
keesokan harinya .
raka berangkat ke sekolah dengan motor gedenya.
rangga dengan hartopnya selalu menjemput amel dan mengantarkannya ke sekolah.
rani berangkat bareng papanya ke kantor mengendarai sedan hitam
setibanya di sekolah rani langsung turun dari dalam mobil dan pamitan sama papanya.
papanya pun segera melajukan kendaraanya ke kantornya
" hai ran..." sapa amel
"hai mel, kamu sudah nyampek, sama kak rangga ya.." ucap rani
amel mengangguk
mereka asik bercanda tiba tiba dikejutkan sama klakson motor raka
*tit........*
"aduhhhh......rakaaaa....." teriak rani kesal.
rani memukul lengan raka
"turun gak turun gak.....selalu kamu.." ucap rani masih membabi buta memukuli raka
"iya iya rani sudah, jatuh nih motor..." ucap raka sambil menggosok gosok lengannya
raka kemudian berlalu dan memarkirkan motornya di parkiran
"hai kucing kamu kok gak bawa motor butut kesayanganmu itu..." goda raka dari parkiran
"apa ..motor butut, butut dari mana coba secara motor model baru, mesin baru, eh sekali lagi kamu bilang motor butut awas kamu..." ucap rani kesal
raka tertawa .." halah emang motor butut mau apa coba, orangnya pun butut kali..!!?"
sontak rani mendengus kesal dan memukul raka dengan buku di tangannya, raka berlari rani mengejarnya.
dan begitu lah mereka selalu bertengkar di sekolah yang membuat semua teman temannya gemes melihatnya.
amel hanya tersenyum melihat kejadian yang hampir setiap hari terjadi.
raka merada capek, dia jongkok dan menahan nafas yang tersengal sengal.
"udah udah udah ran aku capek..." raka yang penuh keringat pun masih kelihatan mengatur nafasnya
begitu pula dengan rani dia langsung duduk selonjor di teras kelas , dia sangat kecapekan dia mengatur nafasnya
__ADS_1
'' aku senang ran masih bisa menggodamu..sebentar lagi tidak ada lagi yang menggodamu seperti ini.." gumam raka sambil menatap ke arah rani yang terlihat masih mengatur nafasnya yang tersengal sengal
"raka sebentar lagi kamu lulus, mungkin aku akan kesepian di sini, gak ada lagi yang akan aku gepukin tiap pagi..." ucap rani sambil menatap raka
" dan tidak ada lagi yang akan menggodamu lagi ran.." jawab raka sambil tertunduk lemas
hati rani semakin sedih dia mulai sembab dan menatap raka lekat seakan tak mau melepaskan pandangannya.
"ran kamu harus janji sama aku, kamu akan tetap ceria, kamu akan tetap seperti ini, raniku yang galak dan manja...ok .."ucap raka sambil menatap rani
dan belum sempat rani menjawab bel masuk pun berbunyi
mereka segera beranjak masuk ke kelas masing masing.
amel menatap sahabatnya yang terlihat sedih tidak seperti biasanya.
"ran kamu kenapa" tanya amel
"gak kok mel gak papa.." jawab rani sambil berusaha menyembunyikan kesedihannya.
tapi rani tau sudah 2 tahun mereka berteman ,amel sangat paham dengan situasi sahabatnya itu.
memang sebentar lagi perpisahan sekolah pasti berat karena raka juga harus kuliah dia tidak akan satu sekolah lagi dengan rani
"ran kamu yang kuat ya yang sabar walaupun raka dan kamu tidak lagi satu sekolah tapi
kan bisa raka main ke rumah kamu, kamy juga bisa menelponnya saat kangen.." ucap amel menenangkan
beberapa saat berlalu, mereka belajar di kelas dengan baik...
bel pun berbunyi tibalah saatnya mereka pulang..
"ran kamu pulang sama siapa.."ucap raka dari belakang
rani pun menoleh ,amel pun juga menoleh dan tersenyum melihat raka
"aku duluan ya.." amel melangkah menjauh dari mereka
"eh mel, kamu pulang sama siapa, kita naik taksi onlin aja biar aku yang pesen " ucap rani
namun dia merasa gak enak sama raka
"nggak ran, kamu pulang raka saja , biar aku naik angkot bareng mala dan sasa tuh mereka masih di depan" sambil nunjuk ke mala dan sasa yang sedang menunggu angkot
"ta tapi mel, ..." belum sempat rani meneruskan ,amel sudah berlari
"tapi aku kan sudah pesen taksi online, nanti aku sapa siapa, aku takut naik taksi sendirian..." ucap rani lemas
raka melihatnya dan memanggil dion dan leon yang akan keluar dari parkiran
__ADS_1
"hei leon dion sini kalian..."sambil melambi pada leon dan dion
mereka berbalik dan mendekat ke arah raka
"ada apa ka.." tanya mereka berdua
'' kebetulan leon kamu gk bawa motor, nih bawa motorku , bawa saja ke rumah kamu, nanti aku ke rumahmu.." ucap raka sambil melemparkan kunci motornya dan memberikan helm nya ke leon.
"trus kamu mau ke mana..." ucap leon bingung
"udah deh, aku cabut ya...bye..." ucap raka sambil berlari ke arah rani
leon dan dion pun mengerti ,mereka geleng geleng kepala sambil tersenyum
"dasar pria bucin " gumam dion dari balik helemnya
"udah ayo di..." ucap leon yang sudah siap berangkat denga motor raka
rani tampak cemas menunggu grap yang dia pesan, dia mondar mandir sambil gigit jari
"aduhh gimana ya, kalau aku batalkan kasihan drivernya, kalau aku naik aku takut sendirian...aduhhh gimana..ya... apa nanti kalau grabnya datang aku bayar aja ya dan aku gk usah naik, trus aku pulangnya gimana, raka juga sudah pulang, aduhhhhh..."
rani berbalik dengan cepat sehingga dia tidak tahu kalau raka sudah di belakangnya dan mereka berbenturan yang membuat rani akan terjatuh ,untungnya raka sigap meraih tangannya dan menariknya sehingga tidak sampai jatuh.
"kenapa sih kucing, untung aku menarik tanganmu tidak sampai terjatuh..." ucap raka heran
" aku takut ka...''ucap rani
belum sempat meneruskan tiba tiba grap pesannya datang, dan raka lsngsung menarik tangan rani untuk membawanya masuk ke dalam grap
"udah pak jalan pak..tadinya ke alamat mana pak.." tanya raka
"ke jalan shangrila mas.." jawab drivernya
" diganti bisa pak, ke jalan ciputra..." ucap raka sambil mengotak atik ponselnya
" ok mas, tapi gak usah pakkai aplikasi ya, pesanannya dibatalkan..tapi saya antar pakai tarif saja ..." ucap driver
" ok pak ,trimakasih" ucap raka sambil melirik ke rani yang masih bengong tidak percaya
"nah yang naik motor tadi siapa.." tanya rani bingung
" o..leon sama dion, kebetulan leon tidak bawa motor , aku suruh bawa aja motor ku biar aku bisa nemenin kamu..." ucap raka
"o..gitu ...aduh ka tau gak aku takut sekali aduhh...aku kepikiran yang nggak nggak kalau naik grap sendirian, mau telp kak rangga jam segini pasti masih ada kuliah.."bisik rani pada raka
raka hanya tersenyum dan menggenggam tangan rani dengan hangat
"udah selama masih ada aku kamu gak perlu merasa takut ran, aku akan selalu membantumu semampuku..." ucap raka sambil menatap rani lekat.
__ADS_1
sepanjang jalan mereka tetap saling genggam dan bercanda, sampai sampai driver sesekali tersenyum menyaksikan ulah mereka dari sepion tengah..