KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 7


__ADS_3

Bi Umi baru ingat bahwa di rumah tua itu memang terkenal angker sejak sepeninggal ayah Rina.


'Neng Rina.. saya sebenarnya tau bahwa rumah neng itu angker. Saya tau sedikit riwayat rumah itu ,dulu waktu saya masih kecil neng?. pemiliknya seorang Carik. Dia tampan dan sangat disegani oleh semua orang. Kharismanya luar biasa.. sayangnya dia lacur alias suka main perempuan.Rumah itu saksi bisu kebiadaban Pak carik. rumah itu seperti tempat mesum layaknya. Banyak wanita jadi korban . Tapi selanjutnya pak carik terpelet oleh seorang Janda cantik pintar dan kaya neng. Janda cantik itu telah merubah sikap dan prilaku pak carik. Pak carik jadi sangat patuh pada isterinya.boleh dikatakan pak carik itu jadi berubah total,prilakunya.. alias suami takut isteri. belakangan.diletahui bahwa Harta kekayaan dan kejayaan pak carik selama ini ternyata dimodali oleh janda cantik itu. Makanya pak carik jadii jatuh harga dirinya. Ia terlibat hutang dengan janda yang jadi isterinya itu. Suatu hari pak carik marah dan sangat marah pada isterinya. karena isterinya melayani anak buah pak carik di tempat tidur. Tapi ga digubris sama isterinya. bahkan konon pegawai pak carik itu malah makin brani melayani isterinya di depan mata pak carik. Akhirnyanpak carik stres .Suati hari Warga sekitar rumah dihebohkan dengan penemuan mayat isteri pak carik di kandang ayam.Sementara pak carik sendiri menggantung diri di tengah rumahnya. Ditemukan juga Anak buah pak carik yang mati mengenaskan dengan hilangnya barang pribadi anak buah pak carik.anunya ditemukan di mulut isterinya.Rumah itu dihebohkan dengan berita pembunuhan dan kematian pak carik secara mengenaskan. Beberapa tahun kemudian ayahmu membeli rumahb dan pekarangan itu.".


Tutur cerita Bu umi sedikit membuka gambaran latar belakang Rumah tua itu.


Ratna tertegun sejenak mendengar kisah tentang latar belakang rumah tua itu.


" Jadi mungkin itu yang menyebabkan Rumah tua itu jadi angker?.ya Bi?" tanya Rratna.. matanya menampakan rasa takut.


"Semua mayatnya pak.Ustad kholik yang merawat semua mayat mayat itu..Karena warga biasa tak ada yang mau dan berani memulasara makam mayat mereka".


Anggapan orang sini mayat denga latar belakang perjinahan najis hukumnya menyentuh.mayat yang mati akibat maksiat.Tapi pak ustad ga peduli dengan sikap warga dia tetap melakukanya. sebatas.prikemanusiaan kata pak ustad kholiÄ·.


"Bi saya jadi takut tinggal dirumah itu?.".kata Ratna sambil.menutup Pintu kamar Bi Umi.


Malam.makin mencekam Mereka tak.berani keluar rumah. sampai terdengar adzan subuh.


Ustad kolik terbenti sejenak.langkahnya saat melewati rumah tua milik ayah Ratna. Tatapanya menerawqng keseluruh penjuru pekarangan..Ia.mencium ada bau genderwo tapi sudah berkurang.


Ia geleng geleng kepala dan tetap.mela jutkan niatnya untuk sholat berjamaah di musholah.


Serelah matahari sudah berada diatas pepohonan Ratna mengajak bu umi untuk m3nengoknkeadaan rumahnya mengingat disana ada tamunya. Bu Dewi kuning. tapi sebelum ia sempat keluarvrumah Bu umi ada pesan whatsaap masuk. katanya Bu Dewi kuning sudah pulang dan rumah. Ia menjelaskan bahwa rumahnya masih belum aman untuk di tempati.?


Bu umi memandang penuh iba pada ratna.


"Ya sudah ..neng Ratna sementara tinggal sama saya dan anak bungsu saya saja. akukan dah ga da suami neng.?.. kebetulan ada kamar kosong. anak laki saya pergi merantau . itu bisa di tempati sama neng dulu. Kan dulu juga saya babyak di banti sama almarhum ayah mu.neng". Mendengar ajakan itu tentu saja Ratna.sangat senang. Karena ia benar benarvtakut dan masihbtrauma dengan kejadian yang dialaminya jumat kliwon bulan lalu?.


"Terima kasih Bi Umi. saya mo ambil barang saya dulu di rumah itu bisa temani saya ya Bi?".Ajak Ratna sambil.memeluk bi Umi.tanda rasa terima kasih.


Bi umi yang usianya 30 puluh tahun lebih tua dari ratna tersenyum tulus. dan merasa senang bisa membantu Ratna . anak mantan Juraganya dulu.


Ratna membawa varang barang secukupnya yang ada di kamarnya. Sidana sini nampak bekas belas ritual Bu Dewi semalam.

__ADS_1


Padahal siang haribtawa hawa di rumah ini dingin dan aura misteri masih terasa.


Untuk.menghilangkan stress .. Ratna mengajak jalan jalan bi umi dan anak bungsunya Adit. masih berusia 10 tahun. Merka berkeliling kota dan mapir dibeberapa tempat wisata.


Taman kota Cirebon memang kelihatanya indah dan asri. Ratna.memarkir Sedan bya dibtepian taman. Bi umi dan anaknya nampak senang mereka berselfie di beberapa spot sudut sudut taman kota.


Telpon Ratna berdering panggilan whatsapp.


"Eh kamu mas tumben telpon? gimana apa kabarmu.kok baru hubungi.?".


'Saya minder sama ibu. kan saya bawahan?.?" jawab suara laki laki muda berwajah tampan.Veno namanya.


" Sekarang kan aku orang biasa Ven. biasa aja lah. kamu kerja dimana sekarang..katanya kamu pulang kampung?"


"Iya Mbk saya pulkam aja.lah urusin usaha kecil peternakan bebek aku aja.hahaha.."


Perbincangam mereka nampak Akrab dan bebas bercanda. Tidak seperti 2 tahun lalu. saat Ratna masih jadi manajer di tempatnya kerja.


Veno yang sebenarnya naksir berat sama Ratna tapi ga berani menyampaikan. rasanya tertunda dan terganjal karena hubungan nya merasaterbatasi oleh jabatan Ratna.


Mendengar pertanyaan itu . Ratna langsung.. terdiam beberapa saat.


" Mungkin aku belum ada yang mau kali..mas. akukan sudah tua. dan udah ga pantas pacaran lagi hehehe.."


"


" Aku juga dah bosen sendiri terus mbk.. kaya nya gimana gitu?..."


Perbincangan.merka.berlanjut pada hal2 yang bersifat pribadi.


tapi sepertinya Ratna.masih belum terpancing untuk menjadi pacar Veno.


karena Veno masih terlalu muda jauh dibawah 5 tahun umurnya..

__ADS_1


Ratnapun masih mengangap aveno hanya teman saja.


Pak ustad kholik Hari ini mengantar ponakanya Rida umur 5 tahun yang ngotot ba get mo diantar ke tama kota. akhirnya ia mengantarkan ponakanya dengan Mobil avanzanya. Ada beberapa santrinya yang ikut melihat Ratna sedang menelpon. lalu..


"Pak Ustad liat tuh siapa hayo..? hahaha itu bu Ratna yang pak ustad tanyakan kemarin ..katanya Bu Ratna canymtik apa ga? hahaha ayo pak ustad dekati??"


"Mana ...yul?" tanya Pak Ustad Kholik pada Yulianto Satri yang di ajak jalan.


"ituu...yang aju hijau?.". kesana yuk Pak ustad.


"ok siapa takut.."


"Asyiik..pak ustad udah mulai jatuh cintrong ya...hahahaha..." Yuli meledek guru ngajinya. lalu menarik lengan pak Ustad mendekati Bu Ratna. Di sebuah bangku taman.


"Hay pak ustad..wah.liburan juga ya pak?"


Sapa Ratna ketika pak melihat kehadiran pak Ustad Kholik didepanya.


" Iya ni ajak.ponakan yang kepenhen diajak.jalan . Bu ratna sama.siapa?" Tanya Pak ustad sambil menwrima jabat tangan Ratna.


"Saya ditemani Bi Umi. tuh sama.anak bungsunya.".


Tatapan mata Ratna kelihatan.letih ustad kholik menerka pasti Ratna.kurang istirahat?


"Maaf bubRatna keliatanya lelah bangetvya keliatan matanya agak.merah kurang tidur apa gimana..hehehe maf nebak nebak saja.".


"Iya pak..saya lelah banget ada banyak masalh yang bikin ousing ga bis tidur jadinya."


"Maaf bu soal Rumah ibu ya?"


"iya pak ustad..gimana dong saya jadi merasa terganggu..".


"Saya sudah dengar dari pengaduan warga.Nanti sore atau malam ibu silahkan datang ke.musholah nanyi kita rembuk sama warga ya bu? insya allah kami bantu masalh ibu dngan Rumah Tua itu."

__ADS_1


"Oya..pak ustad terima.kasih sebelumnya insya allah saya datang".


"Oya bu.saya.pulang duluan ya.kasian po akan sepertinya sudah cape.".


__ADS_2