
ckikkkkl.......2 mobil mewah sprt keluaran terbaru tampak sedang parkir di sebuah halaman rumah sederhana di pinggiran kota.
Rani yang turun dengan mobil tersebut tampak bingung dan lingak linguk.
Raka mendekat kepada Rani dan merangkulnya dengan lembut.
setelan jas hitam dipadu dasi dan sepatu fantovel membuatnya tampak begitu keren dan gagah membius semua mata yang melihatnya.
saat Raka yang dengan mesranya merangkul pundak Rani yang tengah bersedih.
tiba tiba sebuah jaket kulit melayang tepat di bahunya.
" dosa tau... "
" eh ..sialan kamu lex, awas kamu..ucap Raka yang langsung melepaskan rangkulannya.
Rani sama sekali tak merespon,dia tetap berjalan pelan penuh rasa takut .
"eh ..udah udah apa apain sih kalian .." ucap Amel melerai keduanya..
kemudian keempatnya berdiri diam mematung tepat di depan pintu.
Alex dan Raka tampak saling memandang .
"lex kamu ketuk pintunya "
"ok"
Alex pun melangkah dan mengetuk pintu tersebut.
tok tok tok ...."assalamualaikum.."
srreeekkk...", waalaikumsalam"
__ADS_1
tampak seorang ibu paruh baya dengan menggendong seorang anak kecil di pundaknya..
" Alex..." ucap ibu itu...
Tiba tiba Rani muncul dari balik badan alex, dan derai air mata pun bergulir tanpa bisa di tahan..Tak jauh beda dengan ibu itu yang terkejut dengan kedatangan Rani.
Ternyata ibu tersebut adalah ibu pengasuh panti, dan wanita yang meninggal kecelakaan jatuh dari gedung adalah putri satu satunya yang memilik seorang putri cantik berumur 4 tahun..
Ibu Ratna menatap Rani penuh haru ,dia mendekat dan menatapnya dengan lekat.
"anakku...."
"iya ibu.." jawab Rani menggenggam tangan ibu ratna..
"aku adalah putrimu ibu, jantung lina ada dalam diriku ibu, aku adalah putrimu sekarang..." ucap Rani dengan deraian air mata, apa lagi lebih perih saat gadis kecil yang digendong bu ratna ikut menangis sambil menyebut bunda bunda....
Rani pun terkulai lemas tak sadarkan diri, sontak Alex yang berdiri tepat di belakangnya langsung menyambar dan mendekapnya.
Semua pun panik, termasuk Raka dan amel yang berada di belakang alex .
" ini lah yang aku takutkan Raka, Rani belum siap menerima kenyataan ini, dia terlalu sedih dan merasa bersalah.." ucap Alex.
kemudian mereka membawa Rani masuk ke dalam rumah bu Ratna.
setelah beberapa saat kemudian, mata Rani perlahan lahan terbuka, yang artinya dia sudah sadar..
tapi dia bingung melihat sekeliling, tampak aneh , tak ada siapa pun ...hanya seorang pria yang tampak lelah tertidur di kursi sebelah ranjang sambil memegangi tangannya.
Rani menatap wajah yang lesu dan lelah, baju hem putih yang tak lagi Rapi , dasi sudah tidak berada di tempatnya...Rani melepaskan genggaman tangan pemuda itu dan membelai lembut kepalanya.
" Raka ,kamu lelah...maaf kan aku ka..." ucap Rani lirih.
Raka menyadari ada yang membelai rambutnya dan terbangun.
__ADS_1
"hei sudah sadar ya..." ucap Raka sambil men dongak memandangi wajah kekasihnya itu..
"ini di mana ka, ini di rumah sakit kamu koma selama seminggu Ran, kamu baru saja menjalani operasi untuk membenarkan posisi jantung kamu ." ucap Raka sambil menggenggam hangat tangan Rani.
Mereka pun saling menatap lekat dang begitu dalam.
*masih di rumah sakit*
" ka ,di mana ibu ratna dan anaknya lina.." tanya Rani lembut.
"mereka di rumah Ran.." jawab Raka.
" dan suaminya Lina..."
" o dia bekerja serabutan untuk membiayai anaknya..." jawab Raka.
"aku ingin mengadopsi anak lina, aku merasa dia sekarang adalah tanggung jawabku ka, dan iya untuk suaminya lina, apakah tidak bisa kamu merekrutnya di kantor ya kamu sesuaikan dengan ijasahnya .." ucap Raka.
Raka hanya mengangguk.
Dokter pun masuk ke dalam ruangan Rani..
"mas, mbak Rani sudah sadar dan sudah baikan kelihatannya...hari ini boleh pulang tapi ingat selama beberapa bulan ke depan jangan sampai ini terjadi lagi, kaget dan syok berlebihan, bisa mengakibatkan fatal.." ucap dokter panjang lebar menjelaskannya.
**
Akhirnya Rani pun kembali ke rumahnya setelah seminggu berada di Rumak sakit..
Diapun disambut dengan bahagia dan suka cita oleh keluarganya.
kemudian Rani mengutarakan niatnys untuk mengadopsi anak semata wayangnya Lina.
Dengan kebahagiaan dan melihat kondisi Rani merekapun menyetujuinya.
__ADS_1
Rani pun sangat bahagia.