
"kalau begini terus usahaku bisa bangkrut itu orang menggunakan apa ya? kok bisa-bisanya bisa panen setiap hari ga ada jeda sama sekali ya usahaku bisa bangkrut kalau terus-terusan seperti ini. dia pakai harga murah sedangkan saya sudah terlanjur menggunakan harga lama kalau saya menurunkan harga lagi ya saya
bisa rugi dan bangkrut,embah?
laki-laki berbadan tambun mengadukan permasalahannya kepada seorang laki-laki tua yang selama ini membimbing usahanya dan menjadikanya bapak spiritualnya.
Anakku bagi aku sih Masalah kayak gini gampang ,nanti biar saya selesaikan bersama teman-teman guru yang lainnya saya sadar kalau harus menghadapi ustadz itu, nggak akan mungkin menang kalau cuma sendirian saya butuh beberapa teman seperguruanku untuk menghadapi masalah ini yakinlah ,yakin golok gopin akan saya hadapi dan saya tangani yang penting ongkosnya untuk mengundang guru-guru atau teman-teman perguruanku itu sudah disiapkan belum Dodo?"
Bos Dodo cengar-cengir melihat wajah Mbah Gambrong Yang sepertinya rada ngambek karena beberapa hari ini Bos Dodo tidak transfer uang operasionalnya si Mbah Gambrong
__ADS_1
Mbah Gembrong duduk di atas altar alias ruangan yang agak tinggi terbuat dari batu batu alam yang sengaja di buat untuk acara-acara ritual kepercayaan mereka batu-batu itu diperhatikan patung-patung yang menyerupai makhluk-makhluk kepercayaan yang selama ini di yakininya ,katanya bisa membantu serta mensukseskan semua orang yang meminta doa dan dukungan untuk kemajuan usaha ataupun karir jodoh dan sebagainya.
Bos Dodo menjawab dengan hati gemetar Karena ia merasa bersalah telat mengirim transfer dana operasional buat Mbah gambrong.
"nggih Mbah saya memang lupa karena banyak sekali permasalahan yang membutuhkan biaya besar untuk menutupi modal usaha saya yang mulai ambrol Mbah. mana permintaan istri saya semuanya sama pengen disamakan yang satu minta diberikan mobil yang satu juga minta yang satu minta TV lebar yang lainnya juga minta mumet inyong Mbah?!"
Mendengar pengaduan dan keluh kesah dari bos Dodo Mbah gambrong tertawa terpingkal-pingkal,diikuti juga oleh anak buah dan pengurus Mbah Gambrong comunity yang lain . yang duduk di beranda di bawahnya.
"lah sira sing kawin ,Jeh ? kita sing dikongkon Melu mikir? bagaimana caranya kamu berpikir sih Dodo?"
__ADS_1
Nampak Mbah gambrong tidak suka dengan basa-basi yang disampaikan oleh Dodo.
Mbah gambrong ,tahunya setoran lancar. iuran lancar maka urusan semuanya jadi lancar .begitu semboyan yang dipasang secara jelas ditulis dengan huruf kapital .sebelum pasien mereka memasuki ruangan spiritual. Mbah gambrong.
"Jadi bagaimana Dodo apalagi yang harus saya lakukan .agar usahamu bisa bangkit kembali ?begitu ?atau biar istrimu nambah lagi begitu ?atau biar istrinya tidak minta macam-macam sama kamu begitu? atau bagaimana nak?"
Dodo berbisik pada sopirnya Usman agar mengambilkan tas berisi uang yang ada di mobil.
Pak Usman sempat berbisik-bisik agar jangan terlalu obral mengeluarkan uang begitu banyak yang belum jelas hasilnya,
__ADS_1
"Tenang saja Usman saya masih punya aset tambahan untuk membiayai hal-hal kayak gini karena dulu juga saya sukses gara-gara datang ke sini Jadi sekarang saya juga ingin kembali mendapatkan itu semua dari sini..."