Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
hari yang melelahkan


__ADS_3

rani yang sangat kesal dengan raut muka yang merah merona tetap berdiri sambil melirik alex yang berjalan memutarinya dengan senyum penuh kemenangan.


"kamu rani adi wijaya bukan ya.." dengan senyum smircks khasnya dia dekatkan wajahnya ke talinga rani, sontak rani pun menoleh dan mata mereka saling bertatapan untuk sesaat.


tidak dipungkiri alex memang keren dan tampan bahkan bila dilihat dengan seksama lebih keren dari raka, tapi raka tetap yang ada di hati rani.


rani segera memalingkan mukanya dan bergegas menyeret tangan amel untuk pergi dari sini.


sedangkan alex dan teman temannya hanya memandanginya dengan sesekali tersenyum.


" bro dia cantik juga ya, apa kita ikuti mereka saja.." ucap salah satu dari mereka.


"hei awas kalau kalian berani menyentuhnya.." ucap alex mengancam teman temannya.


"santai saja bro , kita kita bukanlah pemuda brengsek yang jahat, kita hanya mau mgengerjainya saja .." ucap aldi ,salah satu teman alex.


"tidak ,tidak ada yang boleh mengerjainnya ataupun menyentuhnya..." ucap alex sambil tersenyum melihat rani dan amel pergi dan masuk ke angkot.


kemudian alex dan teman teman menyalakan motornya dan pergi berlalu.


di dalam angkot rani masih terlihat kesal dengan raut muka yang cemberut.


amel memandangi rani.." udah lah ran, jangan terlalu diambil hati..mereka cuma anak anak sekolah sebelah yang usil..udah ya...ntar ilang cantiknya lo kalau crmberut terus.." ucap rani sambil mengelus punggung sahabatnya itu.


"aku tau ran, kekesalanmu itu karena luapan hatimu yang sedang kalut..kau begitu merindukan raka...lihatlah ran aku merasakan kedatangan alex akan membawa kembali keceriaanmu yang beberapa bulan ini telah hilang bersama raka ..." gumam amel sambil terus memperhatikan rani.


"mel ntar main ke rumah ya, kak rangga ada di rumah ,sekarang jarang keluar , pulang dari kampus juga gak pernah telat.." ucap rani pada sahabatnya itu.


amel pun mengangguk .." tapi aku nanti pulang dulu..ntar aku bawa sepeda ,ya sambil goes biar lebih sehat..." ucap amel sambil tersenyum.


untuk sejenak kekesalan rani hilang.


mereka pun tiba di rumah masing masing.


rani sampai di depan gerbang rumahnya terlihat dari sana siska yang sedang membantu bi inah memotong rumput dan merapikan bunga bunga..


"assalamualaikum ..." ucap rani.


"waalaikumsalam.." sahut siska dan bi inah bersamaan.


"eh..dah pukang nona cantik.." ucap bi inah pada rani seraya tersenyum.


siska hanya tersenyum sambil memegangi perutnya yang sedikit sakit baru saja kram...


rani pun tersenyum dan melangkah masuk ke dalam rumah .

__ADS_1


setelah beberapa saat rani berganti baju dan duduk di teras sambil bermain hpnya.


"non tidak makan dulu, apa tidak lapar.." ucap siska pada rani.


rani melotot.." eh. kak jangan panggil non ,panggil nama aja, aku sudah anggap kak siska seperti kakakku sendiri.." ucap rani sambil tersenyum.


"baik lah rani " ucap siska kemudian.


dari gerbang luar tampak mobil rangga sudah tiba dan tak dipungkiri pesona rangga memang membuat semua mata wanita tak bosan untuk memandangnya, siapa pun itu tak terkecuali siska. namun siska mencoba untuk tidak melihatnya, dia hanya sesekali melirik.


rangga dengan tersenyum menyapa semuanya...


"hai bi inah, hai sis..." ucap rangga sambil berjalan menuju teras.


"hai ran, kenapa kakimu..kamu jatuh...''tanya rangga kawatir.


dia langsung mengambil kursi dan duduk di depan adiknya, dia mengamati luka di kaki rani..


"sudah di kasih obat ran.." tanya rangga.


"sudah kak, tadi amel yang obati.." jawab rani.


"o..dia memang calon kakak ipar idaman.." ucap rangga sambil tersenyum dan menyentil kepala adiknya lalu berlari ke dalam rumahnya.


"aduhhh....dasar..." ucap rani sambil melemparkan buku majalah yang tertata rapi di atas nakas sebelah kursi di teras.


"rani sungguh beruntung ya bi..memiliki keluarga yang harmonis, mama papa yang menyayangi dan kakak yang sangat menyayanginya.." ucap siska dengan mata berkaca kaca.mengingat dia sekarang hanya hidup sebatang kara bersama calon buah hatinya yang masih berusia 4 bulan dalam rahimnya.


"eh...sudah nak siska, semua sudah ada yang merencanakan, ujian dan jalan hidup manusia itu berbeda beda, namun semua hanya satu jawaban yaitu sabar dan tawakal..kita serahkan semua sama Gusti Alloh ..biarkan dia yang menentukan semuanya.." ucap bi inah bijak, dangan sambil menggosok punggung siska.


sesaat kemudian tampak amel dari balik gerbang sedang sibuk memarkirkan sepada gunungnya.


"assalamualaikum .." ucap amel .


"waalaikumsalam.." jawab bi inah.


" eh nona cantik, temannya non rani ya.." ucap bi inah ramah.


siska pun tersenyum .


"o iya bi..sudah lama bibi di sini, amel kemarin kemarin ke sini gak lihat bibi.."tanya amel .


"belum kok non masih beberapa hari ini, oiya kenalin ini anak bibi namanya siska dia berusia kira kira sama dengan nak rangga, tapi dia baru saja ditinggal suaminya mengahadap yang kuasa..." ucap bi inah sedih.


amel pun jadi kasihan melihat siska ..

__ADS_1


" yang sabar ya kak siska ..."ucap amel.


"o iya bi kak ,amel ke dalam dulu ya..." ucap amel sambil berlalu dan masuk ke dalam rumah rani.


belum sempat dia masuk ke dalam ruang tamu ,amel di kejutkan rangga yang tiba tiba muncul dan tersenyum sambil membawa segelas susu di tangannya.


"eh mas, ngagetin saja..." ucap amel tersenyum.


"mel, kamu di sini, sejak kapan , kok aku gak tau, ehhh...mau kasih surprise ya..." goda rangga.


amel pun tersenyum manja.


"eh iya sebentar ya ..",ucap rangga sambil berlalu menuju siska dan biinah yang berada di halaman rumah.


rangga tampak begitu bahagia ,dia membawakan susu untuk siska karena di suruh mamanya kasihan dia sedang hamil, dan menyuruhnya istirahat saja di kamar.


rangga menyodorkan susu ke pada siska


"makasih ya mas rangga.." ucap siska malu malu.


" iya ,habiskan sis nanti aku dimarahin mama lo, o iya kata mama kamu istirahat saja di kamar biar nanti aku yang bantu bantu bibi inah, lagian ini sudah sore ..nanti kamu kecapekan.." ucap rangga sambil tersenyum.


siska hanya mengangguk tak berani menatap rangga.sungguh dia sebenarnya sangat merindukan sosok suaminya.


kemudian rangga berbalik dan berjalan menuju teras yang diikuti siska di belakangnya.


saat itu amel yang melihatnya hanya menahan api cemburu yang membara bergemuruh di dalam dadanya.namun tangga tan menyadarinya.


siska sudah berada di kamarnya lalu berbaring karena memang sebenarnya dia sudah capek dan letih.


rangga menemani amel yang duduk di kursi teras, dia terlihat murung dan menjawab setiap pertanyaan rangga dengan ketus.


"eh sayang kenapa sih.." bisik rangga.


amel pun malah semakin ketus menjawabnya


"aku ke sini mau mencari rani, di mana sih rani..." jawab amel kesal.


rangga hanya terlihat menggaruk nggaruk kepalanya.


" hh ...pantes saja ,rani bilang mas rangga sekarang sering di rumah ,aku tau kenapa..mas..."ucap amel sambil emosi.


"sudah sayang kaamu kenapa sih..." ucap rangga bingung.


"huh..hari ini memang melelahkan ,aku mau pulang mas ,bilang sama rani aku gak jadi main ke sini, hanya membuat hatiku panas..." ucap amel sambil berjalan cepat menuju sepdanya .

__ADS_1


rangga mengejarnya dan amel semakin cepat berjalan lalu menggoes sepedanya.


rangga hanya tertegun heran.


__ADS_2