
Suara-suara aneh kembali memengakkan telinga bagi mereka yang mendengarnya, hingga Dewi kuning menjerit mengeluarkan suara tenaga dalamnya sambil memerintahkan agar mereka tenang. memang di antara mereka belum tahu siapa itu Dewi kuning mereka berteriak-teriak seolah-olah menakut-nakuti Dewi kuning, karena mereka memang tidak tahu siapa itu Dewi kuning yang ada di atas batu itu.
Gruno sebagai pimpinannya kemudian melesat di udara sambil berteriak dengan bahasa yang hanya dimengerti oleh bangsa mereka menyampaikan bahwa yang ada di atas batu itu adalah pimpinannya yang baru.
Yang akan membawa kedamaian dalam kehidupan mereka, mereka juga selama ini sadar mereka hanya dipermainkan oleh Jaka Lana dan Rojak.
Dengan ilmu penguasaan alam gaib yang sempurna ,yang dimiliki oleh jakalana dan juga Rojak mereka akhirnya terpengaruh sehingga mereka mengikuti apa saja yang diinginkan oleh mereka berdua.
Pdahal sejatinya mereka juga tidak paham apa yang harus mereka lakukan dengan perintah-perintah yang diberikan oleh Rojak dan jakalana.
Maka dari itu ia pun menempati rumah tua itu yang memang tempatnya nyaman dan apa yang ingin dilakukan di sana bebas mendapatkan apa saja,
Aura rumah tua itu memang cocok untuk mereka tinggali, sepertinya di sana banyak sekali hal-hal yang mereka inginkan terlaksana dan dengan mudah mendapatkannya walaupun resikonya mereka kini diusir oleh warga dengan doa-doa istighosahnya.
Entah kenapa mereka pun kini berada di suatu tempat yang mereka juga tidak tahu untuk apa lagi mereka berpindah di tempat di lembah yang begitu indah sebenarnya untuk dikunjungi oleh manusia biasa tapi malah justru dijadikan tempat mereka berkumpul di sini.
Dengan teriakan lantang dengan menggunakan bahasa gaib yang dimiliki oleh Dewi kuning akhirnya mereka mau mendengarkan apa yang disampaikan oleh Dewi kuning dengan segala tujuan yang seperti perjanjian dengan Gruno yang pada akhirnya akan membuat mereka hidup lebih nyaman di alam mereka. mereka diperintahkan berkumpul di situ adalah untuk disembunyikan agar tidak terdeteksi oleh makhluk-makhluk lain yang diperintah oleh jakalana dan Rojak.
''Saya menjamin keselamatan kalian ,hai warga genderuwo dan juga tuyul serta kuntilanak .yang sekarang berada di lembah ini. Dengarkan kata-kata saya kalian cuma diperalat oleh kelakuan jahat kalian sebenarnya juga ingin hidup tenang bukan di alam kalian?
Kalian cuma dipengaruhi oleh penguasaan ilmu gaib yang sempurna sekarang kalian bebas kalian sudah mempunyai pimpinan baru yang akan mengarahkan kehidupan kalian yang sebenarnya sehingga kalian tidak akan mengganggu dan terganggu oleh kehidupan kami sebagai manusia biasa.".
Seketika itu setelah mendengar pidato dari Dewi kuning mereka bersorak-sorai mereka sepertinya sedang berbahagia karena mendapatkan orang yang bisa mengarahkan dalam kehidupan mereka yang sesuai dengan kehidupan alam mereka.
__ADS_1
Dewi kuning kemudian menebarkan selendangnya kembali yang dilihat oleh para genderuwo itu Dewi kuning sedang menebarkan makanan kesukaan mereka mereka berpesta pora dengan makanan yang dilemparkan oleh Dewi kuning entah makanan seperti apa yang kita lihat sebagai manusia biasa tentu saja tidak bisa melihat makanan apa yang dilemparkan oleh Dewi kuning itu atau jenisnya seperti apa hanya Dewi kuning dan para genderuwo itu serta kuntilanak dan juga tuyul yang bisa melihat jenis bahan makanan kesukaan mereka.
Dewi kuning ini ,sengaja mensuplai semua kebutuhan mereka untuk beberapa hari kedepan setelah misi yang akan dilaksanakan bersama teman-temannya ,Abah Jono Kholik dan Ratna juga teman-teman anak-anak pondok pesantren yang lain ,untuk bertempur habis-habisan secara gaib ataupun secara nyata, untuk menghancurkan perguruan jahat yang dipimpin oleh jakalana dan Rojak.detelah mereka tenang dan setelah mereka mendapatkan makanan kesukaan mereka dan juga bahan-bahan makanan lain yang sudah dipersiapkan oleh Dewi kuning tadi mereka pun benar-benar berada dalam ketenangan sesuai dengan harapan dan kehidupan mereka di alam mereka.
Walaupun mereka tahu apa risiko yang akan mereka dapatkan jika sampai ketahuan oleh makhluk-makhluk jahat yang lain yang diutus oleh Jaka Lana dan rojak.
Hall ini tentu saja sudah diantisipasi oleh Dewi kuning, hingga ia pun memasang pagar gaib yang ada di sekitaran lembah itu sehingga tidak akan terlihat oleh siapapun tak terkecuali makhluk-makhluk astral lain yang diperintah oleh rojak dan jakalana.
Situasi dan kondisinya kali ini sudah benar-benar terjaga rapi. Sesuai rencana yang dilakukan oleh kelompok ustadz Kholik dan Dewi kuning mereka telah mempersiapkan semuanya untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dan tidak mungkin tidak pasti ada korban entah itu dari pihak kolik ataupun dari pihak Rojak yang jelas ini adalah pertempuran yang maha dahsyat secara gaib dan secara fisik.
Walaupun pihak dari Kholik , pihak ustadz Khaliq mengusahakan untuk bertempur lewat jalur gaib sehingga tidak terlihat nyata oleh mata orang-orang yang ada di sekitarnya.
Karena jika sampai kelihatan oleh mata dengan cara bertempur dengan fisik tentu saja akan sangat meresahkan kehidupan warga yang ada di sana.
Dewi kuning melesat kembali terbang ke atas bukit dan menghilang di balik gelapnya malam.
sementara di beberapa surau dan juga masjid yang ada di desa Pabuaran lor merasa bahagia jamaahnya merasa bahagia lega karena istiqosah yang dilakukannya berhasil mengusir seluruh jin-jin ataupun genderuwo kuntilanak dan juga tuyul yang ada di rumah tua itu.
Hanya ustadz Khalid yang mengetahui bahwa sesungguhnya yang membawa seluruh makhluk-makhluk aneh makhluk astral yang ada di rumah tuanya itu dibawa oleh Dewi kuning dia tahu persis apa yang dilakukan oleh Dewi kuning lewat komunikasi gaib yang dilakukannya.
Tentu saja dia tidak menceritakan hal itu pada seluruh jamaah yang dia pimpin.
Ia hanya menceritakan bahwa apa yang disampaikannya malam ini apa yang dipanjatkannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala malam ini sukses dan rumah tua itu sekarang sudah netral kembali.
__ADS_1
"Maaf ustadz Kholik apa yang akan kita lakukan selanjutnya setelah rumah itu kosong kembali ustad, kita bersyukur rumah itu kosong oleh penghuni-penghuni jahat yang biasanya mengganggu warga masyarakat. sekarang sudah tidak ada lagi lalu apa rencana selanjutnya pak ustad. seperti yang ustaz katakan bahwa ternyata mereka adalah kiriman apakah kita juga akan membiarkan mereka yang terus mengirim ke sana ustad?"
Rohmat sesepuh santri yang sudah cukup ilmu kanuragan yang diturunkan dari kholik dan orang tua angkat sekaligus guru besar Kholik.
Mempertanyakan rencana selanjutnya.
"Rahmat untuk hal ini ,rencana ini kita tidak akan melibatkan orang-orang atau apalagi warga. Hanya kita-kita saja yang telah belajar ilmunya ,yang telah menguasai ilmunya.Barkan anak-anak tidak ikut dulu. kita-kita saja orang-orang tua .Nanti juga Mama guru akan mendatangkan beberapa santrinya untuk membantu doa yang penting pada saatnya nanti warga dikumpulkan di masjid untuk membaca istighosah seperti malam ini."
jawab Kholik sambil memegangi pundak Rahmat yang tertunduk penuh rasa hormat kepada sang ustad.
"Baiklah kalau begitu pak ustad ,saya menunggu perintah dari pak ustad saya akan patuhi semua insya Allah"
suasana hening sejenak anak-anak santri yang lain sudah pergi meninggalkan masjid untuk beristirahat di rumah mereka masing-masing demikian juga warga yang tadi mengikuti kegiatan istighosah sudah pulang ke rumah masing-masing mereka begitu patuh dengan semua yang diperintahkan oleh Kholik sang ustad karismatik itu.
malam berlalu dengan begitu cepat suara-suara yang biasanya terdengar menyeramkan dan aneh-aneh di rumah tua itu kini sudah tidak terdengar lagi.
Ratna mendekati sang ustad yang menitikkan air mata ,
" terima kasih suamiku kau benar-benar pahlawanku terima kasih suamiku aku pun siap berjuang untuk mempertahankan kehormatan keluarga kita. untunglah warga masyarakat tidak sepenuhnya percaya akan desas-desus, serta isu jahat, yang mereka lakukan yang mereka provokasikan kepada warga bahwa kita adalah pemuja setan.".
Dek Ratna sudahlah ini semua ujian dari Tuhan kita harus bisa mengatasinya, kita harus sadar bahwa apa yang dilakukan mereka itu juga merupakan ujian bagi mental kita bagi perjuangan keimanan kita memerangi hawa nafsu dan kejahatan orang-orang yang berniat buruk ,baik kepada keluarga kita ataupun keluarga masyarakat yang lain."
" Ya sudah sekarang kita istirahat saja, mas pasti lelah memikirkan semua ini kita perlu istirahat untuk mengumpulkan tenaga kita besok mas karena ini bukan pekerjaan mudah dan ringan ini pekerjaan luar biasa yang akan kita lakukan saya pun siap menghadapi apapun yang akan terjadi nanti."
__ADS_1
Tatapan mata keduanya penuh keyakinan bahwa mereka akan memenangkan pertempuran meskipun hal ini tidak diinginkannya sama sekali. Tetapi mereka juga harus bertahan bahkan mungkin menyerang balik jika memang keadaan memungkinkan untuk balik menyerang..