KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 59


__ADS_3

Padepokan persilatan Elang hitam hari ini ramai dikunjungi oleh beberapa warga yang ingin bersilaturahmi. Ada menengok anak-anak mereka yang sedang sakit karena masalah tarung drajat kemarin. Atau sekedar menengok anak anak mereka yang sudah lama tak bisa pulang .Ada juga para guru dari padepokan lain , yang menitipkan anak murid yang sedang diikutkan dididik di padepokan Elang Hitam.


Suasana padepokan kini beda dengan yang kemarin dulu kini mereka di perbolehkan berkunjung,tidak lagi diatur ketat seperti tahun-tahun lalu.


Padepokan Elang hitam kini lebih terbuka, lebih ramah dalam melayani para tamu ,siapapun mereka bisa menjenguk dan ikut menyaksikan semua kegiatan yang ada di padepokan tersebut.


Hari ini sepertinya ada kunjungan dari pihak media peliputan berita. Terlihat diantaranya ada sebuah stasiun televisi yang akan mengadakan wawancara dengan jaka lana , secara mendadak.


Jaka lana telah mengizinkan mereka memasuki kawasan perguruan elang hitam ini.


Sikap para pengurus juga sudah berubah kini serba terbuka , jauh beda dengan tahun-tahun lalu .


Mereka pun mempersilahkan kru televisi itu memasuki perguruan elang hitam.


Maksud dan tujuan mereka adalah ingin menggali berita tentang keberadaan perguruan Elang hitam yang sudah bikin heboh dengan perlakuannya yang unik itu.


Para kru teve berita setelah meminta izin kepada pengurus padepokan kemudian mereka dipersilahkan menghubungi dan bertemu Jaka Lana dengan Sang ketua , Jaka lana siap diwawancarai.


Ada dua kamera yang menyorot Jaka Lana dan wajah sang reporter cantik bernama Lisa. Wawancara pun dimulai.


Jaka lan nmpaknggah hari tu .gambarnya terlihat sumringah di layar televisi monitor.


"Selamat siang bapak,, boleh kita mulai wawancara pak."


"Oh ya, silakan ibu dari TV mana,??" "Saya dari TV berita mendengar kabar bahwa di perguruan ini dulu sangat tertutup dan bahkan menimbulkan ekses negatif bagi beberapa warga yang mencoba memasuki wilayah perguruan ini, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan, saat itu apa yang terjadi sebenarnya pak kyai apa boleh saya menyebutnya demikian"


Jaka lana tersenyum mendengar pertanyaan reporter yang memanggilnya kiyai. Wanita cantik yang sudah sering dilihat di televisi berita itupun membalas senyum Jaka;an dengan agak tersipu. Kemudian ia pun melanjutkan perbincangannya.


"Iya betul bahkan beberapa minggu yang lalu sebelum adanya sebuah perubahan manajemen organisasi, peristiwa yang mungkin Anda dengar juga, bahwa di perguruan ini tidak bisa semua orang bisa masuk ,apalagi mereka yang berniat ingin mengetahui lebih jauh tentang kondisi keadaan perguruan ini. Saya tidak perlu menceritakan kenapa sebabnya ,tapi karena saat itu memang peraturan yang diterapkan dari awal oleh si pemilik pondok kanuragan ini tidak diperkenankan seorangpun siapapun terkecuali orang-orang yang direkrut di sini atau yang di didik di sini ,bisa mengetahui semua kondisi yang ada di sini. Dan itu sifatnya sangat privasi sehingga saya tidak mungkin menceritakan ini kepada media walaupun saat ini kondisinya sudah jauh berbeda.


Cukup anda ketahui bahwa saat ini perguruan ini terbuka untuk umum siapapun boleh datang ke sini dan bisa bergabung untuk memperdalam atau untuk belajar ilmu kanuragan yang saat ini sedang kami geluti untuk diwariskan atau untuk diajarkan kepada seluruh anak-anak muda yang ingin bisa belajar bela diri. Saya kira untuk pertanyaan Mbak yang tadi sudah saya jawab ".


Wanita reporter yang mewawancarai Jaka lana menarik napas sambil tersenyum tapi sepertinya ada kekecewaan dalam hatinya karena pertanyaannya tidak bisa dijawab oleh dan sebagai jurnalis tentu saja ranah privasi yang disebutkan oleh jakalana tidak mungkin terus ditanyakan.


Kemudian ia pun mengalihkan pertanyaannya padahal yang lain.


Dua kamera yang menyorot acara wawancara pada hari itu disaksikan. cukup banyak anak murid perguruan mereka berharap gambarnya bisa melihatkan wajahnya untuk diperlihatkan pada warga lain di perguruan ini benar-benar sudah mulai terbuka untuk umum.


"Oh iya untuk yang privasi saya mungkin bisa dipahami. ya tapi tolong berikan gambaran kenapa hal itu mesti dilakukan" Reporter Lisa. Ia sangat lincah menyampaikan pertanyaan dengan pancingan-pancingan kalimat yang sulit bagi Jaka lana untuk tidak menjawab.

__ADS_1


"Mungkin sebagai gambaran kecil saja seperti yang saya katakan tadi bahwa awalnya di perguruan ini memang diterapkan sebuah peraturan berdasarkan perjanjian antara yang memiliki atau yang punya modal,dari awal pembangunan semua yang ada yang anda lihat saat ini tentu kami tidak bisa menceritakan hal yang sebenarnya .walaupun kalau saya ceritakan hal yang sebenarnya akan menimbulkan pertanyaan berikutnya yang tidak mungkin bisa dimengerti oleh orang lain. Tapi bagi mereka-mereka yang memahami tentang aturan dari sebuah perguruan pastinya tidak akan pernah terus menanyakan pertanyaan itu pada kami. Privasi perguruan itu yang menjadi dasar saya tidak bisa menjawab dan tidak diperbolehkan menjawab ini, untuk umum . Terkecuali secara personal misalnya Mbak mewawancarai saya ini tidak diliput dan offline dan itu pun merupakan harus melewati perjanjian sehingga berita yang sebenarnya tidak bisa dipublikasikan atau bahkan akan melanggar kode etik dan itu bisa dijadikan bahan, kami menuntut pihak anda . Kalau sampai berita itu bocor demikian"


Jaka lana sangat berhati-hati sekali dalam menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang memancing untuk membuka rahasia dari perguruan ini .Dia tidak mudah dipancing Jakalana memang seorang laki-laki yang cerdas..


Produser memandang dan memahami isi percakapan mereka dengan manggut-manggut dan kepala entah apa yang dipikirkan produser televisi brita itu.


"Oke oke kalau demikian, saya hanya ingin menanyakan kebenaran dari berita yang saya dengar dari selentingan orang boleh dikatakan itu gosip dan bapak bisa mengklarifikasinya sekarang, Pertanyaannya, kenapa begitu banyak orang yang menjadi korban demikian menurut berita dari mulut ke mulut yang saya terima, korban itu bukan cuma orang biasa tapi bahkan ada beberapa pejabat yang setelah datang ke sini kemudian tewas setelah pulang dari perguruan ini dengan cara yang berbeda. Misalnya kemarin dulu ada terdengar kabar Seorang petugas Keamanan ,sepulang dari perguruan elang Petugas itu motornya mendapat kecelakaan tragis dengan sebuah bus malam. Dan saya dengar juga berulang kali mendengar siap[UN yang ada kaitannya dengan petugas pemerintahan baik pejabat ataupun aparat keamanan, setelah keluar dari perguruan Elang hitam ini mengalami hal yang sama ,Tewas secara mengenaskan. luar biasa. kemudian ada juga warga biasa yang bermaksud mengganggu perguruan ini langsung tewas,sepulangnya dari sini. kejadiannya semuanya setelah orang itu berkunjung ke perguruan elang hitam ini. Begitu pak berita yang saya dengar ,nah disini bapak bisa menjawab silakan bapak klarifikasi".


Jaka lana merenung, menatap tajam ke arah kamera dari dua kamera yang menyorotnya, kemudian ia mengangkat bahunya sambil berkata.


"Untuk hal-hal seperti itu yang Mbak tanyakan itu bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja. Dimana saja, terlepas dia habis berkunjung atau baru keluar dari mana atau dari siapa saya pikir itu hanya Tuhan yang tahu. kenapa kejadian-kejadian itu selalu berkaitan dengan perguruan Elang hitam .


Tapi saya sadar bahwa perguruan Elang Hitam memang saat itu sedang disorot oleh seluruh warga yang ada di wilayah ini, sehingga efek positif dan efek negatif pasti akan selalu ada. Dan mereka rasakan secara langsung atau tidak langsung. saya pikir untuk kematian dan sebagainya itu bukan ranah saya untuk menjelaskannya. karena semuanya sudah ada yang mengatur yaitu Gusti Allah. Bukankah demikian bu?".


Sang reporter benar-benar mentok dalam menyusun perkataan untuk memancing pertanyaan dan jawaban yang ingin didapat,dengan harapan bisa mengungkapkan tabir dari kejadian demi kejadian yang telah dialami oleh beberapa warga yang telah berkunjung atau setelah pulang berkunjung dari perguruan elang hitam ini.


Akhirnya sampai disini produser pun memutuskan untuk menghentikan wawancara sementara ,karena narasumber sepertinya sudah tidak nyaman untuk diwawancarai karena pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa dijawab dan tidak ingin dijawab oleh narasumber.


Pihak produser TV berita itu kemudian berdiskusi dengan dan reporternya untuk melanjutkan atau menyelesaikan tugasnya hari ini. Sehingga diambil kesimpulan wawancara tetap dilanjutkan.


"Oh demikian ya pak baik kalau demikian saya boleh bertanya pada hal yang lain ya pak, siapa yang membiayai semua kegiatan yang ada di sini saya pikir tidak mungkin tidak ada donatur atau bos yang begitu saja menggelontorkan uangnya menginvestasikan pada perguruan ini kalau tidak ada maksud lain ,maaf maksudnya apakah dalam hal ini ada kaitanya pengembangan bisnis pendidikan, yang bapak kelola di sini. Mungkin bisnis jasa atau apa? Apakah bisnis pengembangan pribadi yang nantinya bisa digunakan untuk tujuan tertentu? Ya Selain belajar silat atau Kanuragan ini? Biaya untuk semua ini tentunya tidak murah.kenapa saya tanyakan ini? Karen erguruan ini tidak menarik biaya apapun bahkan saya dengar yang ada disini kebanyakan.direkrut dari anak jalanan. karena yang saya tahu ini bukan merupakan perusahaan tapi organisasi yang belum didaftarkan juga ke pihak pemerintah ,betul begitu pak".


Jakalana tertawa terkekeh mendengar pertanyaan itu.


Baik kalau hal yang menyangkut pembiayaan kami bisa menceritakan kepada anda dan pada khalayak silahkan di share. Bahwa semua yang ada di sini memang perlu biaya dan itu tidak mungkin tidak ada biaya.Padahal yang kami rekrut kebanyakan anak ka;anan atau yatim piatu yang didatangkan bhkn dari beberapa panti asuhan. sehingga warga atau masyarakat atau pemerintah pun tidak akan percaya jika Elang hitam ini bisa berkibar bisa eksis dengan tanpa dukungan biaya. Jujur semua ini dibiayai oleh almarhum pak Rojak beliaulah yang membiayai semua kegiatan yang ada di sini dan itu betul kami tidak menarik iuran atau biaya atau apa dari peserta didik yang ada di sini kami benar-benar mandiri donaturnya adalah pak Rojak almarhum.".


Produser televisi itu terkejut mendengar nama Rojak yang katanya tadi di bilang sudah almarhum. Produser dan Crue tv itu tahu persis siapa Rojak .Dia adalah seorang residivis yang selama ini dicari-cari oleh petugas polisi dan keamanan yang ada di kabupaten ini ,tapi tiba-tiba si Nara sumber menyebutkan nama itu.


"Rojak maksud bapak Rojak maaf sang resi divisi itu ?yang saya tahu nama itu sudah menjadi list hitam di pemerintahan ataupun di pihak kepolisian tapi kenapa bapak menyampaikan itu sekarang ini kan akan membongkar semua apa yang dilakukan oleh Rojak sebenarnya. Baik untuk hari ini mungkin untuk hal ini tidak akan saya sebarluaskan karena ini privat, untuk yang ini saja.untung kamera kami tidak sedang live."


Jaka Lana mengkeryitkan jidat berpikir sejenak, iya tidak mengerti apa yang dimaksud oleh reporter dan produser TV itu bahwa ia menyebut Rojak adalah buronan kepolisian.


"Maaf saya malah tidak paham kenapa kalian menyebut bahwa Rojak almarhum adalah residivis maaf untuk kali ini saya tidak tahu."wajah Jaka Lana terlihat agak tegang. Tapi ia segera mengkondisikan mungkin saja apa yang dimaksud oleh reporter dan produser TV itu benar karena memang Jaka Lana saat itu sedang merasa terhipnotis oleh kekuatan yang dimiliki Rojak.


Sang produser membisiki si reporter yang cantik itu dengan beberapa petunjuk untuk tidak terlalu mengkorek privat atau privasi dari nama Rojak yang tidak boleh diketahui keberadaannya pada waktu itu.


Produser mendekati pewawancara atau reporternya.


"Lisa coba tanyakan kenapa perguruan ini tidak menarik biaya apa maksud dan tujuannya sedangkan ini kan perlu biaya besar untuk membangun sebuah perguruan yang begitu besar seperti ini coba.tanyakan" kata produser televisi tersebut sambil meyakinkan bahwa pertanyaan itu akan dijawab oleh Jaka lana.

__ADS_1


Jaka lana mengangkat bahu kembali tersenyum melihat Lisa sang reportase TV berita. Mencecar Terus ingin mengetahui semua kegiatan yang ada di perguruan elang hitam.


Jakalana pun akhirnya memberi kode bahwa ini adalah pertanyaan terakhir untuk wawancara kali ini.


"Mbak Lisa setiap orang punya maksud dan tujuan dalam melaksanakan atau melakukan kegiatan entah itu berupa perusahaan ataupun organisasi ataupun apalah itu pasti mempunyai tujuan dan semua yang ada ini bukan dengan abrakadabra ,tentu mempunyai dana yang sangat besar, Rojak seorang yang sangat kaya raya dan kuat. Intinya kami bergerak di sini sedang mengabdi kepada bangsa dan agama yang kami yakini. Karena semua yang terjadi tidak mungkin bisa diatasi dengan sendiri-sendiri kami pun bergabung kami pun bekerja sama dengan perguruan lain untuk masalah-masalah intern yang ada di perguruan ini. jadi jelas saat ini ,sekali lagi . Saat ini perguruan elang hitam ini hanya ingin mengabdikan dirinya pada masyarakat bangsa dan negara. Tenaga-tenaga yang ada disini pun kami gaji,kami pekerjakan.kami melatih mereka dengan ilmu agama dan ilmu supranatural.Kami berharap ini bisa saja digunakan untuk membantu menjaga keamanan atau paling tidak menjadi beking bagi mereka yang sedang menghadapi masalah .entah itu masalah hukum, masalah keluarga dan masalah sosial lainnya ,yang butuh pengamanan. Bagi yang ingin dibantu dengan menggunakan jasa kami. Kami siapkan Sekali lagi mereka yang ada di sini adalah kelompok pejuang tanpa pamrih .itu awalnya "


Produser televisi tersebut berdecak kagum dan si reporter pun mengangkat jempol sambil bertepuk tangan mendengar penjelasan hasil wawancara dari ketua perguruan elang hitam itu.


Mereka mempercayai hal itu karena mereka juga melihat ada beberapa kejadian-kejadian aneh yang tidak masuk akal yang mereka pikir itu adalah halusinasi seperti melihat batu hitam yang diperlihatkan oleh Jaka Lana batu hitam itu berbentuk seperti manusia yang sedang sekarat tetapi dari beberapa butir batu yang seperti ada nyawa di dalam batu yang menyatu itu, batu-batu itu bergerak-gerak dengan sangat cepat sepertinya batu-batu itu adalah nyawa-nyawa individu yang menempel di batu tersebut .


Tetapi jaka lana tidak menceritakan apa dan siapa batu itu.


"Pak Jaka ini secara pribadi dan tidak akan saya tayangkan karena akan menimbulkan persepsi yang berbeda saya hanya bertanya pribadi sebenarnya batu ini benar-benar bernyawa karena saya melihat berapa butir ribuan bahkan mungkin jutaan batu yang ada di dalam ini sepertinya berebut bergerak satu sama lain sepertinya mempunyai nyawa apa betul yang saya lihat pak Jaka?"


Jakalana tersenyum kemudian menjawab dengan sederhana.


"Ya betul berarti anda melihat ini dengan mata batin anda karena tidak semua orang bisa melihat batu ini dengan yang sebenar-benarnya artinya anda mempunyai kekuatan itu Anda harus akui bukankah demikian"


Sang reporter tersenyum tertahan apa yang dikatakannya tadi ternyata betul dan ia merasa tersipu malu menatap wajah Jaka Lana yang sepertinya terus mengawasi gerak-geriknya ketika dia bertugas mewawancarai dan meliput kegiatan yang ada di padepokan kanuragan elang hitam miliknya.


"Iya betul pak saya melihatnya tapi tidak juga saya memiliki kekuatan seperti yang bapak miliki saya hanya sedikit saja memahami dan kebetulan saya mempunyai kelebihan sedikit itu saja pak Jaka"


"Ya nggak apa-apa dan ini pun hanya dipahami oleh kita berdua kalau juru kamera dengan kameranya pun tidak mungkin bisa merekam itu apa yang kamu lihat saat ini tidak akan terlihat di kameramu kameramu tetap melihat itu adalah sombong batu yang menggambarkan orang yang sedang sekarat dengan warna hitam legam, bukankah begitu juru kamera?. "


Dua juru kamera terkejut mendapat keterangan seperti itu ,ia pun semakin penasaran kemudian mengezoom Obyek gambar batu yang bentuknya seperti orang sedang sekarat ,batu itu berwarna hitam ,tapi mereka tidak melihat ada batu kecil atau makhluk yang bergerak di dalam batu tersebut.


ni


Jaka lana tertawa terpingkal-pingkal disusul juga oleh Lisa sang reporter.


"Enggak enggak ini cuma bercanda kok ya kan pak Jaka?"


Jaka lana memahami apa yang ingin dikatakan atau yang ingin dijelaskan oleh reporter itu kepada awak media juru kamera mereka.


"Ya betul kami cuma sedang bercanda tidak usah terbawa halusinasi kami berdua ya."


Suasana ramah tamah pun diberikan oleh tuan rumah perguruan elang hitam.


Akhir tugas yang begitu akrab dan menyenangkan ketika mereka selesai melaksanakan berapa tugas peliputan wawancara selesai. Kru televisi itu dijamu dan dihormati dengan disiapkannya makan siang oleh petugas pondok kanuragan elang hitam.

__ADS_1


Sang produser tv berita itu mengucapkan r terima kasih kepada ketua perguruan elang hitam,atas terselenggaranya tugas peliputan dan wawancara untuk media berita di televisi yang ia kelola.


Mereka pun pamit dan akan segera melayangkan berita hasil liputannya.


__ADS_2