
Lahan perkebunan dan fasilitas pendukung,perkebunan nampak hancur berantakan. kebun sayuran yang begitu luas pun kelihatan kering kerontang tanahnya pun kelihatan tandus semuanya telah hancur semuanya telah musnah harapan para petani penggarap lahan dan pemilik kebun benar-benar hancur rasa sakit hati kecewa dan sebagainya menjadi nabi mereka hanya dengan satu malam kejadiannya seluruh fasilitas yang ada di perkebunan itu hancur tatapan mata penuh kesedihan seluruh karyawan perkebunan sayur milik Kholik dan Ratna itu menjadi saksi keganasan dan kejahatan makhluk-makhluk astral yang menyerang perkebunan mereka.
di sebuah ruangan pertemuan di mana biasanya mereka berkumpul untuk menerima gaji ataupun mendapatkan briefing tentang pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan telah berkumpul seluruh karyawan perkebunan menghadap sang pimpinan Kholik Ratna dan tim manajemen.
sepertinya akan ada yang dibicarakan wajah-wajah sayu wajah-wajah sedih wajah-wajah tegang dan cemas kelihatan dari seluruh pekerja terlihat sangat memprihatinkan, mereka ikut merasakan bagaimana susahnya bagaimana sulitnya merawat seluruh tanaman perkebunan sayur yang selama ini menjadi mata pencahariannya.
Mereka hari ini berkumpul, mereka penasaran apa yang akan segera dengarkan .Mendengarkan apa yang akan jadi keputusan Kholik dari manajemen perkebunan "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak-bapak dan ibu-ibu serta teman-teman pekerja semua
Terpaksa hal ini harus saya sampaikan kepada bapak-bapak dan teman-teman pekerja semua, sebenarnya saya juga berat untuk menyampaikan hal ini pada kalian. Tapi memang itulah kenyataannya ,usaha kita usaha perusahaan kita saat ini sedang kolaps atau sedang defisit yang sangat jauh yang sangat dalam yang sangat berat sehingga saya memutuskan untuk sementara bapak-bapak dan ibu-ibu dengan sangat berat hati untuk diistirahatkan. Nanti jika perusahaan kita sudah kembali bangkit maka kami pun akan merekrut anda semua seperti biasa. tapi saat ini kami sangat merasakan cobaan yang sangat dahsyat sangat luar biasa bukan cuma soal keuangan tapi berupa fisik di tempat kerja kita juga terdampak saya sendiri sedang berusaha mencari tahu bagaimana caranya menyelesaikan persoalan-persoalan ini siapa mereka yang telah membuat semua ini jadi kacau. untuk itu sudi kiranya bapak-bapak dan ibu-ibu semua, juga teman-teman untuk menerima kenyataan ini .untuk sementara demikian ibu-ibu bapak-bapak dan teman-teman silakan mengantri untuk mengambil upah terakhir yang dengan sangat berat kami memberikannya kepada anda. tapi kami merasa ikhlas seikhlas ikhlasnya .Beratnya karena ini adalah upah terakhir buat bapak-bapak dan ibu-ibu serta teman-teman semua."
wajah-wajah kecewa terlihat wajah-wajah sedih juga nampak bahkan di antara mereka ada yang menangis sesungguhkan karena merasa kasihan dan merasa merasakan semua apa yang dirasakan oleh pak ustad dan Bu Ratna betapa tidak mereka rasakan?
karena mereka merasa bahwa ini adalah usaha keluarga bukan soal untung dan rugi dia sebagai pekerja atau sebagai tenaga kerja tapi dia juga merasa bahwa apa yang dilakukannya bersama pak ustad dan Bu Ratna di kebun itu adalah miliknya.
__ADS_1
pengabdiannya selama bertahun-tahun dengan Bu Ratna dan ustadz Khalid adalah dengan rasa ikhlas yang yang berlandaskan kekeluargaan dan juga kasih sayang diantara mereka perusahaan ini dibuat dan dibangun atas kerjasama kerja keras bukan cuma ustadz Khalid dan Bu Ratna sebagai pimpinan tapi mereka juga berkontribusi karena mereka juga memiliki saham dalam membentuk perusahaan tersebut.
tangis mereka pecah setelah menerima uang terakhir uang gaji terakhir mereka memeluk Ratna satu persatu Ratna pun demikian keadaan yang sangat haru biru terasa sekali kebersamaan mereka yang selama ini harus terpisah harus terputus hanya karena sebuah musibah yang tidak jelas dari mana dan bagaimana asal-usulnya.
"lalu apa rencana kita selanjutnya pak ustad kalau semua ini harus berakhir sampai di sini .Sebenarnya kami sudah bertekad bersama teman-teman semua yang ada di sini untuk tetap bertahan di perusahaan bapak ini karena ini adalah milik kami milik kita semua seperti yang pak ustad dan Bu Ratna sampaikan dulu ini adalah perjuangan kita bersama. jadi ketika perusahaan ini mengalami kolam seperti ini adalah tanggungan bersama bukan cuma tanggungan Bu Ratna atau pak ustadz Khalid kami merasakan itu dan kita harus bangkit lagi bukan begitu teman-teman semua?"
Pak pak Usman sebagai ketua manajemen yang ada di perusahaan Kholik dan Ratna ini meyakinkan kepada seluruh pekerja yang hadir saat itu dan mereka juga ternyata menjawab semua dengan semangat.
benar benar pak ustad benar Bu Ratna kami bersedia mengorbankan diri kami untuk kemajuan perusahaan ini perusahaannya sudah kita rintis bersama-sama.
Ratna dan Kholik saling memandang ada rasa bangga dalam dirinya dalam diri mereka masing-masing ternyata apa yang telah dibangun dan telah diajarkan kepada mereka kini mereka telah merasakannya.
Ratna dan kholik akhirnya memutuskan dengan sebuah pernyataan serius dan tegas.
__ADS_1
"kami memutuskan untuk sementara menghentikan kegiatan dulu , biarkan kami akan mengadakan perbaikan-perbaikan agar semua bangunan-bangunan yang telah hancur itu bisa berdiri dan juga lahan ini bisa diolah kembali dan ini perlu biaya yang sangat besar sehingga kami tidak mungkin membebankan hal ini pada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian mohon dipahami ibu pak juga teman-teman?."
dengan berat hati juga akhirnya Khaliq mempersilahkan mereka untuk kembali ke tempat masing-masing dan membiarkan khalik dan Ratna juga hati manajemen perusahaan untuk berunding kembali, membahas langkah apa selanjutnya harus dilakukan untuk mengembalikan semua yang telah hancur sehingga bisa menjadi pengharapan baru.
"Pak Ustad, sepertinya kita harus mengadakan ritual kembali. kita tidak boleh diam kita tidak bisa tinggal diam. Kita harus melawan pak ustad." Celetuk Ratna di tengah-tengah rapat anggota manajemen perusahaan.
Pernyataan ratna tersebut ternyata diamini oleh seluruh anggota manajemen.
"Betul pak ustad kita harus melawan kita kan punya orang-orang yang bisa membantu kita termasuk saya dan juga teman-teman yang lain siap untuk melaksanakan perlawanan itu kita tidak bisa tinggal diam begitu saja pak ustad ini menyangkut semua orang bukan cuma kita saja mereka menyerang semua orang bukan cuma kita saja."
Ustadz Kholik merenung sejenak. Kemudian mengangkat wajahnya. serat matanya tegas menghadap mereka menyemangati mereka anak buahnya yang loyal.Ia mengepalkan tangannya untuk meyakinkan tim manajemen bahwa dirinya sebenarnya sudah lama ingin mewujudkan ingin membuktikan bahwa mereka tidak bisa tinggal diam. karena mereka merasa dalam kebenaran mereka tidak pernah mengganggu siapapun dalam bidang apapun sehingga keyakinannya untuk melawan sudah semakin kuat .
Akhirnya....
__ADS_1
"Ya saya putuskan ,kita melawan .kita lawan kezaliman itu .Yang kita bela adalah kebenaran yang kita wujudkan adalah kebenaran. Kita tidak pernah merasa berbuat salah kepada mereka. Secara fisik atau secara mental bahkan juga secara ekonomi pun kita tidak pernah melakukannya, saya sudah tahu siapa pelakunya Dan kita punya Intel di sana suatu hari kita akan datangkan orang itu untuk mendapatkan lebih banyak laporan tentang apa saja kegiatan mereka di padepokan kanuragan itu. kita akan cari tahu siapa Jaka lelana sebenarnya. selama ini kita tahu bahwa dia adalah seorang paranormal yang hebat yang luar biasa dan itu kecurigaan saya tanpa harus su'udzon tetapi mata batin saya melihatnya seperti itu.".
Tepuk tangan pun pecah dengan semangat. riuh rendah dengan teriakan-teriakan, lawan lawan mereka.!! tim manajemen dan juga anak buah ustadz Kholik sangat bersemangat untuk kembali menegakkan kebenaran. Dan kembali berniat berjihad menghadapi orang-orang seperti mereka memang harus dengan ketegasan. Dan sebenarnya sikap seperti itu adalah sikap yang paling terakhir yang mereka lakukan .Karena mereka kini sudah semakin keterlaluan dalam mengganggu kehidupan dirinya dan masyarakat pada umumnya di desa Pabuaran lor ini.