
Milea sampai di kampusnya, dia lemparkan buku bukunya di bangkunya ..
freya dan liana pun kaget dibuatnya..
" ets... ada apa sih le, datang datang sudah bikin orang jantungan aja...trus aduh... kamu kok berantakan gitu sih.. Milea.." tanya freya.
" aku baru saja jatuh..." jawab milea lesu.
" hah jatoh...." ucap freya dan Liana bersamaan.
" kok bisa sih, kan biasanya kamu bawa mobil .." ucap Liana.
" enggak, hari ini aku naik ojek ya aku kira biar lebih cepet , soalnya mau ada sidang skripsi kan dan apes nya di jalan aku jatuh dan bertemu pemuda bodoh yang nyebelin.." ucap Milea.
" kok bisa sih..." tanya Freya.
" pemuda itu minta aku tanggung jawab karena udah nabrak mobilnya.."
" lha terus, ya seharusnya memang kamu tanggungjawab dong Milea...pemuda itu benar kan kamu yang nabrak .."
" ya iya sih...tapi uangku udah habis aku kasih ke abang ojek, motornya rusak gara gara nabrak mobilnya dia ..."
" lha kok kamu yang kasih uang"
"kan aku yang bawa motornya...'
" aduhhh pusing aku... Milea bukannya kamu yang naik ojek.." ucap Liana sambil memegangi kepalanya.
" iya awalnya gitu tapi karena buru buru abang ojeknya gak berani ngebut akhirnya aku yang bawa motornya dan nabrak mobil itu, dan jatoh deh...udah... trus pemilik mobil itu turun dan mencegatku untuk minta pertanggung jawabanku.." ucap Milea.
"terus "
" aku nangis...ya aku bingung harus gimana, udah telat sidang, aduh ... pokoknya blank.." ucap Milea.
__ADS_1
kedua sahabatnya menarik nafas panjang saling berpandangan dan tertawa...
" Milea Milea...aneh tau, kamu memang bener bener cewek aneh tau nggak..." ucap freya.
"kamu yang salah kamu yang nangis dan pemuda itu malah yang ketakutan..." tambah Liana.
Dan mereka pun tertawa bersama, mereka adalah sahabat sejak awal masuk kampus, satu jurusan dan satu kelas.
" eh iya ngomong ngomong kalian di sini kok happy banget emang sudah sidang.." tanya Milea kepada kedua sahabatnya tersebut.
" sudah ..." jawab mereka bersamaan.
"trus gimana lulus gak..." tanya Milea lagi.
keduanya bertatapan dan bersama menjawab " enggak "
Milea melongo dan terdiam saling bertatapan untuk sejenak kemudian tertawa bersama .
" kok bisa sih"
" ya mungkin kita harus bersamaan "
" mungkin saja begitu "
hahaha.... mereka pun bercanda dan bercerita sambil memunggu waktu untuk mata kuliah selanjutnya.
" eh iya kalian nanti setelah ini mau ke mana, kita sudah selasai tinggal menunggu revisi skripsi doang masa sih mau nganggur.." tanya Liana.
" entahlah ... oiya Milea, papa kamu kan punya perusahaan besar ,enak kamu tinggal minta posisi saja ke papa kamu.." ucap Freya.
"ets. ..gak semudah itu tau..." jawab Milea.
"maksutnya " tanya keduanya penasaran.
__ADS_1
" ya aku gak mau lah kerja di kantor papa, semua kenal aku , mana bisa anak bos kerja, pastilah diistimewakan, mana enak kayak gitu, terus potensi ku gimana..
gak mau ah kerja di kantornya papa..lagi pula nanti ada adekku Bara yang pastinya bisa menggantikan papa, aku ma ogah.. capek jadi CEO...kerjanya pake otak pusing.." jawab Milea.
" ya memang begitu lea, tapi kan setidaknya kamu sudah mapan gak perlu nyari nyari lowongan pekerjaan..gak kerja pun kamu gak apa apa gak bakalan ada yang ngomongin..nah kalau kita pasti mulut tetangga pada nyinyir duluan, udah kuliah mahal mahal eh ngaggur..malu tau..." ucap Freya yang di benarkan oleh Liana.
" o iya nih nih lihat ada lowongan pekerjaan nih, perusahaan besar huanxel group sedang mencari sekretaris yang cerdas kompeten dan masih single..ada lagi diutamakan yang good looking .." ucap Freya yang membaca iklan di medsos nya.
"ngapain lo lihat lihat..." ketus Liana.
"eh aku lihat lihat nih diantara kita yang paling goog looking itu ya kamu Milea..wajah kamu menarik ,cantik alami, body kamu bagus meskipun gak pernah pakai baju **** sih..trus otak kamu cerdas..." ucap Freya.
" hah...cerdas...masa sih aku cerdas ...ok kalau aku memang cerdas skripsi minggu depan pasti berhasil...tapi aku males ah jadi sekretaris, pasti bosnya om om botak gendut jelek,mesum lagi hihi.....ogah ah, mending aku kerja sama papa saja..." ucap Milea ketus .
" ya elah Milea kok kamu dah ngomong gitu sih...ini kesempatan tahu...kamu harus buktiin dari kita ada yang sukses...kalau aku sih mau jadi guru saja, ikut di sekolahan bude , saya ngajar SD kan lumayan itu gak perlu meras otak .." ucap Freya sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
kemudian Liana menyahut " aku nanti ikut abangku kerja di Jakarta, abangku memiliki perusahaan kecil percetakan, ya aku bisa lah bantu bantu abang di sana , sambil nyari nyari yang cocok .."
" jadi gak ada yang ikut kerja denganku ...kita ngelamar sama sama yuk, kalau cuma aku sendiri aku gak mau ah...kita kuliah bareng bareng kan ...kerja juga harus barengan dong.." ucap Milea.
" ya gak bisa gitu dong lea, kita sudah lulus kuliah harus bisa menentukan hidup kita masing masing kedewasaan kita , kita harus persiapkan diri menyambut masa transisi kita, dari yang masih kuliah remaja menuju ke arah dewasa.. kamu memilik mimpi kan, ya udah kejar mimpi kamu.." ucap Freya.
" dulu sewaktu kecil aku pernah bermimpi menjadi dokter, tapi ternyata otakku gak mampu , aku nyerah dan akhirnya aku ingin menjadi pekerja kantoran saja seperti papa .." ucap Milea.
" ya udah itu kesempatan, katanya kamu gak mau kalau kerja di kantor papa kamu, yaitu tadi , besok segera ke sana aku antar ya ... pakai baju yang rapi dan ****...siapa tau bosnya cakep...hahaha..." ucap Liana sambil tertawa.
mereka pun asik bercanda tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 .
"guys kita pulang yuk, sudah siang nih , aku tadi sudah janji mau jemput adekku .." ucap Milea.
"lah bukannya Rara barengan sama Bara.." ucap Freya.
" hh...si Bara tu , barengin Rara aja gak mau katanya ada urusan sama teman temannya, cowok semua malu kalau bawa adek cewek katanya...aduhhh" ucap milea kesal.
__ADS_1
"ya udah yuk cabut..."