
siang hari pukul 12.00 mereka baru saja selesai melaksanakan salat zuhur bersama di masjid yang dipimpin oleh Rohmat sang Lurah Santri. tiba-tiba dari anak-anak santri yang tadi ikut makan mereka tiba-tiba muntah-muntah mereka merasa sakit perut yang luar biasa disusul dengan anak-anak yang lainnya mereka semuanya seperti keracunan, seluruh anak santri yang ikut acara tadi pagi sampai dengan siang yang ikut makan makanan katering itu muntah-muntah mereka merasa sakit perut dengan tiba-tiba.
tentu saja Rohmat sangat kaget gelisah Ada apa sebenarnya kok bisa terjadi mereka keracunan massal setelah makan makanan dari katering itu.
Rahmat secepatnya melaporkan kejadian itu kepada Ustadz Kholik.
'' astaghfirullahaladzim apa-apaan ini nggak beres baik Rahmat saya akan datangi yang punya katering, Dek Ratna adek sudah mendengarkan Kalau di pondok santri semua pada keracunan?''
'' Iya Mas saya sudah mendengar laporan dari para santriwati juga begitu tapi di antara mereka ada juga yang cuma mual-mual belum sampai muntah ada yang belum parah Baik nanti biar aku yang mengurus katerimas orang katering itu harus bertanggung jawab Kemudian Mas ngurus anak-anak saja semua panggilkan dokter paramedi saja.''
'' Baik nanti biar Mas yang ngurus anak-anak nanti Adik silakan datangi orang yang punya katering itu, bawa juga sambil makanannya untuk bukti bahwa makanan mereka bermasalah ada-ada saja.'
Ratna bergegas mendatangi kantor catering itu kemudian ia melaporkan semua kejadian sambil membawa sampel makanan yang belum sempat dimakan ,sang pemilik katering juga kaget ,tentu saja panik mendapat komplain yang begitu membahayakan bagi kelangsungan usahanya.''
''' Aduh maaf ya Bu Ratna Kok bisa jadi begitu ya ini ada yang nggak beres sepertinya. Baiklah Bu Ratna semua tanggung jawab saya karena ini kesalahan dari pihak kami pasti ada yang tidak beres ini..'
Bang Raden sang pemilik katering itu merasa panik seketika dia tidak menyangka kalau makanan yang dipesan tadi bermasalah. Ia pun segera memanggil juru masak, kemudian menginterogasinya..
'' Ibu Midah Bagaimana ini bisa terjadi ibu muda kan yang mengelola semua makanan yang ada di kotak itu bagaimana awalnya Kok bisa seperti itu kecolongan ini pasti ada yang tidak beres.''
__ADS_1
wanita setengah baya Itu kelihatan pucat Pasi ia gemetar Dia sangat ketakutan karena merasa dirinya melakukan pekerjaan seperti biasa kadar masakan dan bumbunya juga sangat terpilih sangat teruji ia merasa sudah menguji waktu akan memberikan atau akan memfinishing makanan kotak tersebut dan sampel menunjukkan juga dari analisa mereka makanan steril dari racun atau zat-zat yang berbahaya lainnya.
'' Ibu Midah ini saya bawakan sampelnya Tolong dicek kembali ya Bu saya tidak akan mengada-ada untuk permasalahan seberat ini saya paham Saya juga menghargai kerja keras Bu Midah telah menyiapkan makanan kotak itu saya juga tidak percaya kalau ibu muda yang melakukannya ini pasti ada pihak lain yang mencoba mensabotase''
kemudian bumi dan mengambil makanan yang dibawa oleh Ratna ia mengeceknya dengan sebuah alat yang sudah disiapkan.
dari hasil analisa ternyata makanan itu telah dibubuhi ada membubuhi racun sejenis boraks s yang berlebihan dosisnya.
'' Maaf Bu Ratna memang makanan ini sudah terbubuhi oleh salah satu jenis bahan kimia yang membuat si pemakannya jadi sakit perut kemudian muntah-muntah, tentu saja hal ini tidak mungkin kami lakukan ini pasti ada pihak lain yang mencoba mensabotase antara pihak kami dengan pihak pak ustad''
seluruh karyawan dan juga para pegawai katering itu geleng-geleng kepala, karena memang mereka sudah maksimal melakukan pekerjaan tapi masih ada hal yang seperti itu terjadi berarti makanan itu telah direkayasa saat dalam perjalanan menuju ke tempat acara Pak Ustad Kholik.
Ratna menggelengkan kepala sambil berpikir keras ia mengira-ngira menduga-duga ada orang yang begitu tega berbuat yang kurang ajar dan sangat membahayakan bagi keselamatan para santrinya.
'' baik kalau begitu Bu Hamidah dan juga bapak Abang Raden kita akan Selesaikan masalah ini bersama-sama saya yakin ada pihak ketiga yang mencoba mengadu domba kita saya akan lapor ke suami saya dulu tentang permasalahan yang sebenarnya.. saya pamit pulang ya Bang Raden semoga anak-anakku baik-baik saja di sana,''
'' Baik bu Sekali lagi kami mohon maaf atas kelalaian ini kami berjanji akan bertanggung jawab atas semua kerugian yang diderita oleh pihak ibu bagaimanapun ini adalah pekerjaan kami bahkan sampai ekspedisi dalam perjalanan pun masih dalam pengawasan kami sehingga ini akan menjadi tanggung jawab Kami sepenuhnya''.
Ratna pun pulang untuk menemui Ustadz Kholik Ustadz Kholik geleng-geleng kepala juga merasa sangat pening kepala nya. Ada saja masalah yang terjadi di dalam kehidupannya sepertinya tidak berhenti-berhenti gangguan dan cobaan berkali-kali mendera perjalanan kehidupan mereka berdua.
__ADS_1
Ustadz Kholik telah berhasil mengamankan kesehatan para santri yang tadi terjadi begitu parah hampir-hampir sajak ada yang tidak tertolong karena keracunan makanan, tetapi Alhamdulillah paramedis dengan cekatan memberikan pencegah racun, sehingga racun tidak menjalar ke tubuh yang lainnya. kejadian ini sangat memalukan sang ustad.
Ustadz Kholik meninjau para korban keracunan makanan kotak itu, satu persatu mereka diberikan semangat dan didoakan agar mereka bisa cepat pulih seperti sedia kala.
'' apa yang kamu rasakan pertama kali saat makan itu nak?".
Ustad mendekati salah seorang santrinya yang kelihatan lunglai ia merasakan sakit kepala, kemudian terasa badannya lemah kemudian muntah-muntah.. dan ternyata bukan hanya dirinya atau satu orang itu saja teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama Mereka pun muntah-muntah setelah salat dzuhur bersama tadi'
" sekarang gimana rasanya setelah minum obat dari dokter tadina,nak.?''.
anak laki-laki berusia 7 tahun itu menjawab dengan jujur.
'' Sekarang sudah mendingan pak uatad. Alhamdulilah tidak pusing lagi. kenapa jadi begitu pak? padahal makanananya enak bamget pak kiyai.. kok aku malah mau muntah pak ustad.. kepala jadi pusing.. itu mskanan apa sih pak?''
Pak ustad tal bisa menjawab,ia hanya memegang kepala anak tersbut sambil mendoakanya...
"Ga papa nak kan sudah di obati sama pak dokter.. bentar lagi juga sembuh.. sabar ya.."
Air mata ustadz kholik tak terasa menetes.. aedih melihat kenyataan yang kini terjadi dan terus saja ada. masalah.
__ADS_1
'''