
Kabar yang tak mengenakan hati Pak Iwan. Selaku manajer pemasaran sayuran .Dia ditelpon seseorang yang tak dikenal.
" No siapa ini ko manggil...aku ga kenal nomernya."
klik.. Pak Iwan menerima panggilan nomer itu.
"(Halo selamat siang asalmualaikum)"
Tak menjawab slam.tapi suara. laki laki terdengar jelas dengan nada berat.Terdengar.?
" jika anda memaksakan diri mengirim barang ke pelanggan ku. maka habislah riwayat mu. kami sudah tau dimana rumah mu dan siapa saja keluargamu..kamu bekerja untuk menghidupi keluarga dan membahagiakan ya kan? Segera batalkan atau kalian semua bisa celaka!"
Iwan tak menjawab. untung Sistem hape nya merekam langsung otomatis,setiap percakapan telpon.
Iwan kemudian menyimpan hasil rekaman percakapan di dalam memori hp-nya.
Maka ia pun menyampaikan rekaman Telepon ancaman itu kepada Sang direktur. KHOLIK.
Ustad Kholik dan seluruh staf pemasaran mendengar hasil rekaman percakapan telepon dengan seseorang yang tak jelas identitas nya.
Rahmat langsung emosi mendengar isi rekaman telpon itu.
"LAWAN... PAK USTAD.. KAMI SIAP MEMBEKAP PERJALANAN PENGIRIMAN
BARANG KITA."
Teriak Rahmat dengan Geram
"Tenang anak anak. ini sudah urusan nya polisi. biar saya lapor saja masalah isi ancaman dari telpon ini.kitakan tinggal di negara hukum.Biarlah ini jadi urusan polisi.saya pikir ini serius."
" Kalo serius kenapa di telpon balik ha diangkat ya pak Ustadz.?"
Sahut pak Iwan..penasaran.
" ya makanya .. ini kan teror maka itu kita laporkan ke polisi bikin aduan. Pihak berwajib bisa lacak no hp itu ..Sudahlah kit fokus saj pada hasil panen kita,dan tetap kita kirim semua pesanan ,sesuai rencana awal. saya bersama Rahmat akan langsung mengawal.
Manajer Iwan kini merasa lega,karena pak Direktur dengan sang lurah pondok langsung respon dengan masalah nya.
"Tenang pak iwan. ga usah takut.Rahmat akan menjaga kalian dalam perjalanan,berapa total semua mobil yang akan mengirim barang kita,wan?"
tanya Kholik sambil memakai sepatu lapangan.
Ratna pun nampak sibuk menyiapkan tas kerja sang suami.
"Mas ..kita ini sekarang kayanya sudah terbiasa menghadapi teror dan ancaman dari berbagai gangguan. Aku juga siap ikut mas. jika diperlukan. aku sudah bosan dengan perilaku para kriminal.".
Ustad tertawa mendengar kata kata isterinya...
"Heheheh..ga, ga usah..aku takut nanti malah si pengganggu..jatuh cinta Sama Ade..hahahaha lah gausah."
__ADS_1
para sopir ekspedisi tertawa mendengar celoteh Pak ustad.
ternyata Pak ustadz ini masih bisa bergurau dlm situasi ancaman seperti ini.
Ratna mesem mesem,bibirnya monyong
sambil nyubit tangan suaminya.
" Ada Lima mobil pak 2 truk dan 3 pikup."
"kita jalan beriringan ya, jangan berpencar terlalu jauh jarak antar mobil kita nanti."
" Siap pak."nanti saya kasih tau para sopir ekspedisi.'
"Ok kalo gitu mari bismilah kita berangkat..l".
Lima mobil full muatan sayuran itu sudah antri di depan kantor pemasaran.
Ada yang beda dengan pengiriman barang saat ini.Para sopir jadi was was dengan keselamatan mereka sendiri sendiri.
karena ada ancaman yang mereka dengar sendiri dari hasil rekaman telpon yang di putar tadi.
"Teman teman ga usah resah ,yakin saja kita akan selamat. insya Allah saya bersama Rahmat akan membekap.mengawal perjalanan pengiriman kita kali ini.
Para sopir ekspedisi itu kini jadi merasa semangat..mendengar kata kata pak ustad.
Lima mobil pembawa sayuran itu kini mulai meninggalkan kawasan perkebunan ,dan kini mulai keluar dari jalan lorong masuk perkebunan..
Saat keluar dari jalan itulah muncul 5 orang berperawakan tampang mereka serem.
Mereka menghadang masing masing mobil yang membawa sayuran.sambil berteriak agar para sopir menghentikan mobilny. dan mereka meminta agar mobil nya kembali ke perkebunan
Teriakan mereka semuanya bernada mengancam akan membakar mobil jika memaksa.Merka menggenggam golok dan samurai.
"Bos ku.. ada apa? bakar aku saja dulu kalo kalian mampu. ayo..sini hadapi aku. saja .Jangan ganggu sopir itu kasian para sopir itu cuma sedang bekerja. sini hadapi saya.!!"
Teriak Rahmat Dengan penuh percaya diri,sambil menemui kelima orang itu serempak mereka menyerang Rahmat dengan sabetan golok dengan membabi buta.
"wah kalian ini serius berarti nih pengen ngabisin kita semua oke kalau gitu maju kalian semua, ayo kerahkan semua tenagamu dan pikiranmu habisi aku."
kelima orang itu langsung menyerang dengan golok dan samurainya menyabet tepat di tubuh Rahmat yang tidak bisa yang tidak bergeming sedikitpun.
tubuh Rahmat dicacah begitu rupa sehingga mereka merasa puas Rahmat telah menjadi mayat perkiraan mereka salah.
Rahmat justru berada di atas mobil truk yang ditumpanginya sambil tertawa terbahak-bahak.
"gimana bro ,rahmatnya udah kamu bacok belum mana orangnya mana mayatnya ambil"
tentu saja kelima orang itu bengong ternyata dia menyabet angin padahal jelas-jelas tadi dia menjabat semua badannya dari tangan kaki kepala bahkan tubuhnya yang paling utama arah jantung.
__ADS_1
tapi kenyataannya Rahmat sedang bertengger di atas mobil truk yang membawa sayuran utama. sambil meledek tertawa-tawa melihat kelakuan mereka yang bengong dan tak mampu berbuat apa-apa lagi.
"gimana bro ,udah capek ayo loncat sini kalau kamu penasaran main di bawah mungkin kamu repot coba kita main di atas biar seperti main akrobat bisa kan ayo naik sini."
diledek semacam itu tentu saja para pegundal itu langsung naik ke atas truk mengejar keberadaan Rahmat yang masih bertengger di atas truk.
tentu saja dengan sangat mudah Rahmat menendang satu persatu orang yang sedang naik ke atas truk dengan susah payah.
mereka satu persatu jatuh ke aspal dengan kepala terbentur ke aspal bonyok ada yang seperti telur di kepalanya ada yang patah kakinya karena terlempar begitu jauh di tengah jalan aspal.
untuk melawan kembali kemampuan Rahmat mereka berpikir ulang akhirnya mereka pun lari terbirit-birit dengan sepeda motornya.
merasa dirinya sudah aman Rahmat pun turun dari truk kemudian masuk kembali ke ruang kemudi menemani sang sopir yang tertawa ngakak melihat kelakuan rahmat dan kelakuan kelima orang begal yang ternyata tidak mampu berbuat banyak menghadapi seorang Rahmat.
"hahaha hebat kang Rahmat euy, cuma di gertak gitu aja mereka pada kabur ya kan ya tampang aja mereka ganas tapi kenyataannya lemas hahaha."
Sopir itu sampai terpingkal-pingkal melihat kelakuan kelima orang yang kabur menggunakan sepeda motornya seperti terburu-buru dan sangat ketakutan.
"sudah sudah enggak usah memuji lah biasa saja itu semua dari juga dari kekuasaan Tuhan, saya tidak bisa apa-apa saya hanya bisa menjalankan perintah dari pak ustadz saja."
Sang sopir terdiam mendengar kalimat dengan ucapan dan sikap serius Rahmat yang kelihatan berwibawa.
Sang sopir menunduk sambil menghentikan tawanya.Kata kata yang di dengarkannya sangat penuh arti apa yang disampaikan dan diucapkan oleh Rahmat,menunjukan kerendahan hati dari sosok pendekar tangguh bernama Rahmat.
"Kang ajari saya ilmu seperti itu dong. saya juga kan butuh kemampuan seperti yang akang miliki kalau sampai saya menghadapi masalah seperti itu lagi, sementara di sisi saya tidak ada akang ,saya repot kan? kang?".
Rahmat tersenyum melihat ke kiri menengok ke kiri di mana sopir itu sedang serius mengemudikan laju kendaraannya.
"kamu harus jadi santri dulu ngomong saja sama pak ustad pasti diterima kok saya belum bisa apa-apa saya juga masih belajar dari beliau".
sang sopir manggut-manggut tanda mengerti bahwa apa yang dimiliki Rahmat itu juga bersumber dari pak ustaz Kholik.
"kang Rahmat bagaimana kondisi mobil di tengah saya tidak begitu memantau karena saya berada paling belakang."
tanya tanya manajer Iwan lewat WhatsApp voice.
"aman pak sepertinya tidak ada yang mengejar kita tidak ada yang mengawasi lagi tapi kita harus tetap waspada".
sementara kolik dan Ratna mengikuti di belakang dengan menggunakan mobil kijang super.
sengaja ustaz Kholik tidak berdekatan dengan kendaraan yang membawa sayuran itu.
Ustad Kholik memantau dari jauh agar ketika terjadi sesuatu di jalan ,dirinya bisa mengontrol dan bisa mengcover keadaan jika terjadi sesuatu yang genting.
konvoi kendaraan pengangkut sayuran mereka jaga jarak tidak terlalu berdekatan dan tidak terlalu berjauhan komunikasi terus menyambung diantara mereka di jalan . para sopir yang mengendarai kendaraan itu seperti sedang menghadapi hantu. tetap dicekam oleh rasa takut jika di kendaraannya dilakukan sesuatu yang mereka tidak bisa kontrol.
rahmat selalu mengawasi mobil-mobil yang mencoba mendekati atau menyalip rombongan ekspedisi sayuran ini.
sementara perjalanan masih tenang tidak ada lagi gangguan.
__ADS_1