
Kesokan paginya Alex datang ke rumah Rani, semua orang menyambutnya dan senang dengan kedatangan Alex .
Rani yang sudah lebih segar pun duduk di depan layar televisi..
Dia tampak berbeda..
"hai cantik, sudah segar saja pagi ini, ada yang sedang bahagia ya ..." ucap Alex menyapa Rani setelah dia menyapa semua anggota keluarga di sana.
Rani pun menoleh dengan binar mata yang berbeda, dia tampak sangatlah segar dan cantik, dia berbeda hari ini..
"wah cantik banget sih.." tambah Alex.
"iya Sayang ini semua karena kamu.." ucap Rani sambil tersenyum.
"apa apa kamu bilang sekali lagi dong aku kurang begitu dengar tadi.." ucap Alex menggoda Rani sambil mendekatkan telinga ke mulut Rani.
" iya mulai hari ini aku memanggilmu sayang.."ucap Rani seraya mencium pipi Alex yang berada dekat dengan bibirnya.
Alex pun kaget dan semua orang di sana tertawa bahagia ..
kemudian Alex berpamitan membawa Rani keluar, mereka menceritakan bahwa mereka mau ke panti asuhan ,sudah lama sejak kuliah tidak ke sana .
Rani bersiap siap di kamar untuk ganti baju dan sedikit make up..
srekkk, pintu kamar rani terbuka dan semua orang kaget melihatnya..
dari sana tampak keluar seorang wanita anggun, cantik berbalut gamis syar'i yang luwes ..
Mata Alex terbelalak tak percaya itu adalah Rani...
Rani sekarang ingin lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta , dia mulai menutup aurat...
Dengan gamis warna dusty pink, pasmina senada dan tas selempang di sisi pundaknya..
"Rani, apa itu kamu, benar benar perfect...kamu cantik sayang..." ucap Alex.
"iya Sayang mulai hari ini insyaalloh Rani ingin mulai menutup aurat, dan akan tampil seperti ini terus..." ucap Rani.
mereka semua bahagia dengan keputusan Rani..
"Rani pamit dulu ya ma ,pa, kak,. ..assalamualaikum..."ucap rani dan Alex .
"waalaikumsalam..." jawab mereka.
"kalian menikah saja secepatnya.."ucap mama sarah.
__ADS_1
sontak mereka terkejut, Rani menatap ke mama begitu juga Alex.
"tapi kami masih kuliah tante.." ucap Alex.
"eh....siapa bilang kalau sudah nikah gak boleh kuliah, lagi pula sebentar lagi juga lulus tinggal beberapa semester lagi, iya kan...sudah mama, papa ,dan pkak rangga merestui.." ucap mama sarah seraya tersenyum.
Rani dan Alex saling bertatapan, lebih lama ,dalam dan saling mencari jawabannya..
"kamu mau menjadi istriku Ran.." ucap Alex.
"Iya...",jawab Rani sambil menunduk.
sebenarnya hati rani gak tau harus jawab apa..
"iya Alex, dengan ini aku bisa membalas semua kebaikan dan ketulusan kamu, aku berjanji akan terus belajar melupakan masa lalu ku, karena kamulah masa depanku.." ucap Rani di dalam hati.
"dan mungkin aku sudah tak punya banyak waktu lagi..." tambahnya dalam hati.
deg....deg ..deg...
degup jantung rani berdetak kencang, membuatnya tersungkur lemas, sambil meringis dia mencoba tetap tersadar...semua orang panik, terutama Alex dan mama sarah.
Alex merebahkan tubuh Rani yang lemas di dadanya ,sambil menepuk nepuk pipinya..
"ran, ran ,sayang ...kamu harus kuat sayang, kita ke rumah sakit lagi ya..." ucap Alex sambil berdiri dan menggendong tubuh lemah Rani.
Alex pun meketakkan tubuh rani di sofa.
"apa kah kamu sudah mengetahui semuanya tentang kondisi kamu Ran.."ucap Alex sambil menggenggam tangan Rani.
Dengan tersenyum Rani mengangguk.
"iya ,waktu kamu dan kak Rangga sedang bicara tentang hasil Lab itu, aku berada di balik pintu, dan aku mendengar semuanya.."
jawab Rani sambil tersenyum.
"iya udah gak apa apa , aku gak apa apa kok.." ucap rani sambil mencoba berdiri .
dan semua menangis.
"eh...kenapa ini semua menangis, aku sehat sehat aja nih....sudah ...aku kan harus bahagia sekarang, kalau kalian menangis bagaimana aku bisa gembira.." ucap Rani .
" Alex , ayo kita berangkat..." rengek Rani sambil menarik tanganya.
Alex pun bangkit...
__ADS_1
"besok aja sayang kita ke sana..." ucap Alex seraya tersenyum.
",enggak...pokoknya hari ini..." rajuk Rani.
"ok ok..." jawab Alex.
"dasar keras kepala" Alex mendengus sambil mengusap kepala Rani yang tertutup jilbab..
Mereka pun segera melaju ke panti Asuhan.
mereka disambut gembira dan suka cita oleh ibu pengasuh dan anak anak panti.
Apalagi dengan penampilan Rani yang semakin religi dan anggun membius semua mata yang melihatnya.
"Sayang besok kamu jangan masuk ke kampus dulu ya, biar kondisinya sehat dulu.." ucap Alex .
"tidak Alex, besok aku harus masuk, aku sudah banyak tertinggal mata kuliah..kalau bolos terus kapan aku bisa jadi desainer sukses.." ucap Rani sambil merajuk kesal.
"duh....nih anak , keras kepalanya minta ampun, belum kalau kdrt, bisa bisa aku babak belur tiap hari..." ucap Alex sambil tersenyum dan bencanda untuk menggoda sang kekasih.
"ih...apaan sih kamu.." ucap Rani sambil mencubit pinggang Alex.
"aduhhhh...sakit sayang...." ucap Alex sambil meringis kesakitan.
Dan saat Alex hendak mencium pipi mulus Rani, Rani mundur..
"ets....tunggu, kamu sudah gak boleh pegang pegang atau pun cium cium aku sembarangan....ingat...." ucap Rani sambil mencibir Alex.
Alex hanya mengeryitkan dahinya..
"terus ....." tanya Alex heran.
"halallin dulu dong...." ucap Rani sambil tersenyum manja.
Dan Alex pun tersenyum sambil menggaruk garuk kepalanya.
"cie cie....yang lagi ngomongin halallin...cepetan dong, lagian kuliah kita kan bentar lagi selesai..dan Alex juga sudah memilik studio poto dan menejemen artis ..yang berarti sudah mapan dan bisa menikah secepatnya..." ucap Aldi, salah satu teman Alex.
"iya kalian pasti kok kita undang...." ucap Alex sambil tersenyum. dan mereka pun tertawa sambil bersenda gurau dan ada beberapa temannya yang bermain dengan anak anak panti.
Begitu juga dengan Rani yang tampak bahagia dengan anak anak panti.
Alex yang menyaksikan kegembiraan ini hanya diam memandangi Rani yang tertawa berlarian dan bergembira bersama anak anak panti itu.
tak ada raut kesedihan dan kebohongan di dalam diri rani yang sekarang, sepertinya dia sudah benar benar bisa move on dari masa lalunya, atau dia bisa menerima semua kondisi dan cerita hidupnya yang selama ini dia lalui sebagai bentuk hijrah dan kepasrahannya kepada yang maha kholik.
__ADS_1
"entahlah, yang pasti saat ini dia harus gembira, harus bahagia, dan aku harus memastikan itu..." gumam Alex sambil berlari dan bergabung dengan mereka yang sedang bercanda dan berlarian.