KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 52


__ADS_3

Keris yang dipegang oleh Rojak kini berkobar-kobar bagaikan api neraka. Suaranya sangat aneh,bergemuruh dan wujudnya kini sudah berubah menjadi manusia batu yang menyala-nyala.Layaknya lahar yang menggumpal.


Seluruh anggota murid mereka yang tadi tak bisa melihat mahluk Astral kini mereka bisa melihat nyata bahwa ada perubahan wujud tubuh Rojak.


Rojak yang sedang dirasuki iblis kini mulai menyasar ,menyerang siapa saja yang ada di dekatnya.


"Hahaha ternyata kalian semuanya adalah penghianat kalian wajib mati hari ini atau aku yang hancur untuk selama-lamanya ini adalah pertaruhan terakhir hidup saya. menghadapi manusia-manusia curang seperti kalian."


Kholik Abah joni Dewi kuning Rahmat dan Ratna.


mereka bersiap menyatukan diri menyatukan tekad menyatukan niat membasmi maksiat.


Tubuh mereka bagai terikat kencang oleh sebuah kekuatan yang dahsyat,Dengan sikap kuda kuda.


Sambil terus membaca doa juga mantra yang mereka kuasai, menurut kepercayaannya.


kain selendang kuning yang menjadi kebanggaan Dewi kuning telah tiada karena sudah terbakar hancur oleh ilmu yang lebih tinggi yang dimiliki oleh rojak.


Manusia titisan iblis bergola ijo dari kawah gunung Ciremai itu sudah bangkit kembali .


Rupanya selama ini arwah bergola ijo bersemayam di keris itu.


Sepertinya Rojak dan keris bergola ijo memang sedang menunggu momentum yang pas untuk menghadapi musuh-musuhnya.


Dan ia pun gagal membuat sebuah kekuatan yang diharapkan bisa bekerja sama dengan temannya Jaka lelana.


Akibat kelalayanya sendiri yang juga tidak diterimanya sebagai kesalahan.


Sebaliknya Jaka lelana merasa sakit hati dan sangat kecewa dengan pendirian Rojak yang memang keras kepala dan sulit dirubah ,atau merubah perilakunya. Teman kecilnya itu memang benar-benar manusia durjana.


Sebagai manusia biasa, walaupun dia bisa melakukan apa saja untuk menghancurkan orang yang dianggap musuh-musuhnya, Ia punya ilmu Penakluk siluman.Bisa saja ia bekerja sama dengan makhluk gaib peliharaannya.


Tapi tentu saja tidak semua makhluk itu mau berbuat berlebih-lebihan terhadap manusia yang memang tidak berdosa.


Apalagi dia adalah orang suci yang menjunjung tinggi akidah dan kehormatan manusia.


"Cukup sudah wahai titisan bergola ijo, kau Rojak wujud nyata dari seorang manusia yang sudah berubah menjadi siluman.


perilakumu sudah sangat keterlaluan saya manusia biasa seperti musuh-musuh kamu juga. Rojak mereka manusia biasa yang sebenarnya tidak punya dosa dan tidak ada masalah dengan kamu.


Hanya karena perilakumu itu mereka terpaksa melawanmu termasuk sekarang aku bertaruh demi nama besarmu tapi itu semua cuma masa lalu.Kau memang manusia iblis biadab!!".


Perubahan sikap Jaka Lana yang kecewa.


kini ia pun bergantung pada nasibnya sendiri, iya akan diam jika Rojak tidak menyerang anak buahnya atau menyerang dirinya.


Tetapi jika Rojak menyerangnya juga ,apalagi sampai menyerang anak buahnya dan berniat menghancurkan perguruan dengan cara membunuh anak buahnya, iya bertekad untuk melawan.


"Hahaha rupanya kalian sudah menjadi cacing-cacing yang kepanasan, berarti saya harus ******* kalian ,Denan tanganku sendiri.Kalian akan ku jadikan tumbal kawah gunung Ciremai..Hahahaha."


Manusia batu itu kemudian menyerang siapapun yang ada di dekatnya tidak terkecuali anak murid perguruan yang dipimpin oleh jakalelana. Akhirnya


hal ini kejadian juga, Jaka lelana harus berpihak kepada ustadz Kholik.

__ADS_1


Kekuatan maha dahsyat menyatu menjadi satu enam orang itu kini sudah bersiap menghadapi Rojak yang sudah berubah wujud menjadi Bergola ijo.


Seluruh ruangan di perguruan itu terasa panas akibat pancaran cahaya api yang dipancarkan dari tubuh bergola ijo yang menyambar siapa saja yang berada di dekatnya.


"Anak-anakku kalian keluar dari lokasi ini jangan ada yang mendekat makhluk itu sangat berbahaya buat kita semua untuk itu kalian segera bersembunyi menyelamatkan diri masing-masing"


Teriak oerintah Jaka lelana kepada seluruh anak muridnya, yang memang sudah sangat ketakutan dari sejak tadi.


Ratusan anak murid yang tadi sudah bersiap-siap untuk lari meninggalkan lokasi, kini lari blingsatan mencari tempat perlindungan. Bahkan mereka lari meninggalkan tempat pertempuran antara Rojak bergola ijo melawan para pendekar yang dipimpin oleh ustadz Kholik.


Kenam manusia itu kini menyatu membuat sebuah kekuatan berupa dinding cahaya biru. Cahaya melingkari tubuh mereka.


gemuruh suara pekikan dan lengkingan dari para jin yang menyerang, mereka terdengar terpental dan terbakar hangus sangat mengerikan.


Rupanya bergola ijo masih mempunyai murid-murid di belakangnya ratusan makhluk dengan bentuk tubuh yang tidak layak seperti makhluk manusia ataupun binatang yang ada di dunia ini.


Mereka didatangkan langsung dari kawah gunung Ciremai mengikuti sang bergola ijo.


Ratusan jin yang melayang terbang menyerang 6 pendekar yang kini sudah dibentengi oleh cahaya sinar biru jadi kebal dari serangan siluman yang bertampang jelek.


Siluman itu terkapar terbakar dan hangus tak berbekas ketika melewati ,mencoba menyerang cahaya biru yang menjadi tameng ke-6 pendekar sakti itu.


Rojak atau Bergola ijo,sangat kecewa karena pengikutnya satu persatu terbakar dan hangus sehingga hanya beberapa siluman saja, yang tersisa .Mereka mencoba melarikan diri.


Karena tidak mampu menembus dinding cahaya biru sebagai pagar Tameng, yang memagari keenam pendekar sakti itu.Jaka lelana


"Wahahaha ternyata kalian hebat tapi kehebatanmu gak ada apa-apanya ,aku akan ******* semua tubuh yang ada di sini dan kau yang lebih dulu Kholik kau harus mampus di tanganku Ratna kau harus jadi pengikutku.


wirid dan bacaan mantra sudah dilakukan oleh ribuan orang yang berada di beberapa tempat ibadah masjid mushola dan beberapa pondok pesantren yang ada di sekitar dikompakan untuk membacakan doa tolak bala dan kali ini mereka sudah bergerak mengirimkan doa itu khusus untuk menghadapi bergola ijo. yang tidak akan mungkin bisa dihancurkan oleh apapun alat-alat perang sekalipun tidak akan bisa menganjurkan makhluk yang bernama bergola ijo itu kecuali doa dan wirid yang khusyuk dikhususkan untuk menghancurkan kebatilan dari kejahatan siluman siluman yang berasal dari kawah gunung Ciremai.


apalagi kini dia harus mendengar suara-suara ayat suci Alquran dan juga doa-doa yang lain yang dipanjatkan oleh seluruh pemeluk agama yang ada di wilayah desa Pabuaran.


mereka kompak membacakan doa-doa tolak balak versi agama mereka masing-masing.


makhluk ini adalah raja raja iblis yang sangat sakti mandraguna .


pengaruh dari doa tolak bala itu sangat ampuh, dari berbagai penjuru mata angin doa itu menyerang bagaikan angin ****** beliung yang berhawa sangat panas lebih panas api lahar gunung Ciremai.


keenam orang yang dipimpin oleh ustad Kholik, tetap bertahan di balik dinding cahaya biru yang melingkar di tubuhnya.


hanya dengan cara seperti itu mereka bertahan agar terhindar dari serangan yang begitu dahsyat hampir-hampir saja dinding berwarna biru itu jebol dan bisa mencelakai mereka yang ada di dalamnya.


tapi berkat doa tolak bala yang dilakukan oleh seluruh warga masyarakat yang saat itu sudah mendapatkan perintah dari khalik akhirnya bergola ijo pun tidak mampu lagi bertahan lama, Ia terjatuh terjungkal. berguling-guling sambil berteriak-teriak seakan meregang nyawa ,suaranya seakan memecahkan gendang telinga bagi mereka yang mendengarnya.


Angin ****** beliung yang sangat panas itu kini sudah membalut tubuh bergola ijo.


Dengan suaranya yang bergemuruh begitu panjang angin ****** beliung yang dikirim dari beberapa doa tolak bala itu telah membekukan beberapa sendi di dalam tubuh makhluk tinggi besar yang bernama bergola ijo.


angin ****** beliung yang sangat panas itu mulai mengikat kaki dan masuk ke dalam pori-pori kaki bergola ijo.


Dahsyat, walaupun angin ****** beliung itu terasa panas, tetapi saat memasuki pori-pori kulit bergola ijo menjadi membeku.


bekunya melebihi salju sangat keras dan sangat dingin dirasakan oleh Rojak yang kini telah menjelma menjadi bergola ijo itu.

__ADS_1


makhluk menyeramkan itu mencoba melawan menggerakan kakinya untuk menendang tetapi ternyata kaki itu telah membeku menjadi kristal es.


angin yang berbentuk seperti ****** beliung yang meliuk-liuk kini menyerang di bagian dada bergola ijo makin gelagapan dia sudah tidak mampu lagi berkoar-koar dengan suara yang menyeramkan.


kekuatan doa tolak bala itu telah melumpuhkan kesaktian dan kedigdayaan sang bergola ijo makhluk yang keluar dari kawah gunung Ciremai kini telah menjadi patung es yang beku.


tamat sudah riwayat kehidupan Rojak terkubur dalam batu es.


dengan kekuatan yang super dahsyat ke-6 orang pendekar itu


serentak mendorong cahaya biru yang melingkarinya untuk menyerang bergola ijo yang di dalamnya terdapat tubuh Rojak yang sudah membeku. cahaya biru itu melingkari wujud patung es bergola ijo.


dan pada akhirnya patung batu es itu mencair.


"rahmat dan Abah Joni juga Dewi kuning. buatkan parit untuk mengalirkan air itu ke dalam drum yang sudah kita siapkan."


"baik ustad kami laksanakan lalu setelah itu drum itu diapakan!"


"setelah airnya masuk ke dalam drum yakinkan airnya sudah masuk semua ke dalam drum, lalu ditutup ,dan di las.Supaya tidak bocor. kita buang air itu ke tengah lautan laut kidul dikirim ke nyi Roro."


semua perintah ustaz Khalid dilaksanakan dengan semaksimal mungkin mereka bersemangat mereka bertekad untuk benar-benar melenyapkan kezaliman yang bersumber dari Rojak yang telah berubah wujud menjadi bergola ijo.


pembacaan surat Fatihah bergema di mana-mana .


Sebagai tanda akhir dari doa tolak bala yang mereka lakukan untuk mendukung perjuangan dan kerja kerasnya pendekar ustadz kholik beserta ke lima pendekar tangguh lainya .


tamat sudah perilaku Rojak.


tamat sudah kezaliman dari manusia bernama Rojak itu.


seluruh murid perguruan elang hitam yang dipimpin oleh Jaka lelana kembali berkumpul mengucap rasa syukur yang disampaikan dipanjatkan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.


anak buah Jaka lelana berlarian mendekati sang Mahaguru yang jadi kebanggaannya.


mereka pun saling berpelukan tanda rasa bangga dan bahagia karena sudah terbebas dari segala marabahaya yang hampir saja meluluhlantakkan perguruan silat yang sudah dibangunnya bertahun lamanya.


wajah-wajah mereka yang tadi terlihat tegang dan sangat ketakutan kini berubah menjadi wajah yang ceria cerah bahagia terbebas dari segala malapetaka yang hampir saja menghancurkan semuanya.


Jaka lelana pun mendekati ustadz


Kholik,dan pendekar lainya.


sambil menundukkan wajah Jaka lelana menyodorkan tangannya sebagai tanda untuk memohon maaf kepada semua pendekar hebat yang terlibat dalam peristiwa siang itu.


"terima kasih kang mas ustad, terima kasih Abah Joni, terima kasih Dewi kuning, terima kasih Rahmat, terima kasih juga padamu Ratna. saya pribadi sebagai pengasuh perguruan kanuragan elang hitam mengucapkan mohon maaf kepada bapak-bapak dan ibu-ibu warga desa Pabuaran terutama untuk keluarga ustadz dan ibu Ratna. sesungguhnya kami sangat berdosa melakukan semua itu kepada kalian yang tidak berdosa. Dan inilah puncaknya Alhamdulillah saya sadar sepenuhnya bahwa saya sedang diperbudak oleh makhluk bernama bergola ijo yang mewujudkan diri pada tubuh Rojak."


Alhamdulillah amin amin amin amin..


seluruh anak buah dan juga warga masyarakat yang berbondong-bondong datang ke lokasi perguruan itu sangat terheran heran. dengan didengarnya ada suara bergemuruh juga teriakan-teriakan seperti teriakan hantu, tapi mereka tidak melihatnya cuma terdengar suara angin ****** beliung arahnya dari lokasi perguruan kanuragan elang hitam.


makanya ada beberapa warga yang memberanikan diri datang untuk bisa melihat kejadian yang sebenarnya.


"Aya naon sih sebenarnya.? seperti ada bencana alam angin ****** beliung, dan suaranya dari sini dari perguruan kanuragan elang hitam ini ah jadi penasaran kita gedor aja pintunya yuk teman-teman."

__ADS_1


teriak mang Oman beserta teman-teman yang lainnya , setelah mereka selesai membacakan doa tolak bala dari masjid desa Pabuaran. berbondong-bondong mereka nekat datangi.


perguruan kanuragan elang hitam.


__ADS_2