KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 23


__ADS_3

Dua minggu berlalu .


Bregud kini sudah tak sabar lagi menunggu kabar dari sang dukun yang belum juga mendengar hasil kerjanya.


Ia marah besar pada Rahayu dan kini berencana datangi sang dukun,untuk mempertanyakan hasil kerjanya.


Bersama sepuluh ketua geng Bregud berkonvoi dengan motor besar ,bermaksud datangi rumah Abah jhono.


Sementara dirumah Abah Jhono nampak ramai.


Sepertinya banyak pasien yang datang hari ini.


Mereka nampaknya sedang antri menunggu giliran layanan Abah Jhono.


Beberapa mobil diparkir dekat dengan pekarangan rumah panggungnya.


Nampak beberapa plat nomor mobil dari luar kota .


Sepertinya tamu yang datang kebanyakan orang luar kota.


bahakn nampak ada beberapa juru kamera dari tv swasta juga datang ke tempat Abah Jhono.


Diantaranya sedang bertugas mewawancarai Abah Jhono.


"Abah.. sudah.berapa lama sih menjalani profesi ini?" Tanya.. petugas reporter tv swasta..


Wawancara bersama abah Jhono berlagsung serius. Dishorot dan diliput beberapa kamera tv swasta.


Tiba-tiba dari jauh terdengar raungan suara motor.


Suara motor yang sangat keras mengganggu acara wawancara mereka .


Rombongan konvo Motor besar Geng Bregud datang.


Motor besar mereka diparkir di sebelah mobil yang juga berderet parkir di situ.


Bregud nampak garang.


Seperti nahan emosi.


Dia memberi kode pada anak buahnya ,menyebar kelilingi rumah Aba Jhono.


"Aslaamualaikum Abah.. ".


Suara Bregud begitu keras.


Petugas penerima tamu menjawab dengan sopan.


"Walaikum salam akang. silahkan duduk ,ambil antrianya. ya. kang."


Jawab seorang wanita,petugas penerima tamu yang menyambut kedatangan Bregud.


"Saya bukan mau berobat ,atau minta bantuan pada Si abah penipu itu.Saya akan tanyakan tanggung jawab pekerjaan dia.Saya merasa tertipu. Beraninya ya menipu saya.Dia belum tau siapa aku. Mana si Abah keluar.!"..Teriak Bregud .


Suara khas dan watak asli Bregud mulai diperlihatkan.


"Mana si Abah..keluaaar!.". teriaknya lagi. Si petugas penerima tamu ketakutan.


Tiba tiba dari berbagai penjuru sudut rumah dan pekarangan muncul petugas anggota polisi menodongkan pistol dan senapan laras panjang.


"Jangan bergerak.Kalian ditangkap.Ayo ikuti intruksi kami dari kapolresta,akan menangkap kalian.Kalian jangan melawan. atau kami terpaksa lumpuhkan kalian.!".


Anggota geng Bregud, terkejut bukan main.


Bregud dan seluruh anak buahnya ditodong senjata. Mereka kelabakan, tak dapat berbuat apa apa.


Ternyata mereka telah terjebak oleh permainan Rahayu dan Abah jhono.


"Bajingan ternyata Si rahayu telah menjebakku.sundel...! ".


Perasaan kecewa dan Geram menyatu dengan emosi tak tertahan.


"SERANG.!!..".Teriak Bregud.


Sontak anak buah bregud,reflek menyerang dan menghajar para petugas yang sudah siap dengan popor senapan.

__ADS_1


Mereka bertarung sengit melawan para preman.


Satu demi satu akhirnya dengan terpaksa petugas Polisi ambil tindakan , menembak kaki kaki para perusuh itu.


Hingga akhirnya , satu persatu anggota geng Bregud tumbang..bersimpuh darah dari kaki dan paha mereka.


Mereka menggeletak di tanah,tak mampu lagi berdiri.


Sementara beberapa letusan senjata, yang diarahkan ke arah bregud? aneh..tak dapat menembus kulitnya.


Bregud mengamuk pontang panting menghajar semua orang yang dekat denganya.


Perlawanan seru dari komandan polisi melawan Bregud yang tubuhnya ternyata kebal peluru.


" Hentikan Tembakan,teman teman..Kita mundur . Percuma habiskan peluru sia-sia. Manusia iblis itu kebal senjata. Ringkus saja anak buah nya.Bregud biar jadi urusan Abah Jhono.Semua petugas menjauh dari kalangan pertarungan berbahaya." Perintah Komandan kepolisian.


Sementara Bregud yang kini mulai berubah bentuknya terus menyerang apa saja yang dekat dengannya.


Semua orang yang tadi berada didalam rumah berlarian berusaha menyelamatkan diri.


" Hahahaha hahahaha kalian baru tahu siapa aku ya hahahaha. Hai Dukun cabul.. kamu bajingan pengecut rupanya.Mana dia..keluar kamu Jhono!."..


Abah Jhono berdiri di belakang Bregud yang sudah berubah tampilannya.Menyeramkan.


"Aku disini Bergola ijo.Rupanya Kamu telah meminjam tubuh si bregud.Kau meraksuk dalam tubuhnya. Hey Bergola ijo.Hadapi aku.Mohon pada yang lain, semua menjauh.Mahluk ini sangat berbahaya .Waspada. dia bisa meyemburkan api dari mulutnya.'..


Teriak Abah jhono mengingatkan semua yang hadir di rumahnya...


Suasana Keributan yang berlangsung mendadak itu sangat meresahkan warga.


Wajah dan tubuh Bregud tiba tiba berubah sepenuhnya .Tubuhnya makin membesar dan berubah jadi mahluk yang sangat menyeramkan.


Kepalanya bertanduk menyalakan bara.


Matanya merah bulat besar.


Dadanya besar membusung.


Seluruh tubuhnya penuh bulu tebal ,warna coklat tua.Giginya besar seperti pisang bertaring memanjang.


Dari tubuhnya tercium bau belerang dan bau busuk menyebar keudara sekitar,saat mahluk itu membuka mulutnya...


"Hoaarhhh...hahahaha hahahaha Rupanya ada anak buah si saipi angin disini. Hahahaha... hey, Saipi angin..kenapa kamu selalu mengganggu pekerjaanku, haah? bukankah dulu antara kita sudah berjanji tidak saling mengganggu??. hahahahahah.."


Saat tertawa mahluk Bergola ijo memuncratkan bara api berupa cipratan lahar panas dari gunung berapi.


Muncratan percikan api dari mulut Bergola Ijo mulai menyala membakar apa saja yang ada di dekatnya.


Melihat gelagat yang makin buruk, Abah Jhono meloncat tinggi dan menghajar tanduk berapi Bergola ijo.Hingga tubuh bergola ijo terlempar jauh dari pekarangan rumah abah Jhono.


Cipratan seperti lahar kembali memercikan bara api .


Petugas polisi dan Tni berlarian mengindar dari kalangan pertarungan berbahaya,antara Abah Jhono dengan Mahluk Bergola ijo.


Dari arah berlawanan dengan sosok Bergola ijo, muncul tiga orang pendekar sakti yang telah mengalahkan Rudianto


"Abah kami siap membantu." teriak Dewi kuning ,Kholik dan Rohmat .


Dari balik pintu rumah panggung.


Mereka bertiga melesat terbang bersamaan , dengan senjata masing masing .


Ustad Kholik mengarahkan sorban hijau untuk menerjang . Dewi kuning dengan selendang kuningnya.Rohmat dengan kendi berisi air bertuah.


Siap memadamkan bara api iblis itu,dengan sekali cipratan.


"Kita kepung anak.anak."


Teriak abah Jhono dengan kekuatan kanuragan penuh.


Sepertinya ini akan jadi pertempuran yang sangat seru dan adegan langka.


Dimana empat manusia sakti itu menghadapi mahluk Iblis Bernama Bergola Ijo.


Mahluk iblis penghuni kawah gunung ciremai.

__ADS_1


Ternyata Bregud adalah salah satu keturunan Bergola .


Sang pendekar sakti yang dulu melawan para kiyai di lereng lereng gunung ciremai .


Dan pernah dikalahkan oleh kiyai Saepi angin Kakek buyut nya Abah Jhono.


Tubuh bergola ijo ,pada saat itu Eyang Saipi angin bertarung habis habisan. Tubuh bergola dilempar dan dimasukan kedalam lahar kawah gunung ciremai.


Sebagai hukuman atas kejahatanya, menggagu para kiyai pesantren buntet.


Bergola dihukum dan dibuang ke kawah gunung ciremai.Sejak saat itu perjanjian pun disepakati.Bergola tidak akan lagi mengganggu keturunan Saipi angin Begitupun dengan Bergola. dengan catatan mereka tidak lagi berurusan soal dunia masing-masing.


Konon Bergola bertapa di tepi lahar Gunung Ciremai. Disana pula ia dikubur dan kini wujudnya telah berubah .


Setelah 300 tahun berlalu.


Kini Abah Jhono dan ketiga muridnya sudah bersiap dengan segala kemungkinan terburuk.


Rupanya abah jhono sudah tahu siapa si Bregud itu Iapun sudah mempersiapakan segalanya, sebelumnya Bregud datang.


Ia telah mengetahui bahwa Bregud bukan manusia biasa. Sehingga ia mengundang semua petugas kepolisian dan tni dari kota cirebon.


Iapun mengundang beberapa Media .


Sayangnya Liputan kamera tak dapat menangkap gambar pertarungan itu.


Hanya terlihat percikan api lahar dan segera dipadamkan oleh Rohmat ,yang selalu memercikan air karomah dari dalam kendi yang di bawanya.


Cuaca Sore hari jadi terang benderang karena kilatan cahaya seperti meteor.


Warna warni sinar dari keempat orang yang sedang bertarung melawan Bergola ijo.


"Hahahahahaa kamu sudah membunuh anak buahku si Rudiyanto.Kalian bakal jadi abu ..dengan api lahar jahanam ini..hahahahahaha.."


Teriakan amarah Bergola ijo sangat menggetarkan hati orang orang yang ada di sekelilingnya .


Gerak cepat cahaya hijau dari sorban Kholik ,memukul telak kearah kaki Bergola ijo.


Kaki bergola patah dan tubuhnya bergola ambruk .


Suara dahsyat suara gemuruh mengiringi tubuh bergola saat menyentuh tanah.


Abah Jhono dengan gerakan silat kanuragan . Bertubi tubi menghajar tubuh bergola ijo.


Gerakan cepat dan dahsyat


Dewi kuning dengan jurus sinden mabuk ,telak mengenai tanduk Bergola ijo.


Tanduk itu patah bersama dengan hancurnya kepala Bergola ijo.


Rohmat meloncat ke udara kemudian menyiramkan air dari dalam kendinya...


Wuss!!!!...


Terdengar seperti suara bara api besar , yang disiram air oleh petugas pemadam kebakaran.


Kini tubuh Bergola ijo benar benar tak berdaya...


Suara raungannya menggetarkan tanah yang dipijaknya..


Pelan pelan tubuh bergola ijo jatuh terpuruk di depan Ke empat pendekar itu.


Tewas...mengenaskan seluruh tubuhnya gosong.


Bagai plastik yang terkena api dan melumer.


Sementara seluruh anak buah Bregud tak dapat lagi berbuat apa apa ,karena masing mendapat hadiah timah panas di paha dan kaki mereka.


Warga sekitar desa dimana rumah Abah Jhono berada jadi heboh.


Mereka kaget dan terheran heran dengan adanya kejadian yang diluar dugaan .


Mereka saling bertanya tanya ada kejadian apa sebenarnya.?Mereka tak paham.


Sementara semua yang hadir menyaksikan kejadian itu mengucapkan alhamdulilah...

__ADS_1


__ADS_2