KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 38


__ADS_3

Dodi nampak tegang dengan sebilah celurit pemberian ayahnya, celurit keramat celurit itu memang kelihatan sangat tajam dan cukup besar. Ia pun memegang keyakinan bahwa celurit itu akan memnentengi dan melindungi dirinya dari mara bahaya yang akan terjadi ,kini berhadapan dengan makhluk gaib .


Wajah mereka kini telah berubah mengerikan wajahnya nampak seperti monyet tua ,tinggi besar berbulu kasar dengan taring yang menyeringai . tapi ia mencoba tetap bersikap tenang.


Seketika itu dengan sigap Dodi membacakan mantra-mantra yang diberikan oleh orang tuanya ,dulu saat memberikan celurit keramat itu.


Makhluk-makhluk yang ada di hadapannya kini sepertinya mulai beringas bersiap akan menyerang Dodi .


Penghuni rumah tua yang lain,nampak ramai .mereka seperti bersorak-sorai seperti sedang menyaksikan sebuah pertunjukan, atau pertandingan antara manusia dengan genderuwo ,bangsa mereka.


Sebuah pertunjukan yang mendebarkan.


Makhluk-makhluk aneh itu menyerang Dodi dari berbagi penjuru Dodi pun mulai kewalahan melayani mereka,dengan sekuat tenaga.


Satu persatu tubuh makhluk yang berwujud seperti monyet tua dan besar itu berhasil dijatuhkan dengan Sabatan-sabatan celurit yang ia pegang. dengan ,rangkaian jurus yang sepertinya memang sudah terlatih.


Dodi pun bergerak ke sana kemarin dengan terus membaca mantra-mantra yang dihafalnya saat dulu menerima celurit keramat itu dari ayah nya.


Tetapi sepertinya Dodi tidak bisa bertahan lama karena ia seorang diri harus melawan banyaknya makhluk-makhluk itu menyerang dari kanan dan kiri. Sehingga ia pun akhirnya kehabisan tenaga dan Jatuh pingsan. Ketika suatu gempuran yang begitu dahsyat mengajar tubuhnya tetapi celurit itu terus bergerak sendiri.Benda keramat itu terus menghalaunya sehingga gempuran yang dahsyat itu tidak mengenai tubuh Dodi. Celurit itu benar-benar celurit sakti.


Sebuah benda yang hanya berupa sabit itu ternyata bisa menggagalkan dan melindungi serangan berbahaya dari beberapa makhluk yang menyerang tuannya Dodi.


Sehingga genderuwo-genderuwo itu kewalahan menghadapi serangan-serangan dari celurit keramat milik Dodi.Sementara Dodi sudah tidak bertenaga lagi ia sudah terjatuh pingsan di semak-semak dekat pohon pisang.

__ADS_1


Perlawanan celurit sakti yang kini dengan lincahnya melayang-layang di udara itu, berhasil menebas beberapa genderuwo sehingga tubuh Dodi selamat dari serangan para genderuwo yang menyerangnya.


Terdengar suara pengajian ayat suci Alquran dari beberapa mushola dan masjid sekitar yang berkumandang menandakan subuh akan segera tiba,sehingga Mahluk mahluk itu pun akhirnya pergi meninggalkan celurit sakti yang kini masih melayang-layang di udara.


Celurit sakti itu kembali bersarang di tempatnya di dalam gerobak sate milik bang Dodi yang kini terkapar di semak-semak di sekitaran rumah tua milik kholik itu.


Pagi-pagi mang Oman baru saja pulang dari mushola tempat ustadz Kholik.


Pandanganya dikejutkan dengan adanya gerobak di pinggir rumah tua di tepian dekat pintu masuk pekarangan.


Ia pun menemukan beberapa tusuk sate yang masih mentah dan berantakan di sana-sini.


Tubuh mang Oman langsung merinding tubuhnya seperti menggigil kedinginan. Padahal pagi itu tidak terlalu dingin ia pun berlari memberitahu warga yang dekat dengan rumahnya, mang Oman menceritakan bahwa ada kejadian yang aneh di rumah tua itu kembali terjadi.


tetapi sebelum mereka masuk ke ruangan atau ke halaman rumah itu ia menemukan jasad manusia tergeletak di tepian semak-semak dekat pohon pisang yang ditanam Mang Oman.


"wah ini sepertinya penjual sate yang semalam saya lihat itu. kasihan ,ayo kita tolong kita bawa ke ustadz Kholik.


" Ustadz Kholik baru saja menyelesaikan wiridannya dan anak buahnya pun sudah berancah pulang ada yang langsung ke kebun sayur ada pula yang membersihkan kandang ayam kandang kambing milik kholik dan para santri yang ada di situ sudah terbiasa dengan kegiatan seperti itu, sebagai kegiatan para santri sehari-hari.


Iya dikejutkan dengan kedatangan mang Oman dengan beberapa orang warga menggotong tubuh seorang laki-laki berpakaian hitam-hitam yang digotong oleh empat orang.


"Astaghfirullahaladzim apa yang terjadi mang Oman dan siapa itu? "

__ADS_1


mang Oman langsung berspekulasi dengan cerita yang dia perkirakan mirip-mirip dengan kejadian yang dialami oleh tukang sate yang berasal dari Madura itu.


"Sepertinya abang ini sedang berjualan ,mungkin perasaan dia sedang berjualan di dekat rumah tua yang semalam mungkin dia terjebak oleh makhluk-makhluk jahat itu. kami menemukan Abang penjual sate ini di semak-semak dekat pohon pisang yang saya tanam itu pak ustad". Warga dan para santri mulai berkerumunan . Mereka penasaran apa yang terjadi pagi-pagi menggotong orang yang tidak dikenal. dan membawa tubuhnya ke rumah ustadz Kholik "pak ustad saya semalam melihat dia sepertinya dia sedang melayani beberapa pembeli di depan rumah tua itu padahal saya rasa rumah tua itu sepi-sepi saja tidak ada apa-apa tapi sepertinya abang ini jalan ke sana kemari seperti melayani orang saya juga heran tapi sepertinya dia juga tidak melihat saya padahal saya juga semalam, saya naik motor bersama anak saya pulang ngaji, melewati gerobaknya loh ,pak ustad? tapi kenapa pagi-pagi ditemukan di semak-semak dekat rumah tua itu.?".


Celetuk pak Didin yang melihat kejadian semalam saat melewati rumah tua itu usai jemput anaknya pulang mengaji .


"iya pak ustad saya melihat memang semalam abang ini jualan di depan rumah tua. tapi tidak ada satupun yang membeli tapi si Abang ini sepertinya dia sibuk melayani dan berbincang-bincang dengan orang tapi saya tidak melihat fidak terlihat ada apa-apa pak ustad. Orang itu sendirian ,tapi entahlah tapi kenyataannya pagi-pagi dia ditemukan di situ semak-semak dekat rumah tua itu, pak ustad."


kata mang Oman sambil membersihkan tubuh Dodi yang penuh dengan tanah lumpur di dekat wajah dan leher serta kakinya.


Pakaiannya pun kotor oleh tanah yang menempel bercampur rumput-rumput kecil menempel di seluruh bajunya yang berwarna hitam.


"Baiklah biarkan dia siuman dulu sepertinya dia sangat kelelahan sehingga dia pingsan, nanti kita korek keterangan dari dia apa yang terjadi sebenarnya."


Mang Oman dan beberapa warga yang menggotong tubuh tukang sate dan menidurkanya di atas lantai tengah musholah. yang letaknya dekat dengan rumah Kholik, Warga masih berkerumun,mereka masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi .


Shingga menemukan tubuh laki laki itu dengan kondisiyang memprihatinkan.


Ratna dan beberapa santri Wati ikut keluar kemudian memeriksa apakah dia mengenal laki-laki yang dibaringkan di tengah mushola itu ,tapi ia tidak mengenali wajah laki-laki yang dibaringkan di tengah mushola.


"Apa yang terjadi mang Oman? dan siapa dia"


bang Oman menceritakan kejadiannya secara singkat pada Ratna.

__ADS_1


__ADS_2