
Apa yang jadi kecurigaan Kholik dan Ratna ternyata benar,walaupun masih sebatas berita.Karena berita yang disampaikan oleh Dewi kuning. Padahal Dewi Kuning adalah anak buahnya Rudianto sang Paranormal yang gagal dan kalah waktu mencoba akan menetralisir isi penghuni gaib di rumah Ratna.
tapi Walaupun demikian karena Ustadz Kholik orang bijak yang dipercaya oleh warga selain Dia seorang tokoh masyarakat juga. makanya dia tidak sembarangan menuduh dan harus melalui proses pembuktian yang jelas agar tidak terjadi fitnah.
Seluruh warga yang dianggap tokoh masyarakat dan juga tokoh pemuda serta tokoh agama siang itu berkumpul di balai desa Pabuaran atas undangan dari bapak kepala desa. sesuai usulan warga dan juga seluruh tokoh masyarakat bahwa harus ada satu gerakan yang serius untuk menyelamatkan desa Dari teror yang berasal dari rumah tua itu.
Ada beberapa warga yang ngotot untuk mengusir atau menyuruh pergi Ibu Ratna dari tempat itu. atau dari rumah itu atau bahkan mengeluarkannya dari Desa Pabuaran ini.tentu saja itu provokasi yang luar biasa dari seorang masyarakat, akibat dari rasa tak nyaman dan sangat ketakutan pada setiap harinya.
Bahkan ada seorang anaknya yang sampai sekarang menjadi gila gara-gara selalu dihantui oleh iblis penghuni rumah tua itu.
Tapi tentu saja sebagai lurah atau kepala desa,dia harus bijak untuk menyikapi persoalan yang terjadi di Desa.apapun bentuk masalahnya siapapun korbannya,tentu saja harus jelas duduk perkaranya.
'' Pak Juned,Pak Idris,Pak Manto,Bu Umi.kalian ini justru korban yang tidak jelas, karena keganasan dan keserakahan atau kejahatan pelaku. ini pasti ada sangkut pautnya dengan seseorang yang sepertinya punya rasa ingin balas dendam.Kita Hanya sebagai korban,jadi mana mungkin kita mengusirnya justru Beliau ini juga menjadi korban. Bukan sebagai pelaku.Jadi kita harus waraslah?Cara berpikir kita. semestinya kita sama-sama prihatin, melihat keadaan bu Ratna? Yang perasaanya semakin tidak menentu saat ini. Justeru seharusnya kita bersyukur. Ada Bu Ratna di sini, karena dengan adanya beliau berdua bersama Pak Ustad Kholik, pertanian disini maju.Dan berkualitas. ini yang harus kita pikirkan bersama. Tidak melulu mengikuti emosi.sekali lagi Bu Ratna ini korban. Bukan pelaku jadi mana mungkin saya menerima begitu saja usulan dari bapak-bapak yang sebenarnya saat ini menjadi korban atas keganasan penghuni rumah tua itu.''
Pak Lurah Hamid begitu bijaksana,menyikapi persoalan yang sakit dihadapi oleh warganya. Sehingga dia tidak begitu mudah menerima usulan atau bahkan merupakan kata kata provokasi dari warga yang merasa sudah menjadi korban dari keganasan penghuni rumah tua itu.
'' Iya Pak Lurah. Lalu bagaimana dengan tindakan kita selanjutnya, masa kita akan membiarkan saja keadaan ini berlarut-larut. Anak saya sudah jadi korban Pak. Lalu mau bagaimana lagi Siapa lagi nanti dan anak siapa lagi yang akan jadi korban Pak? yang kemarin dilakukan juga ternyata tidak menyelesaikan masalah. Bahkan semakin mengganas penghuni rumah tua itu Pak. tolonglah Pak Jangan Biarkan kami kami menjadi korban''.
Bu Umi tiba-tiba berbicara lantang,di depan podium.Dia berdiri sambil menangis meratapi nasibnya karena anaknya yang kini sudah menjadi gila karena didera ketakutan setiap hari.
''Oh baiklah. Begini bapak-bapak ibu-ibu yang hadir di sini.Kami sadar Ini semua adalah masalah pelik bagi kita bagi desa kita. Jadi saya persilahkan untuk pak Kapolsek dan juga pak Koramil nanti menyambung.Apa rencana kita selanjutnya Pak?,untuk menyelesaikan masalah-masalah yang pelik di desa ini soalnya ini urusannya gaib .jadi nggak jelas kalau urusan kejahatan biasa mungkin pak polisi sudah bisa menangkapnya tapi sepertinya ini ada garis terang nanti biar Pak Kholik yang akan bicara dan akan membacakan sebuah berita yang cukup mengejutkan bagi kita semua kita tahu kan siapa itu Rudianto Bagaimana ini Pak apakah pak camat sendiri atau Pak Kapolsek untuk menyampaikan temuan-temuan yang selama ini bapak-bapak selidiki?''
Pertemuan siang itu dihadiri juga oleh bapak camat bapak Kapolsek dan juga bapak Koramil setempat-
"begini bapak-bapak karena saya juga sudah mendapatkan laporan dari beberapa teman beberapa intelijen kami juga yang sudah bergerak diperkuat lagi dengan isi WhatsApp atau isi status yang ditulis oleh Rudianto kemudian juga anak buahnya Rudianto Itu mengirim WhatsApp pada Mbak Ratna ya ?ya Bu Ratna ya betul ya?''.
Ratna mengangguk lalu berdiri .
Kemudian menghampiri Kapolsek ,untuk sedikit memberikan penjelasan tentang berita dari WhatsApp dan status whatsapp yang ditulis oleh Rudianto.
Tentu saja Ini tidak gegabah dilakukan Ratna, Ya sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolsek dan juga Ustadz Khalid dan juga tokoh masyarakat yang lain.
'' Boleh saya bicara Bapak bapak-bapak ibu-ibu semua berkenan kan saya untuk menyampaikan unek unek saya selama ini.Bahkan saya pada malam itu saat hujan besar petir menyambar-nyambar di desa kita Saya sedang berada di rumah tua itu saya pikir keadaan dirumah akan baik-baik saja, kalau bukan malam Jumat Kliwon. Tapi ternyata saya hampir mati saya Hampir diperkosa oleh genderuwo?ini bukan menghayal.Atau hoax atau bohong? Saya berani bersumpah,demi Allah. saksinya Pak Ustadz Kholik sendiri yang menyelamatkan saya pada saat saat kritis. Saya ditolong oleh Pak Kholik Ustaz Kholik. Kalau tidak mungkin saya sudah menjadi mayat atau mungkin sudah dibawa oleh mereka ke Alam Mereka''
Saat Ratna berbicara di depan warga yang berkumpul di balai desa tiba-tiba ada seorang laki-laki nyeletuk.
''Bu Ratna Jangan sembarangan bicara Kalau tidak ada data dan buktinya sampeyani bisa kena pasal pembohongan publik nanti bisa dianggap fitnah itu hati-hati bicara.''
Ratna langsung menyahuti teriakan seorang laki-laki yang paling belakang duduknya.
'' Baiklah kalau demikian saya sudah mengucapkan demi Allah berarti sumpah saya sebagai seorang muslim telah bersaksi .Bapak-bapak ibu-ibu dan saya mohon Pak Ustadz Kholik untuk menyampaikan lebih jelas lebih rinci tentang kejadian yang hampir membuat saya celaka malam itu, Silakan Pak Kholik pak ustad."
Seluruh mata warga yang hadir di tempat itu tertuju pada Ustadz Kholik yang cukup karismatik di desa itu.
Mereka percaya bahwa apa yang akan disampaikan Pak Kholik tidak mungkin bohong ,apalagi hoax.
Mereka tahu Ustadz Kholik sedang mempertaruhkan harga dirinya untuk menyampaikan berita yang akan disampaikannya kali ini.
" Insya Allah saya tidak bohong Insya Allah saya akan diajab Tuhan,kalau sampai saya bohong.Betul apa yang disampaikan Ibu Ratna pada saat itu hujan petir dan angin begitu besar di desa kita .Bahkan lampu PLN di desa kita mati .dan kebetulan pada malam itu Bu Ratna berada di rumah tua.Saya pikir keadaan sudah aman tapi ternyata masih juga cukup mengerikan. di rumah itu padahal biasanya warga atau kita yang mencoba mendekati rumah itu tidak akan terjadi apa-apa selain malam Jumat Kliwon. tapi pada malam hari itu dengan kejadian hujan petir dan juga angin besar saya mencoba menghubungi Ratna.Tapi handphonenya mati saya pikir mungkin karena tidak dicas karena PLN mati. dan saya tahu kalau saya datang ke tempat itu seorang diri berarti saya menggadaikan harga diri saya karena bapak-bapak tahu kan Ibu Ratna adalah seorang wanita yang ditinggalkan suaminya sampai sekarang belum jelas jadi saya bertaruh betul dengan harga diri saya dan kredibilitas kehidupan saya dipertaruhkan. Malam itu Ibu Ratna benar-benar dalam keadaan kritis dan anehnya walau lampu PLN yang ada di desa ini kan mati tapi di rumah itu tetap nyala nyala terang benderang makanya saya curiga sehingga saya akhirnya masuk. kemudian mencoba melawan penghuni rumah tua itu yang ternyata adalah genderuwo''.
Perasaan Ustad kholik tiba tiba merasa ada sesuatu yang janggal pada salah satu orang,dalam kerumunan warga yang hadir .
Ketika Ustadz Ustad Kholik mengucapkan kalimat yang terakhir. genderuwo...
Seorang laki laki atau Seorang warga yang tiba-tiba merangsek ke depan dengan tenaga dalam yang sangat kuat, menyerang Ustadz Kholik dengan suara lantang dan mengerikan.
__ADS_1
'' Hai kamu jangan ganggu kami.kamu sudah coba-coba mengganggu ketenangan kami di rumah itu.kamu toh..?rupanya orangnya.yang selama ini melindungi si Ratna.kamu yang akan ku makan Hai ustad goblok.''
Tentu saja pak Kapolsek langsung siaga dan mengamankan orang tersebut Tapi kembali terjadi keanehan sebelum menyentuh tubuhnya untuk ditangkap. Beberapa anggota polisi yang bertugas pada siang itu polisi-polisi tersebut, terpental cukup jauh.
Sehingga terjadi keributan yang luar biasa .Ada daya magis dari tubuh orang tersebut.
'Bapak-bapak dan ibu-ibu semua minggir biar ini bagian saya sepertinya siang ini ada penyusup yang mencoba mengelabui kita mungkin juga bukan cuma satu orang ini tapi ada yang lain yang akan menyusul. bapak-bapak ibu-ibu yang tidak punya kemampuan bela diri Silahkan keluar saja dari sini biar kami yang menghadapi.'' perintah Pak Kapolsek juga Ustadz Khalid yang langsung bertandang Menghadang si penyerang tersebut.
'' Hai genderuwo Saya tahu kamu di dalam orang itu jangan jadi pengecut keluar orang itu tidak punya salah tidak punya dosa dengan kamu keluar kamu wujudkan dirimu''
Kapolsek bersiaga.Suasana berubah jadi tegang.Polisi berada di belakang Ustadz Kholik.Mereka siap dengan senapannya. Pak Kholik langsung ingatkan Polisi melarang menggunakan senjata api. k karena yang dihadapi adalah orang biasa. dia hanya dipinjam tubuhnya raganya untuk menyerang Ustadz Kholik dan orang-orang yang dekat dengan Ustad Kholik juga Ratna
.'' Maaf Pak sebaiknya tidak menggunakan senjata tajam atau senjata api Pak kasihan ini warga biasa yang sedang dipinjam tubuhnya,untuk melawan kita. Jadi biarkan saja jika ada apa-apa kita bisa disalahkan. jika menggunakan senjata api malah akan menimbulkan masalah baru pak. biar orang ini saya yang menghadapi dulu. Insya Allah saya bisa dan mintakan doa wirid saja pada warga pak.'' Pak Kapolsek segera peringatkan Pada anak buahnya. Agar tidak gunakan senjata .tanpa perintahnya.
Ustadz Kholik langsung menghadapi sendiri laki-laki tua berusia kira-kira 40 tahun, begitu ganas menyerang pada semua apa yang ada di sekitarnya. Sehingga semua yang tadinya duduk serta berdiri berhimpitan, kini berserakan. Bahkan berlarian,keluar dari ruangan pertemuan itu.
Tiba tiba Ada suara angin mendesir. Kemudian tiba tiba hadir sosok wanita berbusana layaknya seorang sinden jaipong Dialah Nyi Dewi kuning .
'' Maaf bapak bapak Saya hadir. Mari pak ustad saya temani. Kita berjuang .Saya sudah bosan dan tak sejalan dengan kelakuan guru saya. Mari kita hadapi Pak Ustadz.saya akan bela kebenaran,sampai saya mati sekalipun saya siap''.
Kata Dewi kuning yang tiba-tiba menjelma dan berada di tengah-tengah antara Pak Kapolsek dan Pak ustad Kholik.
'' Alhamdulillah. Baiklah kalau demikian Dewi kuning," .
Laki laki yang dirasuki Genderewo itu ternyata seorang Marbot mesjid Jami pabuaran.Bernama Iksan..
Dia.rerus. meraung raung sambil.menggerakan tanganya melempar apa saja yang ada di dekatnya. sehingga perabotan perlengkapan ruang pertemuan itu berantakan.
Warga yang lain pun berhamburan ketakutan ,keluar gedung pertemuan itu.
Pak.kades segera.memerintahkan anak buah buahnya .
" Bapak bapak angota polisi dan bapak bapak koramil tolong usapkan air dalam botol ini agar bapak bapak tidak bisa dirasuki jin jahat yang berniat jahat. segera pak."
Dewi kuning memberikan air dalam botol air mineral.pada pak kapolsek. Pak kapolsek kemudian membagikanya pada anak buahnya. Selanjutnya anggota koramilpun mengikutinya.
Kemudian apa yang terjadi..
anggota petugas keamanan yang ikut mengusapkan air itu dapat melihat siapa sebemarnya yang merasuki tubuh sang Marbot mesjid itu.
Mereka.melihat wujud asli genderuwo yang nempel.merasuki pak iksan.
Mereka dapat melihat wajah dan tubuh asli mahluk itu.seperti seekor kingkong raksasa. wajahnya seram lidah menjulur tanduk tajam mata merah dan giginya bertaring atas bawah.
Mereka benar benar dapat melihat mahluk itu, setelah mencipratkan air itu ke wajah mereka masing masing.
Sementara pak ustad kholik memerintahkan semua warga yang hadir yang beragama islam diminta untuk membaca ayat suci alquran semampunya.
Suasana.kepanikan warga akhirnya berubah jadi kesadaran bersama bahwa merka sedang menghadapi jin jahat. Walaupun mereka tidak dapat melihat wujud asli genderuwo itu.
Tapi merka bisa mendengar suara suara aneh aneh .sepertinya jumlah mereka yang datang tidak cuma genderuwo mahluk mahluk ghaib yang lain oun datang...
Udara di sekitar ruang pertemuan itupun berubah panas. suara angin menderu deru walau tak menggerakan daun daun pepohonan.
ditengah suasana mistis itu kholik dan Dewi kuning bersiap menyerang dan berniat menangkap untuk.melumpuhkan mahluk jahat bernama genderwo.
__ADS_1
Dewi kuning melambaikan selendang birunya ia seperti sedang menari sambil mukutnya keliatan koman kamit membaca rapalan mantranya.
"Hey mahluk Jelek Ayo menari bersamaku.Bukankah kamu suka tubuh saya..ayo kita menari..."
Rupanya Dewi kuning sedang berusaha memancing birahi si genderuwo..
"Arhhhhghh..aaaaw aw aw..hahahaha betapa harum tubuhmu nyai hahaha mari bersamaku saja ahahahah aw aw.aw...ingsun seneng ..iya iya iya aja klalen... ingsun bisa ngajak sira dadi ratu ning umah kula.. hahahaha.."
Si genderuwo mulai tergoda dan kini mengikikuti gerakan nyai dewi Kuning..
Layaknya seorang pesinden yang melayani tarian seorang tamu.. Mereka terlibat tarian seru.
Saat saat Dewi kuning berusaha ditelanjangi pakaianya..oleh genderewo yang sudah terpancing birahinya..
Disaat itulah.. ustad Kholik meloncat dan mengikatkan sorban warna hijau di bagian kedua kaki genderuwo dengan gerakan tenaga dalam yang sudah disiapkan.
Tanpa disadari oleh genderuwo itu pun jatuh berdebam dan melepaskan pelukan dari tubuh dewi kuning hampir saja telanjang.
Dewi kuning segera berbalik menyerang dengan tenaga dalamnya. mengeluarkan selendang kain sutera. Bergerak cepat memegang kedua tangan genderuwo, lalu mengikatnya kuat kuat. Selendang kain sutera itu sudah diberikan rajah rajah akibatnya mahluk itu tak berdaya
Sejenak kemudian Genderewo itu menjerit dengan suara keras dan pingsan. Aneh Dari tubuh pak iksan keluar asap membumbung warna hitam campur biru.
Ustad Kholik langsung loncat bagai terbang dengan ilmu peringan tubuhnya.Dan berusaha mengarahkan asap itu masuk ke ke dalam Kendi...
Suara warga yang mengaji membaca wiridan ayat ayat alquran berhenti. mereka mengucap alhamdulilah.
Tubuh asli Pak iksan di gotong oleh petugas keamanan ke tengah ruangan.
Beberapa menit kemudian warga kembali berkumpul.. ke tengah ruang pertemuan mereka saling bertanya .ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan pak iksan sang Marbot mesjid jami.
Pak iksan siuman ..
"Lah..lah.. sih? kula ana ning endi kiye?
Akeh wong kumpul ning kene...? Astagfirulah. Kula mau lagi ning umah tua cari ayam jago yang hilang lari ke.pekarangan rumah tua? kok swkarang saya ada disini..? "
Pak kades mendekati pak iksan lalu memegang tangan pak iksan sambil berkata
" Pak iksan sudah aman sekarang tadi pak iksan di surupi genderwo.sekarang pak iksan istirahat saja dulu.. .Pak iksan pasti lelah ya."?
"Ih?..ana pak lurah? ana pak kapolsek? ana pak koramil? akeh wong ya.. duh ada apa sih sebenarnya pak.. saya kesurupan genderuwo?? idihhh"
Pak iksan benar benar merasa heran kaget dan malu..kenapa dirinya ada di tengah tengah orang banyak dengan kaki di ikat tangan diikat?
"Maaf pak iksan. saya yang mengikat kaki dan tangan pak iksan. sekarang saya lepas kembali ya. tadi tubuh pak iksan di pinjam.sama.genderuwo penghini rumah tua itu.pak." Pak ustad kholik tersenyum.melihat sikap lugu pak iksan.
kemudian melepas semua ikatan selendang nyi Dewi.kuning.
Pak iksan di bawa ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan kesehatanya.
sementara itu pak kades dan pak kholik juganyi Dewi kuning kembali berunding.
Apa lagi yang akan dilakukan setelah Menangkap genderuwo itu.
Rapat pun dimulai kembali dengan menampilkan sosok wanita paranormal tangguh Nyi Dewi Kuning .
__ADS_1
bersambung....