeka air mata..
"Kamu makin dewasa Toni?.kau harus bisa jadi penyemangat dan contoh yang baik buat adik adik yang lain.ya dik?" Kata Kholik sambil menelusupkan amplop isi uang kesaku gamis Toni.
__ADS_1
"Terima kasih kakang.. Mama sudah menunggu di pondok.. mari kang .saya antar.."
Suasana pondok berubah jadi tambah sumringah..
Rina mengunjungi pondok putri dengan se abrek bawaannya yang di usung oleh para santriwati dari 2 mobil box berisi full bahan pangan dan pakaian,juga perlengkapan kerja.
Demikian juga dengan Suasana pondok pria. Setelah Kholik sungkem menemui Gurunya dan aetelah sedikit berbincang empat mata ,Kholik menyuruh para santri membongkar isi mobil box ke 2 dengan isi yang sama.
"Alhamdulilah.. Kau hebat anakku,terima kasih buat semuanya. "
kata Sang Guru yang berpenampilan persis dalam film si Pitung .
"Ini ga seberapa Mama.. dibandingkan jasa mama selama mendidik Saya.." Balas Kholik merendahkan hati.
Kholik disambut senyum bangga Sang guru yang disebut mama guru Drajat,oleh semua orang yang mengenalnya.
"Istrimu bersama si Ambu. di pondok putri. Kalian benar-benar pasangan serasi ... ga sia sia kami dulu mendidik mu Kholik..Mama dan Ambu merasa bangga.. dan bersyukur tanaman yang dipupuk telah berbuah..kini tak perlu dipetik dia telah hadir dihadapan kami... alhamdulilah barakawlah..anakku..."
Sore itu para santri benar benar bersuka cita mendapat hadiah bingkisan yang diberi Kholik.. 200 Orang santriwan santriwati mendapatkan jatah yang sama. sepasang baju gamis dan bahan makanan sembako yang sama dengan perlengkapan alat kerja juga diberikan secara cuma cuma.
"Mbk Rina.. boleh ga fifah ikut ke rumah mbk? pengen liat kesana?"
Celetuk Fifah ditengah riuh rendahnya para santri yang sedang berbahagia dengan segala puji syukur yang mereka ucapkan berkali kali pada Rina dan Kholik.
"Tanya Ambu..dulu..ya fifah..Kalo Ambu mengijinkan Mbak sangat senang kalo fifah mau tinggal di rumah kami.hehe.."..
"Iihh ... mbk Rina....?? aku ga berani bilang sama ambu.. makasiihhh...ya mbak.."
"Nanti kalo kalian sudah tamat dan hafal Al-Qur'an, kalian boleh memilih mau hidup dimana yang penting kalian harus jaga kehormatan nama baik mama Drajat.." Celetuk Ambu.. sambil menyiapkan barang barang-barang penting bawaan Kholik dan Rina,
"saya merasa bangga padamu dan pada istrimu.Ajak semua teman-temanmu ke pondok ya Rin, Ambu juga tahu bahwa Fifah ingin sekali bertemu dengan Kholik. Selama kalian sudah menikah dia selalu bertanya kenapa kak Kholik setelah menikah, tidak pernah datang lagi ke pondok? Ambu lihat dia selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian itulah yang membuat harus saya dan bangga pada kalian kalian ternyata bisa mengesankan para santri yang ada di sini sehingga selalu mengenangmu. ya sudah ini hari sudah semakin menjelang magrib kalian bersiap-siap untuk salat magrib bersama kamar sudah disiapkan oleh anak-anak kalian tinggal menikmati suasana kamar itu.Anak anak santri yang menyiapkan semuanya"
Ambu memandang tajam ke arah Rina sambil memperhatikan begitu serius penampilan Rina yang memang cantik parasnya dan baik hatinya, Ambu memang bisa melihat dan membaca perilaku orang sehingga dia merasa bangga bahwa Kholik tidak salah memilih seorang istri.
Sesuai perintah ambu, Rina bergegas menemui Khaliq di pondok santri laki-laki.
__ADS_1
sementara matahari mulai turun dengan warna semburat di langit sudah nampak seperti lukisan abstrak yang begitu mempesona sangat indah sekali suara adzan mulai berkumandang saling bersahut-sahutan dari berbagai penjuru makin menambah suasana damai dan tenang di tengah desa yang diliputi oleh berbagai bukit yang ada di sekelilingnya, perbukitan gunung Ciremai.