Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
Milea #3


__ADS_3

Milea datang ke sekolah Rara menggunakan taxi online..


Rara adalah anak kesayangan semua orang, Milea pun sangat menyayanginya.


Namun Raka dan Rani tidak pernah memanjakan anak anaknya , di mata mereka ketiga anaknya sama... tidak ada yang boleh melawan kepada yang lebih tua.


Bara dan Rara sangat menghormati Milea sebagai kakak, tapi bukan berarti mereka tidak saling bercanda dan menggoda.


"hai Dek ..ayo cepetan, itu sudah ditunggu abang taxi..." ucap Milea.


" iya iya kak ayo..." ucap Rara.


" Bara ke mana sih , awas aja nanti kalau pulang ..." ucap Milea.


" ih ..emang itu ya kak si Bara itu ngeselin banget..masa Rara tadi pagi ditinggal di depan perempatan , katanya mau jemput pacarnya...kesel tau gak..." ketus Rara sewot.


" apa, Bara ninggalin kamu di jalanan..awas aja ya aku bilangin papa tau rasa, biar diambil lagi tu mobilnya...lagian kamu belajar nyetir dong dek...besok kakak ajarin ya..." ucap Milea.


"iya non jaman sekarang itu sudah gak jaman cewek gak bisa bawa mobil sendiri... meskipun cewek harus mandiri dong non.." ucap bang driver.


" tu kan, iya betul ya bang..." ucap Milea.


"tapi Rara takut kak .." jawab .


" besok kakak ajarin dek, pagi soalnya siangnya Kakak ada urusan.." ucap Milea.


"tapi kakak bantu bilang ke papa dong biar Rara dibolehin bawa mobil sendiri..." ucap Rara.


"ehm...tapi kayaknya susah sih..." jawab Milea.


" tu kan, kakak sendiri aja tau gimana papa pasti gak boleh..." ketus Rara.


" tapi nanti kakak coba ngomong deh sama papa..." ucap milea sambil mengotak atik ponselnya.


mereka pun melaju dengan kecepatan sedang , abang driver sudah menjadi langganan Milea saat dia sedang tidak ingin bawa mobil sendiri..


saat Milea membuang pandangan ke luar jendela, dia melihat seorang pemuda sedang duduk di depan mobil yang tak asing..


" orang itu seperti tidak asing..o... pemuda yang tadi...hah... ternyata beneran rusak ya tu mobil...aduhhh... kasihan....eh eh eh bang kok berhenti sih...aduhhh....kok di sini sih .." ucap Milea sambil menutupi mukanya dengan tangannya karena dia tepat berada di depan pemuda itu mana kaca filemnya terang lagi.


" iya non ini bengkel temanku mau ganti oli dulu ya sebentar saja mumpung lagi lewat... udah pulang gak keburu.. kan " ucap abang driver.


" iya bang gak apa apa.." ucap Rara sambil mengotak atik ponselnya.


pemuda itu pun sadar ada yang aneh dengan gadis itu, dia mendekat dan memperhatikannya.


Milea semakin kelicutan..


" aduhhh..sialan ni orang, pake ke sini lagi, gimana dong...aduhhh.." gumam Milea sambil telungkup di pangkuan Rara.


" dek tolongin kakak..." ucap Milea.


" ih...kak kak kak Milea emang kenapa..." ucap Rara bingung.


"ehem...o...nama kamu Milea..ok.." ucap Bian di samping pintu mobil sambil tersenyum menahan tertawa karena kelakuan Milea yang menggemaskan...


Milea bangun dan merapikan rambutnya yang acak acakan.." dek ,kamu sih pake sebut nama kakak..." bisik Milea.

__ADS_1


"memangnya kenapa kak, ada apa memang nya..." tanya Rara penasaran.


" udah nanti kakak ceritain di rumah ..." ucap Milea.


" ehm...kamu rupanya..." ucap Milea yang kelicutan dan takut menyapa pemuda itu.


" bisa kita bicara di luar nona Milea.." ucap Bian.


Milea pun segera turun dari mobilnya dan mengikuti bian yang berjalan dengan kedua tangannya di saku celana.


" em...gak usah nona, cukup Milea saja tuan" jawab Milea sambil meringis menoleh ke samping.


"ok namaku Fabian cukup panggil Bian gak usah tuan..." ucap Bian.


" ok "


" ok"


" ok"


" ya ok"


" terus" ucap Bian semakin gemas menggoda gadis lucu itu.


" ya em..ya itu...em Milea minta maaf ya atas kecerobohan Milea merusak mobil...mu.." ucap Milea dengan gugup.


" terus..." goda Bian.


" ya aku kan udah minta maaf...nanti aku minta papaku yang ganti aja ya , mana aku punya uang sebanyak itu, mobil mewah pasti mahal ..." ucap Milea sambil berlari menuju taxi onlinenya yang sudah selesai ganti oli..


Bian hanya tersenyum dan gelengkan kepala melihat kepolosan gadis itu.


" ok bos " ucap Adi.


" o iya mana kunci motormu sini " ucap Bian yang sudah duduk di atas motor gede warna hijau yang terparkir di dalam bengkel.


Dan Adi pun melempar kunci ke arah Bian.


Bian pun segera melajukan motornya ke kantornya, di tengah perjalanan, ketika berhenti di perempatan lampu merah..


tak sengaja Bian menoleh ke samping kanan, dia terbelalak melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya..


Milea mengurai rambut hitamnya yang indah, dan kepolosannya menambah aura kecantikannya kian keluar.


Bian tetap menikmati pemandangan itu tanpa berkedip..


" ternyata cantik juga gadis itu.." gumamnya.


Milea tak menyadari ada sepasang mata yang terus memperhatikan nya dari tadi, Milea tetap bercanda dan tertawa dengan adik nya.


Tak lama kemudian lampu hijau pun menyala, taxi online yang ditumpangi Milea dan Rara pun melaju, namun Bian tetap bengong dan membuat semua kendaraan yang ada di belakangnya membuyikan klaksonnya.


" hai bung, ayo cepat jalan..." teriak pengemudi pikc up di belakangnya Bian.


Bian pun tersentak dan langsung menancap gas untuk melaju ke kantor nya.


***

__ADS_1


sesampainya di rumah, Milea dan Rara sesalu mencium tangan ibunya..


" hai sayang kok kalian baru pulang..." tanya Rani.


" iya ma tadi agak macet jalannya.. oiya ma Bara sudah pulang..." tanya Milea.


" nah itu pasti suara mobilnya Bara..." ucap Rani.


" Bara sini..duduk" ucap Milea yang kesal dengan adeknya itu.


" ish...ada apa sih kak, baru pulang juga...mandi dulu gi..bau tau kak..." ucap Bara yang mencoba lolos dari kakak nya itu.


Rani yang duduk di samping Rara pun hanya tersenyum.." ada apa lagi..ini.." gumam Rani sambil mendengus .


" tanyakan ke Bara ma, kenapa tadi pagi dia turukan Rara di perempatan lampu merah.." ucap Milea.


" hah... beneran Ra.." tanya Rani kepada putrinya.


" iya ma.." jawab Rara.


" aduhhh...bukan seperti itu yang sebenarnya...kak tolong dong dengerin penjelasan Bara.." ucap Bara memelas kepada kakaknya itu.


"ehem... coba jelaskan " ucap Milea dengan tatapan yang tajam membuat Bara kelicutan..


" ehm ..gini kak .. sebenarnya tadi itu Rara yang minta turun di sana, dia ketemu temanya yang bernama..." belum sempat melanjutkan Rara langsung menimpuk kepala kakaknya menggunakan bantal.


"aduhhh Ra apa apaan sih..." teriak Bara sambil mengejar adiknya itu untuk membalasnya.


" Bara bohong ma, kak, dia yang cari alasan, aku suruh tunggu sebentar eh malah dia kabur...dasar ..!!" ketus Rara yang bergelayut di punggung Milea.


Rani tersenyum dan beranjak membukakan pintu karena Raka pulang dan dia selalu menyambut suaminya ketika pulang kerja.


" tu papa datang udah diam" ucap Rara sambil menyumpat mulut Bara untuk tidak lagi ngomong , takut nanti papanya marah...


" ihhh apaan sih Ra..." ketus Bara.


" udah ,ingat kalian...urusan kita belum selesai kalian berdua harus jelasin semua ke kakak ..ok..." ancam Milea.


" aduhhh....kak...apa lagi sih , Bara capek tahu..." ucap Bara.


" ehm...kalian sudah pulang, sini cium papa.." ucap Raka sambil merentangkan kedua tangannya.


" is...papa kita udah gede pa, kayak anak kecil aja.." ucap Milea sambil mendengus.


"eh masak sih anak anak papa udah gede.." ucap Raka sambil tersenyum.


" pa pa , Rara mau cium papa..." ucap Rara yang manja dan menciumi pipi papanya .


Raka tersenyum bahagia, dia memeluk dan menciumi Rara, memang kebiasaan Raka setelah pulang kerja selalu begitu memeluk dan menciumi anak anak dan istrinya.


"Bara ogah..." ucap Bara.


"Bara sini dong papa kangen..." ucap Raka.


" ih papa , Bara malu ... cowok gitu ...turun dah aura kegantengan Bara..." ketus Bara.


sontak semua tertawa bahagia.

__ADS_1


dan Raka pun berjalan ke kamarnya sambil mengusap rambut Bara dan Milea.


__ADS_2