
Milea bekerja dengan serius dan benar benar mempelajari apa yang disampaikan oleh sekertaris lama Fabian.
" oke Milea kamu sungguh cerdas, kamu sudah bisa mempelajari semua tugas tugasmu..kamu harus seriue ya kerja di sini...enak lopsk Fabian orangnya baik, dis bos yang sangat pengertian dengan semua anak buahnya...dia tahu tentang kesulitan kesulitan anak buahnya terutama masalah ekonomi dia sering kasih kami uang tambahsn ketika kontraknya berhasil, karena pak fabian merasa dia bukan apa apa tanpa kami...pokoknya dia bos paling the best deh...dan hari aku hari terakhir kerja di sini pak Fabian kasih aku pesangon yang besar, kamu tahu berapa ..350 juta.." ucap sekertaris lama Fabian.
" wau besar banget...berarti gajimu juga besar dong..." jawab Milea antusias dengan mata berbinar.
dan di saat mereka sedang bercerita tentang kebaikan bosnya itu, ternyata bosnya sudah ada di depannya denga senyum manisnya.
" eh pak Fabian ada apa ya, biasanya lewat telpon kok bapak datang ke sini.." ucap sekertaris lama Bian.
" o iya , nanti kamu ikut aku pertemuan ya, biar urusan kantor Milea dan Frans yang tangani, sekarang kamu bersiap siap dan setelah itu aku akan antar kamu pulang ke rumah, sekalian kamu bereskan semua barang barang milikmu dan taruh di mobilku..o iya mobil hartop hitam.. jangan salah.." ucap Bian.
" emang mobil bapak yang biasanya kemana " tanya sekertarisnya..
" ehm..di bengkel "
" kok bisa pak "
Milea tersedak dan menunduk ..
Bian yang menyadari sikap Milea pun berniat menggodanya.
" kemarin ada cewek aneh yang menabraknya.." jawab Bian dengan tersenyum menatap ke arah Milea.
" uhuk uhuk..."
" Milea ada apa minum minum .." ucap sekertarisnya bian dengan panik.
" terimakasih.."
" ok , kamu siap siap dulu dan bawa semua barang barangmu ke mobilku...ada di parkiran paling ujung.." ucap Bian sama sekertaris nya itu.
" Milea.. saat ini kamu masih aman karena aku seharian ini akan ada urusan di luar..." ucap Bian dengan senyum smricknya.
Milea menatap tajam namun Bian tak memperdulikannya dan tetap berjalan menuju ruangannya.
__ADS_1
" ihhhh....dasar..." gumam Milea sambil melempar kalender duduk ke arah Bian pergi..
Tapi yang muncul Frans..
" eh eh ada apa ini.." tanya Frans.
" maaf pak Frans..." ucap Milea
" ehm...aduh kok gak enak sih dipanggil pak, panggil mas aja yah..." ucap Frans dengan senyum gombalnya.
" hidihhh....bos sama pegawai sama sama bikin kesel.." gumam Milea sambil nyengir.
Frans hanya tersenyum, dan berdiri bersandar di samping meja Milea.
Bian keluar dengan jas hitam setelan rambut rapi , berjalan dengan penuh wibawa yang membuat aura ketampanannya keluar .
Milea tak sengaja menatap Bian dan terbius oleh ketampanan bos Huanxel tersebut.
Bian yang menyadari Milea terpesona olehnya pun mendekati dan membisikkan..
" sudah puas melihatnya, lain kali boleh menatap lebih lama kok, tapi sekarang aku ada urusan..." bisik Bian dengan tersenyum sambil berjalan dan menyeret tangan Frans yang terpesona dengan kecantikan Milea.
" lain kali kalau menatap Milea seperti itu lagi kamu aku pecat.." ucap Bian.
" ye enak aja main pecat...pecat saja aku kan kerja buat nenek...kalau kau berani pecat aku laporin ke nenek kalau kau berbohong sebenarnya kamu gak normal mangkanya gak mau menikah ..." bantah Frans.
" ist dasar, dah sana bawa masuk ini , ingat aku pergi agak lama kamu hendel semua pekerjaan di sini...mungkin aku balik sore jadi langsung pulang saja..." ucap Bian.
" lho .. kamu gak ajak Milea..." tanya frans.
" enggak , kali ini pak raka selain membahas kontrak kerjasama juga mau memperkenalkan sesorang katanya seorang gadis bila mungkin cocok sama aku..tapi aku gak enak sama pak Raka, beliau sudah banyak menandatangani kontrak kerjasama dengan kita..sedangkan aku terus kepikiran Milea gak mungkin kan aku mengajaknya..." ucap Bian serius.
Frans hanya mengangguk.
dan Bian pun pergi dengan sekertaris nya menuju tempat pertemuan nya dengan Raka.
__ADS_1
Sedangkan Milea masih sibuk mengurusi semua pekerjaan nya, dan dia tak sempat membuka ponsel yang dari tadi dia matikan.
" aduh kayaknya sudah selesai nih semua pekerjaanku..hari ini o iya dari tadi ponsel ku mati" setelah Milea menyala kan ponselnya lagi ..
" tuh kan panggilan tak terjawab dari papa, ih kok banyak banget...coba deh Milea telp balik.." gumam Milea.
" hallo pa..."
[ iya sayang ada apa dari tadi ponsel mu gak bisa dihubungi]
" Milea lagi kerja pa, gak enak kalau hpnya nyala...ksn masih pertama kerja.."
[ ok, nanti pulang jam berapa, papa ada tamu penting kamu cepetan pulang ya ..]
" trus apa hubungannya dengan Milea, jangan bilang papa mau jodohin Milea ya..apa lagi dengan teman papa yang tua itu.."
[ ih kok nerocos sih...ya enggak lah masa anak papa yang cantik ini papa jodohin dengan om om tua sih..udah jangan banyak alasan pokoknya kamu pulang sekarang..]
"ih.. papa nih ada ada saja .." gumam Milea.
" o iya pak Frans, eh mas ,eh aduh gimana ya.." ucap Milea.
" ehm...kenapa sih...gak usah panggil mas , ntar benar benar di hajar aku...dah panggil Frans saja ...lebih aman...ada apa..." ucap Frans gak jelas.
" eh ngomong apa sih dia..." gumam Milea.
" o iya ini semua pekerjaan ku sudah selesai Frans bisa aku pulang sekarang.." tanya Milea.
" ok ok lebih enak gitu... baik lah bu bos mah bebas .." ucapnya sambil tersenyum.
" hah bu bos ...apa sih maksutnya..." ucap Milea heran.
" enggak enggak, ngomong apa sih aku..iya iya kamu boleh pulang sekarang.." jawan Frans.
Milea pun segera merapikan tempat kerjanya dan beranjak untuk segera pulang ke rumah.
__ADS_1
" dasar bos sama pegawai sama sama gak jelas..." gumam Milea sambil berjalan menenteng tas kecilnya menuju parkiran mobil .
Dan tanpa pikir panjang Milea pun segera menjalankan mobilnya menuju ke rumah karena papanya sudah menunggunya.