Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
Persiapan pertunangan.


__ADS_3

Rara semakin berbinar mendengar bahwa Fabian menyetujui pertunangan ini.


" mama , Rara pakai baju yang mana ya, ehm..apa ya warna baju kesukaan Fabian..." ucap Rara dengan gayanya yang manja..


" Milea sayang sini, bantu adekmu dong pilih baju yang pas buat besok..." ucap Rani.


Rara membuang muka dan mendengus...


"aduh lea bantuin mama dong ini gimana cara makainya coba...apa harus pakai peniti ya.." ucap Rani..


" sini ma , biar Milea yang kait kan penitinya...aduh..." teriak Milea karena tangannya kena peniti..


"kak ,kakak gak apa apa..." tanya Rara panik.. sontak semua orang terdiam menatap mereka, Rani, Raka,dan juga Bara...mengingat sebulan lebih ketegangan itu terjadi..


Rara yang panik langsung meniup jari kakaknya yang kena peniti..saat meniup Rara sadar kalau kakaknya itu Milea mantan pacar Bian calon tunangannya.. Rara menatap Milea tajam.. namun Milea tak perduli dan langsung memeluk nya erat...


Rara pun menangis dan membuat Raka Rani dan Bara jadi lega dan tersenyum bahagia.


mereka pun ikut memeluk kedua..


" kalau untuk kebahagiaan yang seperti ini tertusuk seribu peniti pun Milea rela.." ucap Milea sambil menngusap air matanya dan mengelus rambut Rara..


'' kak maafin Rara ya kak..." ucap Rara dengan menunduk.


" iya gak apa apa , sudah nangisnya kan Rara udah gede, udah mau tunangan kan.. Rara bahagia..." tanya Milea.


" iya kak, tapi kakak..." jawab Rara.


" kakak jaa..uh lebih bahagia melihatmu bahagia sayang " ucap Milea sembari mencium kening adiknya.


kemudian bara memanggil dan melempar bunga mawar ke arah Milea


" kak awas kak" ucap bara dan melempar bunga tepat mengenai hidung mancung kakaknya.


"awas ya kamu dek..." ucap Milea dan mengejar Bara..


" sudah bara kakak capek.."


saat Milea menjauh dan menyiapkan beberapa buket bunga untuk acara besok


Raka menghampiri dan memeluk Milea mendekap nya hangat..


" papa tahu sayang , menangislah menangislah sayang di dada papa, jangan kau tahan air matamu..." ucap Raka.

__ADS_1


Dan benar saja Milea menangis tersedu-sedu di dada papanya..


"maafin Milea pa, Milea sudah berusaha tapi milea tidak bisa ... Milea payah pa...." ucap Milea sambil mengusap air matanya dengan baju papanya..


" ush ush enggak sayang , kamu hebat, papa yang seharusnya minta maaf demi kebahagian keluarga papa kamu rela mengorbankan kabahagiaanmu sendiri..papa yang payah Milea.." jawab Raka sambil mengelus kepala Milea.


setelah beberapa saat Milea pun tenang..dia beranjak dari pelukan papanya ..


"sudah tenang sayang..." tanya papanya.


" sudah pa, terimakasih ya pa , .. selama ini papa dan mama sudah memberiku begitu banyak kebahagiaan dan kasih sayang..apa yang aku korbankan bukan lah apa apa..." ucap Milea.


"kak sini, ada balon kita tiup yuk..." teriak Bara.


" oiya dek ayo ayo , kakak yang masukin butiran mutiara nya ya...kamu yang niup.." ucap Milea..


persiapan tunangan di rumah Raka sungguh berkesan, dengan suka cita mereka menyiapkannya..


dan karena pengorbanan dari seorang anak yatim piatu keutuhan dan kebahagiaan keluarga telah kembali.


Bara pun mengirimkan pesan kepada Fabian..


{ kak, terimakasih ya karena mu kebahagiaan keluarga ku telah kembali, dan aku tahu siapa yang paling berjasa, aku tahu kak... tapi karena pengertian mu lah ini bisa terjadi.. sekali lagi terimakasih...}


" siapa bi, " tanya frans.


Frans hanya gelengkan kepalanya..


" sekarang aku benar benar sadar kalau Milea itu benar benar wanita hebat , dia tidak peduli dengan kebahagiaan nya sendiri demi keluarga nya...di dunia ini mungkin hanya ada satu wanita seperti itu .." ucap Frans.


" mungkin Frans, tapi aku sudah pasrah aku mungkin tak pantas untuknya, hati dan paras nya seperti bidadari.." ucap Fabian lesu.


Frans menepuk pundak Fabian.." pasrahkan semua sama yang di atas, minta mukjizat Bi..karena rencana Alloh kita tidak tahu..apa yang menurut kita baik belum tentu baik menurut alloh dan apa yang tidak baik menurut kita terkadang sangatlah baik di mata alloh, hanya Alloh yang mengetahui semua rahasianya.." ucap Frans.


"kamu benar Frans.."


" o iya Frans kamu urus proposal kontrak dari pt megah jaya , minta santi untuk membuatnya..o iya kamu periksa semua laporannya .." ucap Fabian.


" ok bos sekertaris mu ini siap laksanakan..." ucap Frans.


" ish..sekertaris...boleh juga .." ucap Bian.


" eh...enggak enggak gak mau lah masak sih seganteng ini jadi sekertaris...bos ganteng, ya kalah ganteng dong..." ucap Frans.

__ADS_1


mereka pun tertawa meskipun agak getir.


waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore.. Fabian bersiap siap dari kantornya untuk pergi ke tempat pemesanan jaznya..


"Frans, besok kamu ikut denganku ya , nenek jangan diberi tahu, aku takut dia syok karena yang dia pikir menantunya itu adalah Milea.." ucap Fabian dingin.


" baik lah bi.." ucap Frans.


"sekarang aku merasa hatiku mati Frans, jadi kamu jangan heran kalau sikapku jadi lebih dingin dan agak kasar, rasanya sudah tak ada ruang untukku mengagumi wanita... selain Milea..." ucap Bian.


" iya bi , aku mengerti...dan saat ini fokuslah pada karir dan perusahaan, buat perusahaan kita ini seperti monster yang siap memangsa.." ucap Frans.


" kamu benar " jawab Bian sembari melempar kunci mobil ke tangan Frans.


" nah kita mau ke mana ini" tanya Frans.


" ke butik keluargaku, ambil jaz .." jawab Bian singkat dan dingin..benar benar dingin..CEO yang super dingin.


sesampainya di jalan Bian tak bicara sepatah kata pun..dia lebih memilih bekerja lewat laptopnya.. Frans menatap bosnya itu prihatin..baru saja semua orang bahagia melihat Fabian menggandeng seorang gadis..eh tiba tiba hancur begitu saja.


sedangkan Milea yang berada di rumahnya ...tengah duduk memandangi riasan pelaminan terpasang di singgasana.


" kak , "


Milea menoleh...


" Rara, ada apa Ra..." tanya Milea.


" maafkan Rara ya kak, tapi kakak benar benar bahagia untuk Rara kan..kakak nggak bohong..." tanya Rara.


" enggak sayang kapan sih kakak pernah bohong.." jawab Milea.


" tapi kakak menangis apa itu nama nya "


" ohh.. ini, ini namanya air mata bahagia..nanti kalau kamu sudah dewasa kamu juga akan bisa mengalaminya, terkadang air mata juga membawa bahagia bukan hanya kesedihan.." ucap Milea..


" besok pagi kita fiting gaun ya kak " ucap Rara


" bukannya gaunnya sudah disiapin ya.." tanya milea .


" buat ku sudah dong tapi buat kakak kan belom..."


" ish .. buat kakak gak usah....buat apa coba ini kan acara mu lagi pula malu ah sama temsn temanmu .."

__ADS_1


" ihhh pokoknya mau ya , besok aku anterin kak ok... bye kak " ucap Rara..


" ta tat tapi dek ... aduhh..." dengus Milea, namun dia terlihat senyum senyum sendiri.


__ADS_2