KISAH RUMAH TUA

KISAH RUMAH TUA
Episode 46


__ADS_3

Para genderuwo yang dibuang di dalam jurang yang kini masih diikat oleh selendang kuning yang memiliki kekuatan dahsyat milik Dewi kuning. Kini mereka pasrah untuk mengikuti semua apa yang dikatakan dan diinginkan oleh Dewi kuning.


Dewi kuning melepas ikatan gaib berupa selendang kuning miliknya, para genderuwo itu bersujud di hadapan Dewi kuning.


"Kini silakan kalian pergi ke rumah tua itu ajak mereka untuk bergabung bersama kalian bawa benda ini tunjukkan kepada mereka teman-teman kamu yang ada di sana."


Dewi kuning memberikan sebuah keris kecil berwarna biru tua yang mengeluarkan cahaya seperti bara api menyala keris kecil itu adalah kunci untuk membuka tabir gaib dari sebuah wilayah yang selama ini diidam-idamkan oleh para jin dan juga para genderuwo untuk pindah ke tempat itu, tapi tentu saja Dewi kuning tidak memberikan atau menjelaskan benda apa yang dibawanya itu dan untuk apa fungsinya.


Dewi kuning tahu para genderuwo yang ada di gudang yang ada di manapun ketika melihat keris seperti itu atau benda yang dipegang oleh Dewi kuning itu mereka langsung tunduk dan sadar bahwa yang di hadapannya bukan manusia sembarangan dan tidak mungkin bisa dikalahkan oleh kaum mereka kaum para genderuwo.


"kamu tunjukkan benda ini kepada mereka tapi ingat benda itu akan mencelakai kamu kalian semua jika kalian ada niat berkhianat ,paham?"


para genderuwo itu bersorak dan mereka berteriak-teriak kegirangan karena terbebas dan dibebaskan oleh Dewi kuning untuk menjadi makhluk yang tidak terpengaruh oleh kegiatan manusia atau keinginan manusia yang berniat jahat pada sesamanya.


Kehidupan mereka bangsa jin, sebenarnya sama sebagaimana kehidupan manusia, mereka juga punya kehidupan mereka juga mempunyai keluarga dan masyarakat sesama mereka di alam mereka.


Tetapi ketika ada manusia yang berilmu tinggi dan berniat jahat mereka pun mudah ditundukkan kemudian mengikuti semua apa yang menjadi keinginan manusia tersebut.


Mereka sebenarnya adalah korban ke durjanaan dan kejahatan perilaku manusia bernama Jaka lelana, mereka sedang diperalat oleh ilmu penguasaan alam gaib yang dimiliki oleh Jaka dan juga Rojak.


"Silakan kalian terbang ke sana ,menuju ke sana ke rumah tua itu. Ajak mereka bergabung dengan menunjukkan benda itu kepada mereka semua.


Tunggu aba-aba dan perintah saya jangan bergerak sendiri,karena itu akan mencelakai dirimu.Mencelakai kalian semua kalian harus pegang omongan saya .kalian pasti akan hancur pasti mati dan musnah jika kalian khianat dan mendahului apa yang saya perintahkan. jika kalian patuh justru akan memberikan kesejahteraan bagi kalian. kalian akan hidup damai bersama keluarga dan teman-teman kalian di alam kalian sana.


Seketika terdengar suara gemuruh seperti suara angin yang menabrak apa saja di sekelilingnya,


ternyata itu adalah pengaruh dari keris biru tua yang memancarkan cahaya untuk meredam pengaruh buruk dari prilaku para mahluk keturunan jin itu agar patuh, keris itu memutar-mutar sebelum dipegang oleh salah satu pemimpin dari pasukan genderuwo.


Salah satu genderuwo yang berbadan tinggi besar melebihi besar tubuh dari kawan-kawannya ,dia Gruno nama panggilannya,yang dipercaya memegang keris kecil yang diberikan Dewi kuning.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus kami lakukan selanjutnya sekarang, ibu Dewi?".


tanya Gruno sudah tak sabar ingin segera menerima tugas ".


"Pergi ke Rumah tua, ajak dan beri pengertian pada teman-teman kalian yang ada di sana, tunjukkan keris itu kepada mereka mereka pasti mengerti apa artinya keris itu,bagi mereka sudah paham itu tahu kamu akan dipercaya oleh mereka.Kalian akan menjadi pemimpin mereka.karena mereka tahu kamu memegang keris ini, kamu akan dianggap dan dihormati mereka.Kamu dianggap membawa kemuliaan di kemudian hari ,dan kamu akan menjadi pemimpinnya mereka."


Gruno menengadahkan tangan menyembah Dewi kuning dengan rasa hormat yang tinggi.


Sepuluh genderuwo Kemudian pamit untuk melesat bergabung dengan teman teman yang lain bangsa mereka di desa Pabuaran mencari posisi rumah tua.


Mereka terbang melintasi alam kegelapan malam. Menuju ke rumah tua yang ditunjukkan oleh Dewi kuning, tuannya yang baru.Menuju rumah tua.


Sementara itu di rumah tua tempat para keluarga genderuwo ,sedang berpesta , mereka berpesta pora menari makan-makan bersenang-senang layaknya manusia yang mendapat kemenangan karena berhasil mengganggu warga masyarakat manusia dan juga yang menjadi sasarannya ustadz Kholik dan Ratna.


Suasana desa Pabuaran malam itu benar-benar terasa mencekam Awan gelap tanpa bintang di langit pertanda akan segera turun hujan, petir menyambar di sana-sini.


Malam itu benar-benar mencekam.


Suara doa itu tentu saja merupakan ancaman bagi mereka para genderuwo dan siluman yang berada di rumah tua.


di antara mereka saling pandang dengan tatapan aneh, kemudian menutupi telinga mereka masing-masing. Mereka berteriak teriak karena merasa tubuhnya tiba-tiba kepanasan.


di saat itulah 10 genderuwo yang diutus oleh Dewi kuning tiba di tempat mereka.


selanjutnya ia mengucapkan salam seperti layaknya manusia yang bertemu dengan teman-temannya.


tentu dengan bahasa mereka yang tidak dimengerti oleh bahasa manusia.


mereka menyambut dan mereka minta pertolongan untuk bisa keluar dari rumah tua itu sebelum mereka terbakar dan mati. kesepuluh genderuwo yang dipimpin oleh gruno, segera mengevakuasi mereka agar keluar dari rumah itu dan meninggalkan rumah tua itu.

__ADS_1


Dengan suara gaib Dewi kuning memerintahkan kepada mereka agar membawa semua penghuni rumah tua itu meninggalkan tempat itu sesegera mungkin sebelum mereka terbakar dan mati akibat dahsyatnya doa yang ditujukan kepada mereka.


"Gruno.. cepat perintahkan kepada mereka untuk meninggalkan rumah tua itu tunjukkan kepada mereka benda yang kamu bawa itu mereka pasti mengerti dan mengikuti kamu kemanapun kamu pergi kamu berkumpul kembali di sini di lembah ini tempat kamu tadi berasal."


Gruno segera menunjukkan, keris kecil yang dibawanya.


ternyata apa yang diceritakan oleh Dewi kuning benar adanya.


Para penghuni rumah tua berteriak kegirangan dan segera mengikuti perintah yang disampaikan oleh Gruno.


Tubuh mereka tiba-tiba melesat dan masuk ke dalam keris warna biru tua yang di bawa Gruno.


Gruno makin percaya, bahwa apa yang dikatakan Dewi kuning itu benar adanya. mereka pun bertekad untuk benar-benar mengabdi dan setia kepada Dewi kuning.


tapi ada dua makhluk yang tidak mau pergi dari rumah tua itu dia bahkan melemparinya dengan serangan-serangan gaib mereka. mereka menghindar dan menghindar dari serangan-serangan gaib yang mereka lemparkan dari rumah tua ke arahnya.


Gruno bertanya pada Dewi kuning melalui suara gaib, apa yang harus mereka lakukan menghadapi dua makhluk yang membandel dan tidak mau pergi ikut dengannya.


kemudian suara Dewi kuning memerintahkan, agar meninggalkan mereka berdua yang berkhianat dan tidak mengikuti teman-temannya. karena mereka berdua pasti akan mati terbakar oleh doa-doa yang dikirimkan oleh seluruh warga masyarakat desa Pabuaran malam itu.


Dengan berat hati, gruno dengan 9 temannya pergi meninggalkan mereka berdua yang mulai terbakar kemudian mati.


Bruno terbang kembali menuju lembah kembar yang menjadi tempat bersemayam mereka untuk sementara.


Dewi kuning yang menjadi pimpinannya


saat ini.


Dewi kuning yang duduk di atas batu besar di atas bukit mendengar gemuruh suara kedatangan mereka para siluman dan genderuwo yang serta yang lainnya dengan jumlah yang sangat banyak terdengar begitu gemuruh mendekati tempatnya bersemedi.

__ADS_1


lembah hijau Ranau yang nampak sejuk dengan pemandangan yang begitu indah ternyata di dalamnya telah berkumpul ribuan makhluk astral yang kini sudah ditundukan oleh nyai Dewi kuning.


__ADS_2