KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 76


__ADS_3

" hahaha... mampus kau Ustad brengsek... kamu tidak bisa mengganggu aku balasannya sangat pahit untuk kamu rasakan ustad sebentar lagi Kamu tidak akan dipercaya lagi oleh masyarakatmu karena ternyata kamu lalai membuat mereka keracunan oleh makanan yang kamu berikan hahaha".


Bos Dodo tertawa terpingkal-pingkal merasa puas telah bisa ngerjain Ustad Kholik dengan cara meracuni para santrinya. mereka tidak sadar bahwa racun yang diberikan itu sedikit demi sedikit akan mempengaruhi tubuh mereka yang telah memakan makanan itu.


" bagaimana bos pekerjaan saya beres kan, Lain kali kalau kerjasama dengan orang harus yang kredibel Bos seperti kami ini hahaha.."


Jacky tertawa mengikuti kebahagiaan Bos Dodo, Jacky adalah salah satu staf dari perusahaan catering itu yang telah membubuhkan racun ke dalam makanan ketringan yang dipesan oleh ustad Kholik.


" Aku tahu kamu sudah ikut tertawa denganku karena kamu ingin mendapatkan uang dari aku tenang saja uangnya sudah saya siapkan yang penting lain kali kamu harus lebih pandai dan lebih rapi lagi dalam menjalankan tugas ya hahaha."


Jacky senyum-senyum melihat Bos Dodo sudah mulai mengeluarkan uang dari dalam kopernya Rp5.000.000 telah dikeluarkan untuk membayar Jeki, sosok laki-laki bertubuh kerempeng dengan kumis tipis dengan hidung mancung mata cekung.


dari gambaran wajah yang dimiliki Jackie sudah terlihat bahwa manusia seperti ini, adalah sosok manusia pengkhianat yang bisa membahayakan manusia lainnya. tentu saja Jacky tidak sendiri dia memiliki beberapa teman yang ikut menaburkan racun ke dalam makanan catering-an yang dipesan oleh ustad kolik.


'' ini bagian mu 3 juta dan ini 2 juta buat teman-temanmu bagikan yang adil agar mereka tidak membocorkan rahasia ini.


kelakuan Bos duda sudah sangat keterlaluan pikir Usman sang sopir yang selama ini setia menemani kemanapun dan dimanapun Dodo pergi. Iya sudah semakin muak melihat kelakuan bosnya sangat keterlaluan. Kenapa juga harus mengorbankan orang yang tidak berdosa anak-anak santri itu jadi sasaran juga demi memenuhi syahwat emosi karena kecemburuannya tentang usaha pak ustad yang sukses itu.


sebenarnya ia tidak ingin berurusan atau mengurusi perilaku dan kelakuan Bos Dodo, tapi ia tidak sampai hati kalau sampai anak-anak santri yang tidak tahu-menau tentang urusan mereka menjadi korban, karena kejahatan dan sifat iri hati dari laki-laki berkepala botak bertubuh Tambun bernama Dodo.


.. ini sudah sangat keterlaluan aku tidak bisa tinggal diam aku harus menyampaikan kabar ini kepada ustad Kholik.....

__ADS_1


di saat Bos Dodo sedang sibuk memberikan uang kepada mereka grup Jeki yang terdiri dari tiga orang yang kini sedang membagi-bagi uang hasil kejahatan mereka, Usman pergi meninggalkan mereka secara diam-diam.


hatinya berontak jiwanya teriak melihat perilaku Dodo yang sudah semakin keterlaluan dan sangat berlebihan, Andai Dia cuma menyerang ustadz Kholik, Iya masih tetap bisa diam karena Usman yakin Ustadz Kholik tidak mungkin bisa dikalahkan oleh perilaku licik seperti yang Dodo lakukan.


tapi kali ini sudah menyangkut nyawa anak-anak santri pondok pesantren yang di dalamnya juga ada anaknya yang kebetulan menjadi pengurus di dalam pondok pesantren yang dipimpin oleh sang ustad.


Ia pun sangat mengkhawatirkan Bagaimana keadaan anaknya yang ada di sana, Apakah anaknya ikut keracunan juga jika ia sampai menjadi korban keracunan akibat ulah Dodo maka pada saat itulah ia sendiri yang akan menghadapi Dodo.


handphone Usman berdering ada panggilan tak terjawab, kemudian Ia pun memanggil kembali nomor si pemanggil ternyata nomor yang belum. Iya coba buka nomornya kemudian mencocok-cocokan Siapa tahu Iya memang menyimpan nomor itu tetapi tidak tersimpan dalam handphonenya. ternyata memang tidak ada Ia pun membiarkan panggilan tak terjawab itu.


kembali handphonenya berdering segera ia ambil dan angkat telepon dari seseorang yang belum dikenalnya suaranya seorang wanita.


mendengar pertanyaan dari seorang wanita yang mengaku istri Pak Ustad Kholik?


'' Oh iya betul betul ibu saya pak Usman Ada apa ya Bu kebetulan Ibu menelpon saya tidak menyimpan nomor ibu mohon maaf ya Bu ada apa ya Bu?'' perasaan Usman semakin tidak menentu ia mulai was-was tentang keselamatan anaknya yang sedang mondok di pesantren itu.


'' begini Pak Usman, pondok pesantren kami mendapat musibah anak-anak yang memakan makanan dari katering itu semuanya terkontaminasi oleh racun sehingga anak bapak Kipli juga dalam keadaan kritis saat ini?. kiranya bapak bisa datang ke pondok untuk menengok keadaan Kipli saat ini karena dia memanggil-manggil terus nama bapaknya dia juga yang memberikan nomor bapak pada saya''


tiba-tiba darah Kevin naik sampai ke ubun-ubun ia sudah tidak tahan lagi ingin segera menghajar Dodo yang selama ini, yang menjadi tumpuan hidupnya. tapi kali ini ia sudah mendengar sendiri dari Ibu Ratna tentang yang dialami oleh anaknya, Kipli terkontaminasi dan menjadi korban akibat racun yang dimakan di dalam makanan catering-an itu.


''Halo Pak Kenapa diam, Halo Pak Bapak mendengar kata-kata saya kalau bapak sibuk nggak apa-apa biar kami yang merawat saja, Tapi kasihan Kipli manggil-manggil terus nama bapak.'' tenggorokan Usman terasa tercekat mendengar berita dan kabar dari Ibu Ratna yang tidak mungkin bohong itu.

__ADS_1


'' Maaf Ibu saya kaget saya sedih dan saya lagi marah dengan keadaan ini? Ibu segera Panggil polisi saya sudah dengar semua dari ucapan Dodo dan juga anak buah katering Itu Si Jeki merekalah yang melakukan dalam perjalanan menuju ke tempat acara Ibu Dan Pak Ustad. mereka menyelinap ke dalam mobil box yang membawa makanan ketringan itu kemudian menaburkan racun yang sudah disiapkan oleh mereka, Bu Ratna segera Panggil polisi saja dan hadapkan mereka ke polisi Jangan sampai saya yang menangani mereka nanti saya malah salah jika saya yang melakukannya sendiri''


mendengar tuturan cerita dari pak Usman Ratna geleng-geleng kepala Ratna menjadi naik pitam Ia pun segera memerintahkan anak buahnya untuk melapor ke polisi dan mendatangi rumah Dodo.


'' Oh ya terima kasih pak Usman sudah memberikan informasi tapi ini valid ya Pak jadi ketika kami nanti datangkan Polisi ke sana bapak sanggup menjadi saksi ya?''.


dengan semangat Usman pun


" siap Ibu saya juga sudah sangat muak dengan bos Dodo itu, tega-teganya mengorbankan anak-anak Santri yang tidak tahu apa-apa menjadi.Makaudnya apa coba?sampai-sampai anak saya menjadi korban juga dari keganasan perilaku mereka yang sudah keterlaluan.''


" Oh begitu Pak ya sudah terima kasih atas informasinya Pak Tapi sebaiknya Bapak langsung saja ke pesantren dulu lihatkan di kondisi anak bapak... kami semua di sini sedang bergabung Pak ini mohon maaf saya tidak bisa lama-lama memberi kabar ini kepada bapak yang jelas saya akan lapor ke polisi, tapi mohon nanti bapak menjadi saksi''


singkat cerita Rahmat sudah meluncur langsung ke rumah bos Dodo Ia pun segera membuka pintu rumah bos Dodo.


" Hei siapa kamu berani-beraninya masuk ke ruangan ini ini ruangan pribadi kau tahu?''


Bos Dodo belingsatan matanya melihat kehadiran Rahmat..


" sebaiknya kamu tidak usah pergi ke mana-mana dulu. saya sudah tahu semuanya peristiwa tadi siang itu


.

__ADS_1


__ADS_2