Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
rangga sosok pemuda yang baik dan bertanggung jawab


__ADS_3

beberaa hari kemudian, rangga dan rani tengah ngobrol di teras, kemudian mama sarah datang dan ikut gabung. rangga pun menceritakan kejadian malam itu kepada mama dan adiknya.


rangga memang pemuda yang selalu terbuka dengan keluarga, dan itu membuat mama sarah bahagia, ke dua anaknya menjadi anak yang baik dan selalu terbuka apapun masalahnya. itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua.bahwa anak anak mereka tumbuh menjadi anak yang terbuka ,penyayang dan menghormati orang tua. apalagi remaja, banyak orang tua yang takut anaknya terjerumus pada pergaulan bebas yang meresahkan itu karena mereka kurang terbuka dan selalu tidak mau tau masalah yang sedang dihadapi anak anaknya.berbeda dengan mama sarah yang selalu membuka telinga lebar lebar dan mendengarkan dengan sepenuh hati apapun masalah dan curhatan anak anaknya.


"kamu harus bertanggung jawab rangga.." ucap mama sarah.


sontak rani dan rangga kaget.


"tanggung jawab!!!! " ucap mereka bersamaan


"kenapa, iya tanggung jawab, atas amanah almarhum yang sudah kamu terima.." jawab mama sarah tegas.


"maksut mama..rangga harus menikahinya.." tanya rangga kaget


sontak rani mengepak pundak kakaknya


"ih... kakak..!!!" ucap rani


"ya enggak dong sayang...bertanggung jawab maksutnya..kamu harus memastikan mereka selalu baik baik saja, semuanya...makan, kesehatan,keselamatanya sekarang adalah tanggung jawab kamu...kamu mengerti dong sayang.." ucap mama sarah sambil mengelus kepala rangga dan tersenyum


"anak papa sekarang rupanya besar..." ucap papa dari balik punggung mamanya.


"eh papa, papa setuju gak kalau siska sama bi inah tinggal di rumah kita, bi inah biar membatu mama bersih bersih rumah, mama capek bersihin rumah ini sendirian.." ucap mama sarah merengek manja pada suaminya.


papa mengangguk sambil tersenyum.


dan mereka pun melanjutkan besenda gurau dan sejenak rani melupakan kenangannya akan raka, dan cintanya yang begitu dalam.


Sedalam apapun dia ingin mengubur semua rasa cinta dan kenangan bersama raka, ternyata rasa cinta itu semakin dalam.


begitulah sejatinya cinta, tanpa mengenal ruang dan waktu, semakin ingin kita melupakannya ,rasa itu malah akan semakin besar.


"ehmm....rani menghempaskan kepalanya di sandaran kursi, sambil mengamati kakaknya yang besenda gurau dengan bahagia.


namun sesekali rangga melirik ke arah adiknya dan menjitak kepala adiknya itu, rani pun hanya tersenyum manja.


beberapa minggu kemudian, rangga sudah mencari alamat rumah aldo yang dulu tapi tidak ditemukan.sedangkan siska sendiri anak yatim sedari kecil tinggal di pati asuhan.


akhirnya rangga menyerah dan memutuskan untuk membiarkan siska tinggal di rumahnya untuk selamanya bersama anaknya kelak.


hari hari pun berlalu seperti biasa rani mengendarai motor maticnya untuk berangkat ke sekolah.tak lupa dia jemput dulu amelia sahabat terbaiknya.


namun di lampu merah ada segerombolan anak sma sebelah yang mengendarai motor dengan seenaknya hingga membuat rani dan amel terjatuh dan kaki mereka lecet lecet.


rani langsung berlari dan menantangi mereka.


"heh...dasar anak gak tau diri...kalau gak bisa bawa motor ya jangan seenaknya bawa motor.." ucap rani sambil memijit lututnya yang berdarah.

__ADS_1


kemudian salah satu pemuda yang mengendarai motor gede warna merah itu pun berhenti.rani yang menunduk karena lututnya yang berdarah itu tampak sedang meringis menahan perihnya.


pemuda itu pun turun dari motornya dibukanya helm nya. tampak pemuda yang sangat tampan, kulit putih bersih, dada bidang, tubuh yang proporsional ..atletis...


rani pun terkejut dibuatnya.pemuda itu bernama alex..dia mendekat pada amel dan rani. dia menjulurkan tangan hendak membatu, tapi rani mengacuhkannya.


"ach...gak perlu, aku bisa sendiri.." ucap rani sambil menampek tangan alek kasar.


alex pun hanya tersenyum dingin.gadis sombong..


"hh sejauh mana kesombonganmu gadis manis...." gumam alex dengan senyum smricknya sambil berlalu dan kembali mengendarai motornya memecah jalanan yang padat.


" ran ,kamu gak papa.." tanya amel.


"enggak mel aku gak apa apa.." jawab rani.


"motormu biar di bengkel aja ran, itu ada bengkel , kita naik ojek aja biar gak telat.." ucap amel


"ok mel" jawab rani


sesampainya di depan gerbang sekolah, rani dan amel sangat terkejut melihat alex dan teman temannya ada di sana.


rani cuek dan tetap masuk tanpa perduli dan diikuti oleh amel.


"tu cewek ok juga " ucap salah satu teman alex. akex tak menjawab dan hanya tersenyum.


rani hanya mendengus kesal sambil sesekali meringis menahan lututnya yang nyeri, dia bergegas masuk ke dalam gedung sekolah dan terus langsung menuju uks.


di ruang uks tampak amel yang merawat luka rani, memberi betadin dan membalut lukanya.


"aduhhhh....sakit mel.." ucap rani sambil meringis


"maaf ran, tahan sedikit ya ..." ucap amel yang terus menberinya betadin lalu membalutnya.


"ngomong ngomong gimana kabarnya raka .." tanya amel sambil membalut luka rani


deg...


rani hanya menggeleng


"maksut kamu, dia gak pernah hubungi kamu...!!!" tanya amel kaget


"aduh kok bisa sih ran..." gumam amel.


"dia gak mau belajarnya diganggu mel, dia juga memintaku untuk bahagia di sini membuka hati dan menemukan kebahagiaanku tanpa harus menunggunya..aku gak tau mel ,apakah aku masih bisa jatuh cinta lagi , aku gak tau ..." ucap rani sambil menunduk dan bulir bulir air matanya jatuh tak terbendung.


"udah udah ran, mungkin maksut raka baik, dia gak mau kamu menunggunya dan takut mengecewakanmu.." ucap amel sambil mengelus rambut sahabatnya itu.

__ADS_1


sesaat kemudian mereka segera bangkit dan menuju ke kelas karena pelajaran sudah mau dimulai.


tit........


waktu menunjukkan jam 14.00 waktunya sekolah selesai.


tampak rani ,amel dan teman temannya berjalan di halaman menuju gerbang sekolah.


"ran nanti pulang nya gimana, apa kita naik angkot saja..sebenarnya kalau bisa kita telp mas rangga biar dijemput tapu kita gak bawa hp.." ucap amel.


"ya udah gak papa mel kita jalan aja sampai seberang jalan kita nunggu angkot.." ucap rani pasrah.


rani dan amel segera bergegas menuju seberang jalan.


tiba tiba beberapa anak muda yang memakai seragam abu abu memutari mereka dengan motornya.


rani hanya mendengus kesal.dengan kesalnya , dia berteriak


"stop.....apa sih mau kalian..." teriak rani kesal.


amel pun merasa ketakutan.memang sih mereka ganteng ganteng keren keren, tapi ulah mereka sungguh menyebalkan.


alek berhenti dan memarkirkan motornya, membuka helm dan dengan tampannya dia membius semua mata yang melihatnya, termasuk para gadis yang masih berdiri di depan gerbang . kecuali rani yang sama sekali tidak tertarik , dia hanya menyengirkan bibirnya yang tipis.


rani berjalan menuju alek dengan ekspresi marah, sedangkan alex hanya tersenyum sambil memainkan kaca mata hitam yang baru saja dia lepas.


" hei kau, kenapa sih kamu selalu mengikuti aku, apa sih mau mu..."ucap rani sambil menunjuk ke arah alex yang hanya tersenyum manis .


"udah santai saja, aku hanya mau mengembalikan ini.." ucap alex sambil menyodorkan dompet pink milik rani.


rani melongo.." pantesan tadi aku cariin gak ketemu, rupanya jatuh, ih sialan kenapa juga harus pemuda brengsek ini yang nemuin.." gumam rani sambil mendengus kesal.


rani segera meraih dompetnya dan alex malah menggodanya.


"ets....emangnya ini benar milik kamu, tunggu manis, semua harus ada imbalannya dong, masak sih gak bisa lembut sedikit..." ucap alex menggoda rani.


"hei...emang kamu yakin ini milik aku, lagian dari mana kamu tau ini milik aku.." ucap rani sombong dan memalingkan mukanya.


alex tersenyum dan langsung melemparkannya ke got yang airnya mengalir deras.


"eh......dompet ku...." rani melotot dan berlari ke arah got.


"kamu..." sambil menunjuk ke muka alex dengan muka merah yang berarti rani benar benar marah.


"alex, alexander raharja..." ucap alex dengan senyum smricks khas nya ,senyum dingin yang membius.


"aku gak peduli siapa kamu, yang jelas kamu sudah mencari masalah denganku..."ucap rani menantang dan dengan sangat kesal.

__ADS_1


semua teman alex dan teman teman rani pun melihat kejadian ini dengan serius dan ngeri.


"gadis ini memang berbeda.." gumam alex seraya berjalan memutari rani yang terlihat sangat kesal dan sepertinya sudah mau menangis.


__ADS_2