
Gulungan benda yang mirip angin ****** beliung itu masih berputar-putar di sekitaran lahan pertanian milik Ratna. Rupanya belum berhenti sampai di situ gulungan itu juga menghancurkan beberapa pondok para pekerja yang dilewatinya, kecuali gubuk pandang tempat di mana Ratna berdiri di atas pondok yang paling tinggi ,yaitu menara pandang.
Ratna berusaha untuk sekuat tenaga agar tidak terkena putaran seperti angin ****** beliung ,yang ternyata isinya adalah ribuan pocong yang menyatu dan menggulung tempat itu .
Ratna membaca doa-doa yang telah diajarkan oleh Kholik selama ini.
Mahluk pocong itu pun tak bisa menyentuh tempat yang ditempati oleh Ratna di mana ia berdiri memandangi kejadian yang sungguh janggal itu.
Suara aneh teriakan-teriakan para pocong itu rupanya sedang kepanasan. Karena mantra-mantra yang dibacakan oleh Ratna dan Kholik yang sengaja memang menyerangnya ,dengan bertubi-tubi ke arah pocong tersebut. Tidak ya ,itu bukan suara angin tetapi suara teriakan dan suara gemuruh geraman-geraman para pocong yang ada di dalam gulungan kain putih ,yang membentuk seperti angin ****** beliung.
Dengan sekuat daya dan upaya Ratna dan kholik berusaha mengusir makhluk janggal makhluk astral yang muncul tiba-tiba di saat menjelang magrib itu.
Kholik pun ternyata ada di bawah ,di mana Ratna berdiri di atas gubuk pandang.
Demikian juga dengan Kholik ,ia pun membacakan mantra dan melemparkan ajian-ajian tertentu yang selama ini dipelajari untuk mengusir para makhluk jahat yang mengganggu.
Dengan dua kekuatan yang bersatu, akhirnya makhluk pocong itu pun terbakar .Cahaya api biru seketika membakar gulungan kumpulan pocong, menjadikan pocong-pocong kini menjadi arang, tetapi aneh, arang pocong seketika itu juga lenyap. Kejadian yang luar biasa dan hampir tidak pernah terlihat secara kasat mata oleh mata orang biasa seperti kita.
Ada ada saja yang dilakukan oleh mereka. Mereka yang iri dengki, dengan apa yang sedang dilakukan oleh Ratna dan Kholik di desa Pabuaran.Entah kiriman jahat dari mana lagi. Makhluk-makhluk aneh yang sengaja di kirim oleh orang-orang yang membenci Ratna dan Kholik .
Bahkan di tempat usahanya pun mereka tak peduli ,sepertinya memang ingin menghancurkan usaha dan upaya Ratna dimanapun dan apapun yang mereka lakukan.
Suara adzan berkumandang dari beberapa masjid dan Mushola yang ada di desa tersebut.
Suasana senja semakin mencekam. Para pekerjap sudah berkumpul kembali di aula tempat kumpul mereka, dengan perasaan yang masih mencekam dan ketakutan.
"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya pak ustad?.. kalau keadaan begini terus kami menjadi tidak tenang bekerja ,kami takut sekali pak ustad..."
Keluh kesah para pekerja yang bisa dimengerti oleh Kholik dan Ratna, karena memang, ini semua kejadian yang di luar nalarnya di luar nalar manusia biasa seperti mereka.
Ustadz Kholik berusaha untuk bisa menenangkan pikiran mereka bahwa itu semua adalah halusinasi dan tidak ada sebenarnya ,cuma pandangan sekilas saja yang mereka lihat buktinya mereka sudah pergi dan tidak bisa kembali lagi karena mereka sudah terbakar oleh kekuasaan Allah sendiri.
Setelah kejadian itu kholik memerintahkan kepada para pekerjanya untuk tidak bekerja sampai menjelang magrib.
__ADS_1
Kholik mengingatkan pada para pekerjanya.
"Ini adalah peringatan dari Allah, agar kita bisa memahami waktu ,dan menghormati waktu.Kapan harus beribadah dan kapan harus bekerja."
Para pekerja pun mengerti apa yang disampaikan oleh Kholik mereka menyadari bahwa waktu dibagi ada beberapa bagian, waktu sandikala adalah saat-saat yang tidak tepat untuk bekerja .Sandikala datangnya pada pukul 05.00 30 menit sampai dengan 7 30 menit.
dan waktu itu sudah termasuk waktu usai ashar ,menjelang maghrib tiba .Dan usai maghrib jelang isya. 3 waktu itulah yang membuat mereka para setan dan demit bisa melakukan apa saja untuk mengganggu manusia.
"Saudara-saudaraku teman-teman pekerja semua ,mulai besok ingatkan, ya.Jangan ada yang bekerja menjelang magrib. Saling ingat ingatkan jika ada yang masih bekerja ya teman-teman?"
Kemudian para pekerja itu mengikuti apa yang jadi arahkan Kholik ,mereka pun berkumpul di mushola untuk melakukan salat dan berdoa bersama untuk keselamatan mereka dan juga seluruh warga yang ikut bekerja. dengannya.
Sementara itu apa yang terjadi di Rumah tua.. Beberapa makhluk makhluk menampakkan diri dengan mewujudkan diri sebagai seorang wanita yang cantik-cantik mereka berjalan di pinggiran rumah tua itu ,menunggu para pedagang yang biasanya lewat di sekitaran jalan dekat rumah tua.
Dan benar saja ada abang-abang sate penjual sate madura yang melewati jalan tersebut ,kali ini sepertinya bukan orang yang dulu pernah melewati jalan dan julan di tempat tersebut Kelihatannya ini adalah orang baru yang baru saja berdagang dan melewati jalan di rumah tua itu. Dia mendengar dari orang ,katanya mereka kalau lewat jalan itu dagangannya pasti laku terjual.
Sehingga ketika mendengar kabar itu para penjual yang baru itu juga ingin membuktikan apakah benar bahwa di dekat rumah tua banyak pembelinya. Yang ingin makan sate saat usai waktu isya.
Abang Dodi begitu ceria karena melihat beberapa orang wanita cantik yang duduk di tepian jalan ,mereka asik sekali rupanya, bercengkrama bercanda dan yang membuatnya senang mereka memanggil-manggil bang Dodi.
"Ashiap... nona-nona cantik.. pakai lontong atau nasi nona-nona cantik?"
"Tidak usah pakai lontong bang. Dagingnya setengah matang ,ya?"
"Ok nona..".
Bang Dodi nampak senang sekali melihat banyaknya wanita cantik yang berbusana minim, iya berharap dan merasa dagangannya pasti akan habis malam ini. Hanya berjalan beberapa saat di depan rumah ini ramai banget ramai pengunjungnya.
Mereka sepertinya tertarik dengan dagangannya sate ayamnya .
Karena semua orang-orang yang ada di tepian rumah tersebut langsung menengok ke arah bang Dodi yang berkumis tebal seperti pak Raden zaman film si Unyil.
"Abang tidak takut lewat jalan sini..?"
__ADS_1
"Ah kenapa mesti takut, kan ada neng eneng semuanya cantik-cantik bahenol bahenol ,senang saya kenapa harus takut harusnya senang dagangan dibeli terhibur juga oleh neng neng yang cantik-cantik dan ramah-ramah ini.?"
Di antara wanita-wanita cantik yang belum dikenalnya itu saling pandang sambil tersenyum ,kalau mereka saling pandang kelihatan sinis atau mengerikan, tapi kalau dilihat oleh bang Dodi mereka tersenyum ramah menyenangkan.
Bang Dodi asik melayani dan diantara sate yang sudah masak disiapkan untuk disajikan kepada mereka yang memesan.
Suasana malam semakin terasa beda terasa udara aneh yang melintas dan hanya di sekitaran situ saja.
Seharusnya ada udara panas ,karena ada bara api yang dikipas-kipas untuk membakar daging sate. Karena ada bara api .
Harusnya terasa panas atau setidaknya terasa hangat. Akibat ada bara api yang di kipas-kipas kan untuk membakar sate. Tapi kali ini bang Dodi tidak merasakan panas, itu yang membuatnya heran.
"Nama abang siapa boleh dong kenalan..". Seorang wanita cantik berbusana warna hijau tua , dengan model baju ketat, memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya, sungguh membuat dirinya tarik nafas saat melihatnya.
Ia mendekati bang Dodi kemudian mengajaknya bicara..
"Abang berani bener ,kata orang disini sering banyak hantu. dan sering mengganggu orang yang lewat sini. Mereka banyak yang ketakutan,katanya di tempat ini angker. kok Abang berani ya ,hebat deh''..
Bang Dodi cuma menjawab dengan senyum seolah sepelekan keadaan yang sebenarnya.
"Ah... saya ini kan orang Madura ,saya tahu persis mana hantu dan mana yang bukan. Kalau diganggu hantu ,saya kan punya celurit keramat. Saya tebas aja itu hantu-hantu .iya nggak neng, hahaha.." Selorohnya. Dodi merasa percaya diri.
Wanita-wanita cantik yang mendengar omongan bang Dodi langsung tertawa cekikikan, bahkan suara tertawanya cekikikan tertawanya begitu mengerikan dan suasana itu mulai terasa oleh Dodi bahwa suara itu bukan suara biasa.
Mungkin juga khodam yang ada di celurit keramat, yang di bawahnya itu mulai memberi sinyal bahwa yang dihadapinya adalah bukan manusia biasa.
Benar saja ,celurit itu bergerak-gerak dari sarangnya .Dan pikiranserta tubuh Dodi mulai terasa sadar, bahwa ada sesuatu yang janggal sejak tadi terjadi ,tetapi ia tidak peduli padahal sudah diberikan sinyal oleh khodam celurit yang ada di dalam kotak gerobak sate nya.
"Astaghfirullahaladzim jadi benar ini kalian ini bukan manusia..." Abang penjual sate bernama Dodi yang berkumis tebal itupun beranjak menjauh dan meninggalkan gerobak Ia memegang celurit keramatnya menghadapi mereka...
Wanita wanita cantik yang tadi dilihatnya kini telah berubah wujud aslinya wajah mereka nampak mengerikan dan bibir mereka merah serta bertaring. Mereka tertawa-tawa dan terus tertawa mengelilingi bang Dodi
Kini Dodi sadar sepenuhnya, ia pun harus bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan yang akan dilakukan oleh makhluk-makhluk brengsek itu.
__ADS_1
"Bang mana satenya kok malah ngamuk-ngamuk...hihihihihi ...