
Ternyata mereka hantu yang baik mereka cuma sedang mencari tempat untuk berlindung dari kejahatan-kejahatan yang mereka sedang alami akibat dari perbuatan Rojak yang mengkolonisasi para hantu demit yang ada di gunung Ciremai.
Mereka hanya sedang singgah untuk mencari tempat yang nyaman dan kebetulan di batu itulah mereka menemukan tempatnya dari sejak kemarin.
Setelah terjadinya perkelahian antara ustadz Kholik dengan melawan Rojak.
"oh jadi kalian tidak berniat jahat ya sudah kalau begitu kalian terus saja tinggal di situ atau kalian masih menunggu perintah dari ustaz Kholik yang akan mengantarmu ke suatu tempat mungkin juga Dewi kuning yang akan membawamu ke suatu tempat yang sudah dia janjikan, tenang saja kalian tidak akan terganggu di sini dan tidak akan kami manfaatkan untuk perbuatan jahat seperti dulu-dulu "
Makhluk-makhluk yang kini masuk ke dalam batu itu bersorak-sorai mereka merasa senang mendapatkan orang sebijak Jaka Lana padahal biasanya kalau orang sedang mendapatkan masalah seperti itu, maka dia akan memanfaatkan kaum dan bangsanya untuk bisa membantu kejahatan yang biasa mereka lakukan.
Beruntunglah mereka bertemu dengan Jaka lana ,sehingga mereka punya tempat untuk singgah beristirahat di tempat ini.
"Kalian bisa tinggal di tempat itu beberapa saat saya ngerti kamu tidak akan bisa tahan kalau tidak punya tempat yang layak untuk tempat kalian tinggal ,kami pun memahami dunia kalian . Cuma bedanya kalian dengan kami adalah, kalian tidak bisa terlihat oleh manusia . Sedangkan kalian semua bisa melihat kami . Ya sudah Kalian tenang-tenang saja di sana.
Kami cuma terkejut saja melihat kalian tiba-tiba berada di tempat ini dan seperti akan menyerang kami. " Kata Jakalan Dalam bahasa mereka.
" kami tidak akan mengganggu kalian kekuatan kami sudah melemah dan tidak mungkin melakukannya kecuali waktu ada bergola ijo kami memang mempunyai kekuatan saat itu , Kami dimanfaatkan oleh Rojak untuk menyerang musuh-musuhnya.
kami juga mendapatkan bayaran untuk itu kami diistimewakan. Terima kasih kami akan beristirahat di batu ini kami akan menyatu kembali. "
Mereka pun menynyatu kembali membentuk batuan seperti sedia kala,gerakanya Begitu cepat. seolah batu hitam itu sebuah magnet raksasa.Benda benda kecil itu beterbangan seolah masuk menyatu kedalam baru. Batu itu nampak seram. bagi mereka yang mengerti akan dunia spiritual batu itu seperti bergerak-gerak satu sama lain seperti ada mahluk kecil yang saling berdesakan , sama seperti bulatan lebah yang sedang bersarang.yang menempel di batu itu. Mata orang biasa tidak akan pernah kelihatan..
Jaka lan mulai melihat satu muridnya satu persatu .Mereka ada yang terluka akibat pertarungan sia-sia seperti yang dialami oleh mereka beberapa waktu yang lalu, mereka kini saling membantu untuk mengobati agar mereka bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Ada yang patah tangan ada yang patah kaki ada yang luka dalam.. kasihan mereka menjadi korban sia sia akibat kelakuan Rojak saat itu.
__ADS_1
Sementara itu di Rumah tua
udara malam di sekitaran desa Pabuaran lor ,di mana rumah tua itu berdiri. Udara dilangit nampak cerah karena rembulan sedang bersinar dengan begitu cerahnya di atas langit biru ,bentuk nya belum bundar karena belum tanggal masuk ke bulan purnama.
Ustadz Kholik ,Dewi kuning Abah Jono Rahmat dan juga Ratna ditemani oleh beberapa santri mereka berkumpul di dalam ruangan rumah tua .mereka sedang mengadakan doa selamatan.
Syukuran atas keberhasilan melawan dan meredam serta membekukan Rojak yang ternyata dibantu oleh bergola ijo. Mereka merasa bangga mempunyai seorang guru sekaligus sebagai seorang kyai yang bisa membina mereka dan mampu mengamankan semua yang akan mengganggu kehidupan warga di desa Pabuaran.
Tiba tiba diruangan tengah terdengar suara orang menangis suaranya lebih dari satu,suara itu terdengar begitu jelas oleh mereka yang berada di ruangan tengah rumah itu.
Tetapi Kholik dan seluruh anak buahnya terus membacakan doa wirid yang sedang mereka lakukan.
mereka malah makin kusuk untuk membacakan doa-doa agar para arwah yang ada di rumah itu menjadi tidak betah dan akhirnya meninggalkan rumah itu tapi ternyata suara itu malah makin keras mereka memberontak mereka teriak.
Suasana malam di rumah ,kini terasa tegang.
"Dewi kuning coba kau lihat di kamar itu deteksi di sana kira-kira mereka berada di mana mungkin dari tempat itu kita bisa tahu sebenarnya di desa mereka terkubur di mana.?"
Dewi kuring bangkit kemudian ia mendekati kamar yang biasa di dijadikan tempat tidur saat Ratna masih tinggal di rumah itu.
"sepertinya ini di ruangan tempat tidur Ratna waktu pertama kali saya datang ke rumah ini dulu saya mencium bau bangkai di ruangan ini mungkin sekitaran sini ustad".
ustadz Kholik menatap tajam ke ruangan tempat tidur Ratna seluruh santri masih tetap membacakan doa-doa sesuai anjuran Ustadz Kholik.
__ADS_1
"kalau begitu besok kita bongkar rumah ini ruangan ini kita harus menemukan tulang-belulang mereka mereka sebenarnya cuma ingin hidup tenang di alamnya cuma karena dahsyatnya tidak terkubur dengan layak maka mereka pun terus mencari dan kebetulan mungkin di rumah ini yang mereka tahu rumah ini rumah terakhir mereka walaupun waktu itu belum terbangun rumah ini. saya juga melihat beberapa di pekarangan ini ada begitu banyak khodam-godam jahat mungkin diantaranya adalah tulang-belulang mereka sehingga kita perlu mencari tahu, besok kita mencari keberadaan tulang-tulang mereka kasihan sebenarnya mereka juga ingin hidup tenang di alam mereka ya sudah kita sudah mirip kita malam ini anak-anak ayo kita pulang kita kembali ke pesantren".
mereka akhirnya keluar dari rumah itu untuk kembali ke pesantren mempersiapkan diri untuk besok mencari dan menggali di beberapa titik yang dicurigai terdapat jasad mereka mungkin terpisah-pisah akibat pembantaian seperti yang diceritakan oleh jakalana.
"besok kita undang juga jagalana ke tempat ini dia juga punya kemampuan yang cukup tinggi soal seperti ini untuk mempermudah agar persoalan cepat selesai capek kita ngurusin begini terus ibadah kita jadi terganggu hanya gara-gara masalah seperti ini ".
NYI Dewi kuning ,Abah Jono,Rohmat dan Ratna mengikuti ustadz Kholik keluar dari rumah tua.
"mas saya rela rumah ini dibongkar saya ikhlas walaupun ini ke rumah wasiat dari orang tua saya tapi kepentingan yang lebih luas agar kehidupan warga di sini tenang saya relakan semuanya mas"
Ratna menggandeng tangan suaminya sambil menatap wajahnya yang begitu lelah.
"iya ustad kami tetap akan bersamamu membantu pekerjaan mulia ini demi keamanan dan kenyamanan kehidupan warga masyarakat di sini yang selama ini merasa terganggu dengan keberadaan rumah tua ini dengan penghuninya yang begitu kuat bertahan di rumah tua ini."
Dewi kuning berjalan di belakang Ratna kemudian ia pun menceritakan tentang janjinya kepada parade demikian dulu pernah disampaikan ia akan membawa menunjukkan tempat agar mereka hidup dan sesuai dengan dunia.
"oh ya ustad saya belum selesai menyelesaikan pekerjaan saya yaitu mengumpulkan seluruh demikian ada di sekitaran wilayah ini untuk di amankan di suatu tempat yang pernah saya janjikan kepada mereka menurut Islam gimana saya bisa membuang mereka saya ada dua pilihan ke tengah laut kidul atau tetap di kawah gunung Ciremai?"
ustadz Khalid melirik sambil tersenyum, melihat penampilan Dewi Kurnia yang terus seperti itu tidak pernah berubah mengenakan kebaya seperti penari sinden jaipong. kemudian menjawab.
"hehehe nyai Dewi kuning ,saya tahu kamu tahu persis kok tempat mana yang aman untuk mereka ya sudah besok pagi-pagi sekali sebelum subuh kamu bawa mereka ke gunung Ciremai masukkan mereka ke kawah asal mereka juga dari sana dulu memang ada yang mereka takuti bergola ijo itu raja yang jahat. untuk mereka ikuti sekarang bergola itu sudah tidak ada di alamnya mereka akan nyaman kembali tinggal di puncak gunung Ciremai ya sudah bawa saja ke sana mereka pasti senang. oh ya bapak juga itu batu batu itu sebenarnya sangat berbahaya kalau tetap berada di padepokan Jaka Lana sebaiknya batu itu dibuang ke tengah lautan laut kidul biar bunga salawat kidul yang mengurusi mereka mengurusi batu itu saya punya keyakinan laut kidul pun tidak akan menerima batu itu mungkin juga akan dipenjarakan di sana selama-lamanya Dan tidak akan pernah hidup lagi mudah-mudahan begitu, karena yang saya tahu penghuni laut kidul itu sebenarnya makhluk yang baik cuma kadang-kadang dari kita saja dan menganggap dan menggunakan mereka meminta pada mereka untuk hal-hal yang buruk ya sudah kita kumpul lagi di mushola untuk anak-anak silakan tidur saja ya"
Sesampainya di mushola dan pondok mereka beristirahat untuk mempersiapkan hari esok yang lebih baik.
__ADS_1
malam pun beranjak makin menjelang pagi. seperti yang diperintahkan oleh ustad z Kholik. Dewi kuning mengontak Jaka lana dengan menggunakan aplikasi WhatsApp.