KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 62


__ADS_3

Sesuai dengan rencana sebelumnya bahwa Dewi kuning akan menangani masalah yang ada di perguruan Kanuragan Elang Hitam. Jakalana menghubungi Dewi Dewi kuning.


"oh ya Dewi kapan kita akan menyelesaikan masalah yang ada di perguruan saya"


"nanti malam saya akan ritual untuk menyelesaikan masalah yang ada di perguruanmu jaka."


"oh ya kalau begitu beritahu saya jam berapa Dewi akan datang, nanti biar saya mempersiapkan semuanya"


"sekitaran jam 01.00 malam, saya akan bawa batu itu dan akan saya bawa secara gaib saya cukup di rumah saja saya tidak akan datang secara fisik ke tempatmu Jaka."


"baiklah kalau begitu terima kasih ya Dewi?"


"iya doakan saya supaya saya kuat menjalani itu ,nanti malam ya. saya berharap juga buat teman-teman semua tugas yang terakhir ini untuk perguruan elang hitam mohon dukungan doanya ya!?"


Seluruh orang yang berkumpul yang sedang makan-makan itu mengucapkan ,amin. Pertanda kekompakan para guru dan pendekar itu semakin mantap.


acara jamuan makan siang itu pun akhirnya selesai dan mereka kembali pulang ke tempat masing-masing ke perguruan masing-masing untuk mempersiapkan segala sesuatunya yang akan dilakukan oleh Dewi kuning yaitu mereka akan berdoa bersama-sama dari tempat mereka masing-masing.


Singkat cerita,


malam itu juga jakalana membuka penutup kain hitam,yang digunakan untuk menutupi batu hitam bergola ijo.

__ADS_1


terdengar suara aneh yang tidak bisa digambarkan , terdengar seperti suara mesin yang meraung-raung dari kejauhan kemudian membesar kemudian mengecil seperti frekuensi suara radio Chanel sw yang aneh.


Jaka Lana sangat berhati-hati mendekati batu hitam itu sementara para pendekar murid-murid andalan dia mengelilingi di sekitar batu itu sambil sama-sama membacakan mantra yang sudah diajarkan oleh gurunya.


tiba-tiba aja cahaya kuning yang melingkari batu hitam itu, suara angin bergemuruh begitu keras kemudian mengangkat batu itu melesat menuju ke arah selatan bagaikan batu meteor yang terbakar atmosfer batu itu meluncur ke arah laut selatan.


Dalam perjalanan menuju laut Selatan suara gemuruh dari teriakan-teriakan makhluk yang ada di dalam batu itu sepertinya merasa ketakutan bahwa ia akan dibawa ke laut Selatan.


mereka sangat ketakutan sehingga mereka berteriak-teriak ada yang mencaci maki ada yang menangis ada yang menjerit-jerit suara itu membaur menjadi satu tidak karu-karuan terdengar oleh Dewi kuning yang sedang menjalankan ritual.


cahaya terang yang ditimbulkan dari batu itu kini makin membesar semakin membesar, Dewi kuning langsung menghajar dengan tenaga dalamnya ke arah batu besar yang menyala itu sehingga batu besar itu pecah berantakan kemudian jatuh ke dasar laut selatan.


berakhirlah sudah riwayat berrgola ijo untuk selama-lamanya, batu hitam bergola ijo itu kini sudah berada dalam kekuasaan penguasa laut kidul.


"yang saya cintai saya hormati wahai penguasa laut selatan ibunda Roro, mohon terimalah mereka yang saya persembahkan untuk nyi Roro karena kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh mereka nyi Roro bisa menghukum mereka sesuai dengan kelakuannya saat mengganggu manusia dan juga saya sebagai pengabdimu."


Dewi kuning berbicara dengan nyi Roro lewat sebuah bejana besar yang berisi air bunga.


dalam bejana itu nampak nyi Roro tersenyum kemudian nyi Roro berbicara menyambut kehadiran Dewi kuning.


"Dewi kuning tugasmu telah selesai kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah membantu menghabisi petualangan bergola ijo yang selama ini jadi buronan kami. tolong sampaikan kepada mereka rasa terima kasih saya nyi Roro kepada ustad z Kholik,Abah Jono. pesan saya sebaiknya rumah itu dirombak atau diganti atau mungkin juga di bongkar saja jadi kan itu sebagai rumah pemakaman abadi buat mereka yang tadi siang dikuburkan di situ tolong sampaikan pesan ini karena ini penting tanah itu tidak akan berkah karena itu adalah tanah kutukan... itu saja pesanku sampaikan ke mereka".

__ADS_1


suara dan gambar dalam bejana itu pun menghilang.


Dewi kuning menarik nafas panjang sepertinya yang merasa lelah sekali karena mengeluarkan seluruh ilmu tenaga dalamnya untuk melaksanakan ritual membawa batu bergola ijo ke laut Selatan.


Dewi kuning dan beberapa pembantunya kemudian mereka berbicara dengan bahasa Sunda bahwa ritual telah selesai tugas terakhirnya sudah terpenuhi.


"saya sudah menyelesaikan tugas saya apa yang menjadi amanat dari nyi Roro sudah saya penuhi semua sebenarnya ini adalah tugas rahasia saya saya adalah utusan nyi Roro tolong sampaikan kepada teman-teman saya bahwa saya malam ini juga akan menghadapi Roro seandainya saya tidak kembali lagi ke alam dunia ini itu berarti saya sudah menjadi Andi untuk selama-lamanya tolong kalian sampaikan kepada ustadz Kholik bawa semua yang telah saya lakukan adalah pesan dan amanat dari nyi Roro yang sebenarnya sedang mencari di mana bergola ijo berada. sampaikan juga kepada ustad rasa terima kasih yang tak terhingga penghargaan setinggi-tingginya kepada mereka yang telah berjuang mendapatkan pergola ijo. karena tanpa bantuan mereka saya pun tidak bisa berbuat banyak dan saya akan tetap berada di di alam kalian ini itu merupakan siksaan bagi saya karena saya dianggap gagal jika mereka tidak membantu saya.. saya juga mengucapkan terima kasih banyak kepada kalian anak-anakku telah membantu ibu selama ini itu saja yang ingin ibu sampaikan selamat berpisah ya anak-anakku jaga dan ajarkan apa yang telah kalian dapatkan untuk kemaslahatan untuk kebaikan jangan sekali-kali berbuat jahat atau menghianati pesan saya kalian akan tahu akibatnya sangat mengerikan jika kalian lalai itu saja pesan saya buat kalian selamat tinggal anak-anak"


seketika itu jerit tangis pilu menggema di ruangan tempat ritual Dewi kuning.


suara pilu tangisan anak buah mereka yang merasa kehilangan untuk selama-lamanya kehilangan sang guru yang sangat hebat dan bijaksana itu.


kehilangan watak seorang ibu yang baik seperti Dewi kuning..


tubuh Dewi kuning melesat ke udara dan menghilang seketika.


rasa sedih rasa duka yang dalam murid-murid mereka yang ditinggalkan benar-benar merasa kehilangan seorang ibu.


sementara di langit cahaya kuning itu melesat menuju ke laut Selatan tempat abadi tempat asal Dewi kuning.


cahaya bulan Dan bintang menemani perjalanan dari kuning menuju menuju laut Selatan..

__ADS_1


disambut oleh cahaya biru dari dalam laut selatan pertanda nyi Roro menerima kehadiran Dewi kuning, di sana sudah disiapkan ke sebuah kereta kencana yang sangat indah dengan 4 kuda warna emas menyambut kedatangan sang pahlawan laut Selatan Dewi kuning sangat diperlukan oleh para pengikut nyi Roro yang juga ikut bergembira menyambut kedatangan nyai Dewi kuning.


__ADS_2