KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 29


__ADS_3

Setelah suasana pondokan terasa sepi dari kegiatan anak-anak pesantren, yang biasanya berkumpul di ruangan itu, untuk membaca Alquran, menghafalkan beberapa kitab ilmu yang diberikan oleh Mama Drajat.


Tetapi khusus untuk malam ini sepertinya Mama Drajat telah memberikan instruksi pada seluruh muridnya, untuk tidak berada di ruangan yang akan digunakan untuk ritual malam ini. Malam ini akan diberikan dan dilakukan oleh Mama kepada Kholik dan Ratna.


Tentu saja Kholik dan Ratna sudah bersiap , setelah mereka berdua mendengar seluruh wejangan dan ucapkan mama yang begitu bijaksana .Mama derajat bahkan mama menceritakan semua apa yang dialami oleh Khaliq saat itu. ketika Mama mendengar dan melihat secara gaib bahwa apa yang sedang dialami oleh anak buahnya ini bukan hal yang sepele sehingga ia bersama seluruh santri pada saat kejadian malam itu yang dialami oleh Kholik dan Ratna bersama teman-teman yang lainnya. Mama mendoakan dengan sangat khusyuk membantu dari jauh apa yang sedang terjadi saat khalik meladeni dan melawan para siluman yang datang dari kawah gunung Ciremai.Pada akhir kesimpulan cerita .


tentu saja khalik mengucapkan ribuan terima kasih dan memang semuanya terasa mudah saat itu begitu ungkapnya, begitu pula yang dirasakan Ratna. pantas saja aku tidak lagi merasa takut dengan kejadian-kejadian yang terjadi saat itu. Begitu ucapnya dalam hati Ratna.


Kemudian Mama menyuruh Kholik agar mereka berdua bersiap, untuk menerima sesuatu yang akan diberikan pada mereka berdua malam ini.


Dengan senyum ramahnya orang tua bijaksana yang berpenampilan seperti pendekar si pitung dalam film si Pitung itu,mulai memberikan aba-aba agar Kholik dan Ratna mendekati tempat duduknya.


"Anakku aku berikan semua apa yang Aku miliki ,apa yang saya punya, apa yang saya mampu, yang selama ini menjadi kebanggaan hidupku .Dan juga para muridku ,sebelum kamu.Saya merasa kamu perlu dan harus menggunakan ilmu pamungkas ini. Untuk mengusir, dan meredakan serta mengamankan, makhluk-makhluk yang ada di rumah tua itu,saya tahu mereka bukan makhluk sembarangan . Mereka benar-benar makhluk iblis yang sangat jahat .Makanya saya berikan ilmu ini untuk kamu, nak".


Kholik kembali bersujud bersimpuh sambil mengucapkan terima kasih dan ucap Alhamdulillah, kemudian..


"Mama . boleh saya tahu apa nama ilmu yang Mama berikan kepada saya malam ini?".

__ADS_1


Mama derajat menuliskan kalimat yang bertuliskan huruf arab.Di beberapa lembar kertas.


"Kurasa ini akan membantumu dan akan mengetahui ilmu apa yang aku berikan kepadamu pelajari ya. Dan lakukanlah sekusuk mungkin agar ilmu itu menjadi sempurna ketika kamu gunakan.Itu saja pesanku nak. Dan tolong jangan kamu turunkan ilmu ini kepada siapapun terkecuali aku sudah wafat karena saya pikir belum tentu ada juga orang yang mampu untuk menguasai ilmu itu nanti kamu akan tahu siapa di antara muridmu yang bisa dan kuat menyandang ilmu ini .Jangan gunakan untuk hal yang tidak penting ,apalagi hanya untuk balas dendam.Ketika menggunakan ilmu ini kita harus yakin bahwa apa yang akan dimusnahkan itu adalah makhluk yang dapat membahayakan banyak orang dan dampaknya bisa serius mengganggu kehidupan orang banyak.aku yakin kamu mampu melakukannya. Kolik .' Kiyai Drajat tersenyum.


"Iya Mama ,saya akan menjunjung tinggi titah mama ,dan saya akan menjalankannya sesuai petunjuk mama .Doakan saya kuat menghadapi semua ini ya mama."


Orang tua yang ada dihadapkan nampak manggut-manggut. Sambil tersenyum kemudian ia memberi syarat isyarat agar Kholik, segera salat malam atau Untuk mengucapkan rasa syukur. atas ilmu yang telah diberikan sehingga kelak ilmu itu akan menyatu dalam tubuhnya.


"Dan kamu Ratna. Coba kemari. Saya akan berikan sesuatu juga padamu, saya yakin kamu juga akan mampu menerima ilmu pamungkas ini,untuk berkolaborasi nanti ketika suamimu dalam keadaan bahaya. Kamu bisa gunakan ilmu ini untuk membendung atau membantu suamimu.Ketika kelak ,dia mendapatkan halangan yang membahayakan dirinya, kamu bersiap Ratna?'.


Ratna mengganggu kemudian mendekati letak duduk Mama Drajat."..


setelah itu Ratna tergeletak sepertinya kondisi badannya kurang begitu kuat menerima ilmu dari mama Drajat.


"Tidak apa-apa itu cuma tubuhnya saja yang lemas, jangan dikhawatirkan. Nanti dia juga akan pulih sendiri yang penting ilmu itu sudah masuk ke dalam tubuhnya sama sepertimu Kholik."


Khaliq mengangguk, kemudian membawa tubuh Ratna ke dalam kamar tidurnya. Seperti perintah dari mama Drajat.

__ADS_1


Iya sungguh terkejut dengan penampilan tempat tidur yang disediakan oleh Ambu bersama seluruh santri putrinya. Ia seperti sedang berada di hotel bintang 5. Di sebuah kamar yang begitu mewah. Tak disangka sebelumnya, bahwa mereka akan mendapatkan perlakuan yang istimewa dari Mama dan Ambu juga para santri. Rasa bahagia luar biasa, yang ia rasakan malam itu.


kolik membaringkan tubuh istri tercinta di tepian tempat tidur yang sangat indah, warna perak kesukaannya terwujud di depan mata bagaikan sedang berada di tengah butiran mutiara yang begitu menyilaukan mata.


Ratna mulai siuman. Ia kaget karena hidungnya mencium bau wangi dari dalamkamar yang memang sudah didesain sedemikian ,sehingga bau farfum wewangian sangat menyengat dari berbagai sudut kamar tersebut.


"Mas apa yang terjadi dengan saya tadi kok tiba-tiba saya berada di tempat ini. Ini kamar siapa mas.?" tanya Ratna penuh keheranan.


'ya aku juga terkejut, dek. saat masuk kamar ini. kok kamar ini begitu indah, padahal saya pikir ini mahal semua.Saya pikir mama dan ambu memang benar-benar menyanjung kita. mereka sangat menghormati kita ya bersyukur saja ,deh. Kita punya orang tua yang begitu baik begitu pengertian, oh ya aku melihat kamu tadi sepertinya fisikmu tidak kuat sehingga ketika ilmu yang diberikan oleh Mama masuk ke dalam tubuhmu adek tidak tahan. Bukan tidak mampu tetapi fisikmu memang sedang lemah kamu sedang isikan dek.? kolik melirik dan tersenyum manis menatap tubuh istrinya yang nampak begitu lemah.


"Sepertinya iya, mas. Aku sudah telat bulan .Biasanya sudah dapat. Tapi kali ini saya belum dapat mas .Berdoa ya mas semoga janin kita baik-baik saja"..


Mereka saling tatap mata penuh arti dan mulai menikmati kehangatan malam berdua.


Kini suasana ruangan sudah mulai sepi dari suara anak-anak santri yang menghafal dan membaca Alquran karena memang sudah pukul 01.00 pagi sehingga semua penghuni pondok sudah mulai terlelap tidur.


Mama meninggalkan tempatnya dan kembali pulang ke rumah tempat tinggalnya yang tidak jauh dari pondok.

__ADS_1


Udara dingin terasa mulai sangat menusuk tulang ,Sehingga suara belalang pun sepertinya enggan bersuara. Tidak seperti biasanya mereka sepertinya sedang berkonser di seluruh kawasan pondok pesantren itu.


Bulan sabit boleh nampak pucat dan berakhir di ujung pagi.


__ADS_2