KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 74


__ADS_3

Ratna membicarakan kembali tentang rumah tua yang akan kembali ditinggali oleh mereka setelah sekian lama ditinggal karena banyak masalah yang terjadi di rumah itu kali ini rumah itu sudah mulai aman tidak terganggu lagi oleh makhluk astral yang mengganggu seperti dulu.


"mas kapan kita mulai menempati rumah itu lagi mas saya pikir lebih cepat lebih bagus karena di sini kan kita tempatnya sempit karena kan bukan untuk belajar anak-anak mengaji untuk beladiri juga jadi aku berharap kita segera tinggal di rumah itu lagi aja gimana mas?".


ustadz Kholik tersenyum menatap wajah istrinya yang berseri-seri rasa kebahagiaan antara mereka berdua tidak pernah mereka bertengkar atau mereka berselisih pendapat tentang berbagai hal yang selama ini terjadi.


Venar-benar rumah tangga yang ideal bagi ustaz Kholik. Ia pun menyahut dengan memeluk tubuh istrinya.


"iya besok kita akan adakan selamatan lagi kita undang beberapa tokoh masyarakat yang ada di sana untuk menyaksikan bahwa kita akan tinggal di rumah itu lagi supaya warga juga percaya bahwa rumah itu sudah tidak ada gangguan apa-apa lagi sabar ya semua juga kan perlu ada hitungan-hitungan hari karena kita kan orang Jawa tidak lepas dari hal-hal seperti itu sabar ya sayang ".


Ratna tersenyum bahagia Ia pun menerima pelukan suaminya kemudian Ia pun membawanya ke peraduan tempat tidur yang sudah dibersihkan sprei yang sudah diganti dengan warna biru muda . di dinding nampak gambar foto mereka berdua saat pernikahan. ukuran kamar itu begitu luas lengkap dengan perabotan alat rias dan juga gambar-gambar kaligrafi Alquran dari beberapa ayat yang ditempel di dinding kamar pribadinya


dua insan suami istri itu kini beradu pandang dengan senyum tipis mereka akhirnya saling berpelukan Ratna menikmati sentuhan suami yang begitu tulus sehingga birahinya pun naik pelan-pelan mereka terbaring berdua di atas tempat tidur yang indah.


seindah cinta kasih mereka berdua.


Ratna membiarkan tangan suaminya mulai merambah ke berbagai penjuru tubuhnya Ia pun pasrah apapun yang dilakukan oleh suaminya dengan senyum bahagia Ia pun menikmati rasa itu rasa yang hanya bisa dinikmati oleh mereka sulit digambarkan dan sulit diterangkan kenikmatan cinta kasih sejati. dua tubuh telanjang itu bergumul dengan desah dan tarikan nafas mereka yang tak beraturan, keringat tubuh mereka bercucuran seiring dengan puncak kenikmatan yang mereka rasakan.

__ADS_1


Pergumulan tubuh mereka berlangsung selama 1 jam lebih sehingga mereka kelelahan akhirnya terbaring dan terlelap tidur sampai menjelang pagi.


malam menjelang pagi rembulan di atas langit sana sudah mulai condong ke arah barat bulan purnama yang sudah kehilangan senyum itu karena melewati tanggal 17 yang berarti purnama telah berlalu sehingga bulan itu tak penuh lagi cahayanya belum separo tetapi tetap bisa menerangi malam menjelang pagi yang begitu cerah menghias di langit biru.


suara kokok ayam pertama menunjukkan bahwa pagi akan segera menjelang dua insan itu masih terbaring rupanya mereka masih kelelahan seusai menemukan rasa nikmat beberapa jam lalu, berdua mereka rasakan, yang selama ini tertunda karena berbagai hal yang menimpa diri mereka dan keluarga mereka.


cahaya lembut rembulan pelan-pelan tapi pasti kembali menghilang di balik Mega Mega awan hitam yang mengerubuti cahaya lembutnya.


Berganti seburat cahaya merah kuning cahaya sang surya, menggantikan cahaya bulan yang sudah semakin rendah di ujung langit barat sana.


" anak-anak hari ini kami akan pindah ke rumah tua itu kalian yang mau bantu silakan bantu untuk mengangkat barang-barang yang ada yang kami perlukan nanti setelah selesai kita makan-makan bersama bagaimana ada yang mau nggak bantuin Pak Ustad, nanti mulai jam 07.00 ya."


seluruh santri yang ada di rumah itu merasa senang sekali akan dapat makan bareng pak ustad yang langka terjadi. karena mereka meyakini jika makan bareng dengan pak ustad akan mendapatkan banyak Barokah sehingga mereka sangat senang sekali diberikan kesempatan bisa makan bersama Sang Guru Besar.


menjelang jam 07.00 mereka sudah berkumpul di depan pondok mereka bersiap-siap untuk membantu pekerjaan sang ustad hari ini.


" anak-anak Terima kasih ya hari ini kalian Saya minta keikhlasannya menggunakan tenaga kalian untuk membawa semua peralatan rumah tangga ustad ke rumah tua atau rumah yang ada di jalan depan itu ya Ya sudah silakan siapa yang akan membawa meja kursi kemudian itu lemari pakaian yang cukup berat itu nggak cukup satu orang itu ya''.

__ADS_1


buruan anak santri berebut mencari apa yang bisa dibawa mencari barang-barang yang paling mudah dibawa dan mereka nampak sedang sekali karena bisa bersama Sang Guru kebanyakan para santri laki-laki dan membawa barang-barang besar seperti lemari kemudian ada bufet dan sebagainya mereka kompak sekali mengerjakannya.


hingga menjelang siang mereka sudah selesai membawa semua barang-barang yang dibutuhkan untuk tinggal di rumah yang baru akan ditempati lagi itu.


setelah mereka berkumpul kembali di rumah tua grup katering dari Kota Kecamatan datang ada dua mobil box yang membawa makanan sepertinya memang sudah dipersiapkan dari sejak lama sehingga urusan makanan sudah selesai tinggal menikmati saja.


kebiasaan para santri makan bareng dalam satu pondok sudah biasa , tapi makan bareng bersama Ustad Kholik Sang guru besar itu tidak seperti itu, tentu saja langka mereka rasakan, Apalagi-sama tahu bahwa Ustadz Kholik itu sangat sibuk dengan pekerjaannya. jadi belum tentu Mereka bisa berkumpul bersama seperti itu sambil bersenda gurau makanan yang sudah disiapkan dengan suasana keakraban antar sahabat para santri yang lain''.


" anak-anakku Ternyata Ibu Ratna Memang luar biasa ya Saya sendiri tidak tahu ternyata kita bukan makan makanan biasa ini makanan luar biasa karena dipesan dari catering yang cukup terkenal di kecamatan kita bukan soal makan mahalnya ya tapi ini rasa Terima kasih kami kepada kalian yang telah membantu pekerjaan ini sampai dengan selesai. jangan lupa juga nanti malam kita berkumpul lagi di sini ya ajak teman-teman kalian semua yang mau ikut silakan daftarkan namanya supaya nanti bisa dapat jatah yang merata kami akan syukuran kami juga mengundang warga sekitar untuk itu sepertinya akan ada panitia kecil ini nah kalian para santri senior yang 10 orang itu harus bisa mengatur adik-adiknya membagikan tugas masing-masing untuk acara nanti malam ya.''


dijawab oleh mereka semua dengan kalimat kompak menjawab


'' siap pak ustad..!''.


''kalau demikian sementara kita bubar dulu ,ya. yang mau di sini juga boleh sampai dengan sore nanti. Tapi kalau yang mau mengerjakan yang lainnya silakan pulang saja, kita masih ada beberapa pekerjaan yang bukan kalian yang menangani seperti pemasangan instalasi listrik juga sudah kami siapkan orangnya Jadi kalian pulang saja ya.''


para santri pun berbondong-bondong pulang kembali dengan membawa bekal makanan yang sudah disiapkan Padahal baru saja mereka beramai-ramai makan di tempat tapi pulang juga masih mendapatkan jatah makanan yang ini merupakan kegembiraan dan kesenangan bagi mereka, mereka merasa sangat dihargai oleh Sang Kiai karismatik itu.

__ADS_1


__ADS_2