KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 31


__ADS_3

Rumah tua yang kini jarang di tempati Ratna dan Kholik masih nampak Kokok dan bersih ,Karena ada petugas kebun yang dibayar untuk merawat rumah itu.


Rumah tu berornmen gaya klasik tahun 50 an .Kini telah di chat ulang dengan warna yang sama. Warna hijau muda.


Pada jangka waktu seminggu yang lalu,Mang Oman sempat melihat ada suatu gerakan aneh dan suara aneh dari dlm rumah tua itu.


Tapi ia belum sempat menyampaikan nya pada Kholik sang Juragannya.


Ia melihat ada ribuan benda terbang kecil kecil seperti laron,setelah ia amati ternyata itu belalang tapi bentuknya aneh.tidak.seperti belalang pada umumnya


Jumlahnya sangat banyak.ribuanmungkin juga jutaan..Karen menimbulkan suara yang begitu bising.. sesaat kemudian belalang itu terbang beriringan, menuju ke sebuah tempat...


lalu menghilang.


Mang Oman tak paham dengan apa yang terjadi selanjutnya.


Sehingga belakangan ada kabar kebun sayur Juragannya Mati mengering mendadak ..


Siang itu Kholik sengaja datang menemui Mang Oman . kerumahnya.. ia sengaja bersilaturahmi sambil membawa bahan mknn seklian menyerahkan upah kerjanya merawat rumah tua itu.


"Sampurasun mang Oman.. Assalamualaikum... "


Mang Oman sedang berada di samping rumah pekarangan sedang mencangkul untuk menanam anak pisang Ambon.

__ADS_1


"Walaikum salam.. duh iya silahkan masuk kerumah PK ustad. aduh saya masih kotor ini.. sedang mencangkul menanam pisang.Mangg atuh masuk dulu,ada istri saya sedang masak. Kebetulan kita bisa makan bareng Pak Ustad.. Hehehe."


Sikap ramah tamah yang tulus dari seorang pegawai rendahan,tapi Mang Oman merasa sangat dihargai dan dihormati oleh juraganya yang menjadi Ustad di desa ini.


"Ah biasa aja mang Oman, jangan berlebihan.Saya juga cuma sebentar singgah .Sambil mengantarkan upah Mang Oman dan ini ada sedikit oleh-oleh dari dari pesantren.Dan saya cuma ingin tahu bagaimana keadaan rumah tua ini setelah saya tinggal beberapa hari yang lalu?"


ustadz Khalid duduk di depan pintu rumah yang juga disediakan tempat duduk yang nyaman terbuat dari rangkaian bambu nampak unik bentuknya, membuat suasana jadi betah berada di rumah Mang Oman yang sederhana.


"Aduh hatur nuhun, terima kasih banyak. aduh pak pak ustad mah sampai repot-repot nganterin. ameh ini ada pak ustad siapkan minuman ya, kebetulan saya sudah ngambil legend tadi Pak Ustad katanya pak ustad pengen minum legen yang asli dari pohon kelapa. Ini tadi saya Ambil disisakan dari bahan bibit gula kelapa. sengaja siapa tahu ada yang mau beli ,eh pak ustad datang ternyata . coba dinikmatin dulu itu minumannya pak ustad sepertinya yahnya enak seger ini."


Mang Oman dan istrinya menyiapkan minuman legen yang sudah dihangatkan.


Mereka berdua nampak bersukacita karena kedatangan Pak ustaz Kholik yang karismatik itu.


"iya saya itu penasaran seperti apa sih legend itu. bahan gula kelapa ini baunya saja wangi ,ya .Kayak tape?"


"Oh iya pak ustad kapan ya ,itu seminggu yang lalu kayaknya .di rumah Bu Ratna malam-malam ada banyak binatang kecil terbang seperti apa ya seperti tawon banyak sekali tapi ternyata setelah saya lihat ta amat amati ,tak senter. pakai senter, ternyata itu belalang banyak sekali jumlahnya, Sampai suaranya juga begitu bising dan pergi menuju ke sebuah tempat nggak tahu ke mana itu.'.


"Iyaa Mang Oman, jadi belalang itu dari rumah ini ,dan menyerang kebun saya sekarang mati semua. Ada apa lagi di rumah tua itu?"


Mang Oman terperangah? mendengar langsung kabar dari.ustad Kholik bahwa kebun sayur ya mati mengering?


"Astaghfirullahaladzim Jadi bener kabar yang saya terima itu ya ya allah kasihan sekali padahal katanya itu sayurannya udah mau panen ya pak ustad?"

__ADS_1


iya mang tinggal dua hari lagi akan panen dan pelanggan pun sudah mengontak saya untuk mengambil permanen dan mengangkutnya untuk dijual tapi apa boleh buat semuanya hancur. tak apalah ini mungkin ujian saya mungkin saya kurang zakat atau bagaimana, atau saya kurang infaq mungkin sehingga hal ini terjadi dan sangat merugikan menganjurkan harapan saya bersama teman-teman bekerja saya di sana tapi sudahlah itu semua saya anggap ujian dan cobaan dari Tuhan"


Mang Oman nampak manggut-manggut mendengar cerita yang disampaikan ustadz Kholik yang begitu tulus sabar menerima kenyataan.


Beberapa saat kemudian ustadz Khalid mengajak Mang Oman untuk mengunjungi rumah tua yang kini sudah dicat dan kelihatan rapi bersih.


Saat ustadz Kholik memasuki pekarangan, ada sesuatu yang terasa begitu janggal dirasakan oleh batinnya.


"Maaf mang Oman tidak usah masuk dulu ya ,jangan melewati pekarangan ini. biar saya saja yang masuk Mang Oman di luar pekarangan saja .Ada yang ga beres ini..keliatanya.


Mang Oman nampak gemetar, dia percaya dan yakin apa yang diucapkan ustad. Ia pun mundur selangkah mengikuti instruksi dari ustadz Kholik. Kholik biasa dan peka dengan keadaan seperti ini.


Kholik mengucapkan mantra sambil menggenjot tanah pekarangan itu tiga kali ,dengan kaki kirinya.


Mata hati mata batin kholik melihat perubahan yang luar biasa dari rumah tua itu .


Dilihatnya ada beberapa binatang aneh yang bersarang di ruangan tengah rumah tua. dilihatnya juga ada beberapa makhluk aneh dengan kepala besar dan bertaring matanya merah berkeliling menjaga rumah itu seperti sedang menjaga rumah itu.Kholik sengaja tidak menampakkan diri di hadapan mereka hanya khalik yang bisa melihat semua makhluk yang ada di rumah tua itu sedangkan mereka tidak bisa melihat Kholik yang berada dekat dengannya.


"kurang ajar sepertinya ada sesuatu lagi Yang mencoba mengganggu ketentraman warga masyarakat ini . Betul kata Mama bahwa mereka lebih hebat, yang datang ke sini bukan mahluk biasa atau bukan orang biasa,tapi benar-benar iblis ,ini rajanya iblis. Mungkinkah mereka didatangkan oleh Rojak dan begundalnya? yang aku heran mengapa rumah ini yang selalu menjadi sasaran mereka untuk bersarang di sini?'


Kholik berbicara sendiri di dalam hatinya,dan mencoba menerka-nerka kira-kira siapa yang mendatangkan mereka dan menjadikan tempat atau rumah tua ini sebagai sarangnya. Pikirannya langsung menuju ke sebuah nama, Rojak .Nama itu menjadi kuat argumentasinya ,karena beberapa waktu yang lalu Ratna sempat mendapatkan ancaman itu dari sebuah nomor yang tidak dikenalnya.


Makhluk-makhluk yang ada di dalam rumah itu sepertinya sedang berpesta pora, karena mendapatkan kemenangan. Dengan apa yang dilakukannya beberapa hari lalu karena berhasil mengganggu kembali, kehidupan Ratna dan Kholik..

__ADS_1


__ADS_2