
Malam jumat keliwonpun tiba. Seluruh warga desa tua muda telah berkumpul
di mesjid jami pabuaran .Dewi kuning dan Ustad kholik sudah berada di depan rumah tua itu.
Sebagian petugas keamananpun sudah berjaga jaga di sekitar pekarangan rumah tua. Mereka sudah dibekali rajah agar terhindar dari gangguan jin jin jahat yang malam ini dari rumah tua itu.
Dewi kuning telah menyiapkan kendi kendi berisi air rajah dan doa dari ustad kholik.
Asap dupa telah dibakar oleh dewi kuning.
Sementara Ustad kholik telah menyiapkan sorban hijau andalanya.
Ustad kholik dan Dewi kuning memulai ritualnya.
Di mesjid jami Rahmat siap memimpin doa wirid bersama seluruh warga desa pabuaran dan beberapa simpatasan dari beberapa pondok pesantren yang datang secara suka rela.
Dari Rumah tua terdengar percakapan bahasa jin yang aneh aneh suaranya..kebanyakan suara perempuan yang menangis dan yang tertawa tawa ga karuan.
Suara angin yang terasa panas telah menyelimuti seluruh ruangan dan pekarangan.
Benar benar suasana horor yang menyeramkan dan terasa suasana sangat menakutkan.
Dari atap rumah tua terlihat asap hitam campur biru mulai melayang layang..
suara angin yang bergemuruh tapi tak menggerakan apapun di sekitar rumah dan pekarangan.Padahal disekeliling banyak pepohonan.
"Hayy manusa.. aja ganggu kita. kita blibakal ganggu sira maning. lamunan sira nyerah na si Ratna.. si kholik. aja wani wani ning bangsa kita.. hahahaha... percumah bae.. sira kabeh bisa dadi mangsane bangsa kita..."
Terdengar suara menakutkan dari dalam rumah tua..
semenit kemudian ...
Harrrrrghh...harghh... panasss harg hey sira bandel ya... hargh.. kepaksa kita kudu lawan.. harg hargh.. hiayayayaya..hargh...!!!
slap! jeder. .!! slap jeder!.. huahhhaha.. arghh... lawaannn... !!
Seperti suara badai mengamuk.. suara suara itu begitu seru .
Suara jerit wanita didalam rumah itu menangis dan tertawa tak beraturann ...
Ahhhhh aduhhh panas panas panas aduhh ..aduuhhh... hihihihii.hihihi...hihihi....
Matiiiiii...sira kabehhh.....
Dentuman suara perang ghaib benar benar dahsyat..
Dewi kuning berkali kali terbang nenangkapi satu persatu cahaya biru yang akan meninggalkan rumah tua. kemudian dimasukan kedalam kendi..
Gerakanya sangat cepat.. entah sudah berapa ratus kali.. Dewi kuning berhasil menangkapi mahluk mahluk cantik berbusana putih dan bertaring giginya .
Ada yang berusaha melawan ... tapi dewi kuning berhasil melumpuhkanya.
Dari arah mesjid jami tiba tiba ada asap tebal warna putih menuju rumah tua.
Udara disekitar rumah tua berubah dingin.
kini Giliran ustad kholik yang menyerang masuk ke dalam rumah tua.
Ia mengibaskan sorbanya lalu terdengar suara gelegar dan teriakan suara genderuwo ..
Argh.... hahahah.. mampus koe cah cilik..hahahaha..!!
__ADS_1
Gerakan kholik sangat lincah .. ia berhadil mebyebrangi pagar gaib yang dipasang para siluman.
Ustad kholik merasakan srperti menerjang dinding kaca yang sangat tebal..lalu memecahkanya ..hingga ia bisa masuk lalu menerjang sang Genderuwo secara membabi buta.
Genderuwo itu tak lagi dapat menghindari serangan.. terus dan terus diserang dengan menggunakan sorban hijau ustad kholik, yang mengeluarkan tenaga dalm begitu dahsyat.
Setiap kali mengenai tubuh genderuwo langsung hangus tubuhna. ternyata jumlah nereka sangat banyak..
Dewi kuning pun lincah bergerak dengan sigap memasulan asap hitam biru itu ke kendi yang disiapkan.
Sementara dirumah pertapaan Rudianto di tepi gunung ciremai.. Rudianto sedang sibuk bersusah payah melakukan rirualnya.
Ia melihat air di bejana terus bergerak gerak menggolak seperti air direbus.Tapi tak panas.. Itu pertanda apa yang dilakukanya berhasil menguasai semua dedemit Ruumah Tua kemudiqn diminta menyerang semua orang - orang yang diabggap musuhnya.
"Bangsatt... ternyata kamu pengkhianat... hah..!! asu sira ya tlembuk.!.. melu modar sira bakale.. hiyaaaaaa..."
Rudianto mengirimkan sebuah benda berwarna hitam dan keras kearah tubuh gambar dewi kuning dalam air..di bejana itu.
Amarah Rudianto benar benar terpancing.. Iapun fokus melawan Dewi kuning.... ia melempari dewi kuning dengan ribuan jarum ..
Dewi kuning mulai merasakan efek teluh yang dikirim Rudianto.
Beberapa kali rubuh dewi kuning terjatuh
terkena teluh..rudianto.
tapi dengan sigap pula.. ustad kholik mendorong tubuh Dewi kuning ..
Saat terkena teluh.. kemudian meminumkan air kendi yang dipegangnya.
"Dewi..ayo semburkan air kendinya ke Genderuwo..."
Perintah ustad kholik.. segera dilakukan.
kobaran Api biru membakar tubuh GENDERUWO kemudian membakar tubuh mahluk hitam bertaring panjang itu.
Dan kini keadaan dirumah tua itu berbeda . tak terdengar berisik seperti sejam yang lalu..
Mahluk mahluk jahat satu persatu telah ditangkap oleh dewi kuning.dimasukan ke dalam kendi.
Rudianto sudah sangat kewalahan menyerang dan mengendalikan serangan tenaga dalamnya.
Kini dia tak fokus lagi dalam mempengaruhi gerak Genderuwo yang jadi andalanya.
Karena mahluk mahluk lain yang bisa merasuki ke tubuh orang telah ditangkapi oleh dewi kuning.
Kini Rudianti yang kewalahan ia harus fokus merasuki sang genderuwo dan mengendalikan mahluk itu untuk menyerang Dewi Kuning dan ustad Kholik kembali
Dewi kuning sadar ia jadi incaran genderuwo yang sedang di serang oleh Ustad kholik.
Iapun merapalkan jampi raja ratu pelet Sejagat.
Ia mempokuskan diri agar tak terpengaruh oleh gerakan si genderuwo yang kini fokus menyerang Dewi..
Tubuh dewi kini meliuk liuk seperti penari lengger. ia terus membujuk sang genderuwo untuk menyerangnya ..tapi si genderuwo malah cengengesan..menahan birahinya..
Genderuwo itu rupanya terpengaruh oleh ilmu gendam Dewi kuning. Mahluk iti kini mulai ikut menari..
Rudianto mulai panik.. melihat jagoan satu satunya kini tergoda dan terpengaruh oleh ilmu gendam dewi kuning...
"Anjing betina bangsat...wah..kenapa kamu berkhianat bangsat.. "
__ADS_1
Rudianto tahu percis ilmu yang dipakai dewi kuning ini adalah pancingan agar si genderuwo tidak menyerang Ustad kholik..
kholik sadar bahwa yang dilakukan Dewi kuning adalah caranya memancing perhatian su genderuwo agar dia dapat menangkap genderuwo dengan cara sama seperti saat melakukanya di balai pertemuan beberapa hari lalu.
Ustad Kholik pun segera bergerak menghabisi lelembut yang lain dan terus menyerangnya.. dalam waktu beberapa menit seluruh lelembut itu telah berada di dalam kendi.
Kini saatnya tiba..
Raja jin berbentuk Genderowo sedang kasmaran dan ikut menari bersama dewi kuning jadi sasaran utamanya.
Tubuh ustad kholik meloncat ke udara dan menangkap kepala si genderuwo lalu mengarahkan lobang kendi tepat di ubun ubunya.
Maka air dalam kendipun mengalir..Tubuh genderuwo itu lemas dan menyusut jadi sebesar jari tanganya...
Suara teriakan keras dari Genderuwo itu mengakhiri pertempuran ghaib yang mereka lakukan....
Alhamdulilah..ucap ustad kholik. Iapun menghampiri dewi kuning..yang kelihatanya kelelelahan..
"Pak ustad. tetap waspada sesaat lagi kita akan menghadapi Si Rudianto dengan teluh ganasnya tetap waspada pak ustad...".
Kata dewi kuning sambil memegang tangan pak ustad kuat kuat.ia berharap ada tenaga dalam.pak ustad membantu memulihkan energinya.
"Baiklah tahan napasmu dewi saya paham.kamu.membutuhkan energi tambahan ..."
Sayang sekali sebelum ustad kholik mengalirkan energin ke tubuh Dewi kuning.. Tiba tiba sebuah cahaya biru menyala terang melesat menembus tubuh dewi Kuning.. Dewi kuning menjerit dan terpental.
"Hahahahaha mampus kamu wadon telembuk. hahaha mampus kamu... hahaha..." auara Rudianto tertawa puas.
Ia Diatang tiba -tiba di depan rumah tua itu.
Kini ia berdiri tegap dihadapan Ustad kholik dengan tatapan penuh kebencian dan dendam
Sosok laki laki bernama Rudianto.Kini Kholik sadar sepenuhnya bahwa dewi kuning telah diserang ilmu teluh oleh laki laki berbadan tegap berpakaian jawara. Disaat kritis yang dialami dewi kuning dan Ustad kholik .
Wah ... gawat.. kedua nya ga mungkin bisa tahan tenaga mreka sepertinya sudah terrkuras habis..
Pikiran cerdas pak kapolsek ikut memikirkan nasib kedua jawaranya yang kini dalam.keadaan Genting.
Dengan sigap pak Kapolsek nekad memberanikan diri mengambil kendi berisi air bertuah. kemudian dengan pikiran yang nekad memanfaatkan air itu untuk membasahi senjata senjata dan peluru peluru para anak buahnya.
Ustad kholik benar benar sudah pasrah....tenaganya sudah hahis terkuras .
Sedangkan kini ia menghadapi manusia yang terkenal sakti mandra guna....? bahkan kebal segala macam senjata tajam.
"Hahahaha...kalian akhirnya tunduk di tanganku.. wahai Ustad cabul dan kamu tlembuk murahan,sira pasti mati Dewi asu.! hahahaha... "
Laki laki berpakaian jawara dengan tampilan tubuh tinggi besar berkumis tebal itu ,meloncat.
Bermaksud menerjang Ustad kholik untuk yang terakhir kalinya ..
Tapi tiba tiba sepuluh suara letupan sanjata api itu mengejutkan Rudianto.
"Hah? isun tembus peluru??? aduh..a..a...a.aduh. Mati ingsun.. akhhj.!"
Gubrak..!!
Tubuh tinggi besar yang sempat akan meloncat menerkam Ustad Kholik itu ambruk...
Dan berlumuran darah mengucur deras. Dari.kepala dari dada dari paha.. dari.. punggung dari kedua paha dan lainnya.
BERSAMBUNG YA..
__ADS_1
[ ] Bersambung...