Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
pagi yang berkesan


__ADS_3

Milea tidak berani membuka selimutnya..dia hanya terdiam membisu di balik selimut.


" kok sepi sih , Bian ke mana ya..." gumam Milea dalam hati.


Milea memberanikan diri membuka selimutnya, dia mencium aroma parfum yang menyengat tapi kok gak ada orangnya.


Milea bangkit dari kasurnya dan mencoba memberanikan diri mencari di setiap sudut ruangan ternyata ada sebuah ruangan di samping kamar mandi, Milea mencoba mengintipnya...


mata Melia melotot dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya, betapa terkejutnya Milea apa yang di lihatnya tidaklah salah...


ternyata bos besar yang dia kira sangat tidak berahklak ternyata sangatlah menjaga rukun islam termasuk sunah sunahnya..


"ternyata dia pemuda yang Sholeh.." gumam Milea yang melihat Fabian sedang sholat malam yang kemudian dilanjutkan dengan berzikir.


"duh malunya aku yang tak bisa istiqomah.." ucap Milea dalam hati yang membuat air matanya menetes.


Milea kembali dengan hati hati ke kasur agar tak mengganggu Fabian.


Milea duduk di samping kasur dan menyeka air matanya..dia tertunduk dan berpikir...


" berarti apa yang aku pikirkan selama ini adalah salah, aku yang selalu takut di dekat nya berpikir aneh aneh bahwa dia akan menyakiti aku..ehm...mudah mudahan semua baik baik saja..." gumam Milea.


Milea kembali merebahkan dirinya ke tempat tidur dan mencoba memikirkan dan masih tak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat..


" apa bener ya Bian tadi sedang sholat malam atau hanya akal akalanya saja untuk mengelabuhiku agar terkesan baik di depanku..,. .tapi kalau dipikir memang dia tak pernah menyentuh ku mungkin hanya sekedar mencengkram lenganku ...aduh ...entahlah pokoknya aku harus bisa jaga diriku, disaat dia bangun aku gak boleh tidur atau dia akan memanfaatkanya.." gumam Milea.


Fabian sudah selesai dengan sholatnya..dia berjalan dengan senyum dan songkok yang masih di kepalanya.


" hai selamat pagi, sudah bangun...gimana tidurnya enak ..." tanya Fabian sambil membenarkan songkok nya dan duduk di sofa seraya mengambil ponsel lalu mengotak atiknya.


Milea hanya tersenyum..


"bos "


" hem..."


" terus aku gimana"


Fabian melotot " gimana maksudnya"


" ya masa aku di kamar terus ...aku mau pulang, nanti aku kerja pakai baju apa...bajuku kan kotor..." ucap Milea sambil cemberut.


" kamu gak usah masuk kerja " ucap Fabian cuek sambil lihat ponselnya.


" hah... bos memecatku..." teriak Milea kaget.


" hus... diam jangan keras keras... semua sudah bangun nanti kedengaran dari luar.." ucap Fabian.


" kok apes banget sih ..baru sehari kerja sudah dipecat... trus bos dikantor siapa sekertaris nya, mbak indah kan sudah resain.." tanya Milea.


"ada Frans, dia sahabatku dan bisa mengurus perusahaan tanpa sekertaris..." jawab Fabian dengan ketus.


" aku mau pulang sekarang ,mama papaku pasti menungguku dari semalam... trus..mobilku...kau sudah membuangnya..." ucap Milea sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya..


Fabian menjadi geram dia letakkan ponselnya dan berjalan mendekati Milea dengan tatapan buas, Milea pun meringsek ke belakang terus sampai berhenti di samping tembok, tapu Fabian terus saja bergerak maju...


Milea semakin takut..

__ADS_1


" Bi...Bian ampun BI..." ucap Milea memelas.


" lama lama aku emosi juga ngadepin kamu, dulu kukira kamu gadis pendiam dan penurut, ternyata banyak nanya dan mengesalkan..." ucap Fabian sambil mengambil kunci mobil hartopny di atas meja di samping Milea.


Milea pun lega dan menarik nafas panjangnya..


"sekarang, kemasi bajumu dan ku antar pulang mumpung nenek belum bangun.." ucap Fabian sambil menyodorkan tas kain miliknya ke arah Milea untuk tempat bajunya.


" trus bajumu..." ucap Milea polos sambil memegang kaos yang dipakainya..


" udah ambil saja .." jawab Fabian.


" sebentar aku ganti baju dulu " ucap Fabian yang mengambil baju dan jaket dari lemarinya.


" kamu diam ya ikuti aku dan jangan berisik,biarpun nenek belum bangun tapi bi ijah dan yang lainnya sudah bangun..." bisik Fabian.


Milea mengangguk..


Fabian membuka pintunya pelan pelan, celingak-celinguk tidak ada siapa siapa..


kemudian mennggenggam tangan Milea dan berjalan mengendap ngendap ke arah pintu tengah ...


karena keadaan masih gelap karena masih pukul 4 pagi mereka lebih mudah keluar menuju garasi..


tapi sesampainya di garasi mereka dikejutkan dengan muncul bi ijah dari halaman luar..


" tuan muda sudah bangun..." ucap bi ijah yang mengagetkan Fabian dan Milea.


" aduh bi ijah bikin kaget aja..." ucap Fabian yang masih bergenggaman tangan dengan Milea.


Bi ijah tak menjawab namun hanya fokus pada tangan mereka yang saling bergenggaman.


" bos, aku nanti masuk atau nggak.." ucap Milea yang membuat Fabian melotot.


" ya masuk lah , tadi aku bilang gak usah masuk kalai kamu mau nginep lagi.." ucap Fabian sambil tersenyum.


" ihhh.... enggak enggak enggak mau , apa kata dunia seorang gadis baik baik nginep di rumah seorang pemuda lajang...satu kamar lagi..." ucap Milea.


" ya kali aja ..."


" semalam saja saya gak bisa tidur"


" kenapa"


"ya takut aja saat aku tidur bos memanfaatkan kesempatan untuk.."


" hess...enak aja kamu, kamu pikir aku pemuda brengsek yang hanya menuruti nafsu ..aku gak akan menyentuhmu sebelum kita resmi menikah..."


" hahhhh menikah...gila kamu bos , siapa juga yang mau menikah sama kamu, ya maksudnya secepat ini "


" tapi kamu mau kan "


" ish...menjebak lagi.." gumam Milea sambil nyengir.


mereka pun sampai di depan rumah Frans dan ternyata Frans sudah menunggunya dari tadi di depan rumahnya..


" ish kalian nih bukanya cepat cepat malah pacaran, udah dingin, banyak nyamuk...tau gak lo..." ucap Frans sambil melemparkan kunci mobil ke arah Fabian.

__ADS_1


" awas lo Frans..." ucap Fabian.


"udah bos mana kuncinya aku mau pulang..tambah gila aku sama kalian berdua, satu aja sudah bikin stress apalagi dua.." ketus Milea seraya merebut kunci mobil dari tangan Fabian.


Fabian dan Frans hanya saling pandang ..


Milea tak peduli dia langsung mengemudikan mobilnya dan melajukannya untuk pulang ke rumah..


" bos "


" hem"


" kamu semalam tidur satu kamar "


"ehem"


" kamu udah melakukannya semalam "


" maksut lo"


" aduhh bos kamu kok lugu amat sih "


Fabian melotot dan menimpuk kepala Frans..


" enak aja lo, otak lo perlu di cuci agar bersih.."


"aduhhh BI, kebiasaan lo , kalau gue gagar otak gimana.." ketus Frans.


Fabian dan Frans saling tertawa..


" beneran BI lo gak nyentuh dia.." tanya Frans.


" ya enggaklah Frans dia gadis baik baik aku gak akan menyentuhnya sebelum dia resmi jadi istriku.." ucap Fabian.


"emangnya kamu sudah mantab mau nikahin dia ,trus dianya mau..." ucap Frans.


" ya dia masih nolak sih tapu aku merasa dia adalah jodohku Frans, aku gak bisa melepaskannya aku harus bisa menikahinya.." ucap Fabian dengan mata berbinar.


" ok , aku akan membantumu semampuku Bi.."ucap Frans sambil menepuk pundaknya.


Fabian hanya tersenyum.


sedangkan di rumah Milea sangat terkejut saat melangkah menuju ruang tamu, tiba tiba semua lampu menyala .. terlihat Rani dan Raka menatapnya dengan tajam dan menakutkan.


" ma , pa ..." ucap Milea sambil menunduk.


" apa yang terjadi " ucap Raka sambil berjalan mendekati Milea dengan muka muram dan menakutkan.


" pa pa pa maaf kan Milea pa , bisa Milea jelasin pa.." ucap Milea gugup.


" sekarang duduk dan kamu jelasin semuanya.." ucap Rani yang terlihat sangat marah dipenuhi emosi.


**


sekedar mengiingatkan ya gengs apalagi untuk para gadis jangan sampai kalian tidur satu kamar dengan pemuda ya bukan mahrom, karena apabila ada 2 orang berduaan maka yang ketiga adalah sayton..


ingat ya sahabat pembaca...ini hanyalah hadil halu...jadi mana yang baik busa ditiru tapi kalau tidak baik jangan sampai dilakukan...ok..

__ADS_1


selamat membaca ....


lanjut....!!!


__ADS_2