KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 66


__ADS_3

Pagi hari yang cerah..


suara burung kenari dan burung burung lainya bersaut sautan,mendengar suara siulan para pekerja yang sedang riang gembira ,karena hari ini melaksanakan panen raya perdana dari sejak ,tragedi di perusahaan Perkebunan itu .


"Aneh nya,kang..? kok bisa ya? kita bisa panen sesingkat ini.Ini timun besar besar dan subur,itu juga cabe. itukan baru seminggu saja, kita nanam? ko sudah besar besar dan buahnya sangat lebat? ga ada hama sama sekali? Alhamdulilah ya Allah. Ini bukti kebesaran Allah ya kang. Pak ustad itu Memang orang baik. Jadi Allah berikan anugerah ini pada kita ya kang?"


"iya saya juga heran kenapa bisa begini? tapi Alhamdulillah kita jadi bisa bekerja lagi, mendapatkan hasil lagi.kebaikan hati orang itu memang luar biasa ya. Saya juga kagum sama ustad itu.


kalau di perkebunan lain mah, boro-boro bisa memberikan tunjangan selama kita libur kemarin."


"iya ya kang saya juga senang bekerja di tempat ini betah dan kemarin waktu kejadian itu saya mah sangat sedih hampir tiap hari saya menangis memikirkan kenapa bisa terjadi begitu aneh ,memang?"


Demikian isi obrolan heboh mereka .saat mereka melakukan pekerjaan di perkebunan kolik dan Ratna ini.


Seluruh karyawan dan tenaga yang sedang memanen hasil tanaman yang sebenarnya belum semestinya berbuah dan dipanen itu membuat mereka heran dengan apa yang sedang terjadi hari itu.


Mereka sangat terkagum-kagum ,pada ustad Kholik.


kalau menggunakan akal sehatsih memang tidak mungkin. tanaman yang baru ditanam beberapa hari sudah menghasilkan buah begitu banyak,tapi kalau sudah kehendak yang maha kuasa tidak ada yang mustahil.


para pekerja bersyukur mereka bisa


kembali bekerja dan bisa mendapatkan hasil dari jerih payah mereka lakukan selama ini.


sementara ustadz Kholik dan Ratna juga para staf perusahaan perkebunan , hari ini berkumpul di kantor manajemen.


khalik dan Ratna mengadakan rapat mendadak dan untuk yang pertama kalinya sejak tragedi yang menimpa perkebunannya.


Wajah mereka nampak cerah ceria Seakan semangat kerja mereka baru bangkit lagi.

__ADS_1


"Teman-teman,sebagai mana ketahui dan rasakan bersama,adahal yang membuat saya merasa masgul dan hampir tak percaya.Bahkan Isteri saya yang ahli pertanian saja ga bisa menganalisa?".


Sampai disini ,ustad Kholik melirik dan tersenyum melihat Wajah Ratna yang keliatan ceria.


" Selayaknya kita, patut bersyukur.. dengan kekuasaan Tuhan, kita wajib berterima kasih sedalam-dalamnya kepada kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala. memang kalau dipikir secara nalar secara keilmuan ini nggak nyambung sama sekali dan sangat mustahil. pasti teman-teman bertanya ada apa sebenarnya. saya pun tidak bisa menjawab karena semua teman-teman tahu selama ini saya sibuk mengurusi masalah-masalah yang tidak berkaitan dengan pertanian,yakan ?"


semua karyawan manajemen dan staf yang sedang berkumpul langsung mengucapkan hamdalah. mereka tidak lagi merasa heran karena keyakinan yang sudah diterapkan ke dalam jiwa mereka bahwa ketika mereka berbuat ikhlas tentang apa saja maka Tuhan akan memberikan balasan yang berlimpah,.


Berpikir Dari semua kejadian yang telah terjadi di perusahaan ini memang sangat banyak keanehan.


Ratna langsung menyambung kalimat suaminya.


"Nah yang kita pikirkan sekarang adalah bagaimana cara memasarkan kembali hasil pertanian kita,yang selama ini kita tidak menyetor ke pasar.? kita selama ini cuma menampung hasil panen dari petani yang ada di sekitaran kita dan itu pun jumlahnya sangat sedikit tidak memenuhi kuota dari permintaan per bandar sayuran yang ada di kota. saya ingin tahu bagaimana mas Ridwan mas Ridwan kan bagian pemasaran jadi pasti tahu dong peluang-peluang apa yang bisa disampaikan atau bisa disambung kembali apa-apa yang telah terputus selama ini dengan para pelanggan?"


Ratna langsung pada pokok persoalan rapat yang kini sedang dilaksanakan tidak meluluk mengurus retorika yang telah terjadi.


penyampaian Ridwan begitu menggembirakan seluruh peserta rapat, Ridwan memang selalu tegas saat menyampaikan hasil kerjanya pun sangat jujur dan rapi. ia merasa optimis dan membangkitkan optimisme seluruh anggota rapat , sikap optimis Ridwan itulah yang menjadi kebanggaan direktur dan manajer perusahaan.


bahkan selama perusahaan krisis pun ia masih bisa bekerja dia bisa masih bisa menghasilkan produksi.


Walaupun sangat terbatas karena hanya menerima dan menampung sayuran dari beberapa petani yang mempercayakan perusahaannya untuk menjadi penyalur utama di desa Pabuaran ini. ini sebuah kerja keras yang


luar biasa.


Ridwan ,ia bisa memberikan harapan baik kepada para staff manager dan direktur. demi tetap eksisnya perusahaan perkebunan Kholik dan Ratna.


rapat pun berkesimpulan bahwa mereka tetap optimis masih bisa menjual atau menghubungi para bandar besar yang ada di dua kota tersebut berkat kerja keras Ridwan akhirnya rapat pun ditutup dengan doa walaupun dalam hati mereka tetap bertanya-tanya sebuah keanehan keajaiban yang telah terjadi di perkebunan ini.


benar saja cabe keriting dan cabe hijau hasilnya sangat melimpah dari 500 meter saja sudah mendapatkan satu ton cabe ini akan dibuang ke mana itu kalau para pemikirnya tidak jeli dan tidak profesiona melihat peluang pasar,l pasti itu pertanyaannya.

__ADS_1


Padahal pada saat itu harga cabe sedang melonjak-lonjak tingginya harga di pasaran hampir mencapai 100.000 per kilo jika membeli dari para pedagang pasar. yang itu berarti dia mereka bisa menjual rp70.000 atau rp75.000 per kilo di pasaran.


tapi tetap saja kebijakan ustad Kholik tidak bisa diintervensi oleh siapapun.


iya sudah membuat perjanjian dengan para pedagang untuk tidak menaikkan harga semaunya saat sudah menerima hasil produksi dari perkebunannya harga harus kembali normal.


Maka ustad Kholik memerintahkan Divisi pemasaran agar menelpon beberapa kolega lamanya ,yang ada di beberapa kota, bahwa stok barang di tempatnya sudah aman dan siap dikirim.


"sampaikan pesan saya kepada seluruh pedagang atau seluruh pemasok penerima barang kita bahwa harga harus stabil dulu dari kita jual rp35.000 per kilo itu pun sebenarnya.sudah sangat memberatkan bagi para pembeli eceran. sampaikan ke mereka kita akan menjual dengan harga rp25.000 dari harga sekarang yang mereka jual ke pengecer rp75.000. harus diturunkan dulu.


jika mereka tidak mau menurunkan kita tidak akan kirim barang ini biarkan barang ini membusuk di sini dan kita masukan saja ,ke pabrik kenalan saya yang memproduksi boncabe.


katakan ke mereka begitu ya Ridwan kamu siap bertanggung jawab mengenai harga yang sekarang akan dijual?"


Ridwan mengangguk-angguk tapi sedikit pusing juga mikir ,kok tiba-tiba harganya drastis dengan harga segitu tentu saja sangat kaget nanti mereka menerima barang yang begitu murah setelah beberapa hari mahal harga cabe menembus rp80.000 kepada pengecer dan konsumen.


Dengan sukacita para pedagang pasar beramai-ramai memesan harga cabe yang sangat murah dibandingkan dengan harga sebelumnya.


dan akhirnya stok pun habis terjual dan tinggal kirim untuk sampai ke pasaran Ridwan menggunakan beberapa mini yang mengantarkan ke alamat masing-masing kota tujuan berbeda.


Beberapa mobil truk dari beberapa daerah pun mulai berdatangan untuk mengangkut jenis sayuran lain seperti timun terong gambas kol kacang panjang kacang buncis semuanya dengan kualitas istimewa.


para pengepul dan para pedagang itu sangat senang sekali bekerja sama dengan ustadz Kholik ini.


Karena kejujurannya dari sikap dan juga perilaku para tim manajemen mereka sangat ramah, menyenangkan .


Sehingga mereka para pelanggan betah bekerja sama dengan perusahaan perkebunan kolik dan Ratna ini.


singkatnya panen raya perkebunan kolik dan Ratna sukses besar.

__ADS_1


__ADS_2