Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
Draft


__ADS_3

Rani tertunduk dan berurai air mata..


"Ya Alloh kenapa harus ada jiwa yang kau ambil untuk menyelamatkan nyawaku.." Rani menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Raka memeluk Rani, mendiamkannya dalam dekapannya yang hangat..


"bukan begitu rani , semua sudah suratan yang harus dilalui masing masing, hidup kita adalah suratan yang sudah Alloh atur dan tentukan sesuai kehendaknya.."


Amel pun tampak tertunduk lesu begitu juga alex yang sejak tadi diam membisu.


" iya memang begitu sudah menjadi takdirnya, tapi masalahnya sekarang adalah kalian bukan mahrom, apakah harus berpelukan begitu, cobalah kalian pikir bagaimana jiwa jomblo kami memberontak..." ucap Alex tanpa dosa..


sontak semua terkejut menatap dan melotot ke Alex...


"ih...dasar kamu ...." ucap Amel sambil memukuli pundak Alex..


dan lemparan kalender duduk pun lolos mengenai jidat Alex...


"Aduhh....sakit tau ka..."


tanpa sepatah kata Raka melempar kalender duduk dari meja kerja rani, dan tepat mengenai jidat Alex.


"serius dikit napa..,"


"aku ingin bertemu dengan orang tua wanita itu.." ucap rani menembus netra ke tiga orang yang sedang berantem tersebut.


sontak ketiganya terdiam dan saling menatap.


"kau pasti tau Alex siapa mereka.." ucap Rani .


" i i iya..tentu ,a a aku sudah mencarinya dan sudah menemukannya dengan bantuan temanku.." ucap Alex gugup dan takut karena Raka dan Amel tetap melotot dan menatapnya dengan tatapan mematikan.


kemudian Amel mendekat " ya udah Ran kita akan mengantarmu, kamu siap siap dulu gi, benerin jilbab dan riasan kamu" ucap amel.


Dan Rani pun mengangguk kemudian berjalan menuju kamar mandi.


"kalian yakin mau memberitahu Rani siapa mereka, kalian sudah pikirkan resikonya, mungkin kah Rani bisa menerima dan gak akan semakin terluka...." bisik amel kepada alex dan raka.


"mau bagaimana lagi.." ucap Raka.


"lagi pula sepahit apa pun kebenaran akan jauh lebih baik dari pada betlarut dalam ketidak jujuran.." ucap Alex .


sontak Raka menipuk kepala Alex..


"apa karena kecelakaan itu otak mu jadi pinter" ucap Raka sambil tertawa.


"sialan lo ka" jawab Alex sambil memegangi kepalanya.


srekkkkk


pintu kamar mandi terbuka , Rani keluar dari toilet dengan wajah yang lebih segar.


"wah ...kamu cantik Ran..." gumam raka , dan ternyata di dengar oleh Alex...


" eh eh eh Raka, jaga pandanganmu..." ucap Alex.


" apaan sih lo.."

__ADS_1


mereka semua tersenyum bahagia...


kemudian keempatnya berjalan beriringan menyusuri lobi menuju parkiran.


Dan ke dua mobil mewah terparkir rapi di sana.


" lex , kamu di depan biar aku di belakang ngikutin kamu ..," ucap Raka sembari tersenyum .


" ok.."


** di dalam mobil Alex**


" mel "


" hem "


" bagaimana kehidupan kamu di Jakarta.." tanya Alex sambil menyetir mobilnya dengan pandangan fokus sesekali melirik ke Amel.


" bagaimana apanya..."


" ya, tentang percintaanmu karirmu.. kuliah Kamu..."


" ya ...semua begini begini ala lex " ucap Amel sambil mendesah panjang dan merebahkan kepalanya ke kursi mobil.


" maksutnya " tanya Alex penasaran.


" aku pernah pacaran sekali di sana tapi kandas, dia tidak setia...kamu tahu kan sebelumnya aku pernah dekat dengan kak Rangga, tapi kita tidak berjodoh..." ucap Amel.


" terus..."


" ya aku sudah males ...aku gak mau pacaran lagi, capek tau lex....kalau memang sudah waktunya aku mau langsung menikah saja.." ucap amel sambil membuang pandangan matanya ke arah luar.


" iya capek memang .."


" kamu sendiri apakah sudah melupakan kalau kamu pernah mencintai Rani , apa benar memang karena kecelakaan itu yang merubah isi otak kamu.."


tanya Amel dengan tersenyum.


" sialan kamu mel.."


ucap Alex.


Amel hanya tersenyum dan memandangi Alex lekat yang sedang serius menyetir..


" ternyata kamu cakep juga, dengan rahang tegas yang maskulin, tubuh atletis proporsional, kulit putih bersih , mata tajam, alis tebal ...'' gumam Amel.


" ehm...ngapain anak ini " ucap Alex dari dalam hati.


Amel tersentak..." ngapain sih aku , ih ..." gumam Amel sambil merapikan rambut dan kembali duduk tegak dengan pandangan fokus ke depan sambil sesekali melirik Alex yang keren.


" udah ....ngaku aja kalau kamu tertarik sama aku, mumpung lagi buka lowongan nih..." goda Alex dengan senyumanya buasnya..


" sialan kamu "


" ehm...lex ...memangnya kamu gak mencintai Rani lagi..." tanya Amel.


" cinta , tentu aku masih sangat mencintainya, tapi sekarang aku sudah gak menginginkanya , karena aku sadar dia gak pernah mencintaiku, cintanya dari dulu hanyalah untuk Raka, meskipun dia menutupinya tetap saja tatapan matanya yang tidak bisa menipu.." ucap Alex.

__ADS_1


" iya lex kamu benar, capek ya mencintai orang tidak membalas cinta kita...aku juga lelah mencintai..." ucap Amel.


" terus ...arti dari tatapanmu barusan apa coba, yakin kamu tidak tertarik padaku.." ucap Alex menggoda amel.


" apaan sih kamu lex "


ucap Amel dengan pipi merah merona karena menahan malu..


" ya...memang beberapa hari terakhir ini aku sering jalan sama kamu, aku merasa nyaman bersamamu.." ucap Amel seraya tersenyum.


Alex hanya senyum senyum sambil sesekali melirik amel yang tengah sibuk memainkan ponselnya.


**Di mobil Raka**


" Rani kamu gak apa apa kan.." tanya Raka membuka obrolan.


Rani tersentak


" hem...." Rani hanya berdehem sambil terus melamun menatap ke luar jendela.


"hei ,lihat aku dong..."


Rani pun menoleh dan menatap Raka..


" sekian lama aku pergi dan kamu masih setia dengan cinta kamu..." ucap Raka sambil terus fokus menyetir.


Rani tak merespon dia hanya dia terdiam membisu.


Raka mulai mencari cara agar kekasihnya itu bisa kembali ceria dan galak seperti dulu.


" ehm...kau tau Ran, sebenarnya apa yang Akex katakan itu benar..." ucap Raka sambil melirik ke Rani yang masih belum merespon.


" sekian lama aku pergi dan aku memintamu untuk membuka hati dan mencintai yang lain sebagai penggantiku, tapi kau tak mau melakukannya, ehm....hanya gadis bodoh yang seperti itu..." ucap raka seperti tak berdosa.


Sontak Rani melotot tajam ke Raka...


Raka tak menoleh dia menahan tawanya...


seketika lemparan kotak tisu menghantam pundak raka..


"aduh...bener memang " ucap Raka sambil tersenyum.


" apa nya yang bener.." ucap Rani kesal.


" ya itu tadi, dah galak kdrt pula.." ucap raka.


"apaan sih..." jawab rani sambil bersandar di kursi..


Raka pun tersenyum dan membelai halus pucuk kepala gadisnya yang tertutup hijap itu.


" kamu tahu sayang, selama aku berada di Belanda, tak pernah sedikit pun aku bisa melupakanmu..." ucap Raka.


" ehm..benarkah..."


" iya, .."


" lalu kenapa kau memintaku melupakanmu, membuka hati untuk yang lain padahal kamu sendiri tidak bisa melakukan nya,. " ucap Rani.

__ADS_1


" iya, dan itulah gilanya cinta.." ucap Raka sambil terus fokus menyetir.


Raka dan Alex terus melajukan mobilnya menembus keramaina jalanan kota.


__ADS_2