KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 28


__ADS_3

Seminggu sudah Kholik dan Rina berada di pondok pesantren yang dulu pernah membesarkan dirinya, dan juga menimba ilmu dari guru atau kyai yang terkenal sangat karismatik itu.Mama Drajat.


sebutan mama dalam pondok pesantren itu memang sudah sangat melekat .w


Walaupun dalam bahasa lain atau dalam wilayah lain Mama adalah sebutan untuk seorang ibu tetapi lain hal dengan yang ada di Jawa barat ini, terutama di sekitaran wilayah Pasundan Mama adalah sebutan yang terhormat bagi seorang yang dianggap tua atau sebagai orang tua.Sedangkan Ambu adalah sebutan bagi seorang ibu atau seorang yang dituakan ,yang berjenis kelamin perempuan. Mama dan Ambulah telah membesarkan mereka. Mendidik mereka yang kebanyakan adalah anak yatim piatu dari berbagai daerah yang didatangkan oleh beberapa yayasan atau warga yang tidak mampu.Pondok pesantren yang tadinya tidak terkenal itu ternyata mampu menciptakan menciptakan sumber daya manusia yang luar biasa. Dengan berbagai kreativitasnya ,yaitu mengajari mereka hidup mandiri sejak dini . Para santri bukan saja dididik dan diajari mengamalkan Alquran atau menghafal Alquran dan ilmu-ilmu lainnya, setiap individu santri dibekali oleh ilmu pertanian dan cara mengolah tanah juga menanam tanaman-tanaman yang berguna untuk bekal kehidupan mereka masing-masing. Banyak tokoh agama lain yang bangga, dan sangat mendukung dengan program kerja bapak kyai Drajat yang mulai terkenal di sekitaran Jawa barat ini. bahkan para pejabat pun ikut bangga banyak diantara mereka yang memberikan donasi tanpa pamrih kepada pemilik pondok pesantren kecil yang sekarang sudah mulai berkembang itu. mereka para santri dan warga di sekitaran merasa bangga mempunyai guru yang begitu bijaksana .Sehingga tahun demi tahun pesantren yang kecil itu kini sudah mulai membesar karena mulai banyak pengikutnya atau mulai banyak diketahui oleh semua warga yang ada di Jawa barat sehingga berniat menitipkan anaknya untuk menjadi santrinya.


Suatu malam dalam perbincangan tiga mata, Antara kholik Ratna dan kyai Drajat.


tatapan Mama derajat begitu khusyuk melihat kedua anak buahnya yang sedang dirudung masalah dalam kehidupannya.


sebagai orang tua dan sebagai guru tentu dia tidak bisa tinggal diam membiarkan khalik dalam kesulitan maka ia pun mulai menceritakan semua yang sedang dialami khalik dan maksud tujuan kehadiran Khaliq dan Ratna malam itu.

__ADS_1


"Mama sudah tahu apa yang selama ini kamu lakukan di dalam kegiatan bermasyarakatmu dan santri-santrimu.Untuk itu Mama sengaja mengundang kalian datang ke sini kapanpun sempat waktumu untuk membicarakan permasalahan yang sedang kalian hadapi. saya sebagai gurumu tidak akan tinggal diam melihat kesulitan yang dialami oleh anak buahku anak didikku anak maksudku bahkan kamu seperti sudah menjadi anak kandungku.


persoalannya memang rumit karena yang akan kamu hadapi bukan orang sembarangan Mama tahu si Rojak itu punya berbagai cara licik dan berbagai teman-teman yang sakti mandraguna dia tidak akan tinggal diam karena merasa sakit hati istrinya telah kamu rebut dan tentu saja mama harus bertanggung jawab agar kamu dan Ratna bisa menghadapi masalah ini dengan tenang berdoa saja Mama pasti bantu."


Kholik langsung menuju tangan mama dan mencium tangan serta kakinya Mama Drajat tapi mama Drajat langsung menepiskan dan menjauhi Khaliq itu sebagai tanda bahwa Mama Drajat bukanlah orang yang gila hormat ,bukanlah orang yang ingin mendapatkan kehormatan.Setelah ia berhasil mendidik anak buahnya.


Kholik paham betul dengan perilaku Mama Drajat itu itulah yang membuatnya semakin kagum dan bangga mempunyai seorang guru yang berhati luar biasa rendah hatinya.


"Iya Mama Drajat lalu apa yang harus saya lakukan untuk menghadapi permasalahan ini di masa depan dengan orang yang memusuhi saya dengan orang yang iri dengki kepada saya dengan orang yang bisa mencelakakan bukan hanya saya, tetapi santri-santri saya .Dan juga warga di sekitarnya. Saya juga merasa bahwa rumah tua itu masih dihuni oleh beberapa piaraan yang dikirimkan oleh mereka mama. sebelum saya berangkat ke sini rumah tua itu penghuninya telah mengganggu kembali warga-warga sekitar dengan berbagai cara yang mengerikan ada yang seperti kena teluh ada yang seperti kena santet bahkan ada yang kerasukan padahal dulu setahun yang lalu rumah itu sudah netral sehingga saya dan Ratna pun memutuskan untuk kembali memberi ritual atau ya sekedar mengusir mereka kembali tetapi ternyata masalahnya makin berat Mama.


Dengan wajah menunduk penuh rasa hormat. Kholik berusaha memberikan penjelasan apa yang sebenarnya terjadi sehingga dia tidak memberikan kabar itu pada Mama Drajat.

__ADS_1


Mama Drajat memandang Kholik penuh pengertian kemudian ia pun memberikan saran selanjutnya.


"Kholik anakku saya mendengar semua semua yang telah terjadi dari seorang santri dan juga pejabat daerah yang memberitahu kepada saya tentang kejadian-kejadian yang terjadi di desa Pabuaran lor itu, saya malah bangga walaupun cuma mendengar tentang apa yang sedang terjadi di desa Pabuaran lor dengan tokohnya bernama Kholik saya bangga saya bahagia sekali dan saya sejak saat itu berdoa khusus untuk kamu saya tahu lawan yang kamu hadapi saat itu bukan kaleng-kaleng makanya saya berusaha membantu walaupun Kholik tidak tahu.. Mama memang tidak ingin Kholik tahu Mama tidak ingin mendapat sanjungan atau pujian dari pihak manapun atas keberhasilan anak buah Mama ini saya bangga dan haru atas semua perjuanganmu ,anakku."


"terima kasih mama terima kasih Allah telah mempertemukan saya dengan Mama hari ini saya sungguh anak yang tidak berbakti anak yang kurang berterima kasih karena telah mengabaikan nama mama saat itu."..


Pak kyai karismatik itu tersenyum dan mengucapkan tangannya ke punggung dan juga ke kepala anak didiknya Kholik.


ada yang terasa aneh oleh Khaliq ketika punggung dan kepalanya diusap oleh Mama derajat ada rasa dingin sejuk dan berakhir dengan hangat di dada Kholik mencoba menatap tajam ke arah mama ke wajah mama ternyata bibir Mama berkomat kami sepertinya sedang membacakan mantra-mantra atau doa-doa yang disalurkan lewat tangan kanannya ketika mengusap punggung dan kepalanya.


Sedangkan Ratna melihat ada cahaya biru seperti petir ,seperti aliran setrum yang konslet dalam aliran listrik mengalir dari tangan kyai Drajat di punggung dan di kepala Kholik Ratna sangat kagum dengan kemampuan ilmu kanuragan yang dimiliki oleh kyai Drajat guru besarnya Kholik .

__ADS_1


"Anakku Kholik ,apakah kamu merasakan sesuatu dalam tubuhmu saat tanganku memegang punggungmu juga kepalamu?." Tanya kyai Drajat serius menatap tajam ke wajah kholik.


"Iya Mama ,saya merasa awalnya merasa dingin, kemudian terasa hangat di dada saya. Maaf Mama kalau boleh saya tahu apa yang telah Mama lakukan untuk saya. Maaf Mama saya penasaran"...


__ADS_2