
Sebuah mobil sedan warna hitam mewah melaju dengan kecepatan tinggi menuju sebuah kota kecil di Pinggiran kota Cirebon.
Rojak adalah pengemudi Mobil sedan itu .
Ia memarkir sedanya tepat di tepi laut gebang.
Ditangan kirinya tergenggam sebuah botol minuman beralkohol.
di tangan kanannya sebatang rokok filter dihisap berkali kali tak beraturan..
Langkahnya limbung ,seakan tak mampu lagi menahan beban tubuhnya. Karena pengaruh minuman beralkohol dari dalam botol yang diminumnya.
Nampak kegelisahan hati yang sangat mengguncang hidupnya, kini sedang dialami Rojak .
Berkali kali tanganya meninju angin, dengan luapan emosi berteriak dengan kata kata kotor dan jorok.
"Haloo ustad cabul.. kamu akan mampus sebentar lagi.kamu juga Dewi kuning kamu juga Dukun bejad Jhono.Kalian tinggal tunggu waktu..sabar ya bajingan .." klik. suara rekaman suara dikirim ke nomer WhatsApp Ratna.
"Hatiku belum puas jika kalian belum bertitel almarhum. kalian penyebab kehancuran hidupku.Kalian mengganggu kehidupanku...hahahaha tunggu permainan selanjutnya. wahai para bajingan...!!!"
Suara Lengkingan suara rojak menggema seakan melawan suara gemuruh ombak laut utara seperti mewakili perasaannya.
" Jaka.. kamu berada dimana sekarang?. yaah Jaka Lola. Dia teman semasa kecilku.. kabarnya dia menjadi paranormal kelas dunia. Yeah,dia pasti mau membantu kesulitan ku. Berapapun biaya yang kamu minta Jaka. ". Rojak berbicara sendiri.
Rojak teringat sebuah nama paranormal. Ia membuka WhatsApp grup dimana ia menjadi anggotanya.
Iapun menjapri no hp Jaka.
"Assalamualaikum Jaka saya Rojak,teman kecilmu dari Pabuaran.Masih ingat saya?"
Begitu ketik nya di pesan pribadi ke nomer hp Jaka Lola,sang paranormal.
Nampak pesan nya belum dibuka.
Rojak mendongakkan kepala keatas langit.
Hatinya seperti sedang menerima jutaan jarum menusuk hatinya.
"Saya janji..padamu kang Rudianto.. kematianmu sangat menyiksa bhatinku. Musuh musuhmu akan aku habisi.. sebagai balas dendam mu..
tunggu ya kang .Maafkan saya yang gagal menyelamatkanmu. Aku janji. Semua akan aku habisi kang!." Teriak Rojak.
pikiran Rojak benar-benar sedang terguncang.Ia pun berkali-kali meninjukkan tangannya ke udara seakan-akan dia sedang menghajar seseorang. Bahkan beberapa orang yang ada di dalam pikirannya yang kali ini benar-benar sangat menyakitkan hatinya.
Rojak sadar apapun yang telah dilakukannya kini adalah karena kesalahannya keterlambatannya dalam mengantisipasi segala sesuatu yang terjadi. Teman setianya Rudianto telah tewas mengenaskan,ia merasa sangat bersalah.
__ADS_1
Kini tekad hatinya sangat kuat untuk menghancurkan dan menghabisi nyawa beberapa orang yang telah membunuh Rudianto teman sejatinya.
Udara panas di pinggir pantai utara ini wakili perasaannya
rasa kecewa yang sangat luar biasa dendam di dadanya semakin membara .
Sebotol minuman yang ada di tangannya telah habis ditenggak ke dalam tubuhnya .Kni Rojak berpaling dan mencoba menarik nafas untuk menenangkan hatinya yang benar-benar sedang terguncang dengan rasa dendam yang sangat membara.
Angin pantai laut utara kota gebang menderu-deru .
Seperti derunya perasaan dan jiwa Rojak yang sedang dilanda rasa amarah angkara murka kini menguasai dirinya.
Suara camar laut seperti mewakili teriakanya. Dan seakan menjawab semua kegelisahan hatinya bahwa ia harus membalas semua rasa sakit hati terluka .Kini dendam yang ada di dalam dadanya.
Burung camar itu benar-benar terbang rendah dan sepertinya melambai-lambai kepada dirinya Burung laut itupun seperti takut mendekatinya.
Sementara sepasang mata menyaksikan semua apa yang dilakukan Rojak di tepi pantai itu.
mata seorang laki-laki bertubuh tegap tinggi besar dengankumis dan jambang tebal.
Laki-laki itu mengawasinya sejak 10 menit berlalu. Sejak Rojak mengirimkan pesan pribadi di dalam whatsapp-nya .
"Hemmm... kasihan sekali kau sahabatku mengapa tidak dari awal kau menghubungiku aku tahu semua yang sedang kau alami aku mengikuti semua yang sedang kau jalani dan sedang kau alami sahabat kecilku aku datang untuk memberikan jawaban atas semua yang sedang kau pikirkan saat ini.".
Laki laki bertubuh tegap itu ? melangkah pelan-pelan mendekati tubuh Rojak yang sedang menghadap laut utara. Seolah-olah ia sedang bersumpah untuk tetap melaksanakan dendamnya.
Rojak terkejut. Ia merasa mendengar sebuah suara yang dulu pernah didengarnya.Suara itu tidak pernah brubah ,nada dan gaya bahasa yang diucapkannya persis seperti Jaka Lola.
"Jaka... sahabatku. Kau tahu aku ada di sini. Luar biasa terima kasih Jaka. Bantu aku ,tolong aku, jaga aku, aku dalam kesulitan besar .Kau memang luar biasa...".
Dua sahabat dari masa kecil itu kini berangkulan, dan saling menguatkan hati .
Saling memahami apa yang sedang dirasakan oleh keduanya. Sumpah janji saat mereka masih sama-sama belum dewasa. Masa-masa remaja dulu , bahwa persahabatannya akan Seiya sekata serasa dan sehati.
"Sahabatku Rojak.Saya sekarang sudah menjadi orang yang terkenal.Kemampuan ilmu saya sudah sudah banyak mempercayai, oleh semua orang dan membuktikan kehebatan ilmu saya. Kini sudah saatnya sudah waktunya untuk membantu teman masa kecilku.
Aku masih ingat sumpah janji kita saat remaja dulu Rojak .Kau mungkin lupa tapi aku tidak .Kita akan selalu seiya sekata, sehati dan serasa itu yang aku ingat Rojak."
Rojak menatapku wajah Jaka dengan begitu tajam ia mengalirkan air mata ingat masa lalunya saat bersama-sama di masa kecilnyanya.
Mereka masih ingat ketika Rojak dikeroyok oleh beberapa geng kancil saat ia masih SMP. Jaka yang menolongnya .
Rojak juga masih ingat, saat kesulitan menghadapi soal pelajaran matematika yang paling dia benci, Jaka juga yang memberikan jawabannya.
Rojak berlari mendekat dan memeluk erat..
__ADS_1
Dengan penuh harap.
Rangkulan 2 sahabat kecil yang kini telah berubah keadaannya. dalam segala hal itu.
Kini mereka bertemu di tepi laut utara ini, tanpa Rojak sadari.
Iilah awal mula perjumpaan dimasa tua.Dan mungkin inilah perjumpaan yang terakhir di masa kejayaannya dua insan berbeda profesi itu. yang dulu telah berikrar untuk seiya sekata pada jaman semasa remaja.
"Rojak Rojak ..hahahaha ..kau memang manusia bandel, laki-laki tangguh. Laki-laki yang punya karakter keras kepala.Saya suka dengan gayamu ,saya suka dengan kepribadianmu.Rojak. aku sudah tahu semua yang ada dalam pikiranmu. Semua permainanmu selama ini.Semua kejadian yang menimpamu selama ini.Aku tahu semua Rojak Jadi jangan kau ceritakan lagi, ya. percuma...
Dan saat saya membaca whatsapp-mu ,saya sudah punya feeling .Kau membutuhkan tenagaku,pikiranku dan ilmuku. tentu saja saya siap Rojak.hahahaha. sahabatku. sekarang ,tenangkan hatimu dulu,ya.Saya akan berusaha menjadi yang terbaik untuk hidupmu dan hidup kita kelak. Aku punya cita cita yang sama. menghancurkan 3 nama yang ada di hatimu ...Rojak sahabatku. hahaha..."
Dua sahabat yang bertemu di masa tua itu , tertawa bersama-sama.
Mereka nampak sangat bahagia dan bangga.
Entah tawa apa yang sedang mereka rasakan .Karena dua sisi manusia tersebut mempunyai kepentingan yang berbeda.
Mereka sedang melakukan sesuatu yang hanya mereka sendiri yang tahu .
Rojak dan Jaka Lola berjalan kearah mobil mewah Rojak.
Kali ini perjalanan menuju ke rumah Jaka Lola .
Dalam perjalanan keduanya terlibat perbincangan serius.
Sedan hitam itu melaju kearah desa Babakan.
Ratna terkejut membaca pesan chat dari nomer hp tak dikenal. Ia membacanya berulang ulang.
Ratna mulai curiga.. pesan itu berasal dari orang yang membenci Kholik Abah Jhoni dan Dewi kuning .
Ratna menunjukan pesan chat itu pada Kholik.
"Mas..aku menerima pesan chat ini.Aku jadi takut pada keselamatan kalian mas .Aku curiga ini no hp si Rojak. Dia masih menyimpan no ku mas ".
Kholik membaca isi chat berisi ancaman yang melibatkan namanya dan Abah Jhono juga Dewi kuning .
"Benar kata Dewi. urusan ini belum selesai . aku share ke mereka ya De.".
Ratna memeluk suaminya .Ia merasa kuatir dengan keselamatan suaminya
"Sabar ya mas. semua ini terjadi karena aku..maafkan aku." Kata Ratna disela pelukanya.
"Ga lah sayang.. aku suamimu sekarang.Aku yang berhak dan berkewajiban melindungimu sayang."
__ADS_1
Kholik mengecup hangat bibir ranum dan manis milik Ratna Istrinya .