
Dii sekitaran rumah tua kini berkumpul beberapa orang yang akan menjalani tugas menggali di mana letak tulang belulang orang tua dari pergola ijo atau nenek moyangnya dari pergola ijo dengan alat detektor yang sengaja didatangkan dari tim forensik dari kota Cirebon mereka pun mencari di mana.. atau letak titik terkuburnya tulang-tulang atau jasad para mendiang nenek moyangnya bergola ijo.
petugas gali sudah siap dengan peralatan detektor pun sudah disiapkan kemudian para petugas mulai mencari di mana alat itu berhenti dan bersuara maka di situlah dicurigai untuk segera diberikan tanda penggalian.
kemudian mencari lagi di beberapa sudut lainnya untuk mendapatkan lokasi yang pas dan pasti bahwa di situ terkubur sebuah benda dengan alat detektor itulah bisa diketahui untuk ditandai dan kemudian digali.
ternyata setelah ditelusuri oleh alat tersebut ada 4. yang harus digali diantaranya di ruangan tempat tidur Ratna atau di kamar Ratna kemudian di dapur kemudian dekat dengan septic tank di belakang rumah tua itu.
para pekerja yang sudah disiapkan pun mulai menggali kemudian terjadi sesuatu yang bikin bulu kuduk mereka merinding karena ternyata tanah yang digali oleh para petugas itu mengeluarkan darah mereka pun terkejut itu benar-benar darah warnanya merah hitam merembes di antara tanah tersebut ustad Kholik beserta yang lainnya pun terkejut mendapatkan laporan seperti itu dari para petugas penggalian.
"kalau demikian bapak-bapak silakan berhenti dulu menggali".
"ustaz sepertinya kita akan menghadapi masalah baru lagi ini saya melihat ada beberapa yang janggal di sekitaran rumah ini sepertinya kita akan menghadapi masalah kembali".
demikian bisiik Abah Jono yang dirasakan juga oleh Dewi kuning.
"betul ustad apakah ustad tidak merasakan getaran itu getaran yang aneh kita seperti ini sedang menghadapi atau mungkin sedang dikepung oleh beberapa makhluk yang kita tidak tahu dari mana mereka datang kembali"
"iya Dewi saya juga begitu mendapat laporan itu sudah terasa ada getaran yang aneh seperti yang mereka tidak terima jasadnya akan dipindahkan atau akan digali"
Dewi kuning mempertajam pandangannya di sekeliling rumah tua itu,
"mohon bapak-bapak yang bekerja silakan beristirahat dulu tinggalkan tempat ini jauh-jauh kalau bisa jangan berada di lingkungan atau di sekitaran rumah ini sepertinya kita kedatanganmu tamu yang tak diundang"
tentu saja para pekerja itu langsung lari pontang-panting meninggalkan tempat yang mereka kerjakan mereka pun mulai merasakan ada hawa aneh merasuki atau memasuki wilayah sekitar rumah tua itu.
tidak lama kemudian terdengar suara yang sangat mengerikan tapi tak berwujud hanya Dewi kuning ustaz kolik
Abah Jono yang bisa melihat perwujudan makhluk yang tiba-tiba keluar dari kalian-kalian yang tadi digali oleh para pekerja. sementara para pekerja hanya mendengar suara gerangan itu saja ia pun merasakan ada hawa aneh bau yang aneh hanya itu yang mereka rasakan mereka tidak melihat tidak mampu melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi saat itu.
Sontak dengan gerak cepat seketika pendekar itu bersatu kembali memasang kuda-kuda kemudian membaca kalimat-kalimat yang hanya dimengerti oleh mereka sendiri mungkin semacam mantra atau bacaan ayat suci Alquran yang mereka sudah siapkan untuk melawan segala sesuatu yang akan terjadi.
__ADS_1
perwujudan makhluk aneh dari 3 lokasi yang sempat digali.
ketika makhluk aneh yang bentuknya tidak karu-karuan berkesan sangat mengerikan jika mata manusia biasa melihat pasti mereka tidak akan tahan melihat bentuk dan juga perwujudan dari makhluk yang mengerikan itu.
Dewi kuning mengerti bahasa mereka itu bahasa Cirebon kuno yang tidak banyak dimengerti oleh warga Cirebon sendiri mungkin para sejarawan pun akan sulit memahami bahasa dari ketiga makhluk itu.
beruntunglah Dewi kuning mengerti bahasa mereka sehingga diriku ini menterjemahkan kepada ustadz Kholik dan juga Abah Jono bahwa mereka tidak akan mengganggu bahkan mereka merasa bersyukur mengucapkan terima kasih atas kepedulian ustad z Khaliq Dewi kuning dan Abah Jono.
mereka duduk bersimpuh walaupun bentuknya tidak jelas seperti apa tidak bisa digambarkan bahwa itu mirip binatang atau mirip manusia atau mirip apa benar-benar bentuk yang tidak jelas
tiga makhluk itu bersujud memohon ampun untuk tidak diganggu kembali karena mereka sudah beratus-ratus tahun tersiksa di lokasi tempat dia dibantai oleh mendiang musuh-musuhnya.
mereka hanya meminta agar jasadnya disempurnakan mereka menangis menyesali perbuatannya di masa lalu sehingga bumi pun tidak mau menerima kehadirannya beratus-ratus tahun yang lalu mereka tersiksa di tempat itu.
tiga makhluk astral itu kemudian menghilang pelan-pelan setelah Dewi kuning menyanggupi untuk memelihara jasad mereka yang masih tersisa.
"Ustad kita harus cepat-cepat menguburkannya dengan layak selayaknya orang yang meninggal tapi kita tidak tahu dengan cara apa akan dikuburkan karena kita juga tidak tahu agama apa mereka atau kepercayaannya apa mereka mereka hanya minta agar dikuburkan begitu saja tidak menjelaskan harus bagaimana cara menguburkannya"
wanita setengah baya yang berpenampilan atau selalu memakai pakaian adat Jawa barat berdandan seperti sintren atau ronggeng atau penari jaipong layaknya.
anehnya dari Dewi kuning ini ia selalu tampil cantik ketika akan menghadapi makhluk-makhluk gaib atau makhluk-makhluk astral yang akan dihadapinya.
setelah diadakan perundingan antara mereka bertiga akhirnya diputuskan bahwa jasad itu dikuburkan dengan adat budaya zaman kolonial dulu.
di mana adat budaya saat itu masih sangat kental.
"saya yakin dari kuning tahu kok makanya saya serahkan ini pada diriku ini karena agama saya tidak mengajarkan seperti itu saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana pada saat itu kan belum ada agama yang menentukan bagaimana caranya mengubur orang-orang yang berperilaku seperti itu karena mereka kan bersekutu dengan iblis"
Dewi kuning tersenyum menatap ustaz Kholik dirinya merasa dihargai oleh pendapat seorang tokoh agama tokoh ulama sekelas ustadz Kholik.
"terima kasih pak ustad saya merasa terkagum dengan sifat Anda yang selalu menghargai budaya walaupun tidak sama keyakinannya dengan apa yang Anda teluti selama ini itulah yang membuat saya ingin bersatu dengan anda ustad".
__ADS_1
ustad Kholik membalas senyum Dewi kuning kemudian ia pun menjawab dengan rendah hati.
"agama dan keyakinan saya mengajarkan harus selalu menghormati siapapun dia apapun perbedaan agama kultur budaya dan adat istiadat dari siapapun bangsa apapun itulah yang saya ajarkan kepada mereka anak-anak didikku dan aku juga demikian mendapat pelajaran itu dari guru-guruku dulu ".
"sekali lagi terima kasih ustad sudah mempercayakan masalah ini kepada saya kalau demikian tolong bantu saya jaga saya ketika saya bersemedi saya akan bertanya pada tiga makhluk itu yang kemungkinan mereka adalah arwah para orang tua atau nenek moyangnya pergola yang kita kenal sekarang dengan bergola ijo."
ustadz Kholik dan apa Jono manggut-manggut pertanda setuju bahwa mereka akan menjaga dan melindungi pada saat Dewi kuning sedang bersemedi.
"baiklah Dewi silakan kami berdua akan menjaga ibu Dewi".
wanita setengah baya yang masih cantik tampilannya itu segera duduk bersemedi kemudian memejamkan mata sambil membacakan mantra-mantra yang sudah dia kuasai.
Dewi kuning mendapat jawaban dari salah satu makhluk yang tadi menjelma makhluk itu menjelaskan dengan bahasa Cirebon kuno yang sulit sekali dimengerti bagi kita orang Cirebon di zaman ini.
setelah beberapa menit Dewi kuning akhirnya membuka mata ia pun duduk bersimpuh kembali sambil menjelaskan bahwa mereka ingin dikuburkan secara agama Islam walaupun mereka bukan orang Islam bahkan tidak mengerti ajaran agama Islam tetapi mereka berpendapat mereka ingin dikuburkan layaknya seorang muslim.
mendengar keterangan dan penjelasan lebih kuning ustad z Kholik langsung mengucapkan hamdalah.
"kalau demikian segera kita laksanakan kita harus buru-buru menyelesaikan semua persoalan ini semuanya akan menjadi cerita bagi anak cucu kita ini akan menjadi sejarah buat perjalanan hidup kita sekali lagi terima kasih Dewi kuning apa Jono juga kau Rahmat dan istriku tercinta Ratna terima kasih ya sayang semua jadi jelas"
berikutnya mereka para pekerja yang tadi sedang ketakutan karena mendengar suara-suara aneh mereka kembali berkumpul kemudian melakukan pekerjaannya dan benar saja dugaan yang selama ini dirasakan oleh Dewi kuning juga ustad z Kholik. bahwa di sekitaran rumah itu terkubur tulang belulang mereka yang dicurigai sebagai sesepuh atau orang tua nenek moyang pergola.
"bapak-bapak sekarang sudah aman tolong gali lagi dan dapatkan tulang belulang yang ada di dalam galian itu sekarang sudah tidak ada darahnya lagi kan ? ".
"iya pak ustad tadi saya benar-benar kaget dan takut tanah itu mengeluarkan darah rembesan darah tapi sekarang tidak ada lagi aneh apa cuma perlihatkan saya saja ya"
ketua regu kerja mengadukan permasalahan itu apa yang dia lihat tadi saat anak buahnya menggali tanah yang dicurigai ada benda terkubur di dalamnya.
"ya sudah yang penting sekarang aman mungkin tadi kalian mendengar suara-suara dan bau-bau yang aneh kan sekarang sudah tidak ada lagi ya sudah tolong nggak lihat pak dapatkan semuanya apapun yang ditemukan di dalam penggalian nanti apapun wujudnya tolong jangan ada yang menyembunyikan atau jangan ada yang tersisa kami mohon ya pak saya percaya bapak bisa bekerja dengan baik"
pesan ustaz Kholik. pada para pekerja agar bekerja dengan jujur karena itu akan berpengaruh besar pada hasil pekerjaan mereka nantinya.
__ADS_1
jika sampai ada yang berani menyembunyikan atau membawa benda yang mereka temukan saat menggali tentu saja akan mendapatkan permasalahan yang tidak akan mereka pahami sehingga tidak ada perlunya menyembunyikan atau menggelapkan dari apa yang mereka dapatkan saat mereka menggali.