Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
Rangga dan Amelia


__ADS_3

Tampak wajah merona amelia mendengar perkataan sahabatnya itu.


"apa bener ya kak rangga suka sama aku.." bisik rani dari dalam hati.


" eh mel, kamu ngapain sih senyum senyum sendiri..." tanya rani sambil sibuk memarkirkan motornya.


" hei kucing dah dapat tikus apa belum hari ini ...??" goda raka dari belakang motor gedenya.


sontak rani balik badan dan mendengus kesal..


" he...dasar singa...awas kamu..ya ...!!" rani langsung mengejar raka dan raka pun lari memutari motornya.


" diam kamu raka....diam aku bilang di situ...!!" teriak rani yang tak mampu mengejar raka.


dengan marah rani terus memburu raka..


amelia yang menyaksikan kejadian itu hanya melongo tak percaya.


" kalian saling mencintai tapi tak mau saling mengungkapkan...sungguh cinta yang aneh..tapi aku suka melihatnya.." gumam rani sambil tersenyum senang .


plak....


raka meringis kesakitan mendapat gepukan dibahunya..


" aduhhhh ampun ran....?" raka meringis kesakitan di bahunya.


sontak teman temanya seperti dion, leon kaget di buatnya...


" kalian kenapa sih, apa gak capek bertengkar terus...heh ran ,emangnya kamu tidak takut jatuh cinnta sama raka , tau gak ran antara benci dan cinta itu bedanya tipis banget..aku yakin setelah kau mati matian benci sama raka ,kamu pasti akan mati matian mencintainya.." ledek leon menggoda rani.


rani jadi merah merona.


" apaan sih kalian, aku benci tau gak sama raka, raka selalu menggoda aku..." ketus rani sambil berlari meninggalkan mereka bertiga.


raka hanya tersenyum, sambil merasakan bahunya yang sakit.


" rani rani , semakin kamu bilang membenciku semakin dalam kamu mencintai aku...tunggu lah manis...sampai kamu tidak gengsi dan mengakui cintamu padaku..." gumam raka sambil melihat ke arah rani yang semakin menjauh..


"hei bro..udah sikat aja tu cewek, kayaknya tu cewek juga suka sama kamu..." ucap dion sambil menggoda raka.


" tu cewek emang beda, hanya tu cewek yang bisa bikin aku meleleh...." ucap raka tanpa sadar keceplosan.


lalu dia kelicutan karena menahan malu...


dion dan leon langsung tertawa terbahak bahak ..


"bro bro...berarti benar kamu sudah benar benar jatuh cinta..." ucap dion menggoda.


"dah tembak aja ka..nunggu apa lagi sih..." ucap leon.


" gak bro...sebenarnya aku takut, bukannya takut ditolak tapi aku takut kalau setelah aku menembaknya semua berubah, dia tidak lagi galak dan tidak lagi marah marah kayak gini lagi, tidak lagi bebas seperti sekarang...aku tau sebenarnya rani juga menyukaiku , tapi kalian tau kan rumitnya cinta, pacaran..." ucap raka membuat temannya diam.

__ADS_1


"aku salut sama kamu ka, kamu benar benar pemuda baik, tak memanfaatkan keadaan ...kamu benar benar tulus mencintai wanitamu...sudah pertahankan ,toh jodoh tak akan ke mana...kita tata masa depan kita, kita kejar mimpi mimpi kita..." ucap leon membuat semua teman temannya terharu.


" iya sebentar lagi kita lulus dan harus kuliah , gak tau nanti kita masih bisa bersama atau sudah sendiri sendiri..." ucap dion membuat raka dan leon terdiam.


tiba tiba lonceng berbunyi tandanya mereka harus sudah masuk kelas, mereka pun berlari menuju ke kelasnya.


Di kampus Nusantara, tampak rangga yang duduk melamun di sudut taman.


" hai ga, kamu lagi ngapain di sini sendiri..." sapa seorang gadis cantik bernama cindy..


rangga memang pemuda yang gagah tampan dan proporsional, benar benar idaman semua mahasiswi...


" eh kamu cin, nggak ,aku lagi duduk santai ni, nunggu radit ambil berkas buat laporan nanti..." ucap rangga cuek.


rangga memang tampan rupawan tapi dia tak memanfaatkanya buat merayu gadis gadis cantik.


justru para gadis lah yang selalu mengejar ngejarnya..


"memangnya kamu sendiri ngapain cin.." tanya rangga.


"ah nggak aku lihat kamu di sini mangkanya aku samperin kamu..."ucap cindy manja sambil menatap rangga yang cuek namun sangat menggoda.


" hai rangga ...minggir kamu cewek genit..." putri datang dan mendorong cindy hingga hampir terjatuh..


rangga sontak kaget dan mendengus


" haduh....datang lagi nenek lampir.." dengus rangga lalu beranjak ..


" haduh....udah udah ya aku mau ke kelas dulu..." ucap rangga sambil berlari tak memperdulikan kedua gadis itu yang sedang bertengkar.


Di dalam kelas rangga tampak tak fokus melihat jam tangannya terus sambil memutar mutar bulpen di tangannya yang itu berarti dia sedang tidak tenang alias galau, radit yang sudah paham perilaku sahabatnya itu tampak mengawasi sesekali memperhatikan dosen yang mengajar.


dan tit...*****


bel pun berbunyi yang berarti mata kuliah selesai...


radit langsung menghampiri sahabatnya itu


" rangga, kamu kenapa sih...dari tadi seperti ada yang kamu pikirkan...!!!" tanya radit.


" aku kepikiran cewek dit, dia lembut, anggun, sederhana ,cantik alami tanpa polesan, tanpa make up pun manis sekali...." ucap rangga.


radit pun langsung paham


" emang siapa ,anak dari fakultas apa ..." tanya radit .


" dia masih SMA dit...!!!"ucap rangga.


sontak radit kaget dan langsung tertawa lepas...


" hei curut emang kenapa kalau masih SMA..." ucap rangga bersungut sungut karena ditertawakan sahabatnya.

__ADS_1


"bro bro ...tenang tenang....iya kan masih kecil rangga...masih bocil, jangan bilang teman adek kamu.." ucap radit kepo.


rangga menatap radit tajam.


membuat radit kelicutan


"iya iya ....ya udah emang dia secantik apa sih sampai bikin kamu gila, padahal semua cewek cewek di kampus ini cantik cantik lo, tu lihat, sexinya bukan maen..." ucap radit sambil bersiul menggoda gadis yang lewat di depannya.


"dia lugu tidak pernah pake make up, tapi dia mengeluarkan aura kecantikannya parah banget...." rangga sampai terhanyut membayangkan amelia...dan tanpa sadar menyebut nama amelia.


" o...namanya amelia..." ucap radit.


rangga mengangguk


"berarti kalau temannya adek kamu, aku boleh dong macarin adek kamu, biar nanti kita bisa dobel det.." ucap radit menggoda.


langsung rangga menimpuk kepala radit.


"enak aja , gak akan aku biarkan adek kesayanganku pacaran sama curut macam kamu..." ucap rangga kesal.


,"eisss..." radit meraba raba kepalanya sambil meringis.


"emang adek kamu jam segini belum pulang.." ucap radit sambil memegangi kepalanya.


langsung rangga tersentak dan berlari tanpa memperdulikan radit yang kesakitan ...


rangga melajukan mobilnya memecah kemacetan jalanan surabaya ..


dan cekikkkk**""...


rangga mengerem mobilnya mendadak karena melihat gadis incaranya berjalan sendiri di trotoar.


rangga tak menyia nyiakan kesempatan, dia segera turun dan mendekati amelia ,sontak amelia terkejut tak menyangka pemuda tampan yang akhir akhir ini sering kepikiran tiba tiba muncul di hadapannya.


" eh kak rangga...." ucap amelia terkejut.


" hai mel, kamu kok sendirian , rani mana..." tanya rangga sambil celingak celinguk bergaya mencari adeknya ,padahal dia sudah tau kalau raka anterin rani pulang karena raka selalu hubungi rangga kalau mau anterin rani pulang.


"eh iya kak ,tadi rani bareng sama raka.." ucap amelia.


"o...eh iya kamu nanti malem ada acara gak mel, nonton yuk..." ajak rangga .


" maaf kak ,aku gak dibolehin sama bapak dan ibu untuk keluar malam, jadi aku gak akan bisa kalau nontonnya malem..." ucap amelia.


"jadi kalau siang bisa dong ..." ucap rangga sambil tersenyum.


amelia mengangguk dan menunduk karena malu.


tanpa pikir panjang rangga langsung mengajak amelia naik ke mobilnya, mereka pun menuju bioskop terkenal di kota surabaya.


"eh iya kak , aku harus telp bapak dan ibu dulu,agar mereka tidak hawatir.." ucap amelia.

__ADS_1


"eh iya kamu pake hp ku aja, kamu pasti gak bawa hp ,soalnya rani juga gak dibolehin bawa hp..!!" rangga menyodorkan hp nya.


__ADS_2