
Mobil Inova Hitam yang dikendarai Usman langsung ngebut. Meninggalkan lahan perkebunan sayur ustad Kholik dan Ratna.
Cuaca hari itu terasa panas dan membuat badan terasa gerah walaupun Didalam mobil Inova sudah dipasang AC mobil.
Mobil Inova itu berbelok kearah kecamatan Babakan.
dengan lincahnya Pak Usman memacu mesin Inova agak ngebut,ia tau bosnya sedang kesal atas di tolaknya Negoisasi bisnis bersama pak Ustadz.
Sepulangnya dari rumah ustad Kholik, dalam perjalanan Bos Dodo nampak merasa tersinggung dengan sikap Kholik yang menolak kerja sama. Ia merasa baru kali ini ada orang sekelas ustad menceramahinya,soal kerja sama bisnis. Ia merasa apa yang dilakukan ustad tadi adalah pelecehan terhadap etika bisnis.
Didalam mobil saat perjalanan pulang.
"Usman apa yang kita dengar tadi dari ustad sok suci itu, menurut kamu, bagaimana ?. kita harus bagaimana?".
"Maaf bos untuk hal ini saya tidak bisa. berkomentar ."
"kamu kan.tahu?pasokan dari produksi kita untuk menjual ke kota selalu kekurangan. kita butuh suntikan produksi hasil pertanian dari Ustad itu. Saya pikir ustaz itu mau diajak kerjasama dengan saya.? kupikir dia akan segan dengan saya. Ternyata malah menceramahi saya, namanya saja berbisnis dagang. kita harus mendapat untung besar? dia pikir saya tidak bisa menjegal hasil produksi pertaniannya?"
Pak Usman tidak banyak bicara sebenarnya dia juga paham apa yang ustad Kholik maksud tadi. memang benar seharusnya bos tidak memonopoli saat berbisnis .
Seharusnya Dodo menerima dengan niat baik sang ustadz. Saran yang disampaikan ustad itu sudah benar. Cuma kadang-kadang orang sebesar bos Dodo itu punya egois yang tinggi. Sehingga apapun yang dilakukannya atau yang diinginkannya, Harus selalu dituruti oleh pedagang atau orang yang diajak kerjasama denganya.
Tapi pak Usman merasa ia hanya sebagai sopir, iya tidak mau campur tangan urusan bisnis bos besarnya itu. Ia tahu persis kelakuan bos besarnya. Sehingga ia tidak ingin berlarut-larut mengikuti atau menanggapi apa yang menjadi pemikiran bos besar,dengan apa yang jadi pikiran ustad Kholik.
"liat saja nanti. Saya akan hubungi para pedagang pedagang pasar yang lain, yang ada di kota ini ,saya akan kasih harga murah kepada mereka. Agar mereka tidak menerima produksi pertanian dari ustad kolik itu. Biar dia merasakan bagaimana sakitnya tidak diterima oleh pedagang hasil pertaniannya" Amarah serakah Bos Dodo masih terasa ,sepanjang perjalanan pulang dari tempat ustadz Kholik..
Pikirannya merasa panas dan tersinggung berat, merasa dirinya tidak dihargai oleh seorang ustaz.
"Kita langsung ke mana nih bos?. Apa mau mampir dulu ,siapa tahu bos mau singgah ke istri yang kelima?"
Bos Dodo yang duduk disampingnya nmpak cemberut, bagai Badut bernyawa.Ia tersenyum kecut,sambil memukul-mukul punggung sang sopir.
"Kamu ini ngerti aja kalau aku lagi kayak gini Usman hahaha..."
"Aku paham bos.kalau pikiran lagi tegang kaya gini untuk merefresh nya harus mampir ke yang muda,bos. Biar teganganya jadi kendur, begitu"..
Usman tersenyum kecil melirik ke wajah bosnya,ia berhasil mengendalikan pikiran bosnya.
Mobil Innova hitam yang dikendarainya berbelok ke arah kecamatan Babakan di mana, di sana ada rumah istri mudanya, NYI OMAH.. Wanita mantan sinden berperawakan langsing tinggi ,dengan dada padat berisi itu adalah istri mudanya yang ke lima .Wajah omah jauh lebih cantik dari wajah istri pertama,ke dua ,dan ke tiga ,bahkan yang ke empatnya. Omah lebih muda,usianya baru 24 tahun.
Omah diinikah siri, oleh bos Dodo sejak satu tahun lalu. perilakunya sedikit nakal. Bukan cuma pada suami tapi pada sopirnya pun ia seringkali bermain mata.
Maklum sopirnya bos Dodo, lebih tampan dan lebih muda daripada bos Dodo yang tampang Lucu, perut gendut pendek pula ,kepala botak berkaca mata tebal. Tampilannya mirip badut bernyawa. Omah tentu saja tidak memandang tampangnya,ia mau dinikah siri,karena bos Dodo kaya raya .Yang penting apapun keinginannya bisa dipenuhi.
"Usman kamu tahu apa makanan kesukaan istriku si Omah?".
Usman geleng-geleng kepala ya pura-pura tidak tahu makanan kesukaan wanita cantik yang suka bermain mata dengannya itu.
"Kita mampir dulu ke kedai empal tongseng pak Wahid. Dia sangat suka sekali makanan itu ,aku harus membelikannya dulu biar dia semangat melayaniku hahaha."
Usman cekikikan mengiringi tawa bosnya.
Usman sudah tahu dimana lokasi rumah makan empal ,sate tongseng itu berada.
__ADS_1
Setelah sampai tujuan, ia memarkir kendaraannya tepat di depan kedai rumah makan empal tongseng pak Wahid ,yang terkenal di kecamatan Babakan. Ia melihat
Diparkiran sudah ada 17 mobil berderet-deret.
Yang berarti, Rumah makan Empal Sate tongseng ini memang selalu ramai dikunjungi pelanggan.
Setelah melepas sabuk pengaman masing masing ,mereka keluar .
"Oke bos ,beli yang banyak saya juga mau tuh bos... hahaha."
Usman nampak senang berhasil merayu dan meredakan emosi Sang Bos.
"Ya sudah kita makan saja dulu di sini. saya lapar sekali gara-gara emosi sama ustad geblek itu, jadi laper deh".
Didepan pintu sudah disambut wanita cantik berbusana batik. Tampilannya nyentrik.
"Sugeng rawuh pak Usman, pak Dodo. Mangga silakan masuk ,silahkn cari tempat duduk ,itu disana ada tempat kosong, di sana pak bos.Mangga silakan. Oya apa nginume pak?".
sambutan ramah pelayan wanita muda berwajah cantik ,berbusana batik pakaian seragam yang asik dilihat .
Tempat duduk terbuat dari anyaman rotan nyaman dirasakan pantat saat di duduki oleh para pelanggan.Tata krama sopan santun yang diberikan oleh para pelayannya bikin suasana lelah dari perjalanan jadi sedikit terobati.
Pelayan cantik itu sepertinya sudah sangat mengenal tampang dua orang itu. Mereka sering datang ke tempat rumah makan yang dikelola bosnya.
"Minuman teh adem bae ora usah nganggo gula.? kan kita wis manis".
Bos Dodo memukul bahu Usman.Sambil tertawa,
"Wis,mengko maning ,ngerayunya Man?kita masuk ke ruang makan dulu"
"Idih bisa Bae,guyonane, ya. Pak Usman iki lucu. hehehe. minum teh Jeh,asrepan?"
"Enggak pakai gula juga,saya sudah manis kok..neng? hehehe. ya sudah saya pesan dua porsi buat saya dan bos saya. Kamu tahu kan,seleranya bos Dodo?."
Pelayan cantik itu tersenyum sambil menjawab.
"Iya, baka bos Dodo,mah..Senengane sing pedes, orah?"
Sang pelayan berwajah cantik itu pintar berbasa-basi,bukan cuma dengan pak Usman saja, hal itu sudah biasa dilakukannya untuk menarik dan menggoda agar pelanggan setianya,tidak lari ke tempat lain.
"Idih,kuwen sih ,wis ngerti? ya wis. saya tunggu makanannya."
Pak Usman menepuk bokong pelayan cantik itu.
pelayan cantik itu menghindar dengan gerakan halus.
Pelayan cantik berbusana batik, itu. Melirik sambil tersenyum mengesankan.
Saat Bos Dodo sedang makan bersama Usman . Ada tangan menepuk Bos Dodo di tepuk bahunya oleh Gurman. laki laki berperawakan kekar.
Dia juga tengkulak pedagang cabe dan bawang merah yang terkenal kaya raya
Dari desa Sasak.
__ADS_1
"Idih si Dodo mangan dewek bae,ya? ora tawar tawar.ngajak mrene siramah. Abong Abong wis sugih. ya? klalen bari Batur enom.?"
Gurman berbahasa Cirebon, kental logat Indramayuan.
"Aduh iya ya maaf ya saya nggak lihat kamu tadi. ya sudah duduk di depan sana pesan mau makan berapa kilo sih saya bayari hehehe..."
Jawab Bos Dodo Iya merasa semangat ,sambil mengunyah daging kambing empuk teras nikmat.
keringatnya nampak keluar dari dahi botaknya.
Bos Dodo merasa Kini ada kesempatan untuk berbagi cerita. dan minta pendapat pada Gurman, bagaimana sikapnya menghadapi bisnis yang sedang tidak baik ini. Ia merasa,karena ada petani bandel. Seperti ustad Kholik. Yang membuat bisnisnya jadi terganggu.
Karena petani kecil yang ada di sekitaran kebun ustad itu ,tidak mau lagi menjual dan membeli pupuk pada bos Dodo. Mereka kini bergabung bersama ustad, sehingga produk pertanian yang dia beli dari petani petani di kota ini menurun jumlahnya, bahkan mereka tidak mau menjual hasil taninya kepada bos Dodo.
Bos Dodo memulai percakapannya.
"Gurman, kamu tahu kan? siapa yang memonopoli hasil pertanian para petani itu. Sehingga produk pertanian yang kita beli dari mereka jadi berkurang. Seperti cabe dan bawang merahmu ,sekarang makin langka juga di pasaran. karena kamu jarang memasok, karena kekurangan bahan jualan iyakan?"
Sambil mengunyah daging sate kambing.
Gurman mengangguk anggukan kepala. kemudian menyambut apa yang dibicarakan oleh teman karibnya itu.
"Iya itu... sekarang saya sudah tahu. makanya saya ingin ketemu sama kamu ,tadi Agus sopirku, ngasih tahu kalau kamu ada di sini makanya saya ke sini." Kata Gurman nampak mulutnya masih sibuk.mengunyah daging sate Kambing muda buatan Pak Wahid.
"Oh jadi Sira sudah tahu? terus bagaimana langkah selanjutnya, untuk kita. Agar para petani itu mau menjual hasil panennya dengan murah kepada kita"
Gurman nampak berusaha menelan makanannya dulu.
Kemudian....
"Halah masa ada itik ngajari berenang? kamu kan paling bisa,soal beginian. Aku tuh sudah ngerti,kelakuan sira dulur. Dodo?.hehehe bagaimana caranya?,kok takon aku?!"
"Jadi kamu sudah tahu bener orangnya? siapa?"
"Tahu nanti saya chat we a,kamu. Siapa orang yang kamu maksud. kalau aku ngomong di sini,nanti dikira kita mengadu domba,dan fitnah orang, ngomong-ngomongin orang. Enggak baik buat bisnis kita. Sudahlah nanti kita bergerak pelan-pelan.percaya kamu tahu caranya? nanti saya dukung".
Nampaknya mereka memang sudah paham satu sama lain siapa yang disebut siapa yang dimaksud oleh bos Dodo dan gurman.
Pak Usman sebagai sopir, cuma geleng-geleng kepala mendengar percakapan mereka yang semi rahasia itu. Dan ia tahu rahasia itu ,ia paham siapa yang dimaksud dengan pembicaraan mereka berdua tadi.
Pikiran pak Usman mulai merasa tidak nyaman dengan niat bos dan orang yang lagi makan di depannya ,yang bernama Gurman .
Dimatanya dua orang ini sama sama jelek Dalam berbisnis.
Sayang sekali Usman tidak mengetahui nomor telepon yang bisa dihubungi dari pihak ustad kholik.
Ia merasa berdosa jika tidak mendukung kebaikan pemikiran ustad Kholik yang karismatik itu .
Ia merasa tidak terima jika sampai dua orang ini akan menghancurkan bisnis sang ustadz ,yang baik itu,l.
Usman sangat menghormati ustadz Kholik. Karena anaknya, kini jadi pintar ngaji dan pintar berbuat baik,ahlaknyapun baik kepada orang tua. Hasil didikan pesantren yang dipimpin oleh ustadz Kholik yang kharismatik itu.
Isi hatinya bertolak belakang dengan pikiran bos Dodo dan juga laki-laki bernama gurman, tetapi ia harus pandai menyembunyikan perasaan itu, agar tidak terjadi hal-hal yang malah merugikan dirinya.
__ADS_1
Bagaimanapun Dodo adalah bos tempat ia mengabdi dan mendapat nafkah selama ini.