
Dalam chating WhatsApp grup. Ustadz Kholik,Ratna,Dewi kuning,Rohmat dan Abah Jono.Mereka sedang berdiskusi.
Ustadz kholik menyarankan malam nanti sepakat berkumpul di rumah tua .
Mereka semuanya sepakat untuk menyatukan segala ilmu yang dimilikinya ,sesuai dengan bagiannya masing-masing.
Untuk menahan ataupun menyerang balik.Appun resikonya mereka kan kompak menghadapi segal.kemungkinan terburuk.
Mengingat musuh yang kan dihadapi sangat tangguh.Jaka Lelana.
Jika dari pihak Rojak mengirimkan bala bencana berupa serangan-serangan mahluk astral.
Seperti beberapa tahun yang lalu.Kali ini mungkin juga jumlah dan kwalitas ilmunya lebih sakti dari yang dulu dulu.
Rumah tua itu harus dijaga dan kembali diupayakan diterapkan ilmu atau jimat penangkalnya lebih banyak lagi.
Bila perlu dijaga dengan pagar gaib yang lebih kuat .
Seperti yang dilakukan oleh Dewi kuning.
Yang memasang pagar gaib.Seperti yang dilakukan Dewi kuning.
Untuk menjaga para genderuwo di lembah kembar hijau.
Dewi kuning pun menyetujuinya ia siap melakukan ritual pemasangan Khodam penolak bala berupa pagar gaib tingkat dewa.
Untuk menutupi,dan menyembunyikan juga dpat menghalangi pergerakan serangan dari lawannya.
Ilmu itu Dewi kuning baru dapat menguasainya setelah ia pulang ke Banten dan mempelajari ilmunya
Rencananya Dewi kuning juga akan mengajak Gurunya NYI Inong. NYI Inong juga sempat berseteru dengan Jaka Lana.
Katany Ada pasien dia yang terkena guna guna .Lalu ia menangani pasienya Malah dia diancam oleh Jaka Lana.
Katanya jangan ganggu Anak muridnya yang sedang kerja cari makan.Dengan cara seperti itu.
mungkin juga kali ini siluman yang dikirim oleh Rojak makin tangguh.Mereka Harus kerja keras Agar tidak sampai kalah oleh prilku jahat.
Demikian pemikiran-pemikiran teman teman Kholik. yang terbaca dari hasil diskusi lewat grup WhatsApp nya.
Angin sore berhembus sejuk menelusup diantara ranting pohon dan dedaunan daun pisang yang tumbuh di sekitar rumah sederhana milik Mang Oman.
Letaknya tidak terlalu jauh dengan Rumah tua yang sudah direnovasi. Sehingga tampilan rumah itu nampak bersih.Tidak.lagi nampak kusam dan berkesan serem seperti dulu.
kini sudah tidak ada khodam jahat lagi yang berani masuk ke rumah tua milik Ratna itu.
__ADS_1
Laki laki setengah baya yang bekerja di rumah tua sebagai penjaga rumah dan tukang kebun. Mang Oman namanya sudah kembali bekerja seperti biasa.
Karena yang dia rasakan juga sudah tidak ada lagi merasa ada keanehan yang terjadi di rumah itu .
Sejak Dewi kuning membawa para siluman itu ke bukit kembar hijau.
"Nah kalau begini kan enak, saya juga bekerja dengan tenang. ada-ada aja sih,kita merasa beruntung ada ustadz, seperti Pak Kholik .Ia adalah Orang yang bijaksana, Sakti luar biasa.Baik hati luar biasa pokonamah. Prihatin bisa-bisanya ada orang menyebar isyu bahwa ustadz Kholik menyimpan dan memelihara siluman demit di rumah tua ini .
Demi untuk membantu kekayaannya? ya kita jelas tidak percayalah.ya ga kang Ujang.?".
Mang Oman sedang bercengkrama bersama kang kang Ujang serta istri dan dua tetangga lainnya .Merekapun meraskan hal yang sama.
Kembali merasa nyaman merasa tenang. tidak lagi mendengar orang lewat di ganggu jin orang jualan di beli jin dan hal hal aneh lain.
Tidak lagi melihat hal-hal yang bikin merinding bulu kuduk alias Tidak ketakutan.
"Iya yah, ada saja orang yang terus berniat jahat, terus aja mengganggu kehidupan ustadz kita. Padahal kita tahu semua tahu Rojak itu siapa? sekarang aja dia masih menjadi buronan polisi".jawab Kang Ujang masih sibuk dengan sapu lidinya.
"Tapi mungkin orang-orang banyak juga yang belum tahu siapa si Rojak, tapi dengar-dengar itu perguruan kanuragan itu dipimpin Jaka Lana katanya dia teman kecil nya Rojak.Sekarang perguruan itu makin besar ya kamu tahu nggak itu siapa pemiliknya?
eh kok jadi ngelantur ke perguruan panuragan itu sih aku aja takut membicarakannya
"lah lah ,emang kenapa kok takut?"
Mang oman menatap ujang sambil berpikir. apa benar kabar burung itu?
"Jadi kabar itu benar, ya . Bahwa perguruan kanuragan itu tidak tersentuh oleh siapapun .Aneh ya ya emang kenapa ya kalau mereka membuat izin ,atau ya paling tidak bersosialisasi lah dengan masyarakat sekitar.?"
'itulah mang Oman saya juga sebenarnya pengen mengetahui. pengen tahu lah gitu, apa sih yang dilakukan di sana sebenarnya.Kalau kata anak saya sih katanya cuma perguruan kanuragan biasa. Belajar silat ilmu laduni mengaji dan mengajarkan akhlak mulia. Mengajarkan ilmu laduni, katanya masih sama juga dengan perguruan-perguruan atau pesantren-pesantren yang ada di sekitaran sini.'
Perbincangan Dua sahabat itu makin seru,karena mereka selama ini penasaran. Kenapa perguruan itu tertutup, dan untuk kalangan mereka saja..itupun sangat ketat pengawasannya.
kang Ujang bercerita sambil memegangi sapu lidi yang mulai kendor, kang Ujang mengikat kembali dengan kencang.
Sapu lidi itu untuk membantu mang oman agar bisa digunakan menyapu pekarangan rumah tua itu dengan nyaman.
isteri mang oman ikut nimbrung duduk dekat mang an yang sedang menjahit karung goni untuk wadah rumput.
"sok atuh kang Ujang minum dulu kopinya, teh Icha minum kopinya itu dari tadi cuma dilihatin aja".
Sahut ceu Marni ,istri mang Oman, dengan wajah ceria mempersilahkan dua orang tamunya itu untuk meminum kopi yang sudah disiapkan dari tadi.
"Duh hatur nuhun nya."
sahut kang Ujang berbarengan dengan istrinya.
__ADS_1
Setelah minum kopi kang Oman melanjutkan pembahasannya tentang perguruan kanuragan, perguruan kanuragan Sangat dikenal, tapi orang banyak menyebutnya padepokan kanuragan jakalana .
"Kan anak saya sudah hampir 3 tahun berjalan ini, tinggal di padepokan kanuragan itu. tapi pulangnya atau nengok orang tua cuma sebulan sekali juga cuma sebentar.Itu juga diantar sama 2 temen .Yang katanya sih pimpinan penjaga santri dari sana.
Kang Oman langsung menyahut kemudian berargumentasi.
"lah wong anak-anak kita sendiri mau pulang ke rumahnya sendiri kok dijaga begitu toh emang kenapa alasannya apa.?".
kang Ujang menggelengkan kepala kemudian menjawab
"ya saya tidak pernah tanya dan saya juga nggak mau tahu kenapa. anak saya pulang sebulan sekali tapi tidak boleh lama-lama dan tidak boleh berkata apa-apa. kalau sama orang tua cuman bilang assalamualaikum saya kangen sama Mama sama bapak udah pulang lagi saya juga heran kenapa ada ya perguruan yang mengatur seperti itu?".
Mang Oman mikir ..lalu menjawab lagi..
"Iya,? terus kenapa kamu perbolehkan anak kamu balik ke pondok perguruan kanuragan itu. jadi mencurigakan."
"Eh jangan ngomong kayak gitu lah Mang,pamali. kalau sampai kita ngomong kayak gitu kita bisa dicurigai oleh orang-orang kanuragan sana. kita... uduh udah deh sebaiknya kita nggak usah membicarakan itu deh nggak perlu juga sih."
Sahut kang Ujang sambil menempelkan jari telunjuknya ke depan bibirnya.
Kang Oman makin merasa aneh dengan perilaku kang Ujang yang sepertinya benar-benar ketakutan hanya untuk membicarakan perguruan kanuragan. Padahal anak nya ada di situ.
Kang Ujang mencoba menjelaskan kembali. Anaknya memang pernah wanti wanti begitu, agar tidak membicarakan dan menanyakan tentang pondok kanuragan itu.
Rasa heran oman semakin meningkat hingga ia pun akhirnya menelpon pak ustadz Kholik.
"Assalamualaikum pak ustad, bagaimana apa acara nanti malam ? apakah jadi berkumpul di tempat rumah tua itu ? kalau jadi sekarang ini mau saya bersihkan tempatnya
maksud saya akan saya rapikan kembali agar enak nanti digunakan kan pastinya banyak orang datang ke sana nanti ya pak ustadz.?"
"Iya mang Oman?..bersihkan saja mulai sekarang.. ini masih menunggu kepastian dari Dewi kuning dari apa kita belum dapat konfirmasi pastinya kapan? ".
"Eeh Ari kang oman?... saya sedang bicara apa ? kang Oman bukanya berpikir ko malah teleponan.
padahal menurut aku itu masalah serius tapi memang kita tidak boleh membicarakannya apapun yang menyangkut tentang perguruan kanuragan itu.?
kang Oman ngakak melihat kepolosan sikap dari kang Ujang.
"kang Ujang kang Ujang, ya makanya saya mengalihkan pembicaraan ini dengan cara menelpon berbasa-basi tanya sama pak ustad.
maksudnya agar kita tidak membicarakan lagi tentang pondokan atau tentang perguruan kanuragan atau padepokan kanuragan atau apalah yang itu...
hehehe Ari kang Ujang?
istri mang oman tertawa terpingkal-pingkal begitupun dengan istrinya kang Ujang yang terpancing terasa geli lucu mendengar jawaban dari mang Oman
__ADS_1