KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 51


__ADS_3

Pertunjukan tarung derajat yang dilaksanakan secara mendadak itu, tentu saja membingungkan para peserta yang hadir .


Karena di luar jadwal sama sekali. Entah apa yang sedang terjadi sebenarnya di padepokan kanuragan Elang hitam pimpinan jakalalana ini.


Walaupun 50 anggota yang mengetahui permasalahan yang sebenarnya saat ini ,tetapi mereka masih juga menjaga rahasia apa yang sudah diucapkan oleh Jaka lelana kemarin.


Pertarungan demi pertarungan berlangsung begitu seru walau pun sebenarnya mereka tidak mengerti pertarungan ini untuk apa latihan ini untuk apa?


yang mereka tahu yang namanya tarung derajat itu adalah melawan musuh dari perguruan lain, sedangkan pertarungan saat ini adalah menjatuhkan teman-teman sendiri yang tidak kuat dengan pertahanannya maka ia pun akan jadi korban cacat ataupun mungkin sakit karena akibat pertarungan bebas itu.


suasana yang tidak menyenangkan itu harus terus berlangsung karena Jaka lelana begitu keras memerintahkan agar mereka bisa saling menjatuhkan yang terkuat itulah yang akan direkrut untuk menjadi pendekar nomor 1 demikian alasannya.


tapi bisa dibayangkan bagaimana caranya menjatuhkan lawan yang bukan musuh tetapi teman-teman sendiri mereka bertarung habis-habisan dan hampir tanpa jeda.


wasit pun tidak boleh terlalu ketat melarang atau mengatur pergerakan atau serangan yang membahayakan sekalipun.


wasit pun bingung menjalankan hal ini menjalankan menjalankan perintah ini.


iya pun akhirnya dengan sangat terpaksa menjadi wasit untuk murid-muridnya sendiri.


akhirnya di antara mereka pun frustasi mereka pun harus melawan dirinya sendiri yaitu teman-temannya yang selama ini satu kamar satu tempat tidur satu tempat belajar bahkan satu tempat makan.


tapi kali ini dipaksa untuk saling bermusuhan dan harus menjatuhkan satu sama lain.


kalau tidak menjatuhkan maka dia sendiri yang akan jatuh kemudian mungkin juga tewas atau cacat.


para anggota yang lain terutama mereka yang baru saja lulus dari tingkat 1 ke tingkat 2 mereka harus bertahan dan mereka harus memaksakan dirinya untuk bisa menang dalam pertarungan itu pertarungan yang tidak menyenangkan.


karena yang mereka jatuhkan adalah teman sekamar teman-temannya sendiri ini pertarungan yang sangat kejam yang dipaksakan begitu rupa oleh Jaka lelana perguruan ELANG HITAM yang terkenal dengan ajaran kebaikannya kini tercoreng oleh dirinya sendiri oleh perilaku ketuanya sendiri atas kejadian ini.


satu persatu mereka jatuh satu persatu mereka harus terluka satu persatu mereka harus meregang nyawa.


yang kuat dia akan menjadi murid pilihan untuk tujuan yang mereka sendiri tidak tahu tujuan mengalahkan teman-temannya dan dia berjaya sebagai seorang pendekar yang akan diangkat menjadi pendekar nomor satu dari jajaran yang ada dari tingkat-tingkatan yang ada yang sudah ditentukan.


tapi kali ini mereka benar-benar stress walaupun mereka bisa mengalahkan temannya.


bahkan ketika ada yang menangis karena kecewa atau takut murid itu langsung diangkat dan ditendang ke krangkeng yang disediakan untuk mereka yang membangkang dengan perintah atau peraturan yang sudah ditentukan oleh Jaka Lana.


Bendera perguruan kanuragan ELANG HITAM ini benar-benar tercoreng oleh sikap dan perilaku para pemimpinnya yang kini dengan semena-mena mengadakan acara yang cukup sadis.


tidak ada tim medis yang didatangkan seperti biasanya sehingga mereka harus meregang rasa sakitnya sendiri-sendiri.


jakalana terus berteriak-teriak memberikan semangat kepada mereka yang berbadan kuat dan mempunyai kelebihan ketangkasan beladiri , agar bisa bertahan dan mengalahkan teman-teman yang lain yang dianggap lemah.


Karena tekanan bhatin yang cukup menyiksa wasit itu pun berteriak lantang seperti terkena depresi mendadak.


hati jiwa dan batinnya terasa sakit karena memaksakan diri untuk menjadi wasit yang tidak sewajarnya.


"Guru jakalana Yang terhormat ini apa-apaan ini ,sebenarnya untuk apa tarung derajat ini. diadakan untuk apa dan tujuannya bagaimana? kok bisa diperlakukan seperti ini kami-kami yang sudah berlatih kepada anda harus menjadi korban dari teman-teman mereka sendiri"


Jaka Lana menoleh dengan tatapan mata garang, langsung berdiri di tengah arena. iya berteriak dengan lantang.


"kita akan menghadapi sesuatu yang tidak kita rencanakan sebelumnya kita semua akan menjadi korban jika kita tidak berusaha menjadi orang kuat di sini. kali ini saya buka rahasia yang sebenarnya tidak boleh kalian tahu. kita akan menghadapi iblis jin dan genderuwo juga kuntilanak. kita sedang berseteru dengan mereka saat ini. tanpa kalian ketahui, tentu saja ini tidak boleh saya tutup-tutupi kalian harus jadi orang kuat kalian harus menjadi orang hebat untuk bisa bertahan melawan mereka.


saya akan isikan ilmu yang lebih tinggi buat kalian agar kalian bisa menghadapi mereka nanti.


untuk itu saya hari ini mengetes kalian siapa di antara kalian yang kalian akan diisi ilmu itu untuk menghadapi parade demit yang sebentar lagi akan menyerang padepokan kita paham kalian!!?"


Serentak mereka berteriak Allahu akbar begitu teriakan yang menggema di seluruh ruangan tempat latihan perguruan kanuragan Jaka lelana.


"mengapa tidak diberitahukan lebih awal sehingga kami mengetahui apa tujuannya sebenarnya perguruan ini untuk apa kami dibentuk di sini kalau dari awal saya diberitahu saya juga tidak akan mungkin berada di tempat ini terlalu berat menghadapi mereka"


Jaka lalala mendekati wasit yang bertubuh kekar dengan barangnya Jaka lelana menarik baju sang wasit.


"kamu tidak bisa berbuat apa-apa dan berkata apa-apa lagi selain mengikuti apa yang saya katakan tadi, kita hanya bisa bertahan atau kita harus menyerang habis-habisan karena kita memang tidak punya persiapan waktu yang cukup untuk menghadapi mereka yang akan segera datang."


perdebatan pun terjadi satu sama lain antara guru besar Jaka lelana dengan para murid-murid mumpuni yang sudah menjadi murid nomor 1 yang ada di perguruan cakalana tersebut.


termasuk atau para wasit yang menjalankan tugas hari itu batinnya semakin tertekan karena harus mengorbankan murid-murid kesayangannya yang selama ini dididik dan dilatih untuk menjadi orang baik ternyata kini malah berbalik menjadi orang jahat yang harus menghabisi memukul bahkan membuat mereka celaka oleh teman-temannya sendiri.


"jujur saya menyesal kenapa saya harus bergabung dengan perguruan seperti ini tapi saya tidak bisa mengingkari sumpah yang telah saya ucapkan kepada perguruan ini"


kekecewaan para peserta kekecewaan para guru kekecewaan para santri yang ada di perguruan kanuragan ini terlihat begitu menyedihkan.

__ADS_1


iya tak tahan melihat teman-temannya sendiri terkapar bahkan ada yang sedang meregang nyawa hanya alasan untuk menjadikan mereka orang kuat untuk melawan semua dedemit yang akan menyerang perguruan ini, padahal sebelumnya mereka tidak pernah dikasih tahu atau diajarkan untuk berhadapan dengan makhluk halus seperti yang dikatakan Jaka lelana sang guru besarnya.


"perlu kalian ketahui untuk menjaga kehormatan perguruan ini di mata orang luar sana kita memang harus memenangkan kita harus bertahan bila perlu kita harus benar-benar menghancurkan mereka yang akan menyerang kita."


"Bohong saya sudah mendengar semuanya dari awal sampai akhir maksud dan tujuan guru besar sebenarnya kami kecewa, ternyata kita akan berhadapan dengan ustad Kholik yang kita tahu beliau adalah orang baik tapi malah guru besar memusuhi ustadz Khalid dan ibu Ratna."


tentu saja Jaka Lana sangat murka mendengar pernyataan seorang murid yang sudah dianggap ingin menjadi orang nomor satu di jajaran perguruan ini.


Jaka lelana mendekati Hamid, jadi kamu sudah tahu kamu diam-diam mau coba berkhianat dengan kami kamu tahu resikonya seperti apa?


Hamid berteriak dengan lantang


"saya siap menghadapi resikonya karena saya tidak mungkin berhadapan dengan ustadz Khalid manusia yang baik itu mana mungkin saya memuji mereka."


Tanpa disadari Hamid telah mengorbankan dirinya demi membuka rahasia rencana buruk yang akan dilakukan oleh perguruan kanuragan ini.


sebuah tendangan dahsyat dengan telak menghajar dada Hamid.


tubuh kami terpental jauh dari kalangan tarung derajat itu ia pun muntah darah kemudian pingsan.


Jakalana benar-benar murka menghadapi kenyataan seperti ini yang sebenarnya dia sendiri hatinya sendiri jiwanya sendiri tidak ikhlas tidak rela harus mengikuti semua perintah yang diminta oleh temannya Rojak.


tetapi ia harus melakukannya karena sudah terikat sumpah. sumpah mati dengan Rojak, untuk mewujudkan cita-citanya dengan cara seperti yang dilakukannya saat ini.


seluruh murid teriak takbir kemudian tiba-tiba mempunyai keberanian yang begitu besar melawan Jaka lelana.


tentu saja Jaka lelana kaget dengan pengkhianatan ini.


Jaka lelana merasa sedang dikhianati oleh para murid-muridnya.


Jaka lelana mengetahui ini adalah bahaya yang sangat besar kini ia merasa dirinya sama saja dengan memelihara harimau dan harimau ini sekarang sudah besar dan kuat kemudian menyerangnya.


dengan kemampuan ilmu yang sangat tinggi mengerahkan semua ilmu yang dimilikinya untuk menghindari serangan mereka murid-muridnya sendiri.


Jaka lelana menggibaskan tangannya dari tangan itu muncul kobaran api kemudian api itu menyerang mereka menghadang serangan mereka. para muridnya sendiri yang kini sudah bersatu karena kekecewaan yang begitu menyakitkan jiwa dan raga mereka.


suasana benar-benar kacau dan tidak bisa dikendalikan lagi.


pada saat kritis


juga Ratna


"sudahlah sampai di sini saja, akhiri semua petualanganmu Rojak dan kamu jakalana.


saya tahu kamu orang baik kamu cuma terpengaruh karena iming-iming Rojak yang licik itu.


kamu sebenarnya bisa menghabisi si Rojak sendiri tapi kamu sepertinya terhipnotis oleh si Rojak yang memang punya ilmu itu untuk mempengaruhi semua orang orang yang dianggapnya mampu membantu dia.


Bertobatlah ini semua sudah berakhir murid-muridmu sendiri memberontak setelah mengetahui bahwa apa yang akan mereka lakukan adalah untuk menyerang kami."


tiba-tiba dari pintu utama muncul Rojak dengan sebilah keris dia keluar kemudian, menyebutkan kerisnya ke arah ustadz Kholik.


ustadz Khalid segera menghindar kemudian kelima pendekar itu membuat barisan.


sentara murid-murid perguruan kanuragan itu menepi mereka masing-masing beranjak pergi meninggalkan lingkungan perguruan kanuragan itu yang kini


sedang menghadapi kehancurannya.


Jakalana sadarlah sehebat apapun ilmumu setangguh apapun tubuhmu setinggi apapun kemampuanmu menguasai semua alam demit dan alam siluman.


tapi perilakumu sudah keterlaluan kamu sudah terpedaya oleh dirimu sendiri akibat perilaku Rojak.


senjata keris yang dipegang oleh Rojak kini mulai membara ia pun berteriak mengarahkan kerisnya ke atas.


pada saat itu tiba-tiba muncul ratusan pasukan jin dengan wajah dan penampilan yang sangat menyeramkan.


mereka berteriak-teriak bersiap menyerang ustadz Kholik yang dibentengi oleh empat pendekar tangguh lainnya.


pertempuran sengit pun tidak bisa dielakkan lagi pertempuran antara manusia dengan jin dan juga demit yang penampilannya begitu mengerikan.


tentu hal ini hanya bisa dilihat oleh ustadz Kholik bersama teman-temannya.


sementara semua orang yang ada di lingkungan kanuraga perguruan kanuragan itu hanya mendengar suara-suara aneh sangat menakutkan bagi mereka yang mendengarnya.

__ADS_1


ustadz Kholik, Abah Joni, Dewi kuning, Rohmat dan Ratna.


yang sudah dibekali ilmu tingkat tinggi oleh para guru mereka.


kini mampu melihat dengan jelas ratusan jin dan juga demi lainnya yang akan segera menyerang mereka berlima.


kelima pendekar itu serempak bersujud kemudian mendoakan kepalanya secara bersamaan dengan tangan diangkat ke atas bersamaan terdengarlah gemuruh petir yang sangat dahsyat menghajar dan membakar ratusan jin yang siap menerjang itu.


petir itu begitu dahsyat menyambar tubuh mereka sehingga berkeping-keping kemudian hancur bagaikan tepung terigu yang dilemparkan ke atas.


jakalan nya hanya bisa diam dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kegalauan hati dan pikirannya menghadapi kenyataan yang tidak diduganya itu.


iya pun tidak mampu lagi membacakan mantranya untuk mendatangkan bala bantuan iblis serta jin jahat, seperti biasa yang ia lakukan selama ini untuk menakuti dan menggetarkan warga yang ada di desa Pabuaran.


kenapa karena Jaka lelana merasa bahwa selama ini ia telah berlaku salah membantu Rojak.


Rojak mengandalkan keris itu keris andalan terakhir dalam kehidupannya untuk membentengi dirinya cuma keris itulah yang selama ini bisa mempengaruhi orang semacam Jaka lelana.


keris itu adalah warisan dari bergola ijo, yang ia simpan dan hanya dikeluarkan hari ini ketika dirinya merasa terancam. konon keris bergola ijo itu bisa menundukkan kerajaan jin di manapun.


sehingga apapun yang diperintahkan oleh dirinya maka jin itu bisa menyerang siapa saja yang dikehendakinya.


5 pendekar yang kini terus berzikir berdoa dengan mengarahkan tangannya ke atas secara bersamaan terus menyerang jin yang nekat mendekati pendekar 5 yang dipimpin oleh Kholik.


kini murid-murid dari padepokan kanuragan hanya menjadi penonton mereka pun ikut berdoa membantu Kholik dengan teman-temannya agar mereka bisa membuka siapa sebenarnya Rojak dan bisa mengakhiri semua drama yang dilakukan oleh mereka berdua Rojak dan Jaka lelana.


suara raungan yang mengerikan terdengar di sana-sini.


Bagi para murid jakalana yang mereka hanya mendengar hanya suara, hingga di antara mereka ketakutan.


Tetapi segera disadarkan oleh teman-teman yang lainnya serta para guru-guru yang ada di situ untuk membantu membaca doa agar Kholik ustaz Kholik , Dewi kuning, Abah Joni, Rohmat dan Ratna diberikan kekuatan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.


untuk menghancurkan kezaliman manusia bernama Rozak yang selama ini menjadi buronan polisi itu.


kembali pertarungan terjadi Rojak kini sudah frustasi karena temannya Jaka lelana tidak mau berbuat apa-apa saat dirinya sedang menghadapi marabahaya yang besar Jaka lelana malah diam tidak berbuat apa-apa.


maka dengan sangat emosi Rojak mengarahkan kerisnya ke arah Jaka lelana.


tentu saja ustad khalik tahu itu akan membahayakan Jaka lelana.


maka dengan gerak cepat mengajak Dewi kuning bergerak bersama-sama menghadapi sinar cahaya merah yang akan menyerang Jaka lelana.


sebelum cahaya itu menerjang kulit dan tubuh Jaka lelana, kain selendang kuning milik Dewi kuning telah menghadangnya.


tapi kali ini Dewi kuning tidak mampu menahan sinar merah itu. selendangnya pun terbakar hangus dan tidak berbentuk lagi.


tawa Rojak begitu keras merasa bangga telah mengalahkan ilmunya Dewi kuning. Dewi kuning airnya berbalik ke belakang hatinya mulai ciut karena andalan senjata selendang kuning sudah tidak berbentuk lagi.


"tenang Dewi kuning Abah Joni Rohmat ambilkan air yang sudah saya siapkan di kendi itu. kemudian buka siramkan ke arah Rojak yang merata disiramkan juga ke tubuh yang ada di dekatnya itu... "


dengan gerakan sangat singkat karena Abah Juni sudah menguasai ilmu saipi angin yang bisa bergerak dengan sangat cepat kendi kendi yang dulu akan dibuang ke laut kidul itu ternyata disimpan oleh Kholik untuk menghadapi para jin dari kalangan mereka sendiri.


air yang disiramkan oleh Abah Joni dan Rohmat kini telah berwujud menjadi jin-jin juga.


tapi perwujudan jin yang keluar dari air kendi wujudnya putih seperti memakai jubah.


jubah jubah putih itu bergerak cepat melawan makhluk yang diperintah oleh rojak.


kini ada dua pertempuran antara Rojak dengan Kholik .Antara jin jin putih melawan jin jin hitam yang dikuasai raja.


hahaha kamu tidak akan mampu melawan cincin aku hai kolik lebih baik kamu menyerah daripada cincin putihmu itu kehabisan baterai lalu dilahap oleh jin-jin saya hahaha.


Rojak tertawa begitu renyah begitu bangga, justru pada kesempatan seperti itulah Ratna diperintahkan untuk menyerang mulut Rojak yang sedang tertawa itu dimasuki air dari dalam kendi yang lainnya.


Ratna melesat terbang ke atas kemudian mencipratkan air kendi ke mulut rojak yang sedang menganga karena tertawa.


keris bergola ijo yang dipegangnya terbakar setelah mendapat cipratan air dari kendi.


tubuh Rojak terhuyung seperti orang mabuk terus terhuyung-huyung kepalanya berputar-putar terus berputar-putar sepertinya ia sedang melawan jin-jin yang masuk dalam tubuhnya karena diciprati air dari dalam kendi saat ia tertawa.


kengerian pun terjadi, tubuh Rojak menjadi membesar bagaikan raksasa makin besar makin besar setinggi 10 meter.


kini suaranya bukan lagi sebagai rojak..... tapi suara raksasa bergola ijo yang bangkit kembali.

__ADS_1


sementara jin yang mengelilinginya kini sudah pergi, dan sebagian lagi hangus terbakar oleh cipratan air yang dilakukan oleh Abah Joni dan Rahmat tadi.


Bagaimana kisah kelanjutan ceritanya ?tunggu episode! selanjutnya ya...?


__ADS_2