
amel berlari menuju ke taman rumah sakit, dia duduk dan menundukkan kepalanya.
dia tampak menghela nafas, dan menata hati untuk lebih tegar.
"mel, kamu sudah baikan...??? menangislah luapkan isi hatimu...??" ucap rani seraya duduk di samping amel.
" iya ran, aku sudah lebih baikan..." ucap amel.
"aku memang egois , aku hanya memikirkan diriku sendiri, aku gak pernah memikirkan perasaan mas rangga...aku terlalu kalut sama persepsiku sendiri.." ucap amel.
"iya mel, cinta memang aneh, memang rumit.." ucap rani.
"hhh lebih rumit lebih aneh dengan cara pikir kalian, tau gak, dasar aneh..." ucap alex sambil menyeringai .
rani melotot menatap alex ,langsung saja melemparinya dengan tas yang di bawanya...
alex berlari dan terus menggoda rani..
"awas kau alex, diam kamu di situ..." teriak rani kesal.
"ran ran, jadi cewek yang lembut napa ..." ucap alex mendengus kecapekan .
"hh..lagian kok kamu seneng banget sih gangguin aku.." ucap rani.
" aduhhh....dasar cewek aneh..cantik sih, tapi ..." ucap alex menggoda.
"udah sana pergi, pergi, pergi..." teriak rani.
amel hanya diam melihat rani yang kesal digoda alex.
"kamu beruntung rani, setelah raka pergi, ada alex yang menggantikannya...aku yakin alex akan lebih membahagiakanmu.." gumam amel.
setelah mereka beristirahat sejenak rani melihat jam di ponselnya , dia mengajak amel untuk pulang.
setelah sampai di jalan mereka kebingungan karena gak ada taxi atau angkot yang lewat.
"Duh, gimana ini ..!!!" ucap Rani.
"Ya mau gimana lagi ran, kita jalan kaki aja ,toh rumah sakit ini tidak terlalu jauh dari rumah kita, tapi kamu ikut ke rumahku ya ran, aku takut lewat sebelah gang , biasanya di sana banyak pemuda pada nongkrong.." ucap Amel.
Rani tersenyum dan mengangguk.
Mereka pun melangkah dan berjalan menyusuri trotoar, sesekali mereka mengusap peluh karena keringat.
__ADS_1
"masih sore ya ran,mumpung belum gelap ayo kita jalannya agak cepetan ran, takut ada preman..." ajak amel sambil menyeret tangan rani.
"aduh mel, capek tau..." rengek rani yang sudah terlihat sangat letih.
dan brem..bremm...
ada sekelompok pemuda yang bersepeda menghadang jalan mereka..
sontak rani dan amel terpenjat kaget, dan mereka dengan gemetar saling berpegangan tangan.
para pemuda itu turun dari motor dan mengitari mengelilingi mereka, mereka pun menangis ketakutan.
"aduh gimana nih mel..." ucap rani sambil sesenggukan menangis karena sangat ketakutan.
" iya ran, aduh...gimana nih..kamu sih pake gak mau dianter alex.." ucap amel.
"hicks hicks...mel, aku takut.." rengek rani .
salah satu dari pemuda itu mendekat dan mencoba menggoda mereka.
"hai manis...mau gak jalan sama abang, kita jalan yuk...jangan nangis dong..." ucap pemuda itu dengan tertawa .
"ran kamu sekarang kok penakut sih, dulu waktu alex gangguin kamu kan kayak gini juga, kamu berani, nah sekarang kamu kok malah nangis sih ..",bisik amel.
"aku gak tau mel..", jawab rani.
rani pun menepis, tapi beberapa pemuda mencoba memeganginya , begitu juga dengan amel.
para pemuda yang berpakaian seperti preman itu pun dengan brutal mencoba menyeret rani dan amel, mereka tak henti hentinya menyakiti rani dan amel.
sampai sampai rani dan amel terjatuh terkulai lemas di depan mereka.
para preman yang berjumlah sekitar 10 an orang itu pun tertawa bahagia karena menemuan 2 gadis cantik yang bisa diajak bersenang senang.
rani dan amel saling berdekapan tak berdaya..
"Ya,Alloh tolonglah kami..."ucap rani.
Tiba tiba terdengar suara beberapa motor gede yang mendekat dan mrngitari mereka ..amel dan rani masih bersimpuh ketakutan sambil keduanya berpelukan.
semua pemuda preman tersebut sontak memandangi para pemotor itu.
" sialan.. siapa mereka, berani beraninya mengganggu kita..." ucap salah seorang preman tersebut.
__ADS_1
Pemotor yang berjumlah sekitar 15 orang itu pun turun dan menghampiri mereka..
rani pun mencoba melihat siapa gerangan yang Alloh kirimkan untuk menolongnya..
rani melotot tak percaya, pemuda tampan yang keren, dengan badan atletis proporsional, dan kaca mata hitam...
dan ternyata itu adalah alex dan teman temannya...
alex dan teman temannya pun langsung menghajar para preman tersebut sampai mereka lari terbirit birit.
namun hati rani langsung berdesir panas , karena alex yang keren dengan kaca mata hitam jaket kulit mengingatkannya pada sosok raka..
Raka yang selalu bersarang di hatinya, yang tak pernah sedikit pun dia bisa melupakan, bahkan semakin dia mencoba melupakan malah semakin besar rasa rindunya...
Alex mendekat pada Rani, dia mencoba membantunya untuk berdiri..
Dengan kondisi Rani yang mengenaskan , baju yang sudah robek, dan rambut yang acak acakan serta mulut yang sedikit mengeluarkan darah, karena rani mencoba melawan para preman tersebut.
"kenapa aku merasa berdebar di dekat alex...
oh...tidak, aku hanya mencintai raka, ...tidak tidak itu tidak akan pernah terjadi...sampai kapan pun aku akan tetap menunggunya.." ucap rani dari dalam hatinya.
karena tubuh rani yang lemas dan keadaanya yang memprihatinkan, alex tak tega dan melepaskan jaketnya untuk melindungi tubuh rani.
alex mendekap rani yang sudah lemas, amel pun demikian dan ada teman alex yang juga menolong amel.
"tolong bro berikan air mineral.." ucap alex,
dan tak lama seorang teman memberikan sebotol air meneral.
alex pun cepat meminumkannya pada rani dan amel.
"ran ,mel, kalian gak apa apa kan.." ucap alex sedikit panik.
"siapa mereka kurang ajar, awas saja kalau ketemu lagi aku bikin perhitungan..beraninya kalian menyentuh gadisku.." gumam alex ..
sayup sayup rani juga mendengarnya karena rani yang masih ada dalam dekapannya.
rani tersenyum dan dia pingsan .
alex pun panik, dan segera menggendong rani yang tak sadarkan diri.
"ran ran hei rani, buka matamu ran...buka ran.." ucap alex panik sambil menggoyang nggoyangkan pipi rani.
__ADS_1
"alex kita bawa rani pulang ke rumahku, rumahku sudah dekat ada di seberang jalan..." ucap amel yang juga panik.
mereka pun bergegas membawa rani pulang ke rumah amel.