
dalam derasnya air hujan , ada tubuh yang basah kuyup.tampak seorang gadis berlari tak tau arah, dis berlari dengan segala pedih di hatinya.
tiba tiba lampu sen mobil menyorotnya dan berhenti seketika.
"hai nona kamu gak papa..." ucap pemuda itu seraya turun dari mobilnya.
gadis itu terhuyung bangkit dan
brukkkk
tiba tiba gadis itu terjatuh tak sadarkan diri.
pemud itu pun langsung kebingungan dan hendak berteriak meminta pertolongan pada seseorang yang melintas.
lalu beberapa orang ysng melintas itu pun mrmbantu pemuda menggendongnya masuk ke dalam mobilnya.
"sudah tuan bawa ke rumah sakit ya, biar bi inah ikut menolong tuan.." ucap seorang laki laki dan ibu ibu yang baik hati mau menolongnya.
"iya bu mari..." ucap pemuda itu, sambil mengangkat gadis yang tergolek lemas tak sadarkan diri.
sesampainya di rumah sakit gadis itu di bawa oleh para petugas medis ke ruang ugd.
srekkk
seorang dokter keluar dan mengabarkan keadaan gadis itu kepada rangga dan bi inah.
ya pemuda itu adalah rangga yang sudah kemalaman pulang dari kampus karena ada tugas dari dosen.
"maaf ,keluarga pasien..o iya...gini ya mas, pasien mengalami trauma, dia dalam keadaan lemah, dan untungnya bayi dalam kandungannya baik baik saja..lain kali tolong ya mas dijaga mudnya agar bayinya semakin sehat.."ucap dokter itu sambil menepuk pundak rangga dan berlalu .
sontak rangga dan bi inah melotot sambil berpandangan terkejut.
" hah bayi...." mereka saling berpandangan.
ternyata wanita itu sedang hamil
" kok kasihan banget sih ..." gumam rangga sambil garuk garuk kepalanya.
" bu.." panggil rangga pada wanita paruh baya yang membantunya itu.
"panggil bini inah aja den.." ucap bi inah pada rangga
__ADS_1
"aduh bi inah jangan panggil den ,panggil rangga aja..gini bi..gimana ya apa kita lapor polisi saja ya ,pasti ada keluarganya di rumah yang nyariin gadis ini..." ucap rangga.
"aduh gimana ya nak rangga, apa tidak sebaiknya kita tunggu sampai dia sadar dulu.." jawab bi inah
"baik lah bi..." ucap rangga.
ponsel rangga tiba tiba berdering
"iya ran, kakak pulang telat nih sekarang masih di rumah sakit .." kemudian rangga menceritakan semuanya ke rani panjang lebar .".kamu bilang ke mama dan papa ya ran, biar mereka tidak khawatir.." ucap rangga sambil mendekatkan hpnya ke telinga.
"ok ran, bye..." ucap rangga
dan tak lama kemudian wanita itu sadar dan ketika melihat rangga dan bi inah mendekat wanita itu seperti ketakutan.
" mbak mbak tenang mbak, kami di sini menolong mu kamu dan dan bayimu selamat..." ucap rangga
jleg....sontak wanita itu kaget teringat bayinya dan menangis
"nak ,apa yang terjadi ceritakan sama kami, kami akan menolongmu.." ucap bi inah sambil mendekat dan memeluk wanita itu.
" hicks hicks....." wanita itu hanya menangis tersedu sedu.
rangga mengeluarkan sebotol air meneral dari tasnya yang kebetulan tadi beli dan belum sempat meminumnya.
wanita itu pun meminum air mineral satu teguk dan terlihat lebih tenang.
" terimakasih kalian sudah menolongku.." kemudian wanita itu kembali menangis dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
sontak rangga dan bi inah saling menatap.
" nak, siapa namamu, dan apa yang terjadi denganmu ..." tanya bi inah
"namaku siska ,aku dan suamiku hendak pulang dari pesta ulang tahun teman, tiba tiba mobil kami mogok di tengah jalan sepi, dan tiba tiba ada segerombolan orang hendak merampok kami, mengambil tas,ponsel dan apapun yang ada pada kami, tak hanya di situ suamiku memintaku untuk lari menyelamatkan bayi kami, namun di depan mataku mereka menghabisi suamiku tanpa ampun...dan untungnya aku bisa kabur dari mereka..dan aku lari tak tau ke mana, dalam pikiranku aku harus bisa menyelamatkan bayiku, karena hanya ini sekarang yang aku miliki..." ucap siska nama wanita itu.
rangga menatapnya iba..
dan tiba tiba ada sekelompok tenaga medis, yang riuh ramai dan salah satunya mengatakan " tadi itu ada yang menemukannya di jalan kenanga, dia bersimbah darah sepertinya korban perampokan..."
keadaan semakin riuh dan semua panik
" dia masih bernafas tapi sangatlah lemah...cepat hubungi dokter.!!!!." teriak salah seorang perawat
__ADS_1
dan rangga pun berlari keluar, dia melihat korban itu seperti tidak lah asing..
dan dia teringat
"ya Alloh...aldo..." sontak rangga terkaget dan ikut berlari ke ruangan gawat darurat menyaksikan keadaan aldo, yang ternyata adalah teman sma nya yang juga sahabat dekatnya..,yang memilih menikah muda
sejenak aldo berpikir " jangan jangan aldo adalah suami siska..." wah gimana nih
" mudah mudahan aldo selamat.
siska yang mendengar ,bahwa ada korban perampokan pun langsung turun dari dipannya dengan dipapah bi inah.
"bi bisa minta tolong melihat korban itu bi, jangan jangan itu suamiku.." ucap siska dan bi inah pun tak keberatan.
ketika sampai di ruang gawat darurat siska pun tak kuasa melihat suaminya tak berdaya, dan ketika dokter selesai melakukan tindakan..laki laki itu yang ternyata memang aldo, membuka matanya dia melihat istrinya yang lusuh dan sambil memegangi perutnya, menatap dan hendak memegangi tangannya, siska pun berjalan mendekat dan tersungkur di lengan suaminya itu
" mas kamu harus kuat .." ucap siska sambil menangis.
aldo melihat sekeliling, terlihat ada sahabat lamanya rangga dan seorang wanita paruh baya.
"ngga, .."bisik lirih pada sahabatnya ...
rangga pun mendekat di sisi satunya dan menggenggam tangan aldo
"iya al, kamu yang kuat ya ,ya tenang, calon anakmu baik baik saja..." ucap rangga menenangkan aldo.
aldo tersenyum , dia tau rangga pemuda baik.
"ngga aku titip mereka berdua ya, jaga mereka ngga, mereka tidak mempunyai siapa siapa lagi..aku yakin kamu bisa .." lalu aldo menghembuskan nafas terakhirnya ,bersamaan beberapa polisi datang.
sontak tangis siska pun pecah dan bi inah mencoba menenangkannya.
rangga pun mencoba tenang dan segera mengurusi jenasah aldo dan beberapa polisi yang memintainya keterangan.
rangga begitu berwibawa dan dewasa dalam suasana seperti ini.sangat berbeda dengan rangga yang bertemu rani ,sangat usil dan jail.
bi inah begitu terkesima sama rangga dengan semua kebaikannya.
"nak rangga biarkan bi inah membawa siska pulang ke rumah ya, kebetulan bi inah tinggal di rumah sendirian, dan rumah kita juga tidak terlalu jauh " ucap bi inah sambil masih memeluk siska yang terlihat hancur dan masih trauma
bi inah tinggal di gang belakang rumah rangga., jadi rangga lebih tenang menitipkan siska .
__ADS_1
"aku rasa lebih baik siska tinggal bersama bi inah sementara sambil aku mencari saudara atau orang tua aldo.." ucap rangga dalam hati.
setelah beberapa saat ,rangga pun mengantar kan siska dan bi inah pulang ke rumah..sedangkan jenazah aldo ,polisi dan rangga beserta pihak rumah sakit yang akan mengurusnya.