
Pagi Hari perkebunan nampak hijau dan segar .
Buah tomat nampak sedang ranum ranumnya bergelantungan siap petik,warnanya hijau keemasan.
cabe merah besar,mulai merah mengkal buahnya sangat lebat .
Begitupun dengan terong dan mentimun serta pare dan cabe kriting semuanya nampak segar masih basah oleh embun sejuk pagi hari.
Suara riuh para tenaga kerja yang sedang siap siap memanen sayuran nampak sedang membuka bekal ,mereka sangat akrab satu sama Lain bersama sama makan pagi .
mereka saling berbagi masing masing makanan yang mereka bawa.
" Umi tau ga? kata mang Encep ,Kang Rahmat berhasil menghajar para begal,yang mau ngerampok mobil yang bawa sayuran Juragan."
"Iya aku jug dengar dari suamiku. ada ada aja ya.. cobaan juragan kita."
"iya .. aku mah ,merasa ikut emosi mendengar kabar kaya gitu.. klo aku laki laki dan bisa silat...uh pengen ikut menghajar juga... hehehe.."
Mereka berbincang tentang kejadian yang dialami oleh para sopir yang akan mengantar hasil panen ke para pelanggan. Perbincangan mereka
di sela-sela makan ,mereka ikut merasakan kesulitan yang dialami oleh juragan kholik.
"Iya ya ,kasihan juragan kholik, ada saja masalahnya. Padahal kita sudah merasa bersyukur kebun ini bisa panen raya, seharusnya kita senang tapi ada saja kendalanya kenapa ya?".
" Di mana-mana kalau orang baik seperti dia itu selalu ada saja yang tidak suka. Bahkan lebih banyak yang tidak suka daripada yang suka . Itu buktinya ustadz Kholik,juragann kita. Beliau sudah bisa mengusir semua mahluk yang mengganggu Desa kita ,eh malah difitnah dia sebagai orang yang memelihara mahluk gaib yang ada di rumah tua itu ,ya tentu saja kita sebagai warga Pabuaran ,lebih percaya Ustadz Kholik..lah".
Perbincangan mereka itu diam diam di dengar oleh Ratna, yang datang tiba tiba dari belakang arah mereka yang sedang memetik cabe.
Rata senyum senyum mendengar perbincangan ibu ibu yang lagi ngerumpi itu.
"Ehh pagi pagi udah pada ngerumpi aza pamali,ah".
Mereka terkejut,sambil menoleh lalu menyodorkan tangan, mereka mengajak salaman.
__ADS_1
" Eh ...Bu Ratna... hehehe iya nih ..kami ikut prihatin dengan semua peristiwa yang dialami juragan. Juragan kan orang baik ..kenapa atuh ?, banyak yang berbuat zolim sama juragan ya?".
Ratna menyambut pertanyaan mereka dengan senyum manis.
'Ya.. namanya juga kehidupan ibu..ibu.. Baik menurut kita ,belum tentu baik juga buat orang lain.. hehe.. iya sudah .. doakan kami kuat menjalani semuanya ya ibu ibu....?"
Seluruh pekerja itu menengok ke arah Ratna
'"Amien...!!".
Sahut seluruh ibu-ibu yang sedang memanen cabe, sambil menengadahkan tangan mereka masing-masing.
perilaku mereka sangat menyenangkan hati Ratna dan sangat membanggakannya karena ternyata mereka cukup peduli dengan cobaan yang kini sedang dialami dalam usahanya.
Mereka terlihat sangat hormat sekali dengan manajer perusahaan bernama Ratna ini mereka tahu siapa Ratna dari sejak kecil terutama mereka yang sudah berusia lebih dari 50 tahun tentu paham sekali liku-liku perjalanan kehidupan keluarganya.
"ibu lalu bagaimana dengan keadaan rumah tua itu sekarang apakah ibu tidak berniat untuk tinggal di sana lagi seperti dulu?".
wajah Ratna berseri-seri menatap keceriaan mereka dalam bekerja mereka begitu rajin dan patuh pada semua aturan perusahaan yang sudah ditetapkan.
mereka semua sangat disiplin dengan pekerjaannya.
Perusahaan perkebunan kholik Ratna, nampak mulai maju, padahal baru beberapa minggu saja , Kebun sayuran ini sudah mulai panen raya lagi, sesuatu yang terasa janggal bagi Ratna. Mengingat ia cukup paham dengan kondisi tanah dan juga tanaman yang ada di kebunnya.
Kalau menurut kebiasaan kegiatan normal, tanpa pupuk yang memadai tak mungkin Tanaman taakn subur,sedangkan selam penanaman ini inrak sekalipun memupuk tanaman ini. Tapi kenyataan yang terjadi jauh dari kenyataan yang sebenarnya. Tanaman itu nampak subur dan segar tak satupun hama mengganggu..
tanaman cabe itu paling tidak, masa panennya seminggu setelah panen pertama baru bisa dipanen kembali.
Dan yang terjadi saat ini,malah sebaliknya. Tanaman cabe baru dua hari lalu dipanen. Tapi hari ini, buah cabe sudah nampak memerah lagi..
itu yang tidak disadari oleh para pekerja karena pekerja tahunya karena mungkin pupuknya tidak kurang atau tanahnya makin subur.
Menurut ilmu yang dimiliki oleh Ratna tentang pertanian tentu saja jauh dari prediksi nyata berdasarkan teori dan praktek keilmuan yang pernah ia geluti selama ini ,tentang pertumbuhan tanaman yang ditanam di kebun sayur miliknya itu.
__ADS_1
tapi Ratna tidak suudzon dia tetap bersyukur... atas anugerah Tuhan Yang maha kuasa sehingga tanaman yang ditanamnya berhasil dengan sangat memuaskan.
"ibu-ibu nanti siang tolong kumpul di aula ya Bu ada yang ingin saya sampaikan kepada ibu-ibu nanti kita akan makan siang bareng di aula jangan sampai nggak datang ya Bu. '.
tentu saja mereka langsung berteriak dengan ucapan "alhamdulillahirobbilalamin, semoga barokah ya ibu Ratna usahanya pasti kami datang kok tenang aja hahah'"
ibu Ratna berlalu sambil melambaikan tangannya meninggalkan mereka yang sedang sibuk memanen cabe merah.
siang hari yang cukup panas matahari bersinar dengan begitu garangnya tetapi anehnya tanaman-tanaman itu tidak layu seperti biasanya.
Ratna terus memperhatikan waktu demi waktu apa yang sebenarnya terjadi dalam ia merawat perkebunan sayur miliknya.
hatinya tetap bertanya-tanya kenapa semua ini bisa terjadi iya sebagai ahli pertanian merasa tertantang untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di perkebunannya ini.
Saat ia lagi duduk di bawah pohon pepaya.. Sambil ,melihat lihat mereka yang sedang memetik cabe merah..
Sambil mengipas-ngibas tubuhnya dengan daun pepaya, karena memang sangat terasa panas cuaca siang hari itu.
Tiba-tiba ada suara wanita dengan suara lembut mengucap salam dari belakang.
"Assalamualaikum, anakku Ratna engkau tidak usah gelisah nggak usah resah semua yang telah kamu rasakan saat ini adalah murni dari imbalan kebaikan yang telah kalian lakukan selama ini kepada kami. kami tahu kami bisa merasakan bagaimana sulitnya keadaan perusahaan kalian saat itu akibat perilaku jahat dari mereka yang tidak menyukai kehadiran dan kesuksesan kalian membina keluarga masyarakat desa ini. Aku datang untuk mengucapkan terima kasih kepadamu, aku adalah Nyai Intan Sari. akulah yang membuka pertama kali Desa ini akulah yang membina mereka saat itu sehingga saat ini keadaan desa sudah semakin maju dan berkembang sejahtera itu semua berkat perjuangan kalian orang-orang hebat yang mengabdi dan untuk kehidupan masyarakat desa Pabuaran. Tolong jangan sampaikan kepada mereka tentang keadaan yang sebenarnya dari apa yang Ananda alami saat ini. Dan jangan pula cerita pada mereka tentang kedatangan saya disini , karena saya takut. Mereka bisa saja salah paham sehingga bisa salah mengartikan kehadiran saya kepadamu anakku, Ratna ,paham kan maksud ibu?"
wanita berbusana sinden topeng Cirebon itu menatap Ratna dengan senyum penuh arti.
"wahai bunda intan Sari terima kasih atas semua yang telah bunda berikan kepada kami tolong lindungi kami dari segala marabahaya yang terus saja mengganggu kami insya Allah kami akan amanah dan terus berbuat baik dan kebaikan untuk kebersamaan dan kesejahteraan warga desa PabuaranmTerimalah sembah sungkem saya Ibunda..."
Wanita berbusana seperti sinden tari topeng itu tersenyum manggut manggut. ia menatap wajah Ratna yang memang cantik secantik hatinya ibu Dewi intan itu memegang pundak Ratna sambil menyanyikan sebuah gurindam dengan bahasa Sunda Sunda wiwitan.
Seolah ia sedang mendoakan Ratna.
Yang kira-kira artinya adalah sebagai berikut.
[ wahai anak cucuku jika engkau tetap merawat alamku engkau akan mendapatkan kemuliaan dari apa yang engkau lakukan. Jangan berbuat zalim pada sesama, tapi jangan lari saat mendapatkan kezaliman dari orang yang bersifat jahat musuh tak boleh dicari tapi saat musuh datang sebaiknya jangan dihindari lawan kezaliman untuk menyadarkan dirinya agar berbuat baik kepada sesama selamat buat kamu anakku lanjutkan perjuangan ibunda selalu ada untukmu.....]
__ADS_1