KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 30


__ADS_3

Sebulan kemudian..


Ratna mendapat laporan dari asisten kebun tanaman perkebunan sayur Ratna dan Kholik tiba tiba jadi layu dan mati kering mengering pelan pelan.


"Astagfirullah..innalilahi ... ada apa ini .." Teriak Ratna setelah ia melihat satu hektar hamparan kebun sayurnya berubah warna jadi kuning,mengering.


"Maaf mang Ade.. apakah mang Ade sudah kontrol? adakah penyemprotan masal. seminggu setelah kami pergi ke Sangkan Urip?" Tanya Ratna kali ini dengan wajah tegang.


"Sebelum dan sesudah Juragan pergi kami tidak melakukan penyemprotan apapun juragan? Semua anak buah juga kaget.Kejadianya sehari sebelum juragan datang. Malam hari kemarin Kami mendengar ada suara ribuan belalang..ya seperti belalang yang melewati kebun..juragan.? kami semua yang ada di kebun melihatnya.. sayang sekali.. kami malam itu tidak memfotonya.karena kami panik ..juragan??".Dengan mimik ketakutan, Mang Ade tak berani menatapnya,kemudian menceritakan kejadian malam itu. Apa yang dialami dan dilihatnya, bersama seluruh anak buah nya di malam kejadian aneh ,Ada ribuan belalang melintas bolak balik diatas kebun sayur ,Malam itu..


Seluruh anak buah kebun yang bekerja untuk Ratna dan Kholik satu persatu memberanikan diri mendekat Ratna.Merek.sangat ketakutan jika sampai dipecat gata gara kejadian aneh yang dialaminya.Mereka satu persatu mengadukan hal yang sama.


"Maafkan kami juragan." ucap para pekerja sambil menunduk.


50 orang karyawan nampak tertunduk sedih ,gelisah dan ketakutan..Ratn berkali kali mondar mandir di dekat tanaman cabe yang mengering,dia memetik buahnya yang sebenarnya siap panen tapi kondisiny mengering.


Aneh....Ratna menarik nafas dalam dalam mencob menguasai emosinya yang hampir memuncak,tapi karena keimananya kuat Ia mencoba menyadari atas musibah yang menimpa kebun sayurnya. Wajah-wajah lugu dari para pekerja semuanya nampak ketakutan.Mereka nampak kuyu kelihatan bhatin ny tertekan. Mereka sangat ketakutan karena merasa bersalah tidak menjaga kebun, yang sudah siap panen itu.


Ratna mendekati karyawannya satu persatu, dia mengelus punggung mereka satu persatu, membuat hati dan perasaan antara karyawan dan atasan tersebut terasa menyatu.


"Ini musibah..ini bukan salah kalian.. kita harus sabar.'


Betapa Ratna menunjukan sikap yang kebijaksanaan biasa dirasakan para pekerjanya.


Dengan tatapan sedih.Ratna melihat dan memandang dari atas Saung Pandang ditengah tengah kebun sayurnya.


Perubahan warna yang aneh .? kebun sayur yang berwarna hijau kini telah berubah total jadi warna kuning menghitam.


"Aneh..??.aku ga habis pikir.Ada.apa dan apa penyebabnya ?.. pertanda apa lagi semua ini." Bisik hatinya..


Terlihat Ratna menahan rasa kecewanya..

__ADS_1


Ratna mengambil ponselnya kemudian merekam memvideokan kebunya,lalu mengirimkan video itu pada Suaminya yang belum mengetahui apa yang terjadi di kebun sayur.


Saat itu kholiksedang mengajar ngaji sore di TPA.Video itupun terkirim ke ponsel Kholik.


Semenit kemudian..


"Astagfirullah... Ada apa dengan kebun kita sayang?" Ratna membuka voice chat Kholik.


"Kita dapat ujian lagi,mas.semua tanaman di Kebun kita mati.."


Ratna menjawab voice chat Kholik.


"Aku akan periksa tanaman ini ke lab. mas.Aku curiga ..ini bukan salah penyemprotan. Karena kita selama ini tidak pernah menggunakan Herbisida... Menurut Mang Ade.. semalam sebelum kita pulang dari Tempat Mama,ada suara ribuan belalang terbang di atas kebun sayur kita."


Ratna merekam kembali voice chat di WhatsApp.Kemudian mengirimkan ke Kholik.


Kholik menjawab


Kholik segera mengakhiri acara pembeljaran dengan para santri nya.


50 orang karyawan Ratna benar-benar merasa panik mereka benar-benar tidak paham apa yang sedang terjadi sebenarnya ,karena mereka tidak merasa melakukan kesalahan dalam memelihara kebun sayur milik Ratna dan Kholik.


Mereka adalah karyawan-karyawan terbaik yang selama ini benar-benardipercaya dan terpercaya,mereka sangat bertanggung jawab atas semua tugas dan wewenangnya selama ini.


Sebagai mandor kebun sayur. terutama Mang Ade dan Bu Omah ,tidak mungkin melakukan hal ini .Sendirinya merasa tidak melakukan apa-apa.


karena mereka juga sedang bahagia menunggu hasil panen dari sayur-sayuran tersebut ,dan berharap ini merupakan panen raya untuk kesekian kalinya dari tanaman-tanaman yang ditanamnya di kebun milik juragannya Ratna dan Kholik.


Kejadian Ketika malam itu, mang Ade dan seluruh karyawan yang lain melihat ribuan belalang yang terbang di atas kebun sayur yang ia kelola bersama teman-temannya. Padahal mereka sangat berharap bulan ini adalah panen raya. Tetapi apa kenyataannya, kali ini tanaman itu mati semua.


keluh kesah seluruh karyawan kekecewaan dan rasa sakit hati yang luar biasa mereka rasakan semua setelah melihat kebun itu benar-benar mati secara perlahan hanya dalam waktu satu malam.

__ADS_1


Ratna dan khalik mengumpulkan seluruh karyawannya di aula pertemuan .


"Bapak-bapak dan ibu-ibu terima kasih atas semua yang telah kalian lakukan di perkebunan kami ,saya dan Ratna tidak menyalahkan kalian ini semua musibah dan ini kita alami bersama seharusnya bulan ini adalah panen raya untuk semua tanaman yang kita tanam tetapi kenyataannya Allah telah memilih cara lain untuk menguji kita semua.Ya.. kita semua.Karena perkebunan ini sudah kita bangun bersama-sama dan ternyata Allah berkehendak lain bulan ini kita gagal dan memulai dari nol lagi. jangan mengira dengan kejadian ini saya tidak akan menggaji kalian gaji dan tunjangan tetap akan kalian terima ini merupakan risiko dari sebuah pekerjaan buat kita semua kebun ini tidak akan bisa berdiri dan tidak akan bisa melakukan apapun tanpa kerja keras dari kalian semua mari kita berdoa agar kedepan Allah selalu melindungi semua usaha yang kita lakukan di perkebunan sayur kita."


Kata-kata yang bijaksana dari seorang pemimpin yang begitu bijaksana dan cukup menyejukkan hati mereka Ustad Kholik memang karismatik .


Cara menyampaikannya pun dengan hati-hati dan penuh kedewasaan.


Semua pekerja mulai nampak saling pandang dengan sedikit senyum .


"Mang adek Dan bi omah, upah kalian dan anak buah kalian bisa diambil hari ini ,karena memang ini adalah tanggal jatuh tempo Saya membagikan upah untuk kalian bulan ini.Silakan diambil hak Mang ade dan di omah".


Dengan tatapan lesu penuh dengan rasa kecewa yang begitu dalam Mang Ade dan bi Omah menghadap kemudian berkata.


"Maaf juragan .kami dengan seluruh karyawan perkebunan ini menyatakan sangat sedih dan kecewa dengan kejadian ini. Maka dengan itu kami sudah sepakat untuk tidak menerima gaji di bulan ini. Kami tidak akan menerima upah karena kejadian ini.karena ini semua kelalaian kami. Ini semua karena ketidak telitian kami ,sehingga tidak mewaspadai ada serangan serangga yang begitu ganas pada malam itu." Ucap Mang Ade sambil menangis.


"Iya kang, saya juga tidak mau menerima upah itu karena merasa telah mengecewakan kang Kholik dan Bu Ratna." sahut Bi omah dengan derai air mata..


yang kemudian di Saudi oleh seluruh karyawan yang ada di ruangan itu dengan kalimat yang sama seperti bi Omah, dan Mang Ade. karena mereka benar-benar merasa tertekan bahkan merasa sangat kecewa dan sakit hati atas kejadian yang menimpa kebunnya malam itu.


Semua pekerja tak berani menatap wajah kholik.. Mereka fikir pasti kan terjadi PHK.


Dengan wajah nampak tenang Kholik Menyampaikan pidatonya.


"Saudara-saudaraku semua .Tidak usah menyesal seperti ini , semua ini ujian buat kita ujian dari Allah. Semua hak yang harus kalian dapatkan sudah saya siapkan saya tidak mungkin tidak bertanggung jawab hanya gara-gara masalah ini .Kemudian berkelit untuk tidak menggaji kalian.Sudahlah tidak usah berlarut-larut saya percaya penuh 100% demi Allah saya percaya perkebunan ini sudah kalian bangun dengan baik dan kalian sudah menjaganya dengan baik Tetapi ada hal yang tidak bisa kita hindari ,dan tidak bisa kita pahami. Besok pagi bu Ratna akan membawa sampel tanaman tersebut ke laboratorium. Dan dari sana akan diketahui, insya Allah. akan diketahui apa penyebab yang sebenarnya .Jadi kalian sudah tidak usah merasa takut karena kalian merasa bersalah. Tidak, sekali lagi ,tidak. kalian tidak bersalah ini semua ujian ujian dari Allah.Sudahlah terimalah semua gaji-gaji yang sudah saya persiapkan untuk kalian ini hak kalian saya Berkewajiban dan bertanggung jawab atas semua ini , kalian mengerti ya ,bapak-bapak dan ibu-ibu untuk hari besok dan lusa mungkin 3 hari karena akan ada tim yang datang ke sini untuk menyelidiki apa penyebab kematian tanaman kita itu maka bapak-bapak dan ibu-ibu di rumah kan sementara setelah 3 hari dan permasalahan jadi jelas maka bapak-bapak dan ibu-ibu semua bisa hadir kembali di kebun ini bekerja lagi seperti biasa. kita bangun lagi dari nol setuju bapak-bapak ibu-ibu?"..


dengan menyekat air mata mereka langsung bangkit dan menjawab dengan semangat.


"Siap juragan, kami siap untuk membangun kembali kebun sayur kita. semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kekuatan iman kepada kita semua memberikan kelimpahan rezeki yang berlimpah untuk juragan kita.yang begitu bijaksana terima kasih juragan barokallah."


Suara suara teriakan mereka begitu menggetarkan isi aula dan seluruh perkebunan yang kini telah mengering .Seolah-olah tanaman itu menjadi bangkit kembali dan segar berwarna hijau kembali ,karena semangat yang dikobarkan begitu kuat oleh seorang pemimpin karismatik bernama Kholik dan Ratna.

__ADS_1


__ADS_2