KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 36


__ADS_3

Perusuh yang di tangkap petugas. Selanjutnya , mereka akan di nterogasi oleh lurah dan polisi.


Ada 5 orang dari pihak penyerang dan yang diserang.,akhirnya terungkap semua yang jadi kecurigaan Kholik dan Ratna.


Bahwa mereka akan diserang kembali` dengan berbagai cara.


Mereka orang orang suruhan yang dibayar.Mereka yang ditangkap juga bukan warga asli desa pabuaran.


Akhirnya kelima orang itupun bawa ke kantor polisi untuk di korek keterangan selanjutnya.


Kholik dan Ratna sadar bahwa ada hal baru yang akan dihadapinya tentu ini akan lebih serius mereka akan menghadapinya dan mereka bertekad untuk bisa menyelesaikannya karena memang banyak sekali tantangan dalam hidupnya, keadaan itu sudah diketahui semua oleh warga masyarakat yang asli dari desa Pabuaran lor.


Dari hasil interogasi yang dilakukan oleh polisi ternyata tetap saja ada kaitanya dengan Rojak. Dan anehnya jejak Rojak. Sampai sekarang belum ditemukan di mana dia berada.


Pintar sekali dia mengelabui seluruh warga masyarakat yang ada di Pabuaran lor dan juga kepolisian ,bahkan pemerintah pun tidak mengetahui keberadaan Rojak.


Dari jauh terdengar terdengar suara mobil patroli polisi mendekat ke rumah Kholik dan berhenti di pelatarannya.


tiga orang petugas keluar dari mobil patroli mereka berpakaian lengkap seragam kepolisian.


Salah satu diantaranya petugas berniat menemui dan menghadap ustadz kholik. Seperti biasa mereka pun mengerti adat istiadat berada di lingkungan tempat ibadah yang dibina oleh ustadz Kholik itu


"Assalamualaikum,nak?apakah pak Ustadz Kholik ada di rumah nak?


tanya petugas pada seorang santri yang kebetulan sedang membersihkan pekarangan rumah ustadz Kholik.


"Waalaikumsalam oh iya pak ustad ada di dalam pak polisi .Sebentar ya saya panggilkan." Jawab santri sambil beranjak pergi.


Santri itu kemudian mengetuk pintu pembatas antara TPA dan rumah pribadi Sang Ustazd. Kemudian menyampaikan bahwa ada petugas polisi yang ingin ketemu dengan pak ustad.


Setelah berada di beranda rumah ustadz Kholik


ustadz Khalid menyambutnya dengan ramah kemudian mempersilahkan petugas kepolisian itu duduk di ruang tamunya..

__ADS_1


"Aslamulaikum Pak Ustad maaf mungkin saya mengganggu istirahat dan suasana pondok pak ustad. apakah pak ustad berkenan memberikan keterangan . tolong berikan keteranga nya pak,apakah ustaz Kholik tahu di mana keberadaan Rojak saat ini petugas polisi yang mendatangi rumahnya yang berdekatan juga dengan TPA anak-anak santri asuhannya.


"Walaikum salam ,Maaf pak ,saya sendiri sudah mencari dia di mana. Beberapa saat yang lalu. sewaktu yang lalu saya sempat dapat nomor .


Dan saya yakin itu no hp pihak Rojak Diantaranya mungkin juga Rojak mungkin juga anak buahnya. Atau mungkin orang iseng saja .Ini nomornya pak silakan dilacak"


Setelah sedikit berbasa-basi ngobrol ngalor ngidul akhirnya petugas polisi itu menyampaikan pesan.


"Baik terima kasih pak ustadz Kholk ini,adalah petunjuk awal kami ,karena kami dari awal pun sudah curiga bahwa ini semua adalah ulah rojak. dan kami masih mencarinya sampai saat ini saya harap pak pak ustadz sabar ya .Karena ini perlu proses saya berharap dan saya minta pak Kholik tidak melakukan hal yang mendahului tugas kami ,Maaf maksud saya biar kami yang menangani semua ini .Nanti kalau kami sudah tidak mampu mungkin pak Kholik dan anak buah atau mungkin teman-teman ustaz bisa membantu kami terima kasih atas kerjasamanya ustadz Kholik."


Petugas kepolisian itu langsung pamit meninggalkan rumah Kholik. dengan tata cara dan sopan santun yang begitu mengesankan bagi seorang petugas yang datang ke tempat ustadz.


"Mas sampai kapan kita akan mendapatkan permasalahan-permasalahan seperti ini saya sudah jenuh mas."


Ratna kelihatan nampak sedih di wajahnya sudah kelihatan telah memikirkan apa yang selama ini terjadi pada mereka dalam kehidupan rumah tangganya.


'"Saya juga sebenarnya sama begitu sayang ,tapi ya bagaimana lagi. Tapi justru kalau kita tidak buru-buru menanganinya ini akan semakin parah dan harus sinkron dengan mereka Dengan kepolisian dengan petugas keamanan yang ada di desa dan juga pemerintah kita."


Ratna memeluk punggung Kholik berharap bisa sedikit menghilangkan kecemasanya.


"Maksudnya keinginan yang mana mas. Rojak dengan kawan-kawannya atau..


petugas kepolisian saja yang bekerja.?". Menatap ke arah Ratna lalu tersenyum.


Mencoba menghibur..


"Pastinya Pihak Rojak akan menyerang lebih dulu ke arah kita Dan kita sasaran utamanya.Sementara polisi tidak akan pernah mengetahui apa yang akan mereka lakukan tapi kita tahu dan tidak boleh bergerak, itulah masalahnya.'.


"Iya tadi pak polisi pesan pada kita ,agar kita tidak mendahului mereka.Tapi bagaimana kalau kita yang didahului oleh kelakuan Rojak .Dengan cara-cara mereka yang di luar hukum bahkan di luar nalar manusia biasa seperti kita.?".


kata Kholik sambil membentak letak duduknya.


"Ya itu masalahnya ,tapi kita harus tetap bergerak kalau mereka menyerang kita.Bahkn mungkin kita sja yang menyerang mereka. Jangan sampai kita terlena ,hanya menunggu kehadiran bantuan dari mereka ,maksudnya polisi. Kita akan kesulitan ketika diserang mendadak, Tanpa mereka ketahui walaupun kita lapor ke polisi dengan serangan-serangannya.Tapi mereka tidak akan paham .Apalagi sekarang petugasnya sudah baru Semua belum pernah mengalami kejadian-kejadian yang dialami dulu." Ratna menjawab sambil merapihkan pakaian sragam santrinya.

__ADS_1


"iya mas itu masalahnya kita harus memberikan penjelasan lebih awal. Memberikan pengertian kepada mereka agar memberikan wewenang kita untuk bergerak untuk menghalang semua yang dilakukan oleh Rojak.


Kholik menarik nafas sambil memegang bahu kedua bahu Ratna.. "


Kita harus menghubungi mereka kembali teman-teman kita mudah-mudahan mereka mau membantu kita lagi."


Kholik memberi solusi.


" Baiklah mas saya akan hubungi kembali yakinkan mereka untuk bisa membantu kita kembali.


Kholik kembali merencanakan gerakan. Antisipasi jika nanti ada serangan-serangan yang tidak diinginkan dari pihak Rojak yang ternyata masih juga mengganggu kehidupan mereka.


"Kita pasrah sama Tuhan Allah yang pasti akan membantu kita jika kita ikhlas melakukannya"


kata ustadz Kholik sambil menenangkan Ratna yang kelihatan panik dia tahu bahwa Ratna merasa bersalah dan sangat tertekan dengan kejadian-kejadian yang bertubi-tubi menimpa kehidupannya.


Langit kota Pabuaran kembali kelihatan mendung sepertinya akan turun hujan.


benar saja kilat dan angin bersahut-sahutan cuaca kembali mencekam di desa Pabuaran sementara di wilayah lain atau di desa lain tidak.


Semenjak kejadian kejadian aneh, yang ada di desa Pabuaran lor ini .Itulah yang mengherankan kenapa cuma di desa Pabuaran lor saja?


Angin ****** beliung tiba-tiba menyambar perkebunan dan juga beberapa pondok yang ada di kebun cabai milik Ratna, terlihat ada sesuatu yang janggal dari angin ****** beliung itu karena di sekitarnya sama sekali tidak ada gerakan angin tanda-tanda gerakan angin.


Lama-lama terlihat gumpalan yang seperti angin itu ternyata bukan angin ****** beliung melainkan sekumpulan makhluk pocong yang menyatu dan berputar-putar ke seluruh perkebunan sayur milik Ratna ,entah apa maksudnya.


Anak buah Ratna yang sedang bekerja juga melihat kejadian aneh itu .


Mereka berlarian masuk ke pondok sambil berteriak-teriak ketakutan karena ribuan pocong berbentuk kecil-kecil menyatu seperti gulungan angin layaknya angin ****** beliung.


Salah satu anak buah Ratna melaporkan kejadian itu kemudian Ratna berlari menyaksikan apa yang terjadi dari ketinggian gardu pandang yang dibuatnya sengaja untuk mengawasi seluruh kebun Ratna memang melihat itu bukan angin tapi kumpulan pocong yang menyatu membentuk gulungan angin.


Kemudian Ratna memanggil Kholik untuk menyaksikan semuanya ternyata kholiik pun ,juga melihat kejadian itu.

__ADS_1


Segera bertindak.Ia pun segera mengambil air wudhu kemudian memohon pada Allah untuk keselamatan seluruh warga desa Pabuaran lor dalam menghadapi cobaan dan ujian yang terus menimpanya.


Gulungan yang berbentuk angin ****** beliung itu ternyata memang terdiri dari ribuan pocong kecil-kecil yang menyatu seperti ****** beliung ,dan suaranya pun bukan suara angin tapi suara desah dan suara jeritan dan suara geraman. Sepertinya mereka memang dikirim oleh seseorang untuk menakut-nakuti seluruh warga yang ada di desa Pabuaran lor, terutama orang-orang yang bekerja untuk Ratna dan Kholik.


__ADS_2