
Milea duduk dengan tertunduk di kursi ruang tengah... Rani dan Raka duduk di hadapannya.
" ma ... Milea kemarin terjebak macet dan sampai siang Milea mau cari makanan , tiba tiba ada mobil yang mau nabrak Milea, trus Milea terjatuh."ucap Milea gugup
" beneran, apa hanya alasan saja.." ucap Raka dengan muka merah karena marah.
" trus kenapa kamu gak pulang semalam, nginep di mana dan sama siapa.." tanya Rani dengan ketus.
" sa sa sama .. sama teman ma " ucap Milea gugup dan terbata bata.
" sama teman atau teman, trus itu yang kamu pakai baju siapa...kalau mama lihat itu bukanlah baju cewek...perlu kamu jelaskan lagi.." gertak Rani.
" ma, ma , sudah ma... jangan emosi.." ucap Raka sambil mengelus pundak istrinya.
" maaf kan Milea ma, pa, Milea gak ngelakuin apapun sama pemuda itu, dia pemuda yang baik ma pa..." ucap Milea sambil menangis .
Rani membuang pandangan nya dan bersandar pad kursinya dan memperlihatkan kesan kecewanya..
" ehm... Milea, masa iya kamu anak gadis mama , bisa bisanya nginep di rumah seorang pemuda tanpa status...pulang subuh ...kamu bikin mama malu tau...." teriak Rani yang membuat Bara dan Rara terbangun.
" siapa pemuda itu lea..suruh dia datang besok ,papa mau ketemu..." ucap Raka tegas.
" tapi pa, dia dia dia ...untuk apa papa menyuruhnya ke sini..." ucap Milea.
" ya papa pengen tahu dia pemuda seperti apa bisa bisanya membawamu nginep di rumahnya, dan pantas gak dia menjadi pendampingmu.." jawab Raka.
" tapi pa, "
" papa gak mau tahu lea, papa sama mama kamu gak melihat fisik maupun status sosial yang penting dia bertanggung jawab atas kebahagiaan mu kelak itu saja..." imbuh Raka.
" ta tab"
"esh...papa gak mau tau, secepatnya suruh dia menemui papa "
kemudi Rani dan Raka masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap siap mau kerja karena waktu sudah menunjukkan pukul 5:30.
Bara dan Rara datang dan duduk di samping kakaknya.
"ada apa sih kak, gak biasanya papa sama mama semarag itu ke kakak..." ucap Bara.
__ADS_1
" enggak kok dek semua memang salah kakak" jawab Milea sambil menunduk dan berderai air mata.
" kak, jangan nangis dong" ucap Rara sembari meraih kepala kakaknya itu dan mendekapnya untuk menenangkannya.
setelah semua tenang , mereka semua bersiap siap untuk ke sekolah,dan ke kantornya masing masing.
" Ra nanti kamu bareng sama Bara ya .." ucap Milea.
" iya kak..kakak baik baik saja kan, " ucap Rara.
" ehem..tapi kakak gak bisa bawa mobil sendiri kakak mau naik taxino line " jawab Milea.
setelah semua selesai Rara dan Bara berangkat ke sekolah...saat melewati perempatan jalan , Rara melihat Dito yang berlarian di kejar kejar beberapa preman..
" Bara bara, tunggu itu Dito kenapa itu dikejar kejar preman kayak gitu...ayo bar kita tolongin.." ucap Rara panik.
Bara pun menghentikan mobilnya dan keluar untuk menolong Dito..
" kak kak Rara tolongin Dito dan teman temsn kak mereka penjahat kak..." ucap Dito sambil menangis.
bruks braks
" tapu kamu Bara"
" udah cari bantuan sana "
dan tak lama kemudian sebuah mobil soprt mewah berhenti dan nampak 2 orang pemuda turun dari sana , mereka memakai setelan jaz warna hitam sepatu fantovel dan kaca mata hitam...
dengan gagah mereka menghajar para preman itu dan Rara pun memanggil polisi.
akhirnya para preman itu berhasil dilumpuhkan.
" kalian gak apa apa", ucap salah satu pemuda keren tersebut..
Rara terkejut dan langsung berbinar binar..
" kak Bian, wau keren banget , udah ganteng, gagah jago berantem, tajir lagi..." gumam Rara.
" kalian bukannya Rara dan Bara ya anak anaknya pak Raka.." ucap Fabian sambil melepas kaca mata hitamnya.
__ADS_1
" iya .. kak... makasih ya sudah nolongin kami.." ucap Bara.
"sekarang kalian berangkat ke sekolah biar anak kecil ini diurus sama pihak polisi.." ucap Frans dengan senyum semrick nya.
"i iya udah kak..." jawab Rara.
" kak bisa minta nomer telpon nya gak.." ucap Rara dengan berani.
Fabian tersenyum " ok ,sini ponselmu"
Rara pun senang , akhirnya bisa mendapatkan nomor telpon kak Bian, "awal yang bagus " gumamnya.
Rara pun berangkat sekolah dengan senang dan happy.
sedangkan di kantor, Milea tampak melamun dan tak bersemangat.
dia menoleh ke arah pintu
" kok bos belum datang ya...ish ngapain aku merindukan nya..." gumamnya dalam hati.
dan tak lama kemudian dua orang pemuda tampan tampak berjalan ke arah pintu ruangan CEO.. mereka adalah Fabian dan Frans.
Milea yang melihat kedatangan Fabian pun tampak berbinar dan tersenyum senyum sendirian.
Fabian yang menyadari akan senyuman dari Milea pun mencoba untuk menggodanya..
dia berjalan lebih cepat dan tak menoleh sedikit pun kepada Milea.
Milea heran..
" ehm...sialan sok jual mahal .." gumam Milea yang di dengar oleh Frans yang sejak tadi berada di belakangnya tapi Milea tak menyadarinya.
" eh... Frans kamu mengagetkanku saja .." ucap Milea sambil mengeelus dadanya
" ish ish...yang lagi jatuh cinta , sampai sampai dunia milik berdua , ada orang di sini saja dari tadi gak tau .. haduh dunia memang aneh apa lagi cinta...di depan orangnya gak mau mengakui malah sok sokan bertengkar, tapi kalau gak ketemu saling merindukan.."
puks
satu timpukan mendarat sempurna di pundak Frans.
__ADS_1
"aduh punya dua bos sama sama suka kdrt..satu bos saja sudah bikin remuk, apalagi ,2 bos kayak gini bisa bisa mati berdiri...hh..." gumam Frans.