Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
hari pertama..


__ADS_3

pagi yang cerah setelah malam yang melelahkan..


Milea masih tidur dengan nyenyak nya..


sementara Bian sudah keluar dari kamar mandi dengan badan bagian bawah ysng dililit handuk dan tubuh atletis yang sempurna..


Milea membuka matanya terbelalak melihat pemandangan di depan nya..


" ish .. gak usah heran lah sayang, kamu juga udah lihat..." ucap Bian.


Milea pun bangun dari tempat tidurnya sambil menimpuk bantal ke arah Bian..


" apaan sih.." ucap Milea seraya menuju kamar mandi...


Fabian hanya tersenyum..


tak lama kemudian mereka sudah siap dengan baju kantornya..


" bi, aku boleh tetap kerja,aku akan bosan kalau di rumah terus.." tanya Milea kepada suaminya..


" ok tapi kamu gak jadi sekertaris ku tapi hanya menemaniku di kantor.." jawab Fabian.


" hh...sama saja ..." gumam Milea.


" trus seorang istri CEO harus bekerja menjadi sekretaris nya sendiri...ada ada saja sih kamu sayang.." ketus Fabian.


" baiklah, aku di rumah saja bersama nenek " ucap Milea dengan senyum manisnya..


[bos cepat datang, ada kontrak yang harus di tanda tangani]


" ish... Frans masih pagi juga "


[ ys ilah bos udah jam 10 kau bilang pagi , udah kalau gitu gak usah datang ke kantor biar aku yang tanda tangani sendiri, ntar aku kirim filenya...dah puas pusain di rumah ok..]


" sialan lo Frans, tapi bener juga ..lebih aku ambil honey moon setahun..."


[ hahhhh setahun.... beneran setahun , gak capek apa..]


" kenapa"


[ maksutku bos, yang kira kira dong, honey moon paling lama itu biasanya satu bulan..kalau satu tahun bukan honey moon tapi pindah rumah...heran aku...]


" heh..itu perusahaan punya siapa"


[ situ]


" trus bosnys siap "


[ situ ]


"nah tahu, ya udah berarti terserah aku dong"


[ ok deh terserah , kalau ngomong sama bos pasti ujung ujung kesel ..hhh...]


Fabian pun kembali ke kamar dan berganti pakaian biasa.


" lho sayang, kok gak jadi ke kantor..." tanya Milea heran.


" nggak ah, capek aku, lagian ada Frans yang sudah hendel semua " jawab Fabian dengan senyum manisnya.


" o iya sayang bagaimana kalau kita bulan madu, kita pergi ke Bali.." ucap Bian.


" boleh "


Frans adalah pemuda yang baik biar pun ngomongnya suka ngelantur dan ngeselin.


" eh kok tiba tiba jadi kepikiran Rara ya..telp ah..." ucap Frans.

__ADS_1


crying...


ponsel Rara berbunyi di dalam tasnya.. karena di silent jadi tidak kedengaran.


tapi Rara merasa ada yang bergetar..


" hallo kak"


[ eh kamu Ra]


" ada apa ya kak "


[ enggak, ini nanti malam ada jadwal nggak kita keluar yuk...]


" kok tumben sih kak, kenapa ada apa emangnya.."


[ ya gak ada apa apa tiba tiba kepikiran kamu saja]


" ok gak apa apa tapi jangan malam malam "


[ ok , nanti aku jemput ya ]


waktu berlalu dan hari yang panas sudah berganti sore..


Frans sudah selesai mengecek semua hasil laporan dan proposalnya.


Frans dengan semangat segera pulang dan berganti pakaian..


tak berpikir lama dia melajukan mobil Pajero nya memecah jalanan ibu kota.


dan tak lama kemudian sampailah dia di depan rumah keluarga Raka.


tok tok tok.


ceklekkkk


"ek kak Frans, ayo masuk.." ucap Rara.


" o mama dan papa pergi ke rumah kak Bian, kangen sama kak Milea katanya..." jawab Rara dengan polosnya.


" ya udah yuk jalan yuk..."


" ok kak ,"


dan mereka pun pergi jalan jalan di tengah orang orang yang sedang sibuk mencari angin segar ..


"kak "


" ehm "


" kakak sudah punya pacar apa belum " tanya Milea dengan kepolosannya.


" belum , belum ada yang mau sama saya.." ucap Frans.


" masa sih kak, padahal kakak ganteng ko ..," ucap Rara membuat Frans baper.


" eh.. iya Ra..ehm...i.. itu ka kamu mau gak jadi pacar kakak..." ucap Frans.


" hah....kakak serius atau bercanda..kak Rara masih SMA, cinta bagi kami seperti mainan, sedangkan kak Frans mungkin akan mencari pendamping hidup bukan lagi seorang kekasih.." jawab Rara yang dicerna oleh Frans tapi ada benarnya juga.


" kalau Rara mau terima cinta kakak, kakak bisa menunggu semampu kakak, sebelum resmi menikah kakak janji tidak akan menyentuh Rara, kakak hanya butuh pengakuan cinta saja.." ucap Frans membuat Rara terdiam.


"kak Frans yakin , sekarang Rara masih kelas 2 SMA sedangkan nanti kuliah 4 tahunan , jadi kak Frans harus menungguku selama kurag lebih 5 sampai 6 tahun.." jawab Rara.


" dalam waktu sepanjang itu apa kak Frans mampu menahan hasrat dan keinginan yang mungkin di luar batas, maaf ya kak pantang bagiku dan keluarga ku untuk berzina naydzubillah , maaf Rara terlalu banyak bicara.." ucap Rara.


" Ra, kakak tahu itu, biarpun kakak terlihat seperti pria brengksek yang tidak berahklak, tapi kakak masih memilik iman, kakak pun orang yang takut dengan dosa..insyAlloh dengan ijin Alloh kakak akan menjagamu dan kehormatan mu selama itu, dan sampai kapan pun.." ucap Frans berkaca kaca.

__ADS_1


" Rara senang dengan semua yang kamu katakan kak, iya atas ijin Alloh kita bisa lewati bersama, baik lah aku terima kak, menjadi pacar...tapi ingat hanya pacar, bukan lebih dan gak ada sentuhan gak ada pelukan apa lagi cium ciumam yang sampai..aduhhhh bikin ngeri.." jawab Rara yang membuat Frans tersenyum.


crying


ponsel Rara berdering..


"sebentar ya kak Rara angkat telp dulu dari papa..."


" iya hallo pa "


[ kamu di mana sayang, Bara bilang kamu keluar bersama seorang pemuda , kamu masih kecil nak belum waktunya pacaran..ayo segera balik papa dan mama tunggu kamu sekarang o ya siapa pemuda itu suruh dia nemuin papa...]


" baik pa , Rara segera balik sekarang "


Rara memandang Frans dengan tersenyum.


" kak Frans papa menyuruh kita pulang, lain Rara gak boleh keluar malam malam lagi..maaf ya beginilah kak anak SMA...jadi apa kakak masih mau.." ucap Rara yang dipotong sama Frans.


" ets ..ngomong apa sih Ra, iya bener lah pak Raka gak mau kita keluar malam karena sangat menyayangimu...ok ayo kita pulang.." ucap Frans yang segera beranjak dan menggenggam tangan Rara dengan lembut menuju mobilnya yang sudah terpakir.


mereka berdua sama sama senyum senyum sendiri, Frans melirik Rara yang tersenyum sendiri begitu juga Rara yang melirik Frans..


" ada apa , terpesona dengan kegantengan kakak ya " ucap Frans.


" ehem...kakak ganteng banget, oiya kakak blesteran ya kalau Rara lihat lihat kakak memilik netra mata yang coklat agak kebiru biruan , gak mungkin kan pake lensa.." tanya Rara.


Frans hanya tersenyum...


" sebenarnya kakak keturunan Prancis mama prancis tapi papa orang asli Indonesia...kamu pernah dengar gak perusahaan parfum ternama OREAL yang dipimpin CEO ternama Oreal david, dia adalah papaku adik kandung dari olivia Brian Huanxel ibu Fabian.. jadi kakak dan Bian adalah sepupu..


sedangkan keluarga Huanxel sendiri berasal dari ayah bian serta nenek orang tua pak Brian.." ucap Frans membuat Rara melongo.


" trus kenapa kakak memilih bekerja di sini dari pada membantu papanya di Prancis.." ucap Rara membuat Frans kelicutan..


" ehm..gini soalnya..aduh gimana ya, Rara kan tahu kehidupan di luar negri itu seperti apa, bebas dan ya begitulah...kakak pernah terjebak kehidupan yang seperti itu, dan papa memarahi kakak serta mengusir kakak dari sana untuk tinggal di Indonesia tanpa bantuan uang sepeser pun dari papa...dengan tujuan agar kakak tahu gimana rasanya mencari uang sendiri...dan akhirnya kakak menghubungi Bian sepupu keparat itu.." ucap Frans.


" eh..kok gitu sih kak.." ucap Rara sambil tersenyum.


" bagaimana tidak sedikit sedikit menimpuk kepala, pundak, bisa remuk lama lama dekat sama dia..." ucap Frans kesal dan bersungut sungut kalau menyinggung soal Bian.


"dan satu lagi, bagaimana mungkin dia mau honey moon satu tahun katanya, gila gak sih..trus selama itu aku yang harus gantiin posisi nya, capek tau.. dasar sepupu kurang ajar kalau kayak gitu.."


Rara Hanya tertawa " kakak ,Rara nyamam deh sama kakak, ternyata kak Frans orangnya menyenangkan.." ucap Rara sambil terus menatap wajah ganteng Frans yang masih fokus menyetir..


Frans pun sadar diperhatikan oleh gadis kecilnya, dia mengelus pucuk kepala Rara dengan lembut.


dan tak terasa sampai juga mereka di depan rumah Rara.


deg..


jantung Frans seperti berhenti berdetak melihat pak Raka yang sudah berdiri di depan pintu dangan raut muka yang tidak menyenangkan..


assalamualaikum pak Raka


" waalaikumsalam, o jadi kamu Frans, om kira siapa ya udah ayo masuk dulu kita bicara di dalam saja.." ucap Raka sambil mengajak Frans ke dalam..


sedangkan Rara langsung masuk ke kamarnya untuk menaruh tas dan berganti piyama , kemudian kembali dan duduk di samping papa nya memeluk dan bersandar di pundak papanya itu.


" apa kabarnya dirimu Frans.." tanya Raka.


" Alhamdulillah baik pak, " jawab Frans singkat dan segera menunduk..


" Frans kamu tahu kan gimana sifat Rara, ya beginilah dia manja sekali ...langsung saja ya , trus tujuan kamu mengajak Rara ke luar tadi untuk apa.." tanya Raka yang membuat Frans garuk garuk kepalanya..


" duh pak Raka nih anjir....masak aku jawab mau nembak Rara duhhh" gumam Frans.


" Frans, jawab nak, apapun jawabannya om Raka bisa memahami dan tidak akan menertawakan justru ini penting karena ini menyangkut putriku tercinta.." ucap Raka tegas..

__ADS_1


" ehm..em...gini..gini..om Raka... sebenarnya Frans tadi mau mau mau nembak Rara.." ucap Frans sambil nunduk dengan muka merah padam karena malu ..


lanjut..!!


__ADS_2