KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 71


__ADS_3

"baik bu terima kasih atas perhatian ibu . saya akan menjaga amanah ini terima kasih sekali lagi.."


Ketika Ratna memejamkan mata saat mengucapkan kalimat terima kasih kepada beliau, wanita cantik berdandanan seperti penari topeng Cirebon itu lenyap seketika.


Ratna menggosok-gosok matanya Ia hampir tidak percaya bahwa ia didatangi sesepuh Desa Pabuaran. karena ia yakin tidak semua orang bisa ditemui ibunda Dewi sesepuh Desa Pabuaran ini.


Ratna menghela nafas panjang seakan ada hal yang sangat berat dirasakan setelah mendapat amanah itu yang harus ya penuhi dan jalani. Ia pun buru-buru pergi meninggalkan lokasi perkebunan menemui sang suami, Ratna hampir tidak percaya apa yang dia temui saat itu ia pun menceritakan semuanya kepada sang suami.


ustadz Kholik geleng-geleng kepala mendengar semua cerita yang disampaikan istrinya.


"oh ya jam berapa tadi bu ditemui sama Dewi Putri intan aku pernah dengar nama itu walaupun aku bukan orang sini tapi aku pernah dengar bahwa di Pabuaran ini memang ada toko wanita yang sangat kharismatik saat itu Tapi aku tidak tahu namanya baru kali ini aku tahu namanya darimu yang telah ditemuinya. orangnya seperti apa istriku?".


Ratna menarik nafas panjang sepertinya berat untuk menceritakan tapi kalau tidak bercerita Ia pun tidak akan tahu harus bagaimana menyampaikan apa yang ia temui siang tadi.


sejenak ia merenung apakah suaminya juga tidak boleh mengetahui atau tidak boleh dikasih tahu kalau dirinya telah ditemui oleh tokoh masyarakat pada saat itu yang cukup melegenda? .


saat ia menarik nafas seperti ada suara yang membisik di telinganya, suara itu sepertinya suara Dewi intan.


(..kalau pada suamimu kamu boleh cerita anakku silakan ceritakan karena beliau juga sudah tahu keberadaanku di masa lalu..)


"oh ya mas dia berdandan seperti penari topeng Cirebon cantik sekali dia berpesan bahwa apa yang telah kita lakukan selama ini akan tetap dilindunginya asalkan kita tidak melakukan hal-hal yang bertolak belakang dengan hukum adat dan hukum agama yang kita anut selama ini. beliau juga berpesan kita Jangan lari menghadapi musuh tapi kita tidak boleh mencari musuh itu pesannya, mas.".


ustadz Kholik menarik nafas kembali sambil menatap wajah istrinya dengan seksama.

__ADS_1


"iya dek aku juga bertekad untuk melakukan ini terus-menerus tanpa mengeluh kita memang harus tetap semangat aku yakin apa yang kita lakukan Sudah diridhoi oleh Tuhan dan orang yang datang tadi pasti mengizinkan apa yang kita lakukan selama ini buktinya dia mau datang ke tempat kita dan menemuimu."


"lalu bagaimana dengan rencana kita Untuk bisa kembali menempati rumah tua kita, mas? ".


"Ya seperti yang kita rencanakan dulu kalau rumah itu sudah steril dari segala gangguan makhluk yang ada di rumah itu kita akan menempati kembali rumah itu aku pikir mungkin keadaan sudah berbeda ,dek".


tiba-tiba terdengar suara dari luar para pekerja yang riuh suaranya seolah-olah sedang terjadi sesuatu yang mereka rasakan.


"Ada apa lagi sih kok rame betul di luar sana coba kamu lihat,isman! ".


Ustadz Kholik memerintahkan petugas keamanan kebun untuk melihat apa yang sedang terjadi di luar sana.


"Bu Ratna pak ustad cabenya sudah merah lagi padahal baru saja dipetik ini coba lihat saya juga tidak mengerti kenapa bisa terjadi segitu cepatnya capek kembali berwarna merah alias tua kita panen terus nih pak ustad ".


sesuatu yang tidak lazim terjadi kembali mungkin ini sangat berlebihan tapi itulah kenyataan yang mereka rasakan saat ini buah mentimun yang masih ****** sekarang sudah besar padahal baru kemarin dipetik sesuatu yang mustahil menurut ilmu pertanian manapun tidak akan pernah bisa dipecahkan tidak mungkin bisa terjadi sesuatu hal yang mustahil.


di saat mereka berteriak dan bersorak sorai sehingga suaranya terdengar riuh rendah ,menyampaikan kabar tentang keberadaan Kebun sayur mereka yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri.


ketua keamanan Pak Isman langsung menghadap ustadz Kholik. kemudian menyampaikan apa yang dilihat dan didengar dari mereka Ia pun membuktikannya sendiri setelah melihat semua pohon cabe berbuah kembali dengan warna yang sudah siap petik .


ustadz kolik geleng-geleng kepala memegang kepalanya.. antara senyum kebahagiaan bercampur dengan keheranan yang luar biasa yang ia rasakan saat ini.


"Ya sudah sudah kita bersyukur saja apa yang sudah kita alami saat ini kita jangan terlalu berlebihan merasa bahwa kita lebih bagus lebih hebat daripada mereka yang ada di sana yang sama-sama menanam sayur mayur di kebunnya kita tidak boleh sombong kita syukuri saja apa yang telah kita dapatkan Ya sudah besok pagi saja untuk panennya hari ini sudah sangat berlebihan.." ustadz Kholik mencoba menenangkan suasana keriuhan kebahagiaan mereka agar tidak merasa berlebihan dalam merayakan kebahagiaan mereka.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah jadi apa yang diceritakan ibu Dewi intan tadi betul-betul terjadi ya mas kita bersyukur Alhamdulillah berarti besok dan sampai entah kapan kita panen terus , tapi ini pasti akan menimbulkan sesuatu yang bisa menimbulkan kekisruhan di antara mereka yang tidak menyukai dengan usaha kita mas. kita harus mengantisipasi dan merahasiakan semua ini kita sebaiknya mengumpulkan semua pekerja berikan pengertian kepada mereka walaupun itu sulit dan jauh dari akal sehat bisa-bisa mereka menuduh kita kembali memanfaatkan tenaga atau kerjasama dengan makhluk gaib yang selama ini mereka curigai pada kita."


ustadz Kholik beserta seluruh stafnya merasa sangat masgul. dengan keadaan yang terjadi saat ini di sisi lain apa yang dirasakan saat ini adalah sebuah keuntungan yang sangat luar biasa dari sebuah usaha biasa, akan menjadi luar biasa, jika keadaan ini terus berlangsung.


ustadz Khalid perlu mengumpulkan seluruh stafnya dan juga seluruh pekerjaannya yang mengetahui tentang kejadian ini.


tapi apa yang akan disampaikan kepada mereka apakah mereka mau memahami apa yang sedang terjadi, sebuah dilema bagi para pengurus dan staf perkebunan


mereka harus menceritakan semua tentang kejadian yang sedang dialami tapi bagaimana caranya?


Waktu menunjukkan pukul 12.25.


saatnya para pekerja beristirahat seperti yang dijanjikan ibu Ratna mereka diminta untuk berkumpul di aula.


"silakan ibu-ibu makanan sudah disiapkan oleh para petugas kami nikmatilah makan siang kita bersama-sama jangan lupa sebelumnya kita berdoa sesuai dengan keyakinan kita masing-masing, ibu-ibu dan bapak-bapak semua.. Ada yang ingin kami katakan kami sampaikan kepada anda semua agar tidak ada salah persepsi dan salah pemikiran sehingga akan menimbulkan fitnah di kemudian hari. seperti yang telah kita saksikan bersama-sama yang ada di kebun kita saat ini. ini merupakan anugerah bisa juga menjadi musibah bagi kelangsungan usaha kita kalau kita merasa lebih hebat daripada mereka yang ada di sana itu akan menimbulkan kecemburuan sosial di mata masyarakat kita terutama para pelaku bisnis yang selama ini bersaing dengan perusahaan kita, walaupun kita tidak merasa bersaing dengan perusahaan lain. tapi perlu kita waspadai agar mereka tidak memusuhi kita. sebaiknya kita semua tidak menceritakan kepada pihak lain tentang kelebihan yang ada di perkebunan sayur kita. apakah ibu-ibu dan bapak-bapak mengerti apa yang saya katakan mohon untuk teman-teman staf dan juga karyawan kantor untuk memperhatikan apa yang telah kita dapatkan selama ini, artinya kita harus meningkatkan kesejahteraan karyawan-karyawan kita.


tanpa perjuangan mereka selama ini dan pengertian mereka selama ini pada perusahaan ini kita tidak akan mungkin bisa sebesar ini. untuk itu tolong perhatikan karyawan yang ada di perusahaan kita tingkatkan kesejahteraannya."


tepuk tangan dan sorak-sorai kembali bergemuruh dari ratusan tenaga kerja yang berkumpul di aula pertemuan itu.


kejadian yang luar biasa yang tidak pernah terjadi di manapun hari ini benar-benar tercatat satu momen yang paling aneh membuat heboh seluruh karyawan yang bekerja di tempat ini.


"semoga keberkahan selalu ada bersama kita semua mari kita berdoa bersama-sama untuk kemajuan perusahaan ini, kami atas nama seluruh pekerja mengucapkan ribuan terima kasih atas perhatian perusahaan selama ini pada kami ".

__ADS_1


kata salah satu pekerja sambil merangsek berdiri paling depan untuk memimpin doa mengajak seluruh teman-teman pekerja lainnya mengucap syukur dan berdoa atas anugerah yang diberikan kepada mereka para pimpinan dan juga pengurus perusahaan. perkebunan sayur kolik Ratna..


__ADS_2