Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
keberangkatan raka


__ADS_3

raka pun tak kuasa menahan bulir air matanya.dia tak peduli banyak orang yang menyaksikannya.dengan hangat raka mendekap tubuh gadis itu.


"ran ,maaf kan aku, aku gak bilang kalau aku harus kuliah di belanda karena ,aku gak mau kamu sedih..."ucap raka


rani tak menjawab dia terus saja menangis


raka melepas pelukannya dan menatap rani yang penuh derai air mata..


"ran sebelum aku pergi aku mau mengatakan kalau aku sangat mencintaimu " ucap raka sambil menyeka air mata rani yang tak terbendung


"ka , aku sudah tau itu ..aku hanya belum siap .siapa nanti yang menggangguku di sekolah, siapa nanti yang aku pukuli, siapa nanti yang nemani aku naik grab.." ucap rani


raka semakin merasakan sesak di dadanya, dia tertunduk tak berdaya


"ran kamu sudah menerima amlop dari leon, itu surat dari aku ran, di setiap amlop ada nomor dan hari, ya dalam waktu 7 hari kamu harus membacanya sesuai nomor dan hari, kamu akan mengerti ran.."ucap raka


rani mengangguk dan menatap raka dengan lekat.


"raka kamu hati hati di sana, leon dan dion sudah menceritakan semuanya..." ucap rani sambil tersedu dan kembali memeluk raka


raka pun mendekapnya dengan hangat..dion menyaksikannya pun tak tega melihat rani yang tak hentinya menangis.


"ran ,sudah ran...biarkan raka pergi "ucap dion sambil memgangi bahu rani


raka pun melepaskan dekapannya dan menatap dion sambil mengangguk..


tak lama kemudian terdengar suara pemberangkatan dan semua penumpang harus segera masuk ke dalam pesawat.


raka pun berlari dan harus masuk ke pesawat, dia tak kuasa harus melihat rani dia berlalu tanpa menoleh. rani pun semakin pedih dia menyaksikan keberangkatan orang yang dicintainya..


dan sayup sayup lagu ** sarangheo gomawoyo......** pun diputar yang membuat hatinya semakin teriris.


rani dan dion menatap pesawat yang ditumpangi raka berangkat , dan mamandanginya sampai tidak terlihat dan menembus awan.

__ADS_1


"ran ayo kita pulang.." ajak dion


namun rani masih mematung dan memandang ke awan dan menatap pesawat yang sudah tak terlihat


dion menggandeng tangan rani, dan tiba tiba telp berdering, ternyata dari leon yang mengabarkan kalau rangga dan amel menyusulnya ke bandara...


"ok le, aku dan rani akan menunggu di sini" ucap dion


"ran kita tunggu kak rangga di sini ya, nanti kak rangga akan datang menjemputmu..." ucap dion kepada rani, dan rani pun mengangguk


dia teringat akan amlop yang leon berikan dia membuka tasnya dan mengambilnya.rani memeluknya lekat...


tak lama kemudian terlihat rangga dan amel berlari panik , dan rangga pun menemukan dion dan rani duduk di ruang tunggu .


"ran, kamu gak papa..." tanya rangga sambil memeluk adeknya, dia bisa merasakan kepedihan kehilangan orang yang dicintai.


"sudah ran, biarkan raka tenang belajarnya di sana ...dia pergi untuk belajar..." ucap amel pada sahabatnya itu.


kemudian rangga menggandeng adeknya dan membawanya masuk ke mobilnya..


"i iya kak biar aku anter amel..." ucap dion


rangga mengangguk


"baik lah , kalian hati hati ya .." ucap rangga pada amel dan dion


dan mereka pun segera pulang ke rumah masing masing.rangga melihat keadaan adeknya yang memprihatinkan, rani tampak masih terpukul dengan kepergian raka.


"ran sudah ya...ingat pesan kakak janganlah terlalu larut dalam kesedihanmu, ingat masa depan mu , kamu sudah kelas 3 bentar lagi lulus dan kuliah.." ucap rangga sambil mengelus kepala adiknya


rani hanya menunduk lemas...


beberapa saat kemudian mobil rangga tiba di depan rumahnya. dia segera turun merangkul adiknya yang lusuh dengan mata sembab.

__ADS_1


mama sarah pun kaget melihat rani seperti ini, dia segera mendekati putranya ..


"ngga ada apa ini, apa yang terjadi dengan rani.." tanya mama sarah penasaran


rangga segera mendudukan adiknya dan memberinya segelas air putih.


"ma, raka pergi ke luar negri, dia tidak memberitahukan hal ini pada rani, jadi rani syok ma.." ucap rangga sambil memeluk adiknya menenangkan..


mama sarah menggelengkan kepalanya dan meraih pundak rani untuk menggantikan memeluk rani,."sudah sayang, tenangkan dirimu...raka ada benarnya ,dia gak ingin melihat kamu sedih, mungkin dia gak akan sanggup melihatmu seperti ini, sudah biarkan dia belajar dengan tenang..." ucap mama sarah menenangkan rani


"tapi ma, kenapa raka gak bilang sebelumnya.." ucap rani sambil menangis


"sudah...sayang, lagian mama kan sudah bilang ,kalian masih SMA..jangan terlalu dalam, masa depan kalian masih panjang, masih banyak yang harus dilalui.." ucap mama sarah menenangkan


"Sudah sana mandi setelah itu kita makan tadi mama masak makanan sepesial buat kalian berdua..."ucap mama sarah sambil mengelus rambut rani dan raka..


rani pun bangkit melangkah menuju kamarnya yang diikuti kakaknya yang cemas akan keadaan adiknya, rangga menunggu adiknya mandi dia tampak melihat lihat meja belajar adiknya yang di sana terpampang poto rani dan amel.dia mendekat dan maraih poto itu


" mel, aku pun tidak tau sedalam apa perasaanku padamu, yang pasti hati ini tak akan sanggup bila suatu saat harus berpisah darimu.." gumam rangga sambil melihat poto amel


tak lama kemudian rani keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah kelihatan lebih segar.


"nah gitu dong adek kakak yang cantik dan manis " ucap rangga sambil memeluk rani dengan hangat


"kak, maafin rani ya sudah membuat kalian sedih..rani sudah iklas kok kak ,biar raka tenang belajar di sana, ya mungkin memang belum terbiasa saja.." ucap rani sambil tersenyum..


"ya udah yuk kita makan ,mama sudah masak spesial buat kita.." ucap rangga sambil menggandeng adiknya berjalan menuju meja makan


"rangga ...kamu belum mandi, bau tau, sana mandi dulu gi..." ucap mama sarah pada rangga..


" ntar aja deh ma..tanggung nih ..",ucap rangga


"haduh anak mama satu nih..." ucap mama sarah sambil geleng geleng

__ADS_1


mereka pun langsung makan bersama sambil bercanda, walaupun papa sedang di luar kota tak membuatnya kehilangan cara, sambil makan sambil video call sama papanya


__ADS_2