
Ratna dan Khalik saling bertatapan mata keduanya tersenyum sambil memegangi kotak yang terbuat dari kayu jati warna hitam sepertinya kotak itu sudah berusia sangat tua. Kholik dan Ratna terkagum-kagum melihat butiran-butiran intan berlian dan emas yang memancarkan cahaya dari dalam kotak itu.
" seperti pesan ibunda tadi kita harus merawat harta yang diberikan oleh Beliau dan sebilah keris ini walaupun dalam ajaran agama kita tidak mengajarkan adanya benda pusaka tapi kita harus tetap menghormati tradisi dan kebudayaan yang ada di lokal daerah kita ibunda itu adalah seorang tokoh yang saat itu adalah orang yang sangat dihormati dan sangat disegani karena dialah yang mampu membuka alas atau Babad alas di desa Pabuaran Lor ini.
kita akan gunakan harta ini untuk bekal perjuangan pondok pesantren kita kita akan besarkan Apakah Dinda setuju dengan rencana ini?".
Ratna memeluk punggung suaminya yang masih memegangi kotak itu. kemudian ia mencoba mendalami Isi Hati Sang suami setelah mendapat harta yang begitu luar biasa dari Ibu Dewi Intan Sari.
" tujuan yang sangat mulia aku nggak pernah punya pikiran yang bersifat materialis seperti kebanyakan orang-orang yang sudah memiliki harta kekayaan berlimpah, apalagi harta ini harta warisan pemberian Sang Dewi kita harus menjaga amanahnya tujuan dari Kang Mas ini sangat baik sekali saya sangat setuju Kang Mas kita akan bangun perkebunan ini sebagai lahan usaha para santri kita dan juga warga sekitar yang selama ini mengabdi kepada kita".
Ustadz Kholik tersenyum menatap wajah cantik Ratna sepertinya sulit mencari wanita seperti dia karena sikap dan perilakunya yang sangat menghormati dirinya sebagai sang suami dan juga mencintai seluruh warga yang mengabdi kepadanya kepada usaha mereka.
__ADS_1
" benda-benda ini sangat berharga bahkan sangat luar biasa nilainya bisa miliaran mungkin juga triliun satu persatu akan kita manfaatkan untuk membangun pesantren Dan kita tidak akan pungut biaya apapun pada para santri nggak akan belajar di tempat kita nanti harta yang menjadi titipan Ibu Dewi ini sangat cukup mungkin berlebihan hanya untuk menghidupi para santri yang akan belajar di tempat kita kita tidak boleh melanggar aturannya karena beliau berpesan tadi untuk bekal kemakmuran kita bersama mudah-mudahan rencana kita terwujud ya Dinda Ratna yang cantik Terima kasih kamu telah menemani aku dalam semua perjalanan hidupku dan juga perjuanganku menegakkan agama Allah.'' keduanya tersenyum menetap kebahagiaan bersama buah dari perjuangan mereka selama ini tidak sia-sia apa yang telah mereka lakukan berjuang mengusir kejahatan berjuang mengusir kebatilan tanpa pamrih apapun sehingga masyarakat desa ini kembali menjadi tentram bahkan saat ini mereka bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan dari kerja kerasnya membangun sebuah kawasan perkebunan sayuran didukung oleh kemampuan ilmu Ratna yang memang membidangi tentang dan ilmu tanaman holtikultura dia memang Sarjana Pertanian sejati.
singkat cerita setelah beberapa bulan kemudian berdirilah beberapa bangunan yang akan dijadikan pondok pesantren berbasis pertanian berdiri dengan megahnya dilengkapi dengan berbagai sarana pendidikan yang lengkap dan alat-alat pertanian untuk praktek mereka para santri yang mengabdikan dirinya di pondok pesantren Kholik Ratna.
jumlah santri pun makin bertambah karena memang tidak dipungut biaya apapun mereka digolongkan dalam beberapa jenjang usia dan jenis kelamin masing-masing.
Pondok Putri nanti diisi oleh seluruh wanita dari berbagai usia remaja sampai dewasa dan semuanya gratis tidak dipungut biaya apapun terkecuali bagi mereka yang memang anak orang mampu atau anak orang kaya justru merekalah yang membantu fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan di pondok pesantren itu tentu orang tuanya yang membayar itu pun tidak ditetapkan Berapa nilai dan jumlah uang yang mereka berikan kepada pondok pesantren.
pondok pesantren ini cukup didaftarkan dan diakui itu saja tidak meminta bantuan atau sumbangan apapun dari mereka benar-benar sebuah perjuangan yang luar biasa dilakukan oleh Khaliq dan Ratna.
Setelah pembangunan selesai secara keseluruhan akhirnya acara peresmian pondok pesantren baru berdiri itu diresmikan oleh Bupati Cirebon pada saat itu.
__ADS_1
pondok pesantren yang berbasis pertanian itu memang langka dan belum pernah ada apalagi manajemennya sama sekali tidak dibantu oleh pemerintah ataupun swasta. pondok pesantren ini benar-benar Mandiri semua sarana dan prasarana yang ada di lingkungan pondok pesantren ini cukup lengkap.
para guru dan tenaga administrasi pondok pesantren ini juga mendapat gaji selayaknya seorang guru yang mendapatkan upah atas ilmu yang telah disumbangkannya.
jadi tidak heran kalau perkebunan yang dipimpin oleh Kholik dan Ratna ini sangat maju pesat karyawannya pun terdiri dari para orang tua para santri yang ada di desa itu bahkan dari luar Desa pun mereka diterima bekerja di perkebunan sayur kolik Ratna.
pembaca yang Budiman demikianlah kisah dan perjalanan hidup serta karir dari dua insan anak manusia yang mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negaranya. mudah-mudahan ini menjadi inspirasi penulisan banyak kesalahan dan kekhilafan dan juga kekurangan ide dan gagasan saat penulisan novel ini novel ini berupa fiksi yang diilhami oleh sebuah kejadian yang pernah terjadi di sebuah daerah asal si penulis. hal-hal yang bersifat mustahil terjadi dalam kehidupan nyata penulis juga menyadari bahwa hal itu sangat sulit dipahami karena cerita ini bukan untuk bahan perbandingan dalam kehidupan nyata. semata semua itu penulis buat Karena untuk mempertajam kisah dan juga untuk menambahkan adegan-adegan dalam novel ini agar terasa menarik untuk dibaca. isi cerita 35% nya adalah fiksi selebihnya adalah nyata terjadi di sebuah tempat dengan bumbu-bumbu percakapan dan juga karakter-karakter pelaku yang ada di dalam novel ini berupa nama tokoh-tokoh dalam novel ini adalah bukan nama sebenarnya alias nama samaran.
ide cerita kisah rumah tua ini digali dari adanya misteri yang terjadi di sebuah rumah di kawasan desa asal si penulis. Sekali lagi kami mohon maaf jika ada yang nama yang bersamaan atau ada tempat lokasi yang sama dengan isi kisah ini semua itu hanyalah sebagai bumbu atau sebagai penyedap rasa ibarat sebuah masakan untuk memperjelas bahwa cerita ini seolah-olah hidup dan pernah terjadi dalam kehidupan nyata di masa lalu yang kami adaptasi dengan kehidupan zaman sekarang. kritik dan saran tentu saja silakan untuk Kami tunggu dengan hati terbuka.
Akhir kata wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Salam Nusantara NKRI harga mati.
__ADS_1
TAMAT.